NovelToon NovelToon
ALVEGAR

ALVEGAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Cintapertama
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: yunie Afifa ayu anggareni

Di balik tembok gedhe SMA Dirgantara, ada lima cowok paling kece dan berkuasa yang jadi most wanted sekaligus badboy paling disegani: ALVEGAR. Geng ini dipimpin Arazka Alditya Bhaskara, si Ketua yang mukanya ganteng parah, dingin, dan punya rahang tegas. Pokoknya dia sempurna abis! Di sebelahnya, ada Rangga Ananta Bumi, si Wakil Ketua yang sama-sama dingin dan irit ngomong, tapi pesonanya gak main-main. Terus ada Danis Putra Algifary, si ganteng yang ramah, baik hati, dan senyumnya manis banget. Jangan lupa Asean Mahardika, si playboy jago berantem yang hobinya tebar pesona. Dan yang terakhir, Miko Ardiyanto, lumayan ganteng, paling humoris, super absurd, dan kelakuannya selalu bikin pusing kepala tapi tetep jago tebar pesona.

AlVEGAR adalah cerita tentang cinta yang datang dari benci, persahabatan yang solid, dan mencari jati diri di masa SMA yang penuh gaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yunie Afifa ayu anggareni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27: Jejak di Hutan dan Kedamaian yang menipu

Untuk merayakan kembalinya keharmonisan ALVEGAR, Arazka memutuskan untuk mengadakan kegiatan tracking ke sebuah perbukitan hutan pinus di pinggiran kota. Tidak ada kemewahan, hanya tenda, api unggun, dan kebersamaan. Maura dan The Queens pun turut serta dalam perjalanan ini.

🌲 Langkah Bersama di Jalur Pendakian

Pagi yang berkabut menyambut mereka di kaki bukit. Arazka memimpin di depan sebagai pembuka jalur, sementara Danis berada di barisan paling belakang untuk memastikan tidak ada yang tertinggal.

"Ayo, Maur! Baru setengah jalan udah ngos-ngosan?" goda Arazka sambil mengulurkan tangannya saat mereka melewati tanjakan berbatu.

Maura menyambut tangan Arazka dengan senyum lebar. "Gue ini Ketua OSIS, bukan atlet lari lintas alam kayak loe!"

Di belakang mereka, Danis dan Kinara tampak sangat akrab. Danis sesekali membawakan tas Kinara yang terlihat keberatan. Sesekali, Danis dan Arazka saling melempar candaan ringan dari kejauhan, seolah perselisihan kemarin hanyalah mimpi buruk yang sudah lewat.

Miko dan Fanila seperti biasa menjadi penghibur perjalanan. Miko sibuk membawa speaker bluetooth yang menyetel lagu-lagu heboh, sementara Fanila sibuk memarahi Miko karena berisik dan bisa mengundang binatang hutan.

🌑 Sang Pengamat di Balik Pepohonan

Di tengah barisan, Rangga berjalan dengan langkah yang sangat stabil. Dia tidak banyak bicara, hanya sesekali memotret momen-momen kebersamaan mereka. Dari lensa kameranya, dia membidik punggung Arazka dan Danis yang sedang tertawa bersama.

"Tertawalah sesuka kalian," batin Rangga. "Hutan ini tenang, tapi tanah yang kalian injak sudah mulai retak."

Rangga sengaja menjatuhkan sebuah kompas miliknya agar dia bisa tertinggal sedikit dari rombongan. Saat dia sendirian, dia mengeluarkan ponsel satelitnya. Dia mengirimkan titik koordinat lokasi perkemahan mereka kepada seseorang.

"Target sudah berada di lokasi. Mulai kirimkan 'hadiah' kecil besok pagi."

🔥 Api Unggun dan Pengakuan tulus

Malam harinya, di depan tenda yang sudah berdiri rapi, mereka berkumpul melingkari api unggun. Udara dingin pegunungan memaksa mereka untuk duduk berdekatan.

Arazka merangkul bahu Maura. "Gue sadar, momen kayak gini jauh lebih berharga daripada semua kekuasaan di sekolah."

Danis mengangguk, dia memegang gelas cokelat panasnya. "Gue setuju, Zka. Sori ya, kemarin gue sempet kepancing emosi. Gue bener-bener sayang sama organisasi ini, dan gue sayang sama kalian semua sebagai saudara."

"ALVEGAR selamanya!" seru Miko sambil mengangkat tusukan marshmallow-nya.

Maura menatap wajah-wajah di sekelilingnya. Ada ketulusan di mata Danis, ada kehangatan di mata Arazka. Dia merasa sangat bahagia karena badai telah berlalu. Dia bahkan sempat melirik Rangga yang duduk tenang di pojok, mengira bahwa Rangga adalah pahlawan yang sebenarnya karena telah mendamaikan mereka.

"Makasih ya, Rang. Kalau bukan karena loe yang buka mata kita semua, mungkin kita nggak bakal ada di sini sekarang," ujar Maura tulus.

Rangga mendongak, memberikan senyum tipis—senyum yang terlihat sangat tulus namun sebenarnya sangat dingin. "Gue cuma ngelakuin apa yang harus dilakukan seorang sahabat, Maur."

⛺ Malam yang Terlalu Tenang

Saat semua orang sudah masuk ke tenda masing-masing, hanya Rangga yang masih duduk di depan sisa-sisa api yang mulai meredup. Dia mengeluarkan sebuah dokumen lama dari saku jaketnya. Itu adalah foto masa kecilnya bersama seorang pria yang wajahnya sangat mirip dengan Arazka, namun pria itu mengenakan seragam penjara.

Rangga meremas foto itu. Dendam yang dia simpan selama bertahun-tahun terhadap keluarga Arazka kini sudah hampir mencapai puncaknya.

Dia menatap tenda Arazka dan Maura. Dia tidak membenci Maura, tapi dia tahu, untuk menghancurkan Arazka, dia harus menghancurkan segala sesuatu yang dicintai oleh sang Ketua.

TO BE CONTINUED

1
Anggi Anggara
semanagtt💪
Anggi Anggara
masih baru dan blum banyak yang baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!