NovelToon NovelToon
Suamiku Ternyata Konglomerat

Suamiku Ternyata Konglomerat

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Pernikahan Kilat / Nikahmuda / CEO
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Indriani_LeeJeeAe

Satu malam yang tak pernah ia inginkan mengubah seluruh hidup Serene Avila. Terbangun di samping pria asing, ia memilih kabur tanpa menoleh—tak tahu bahwa pria itu adalah Raiden Varendra, konglomerat muda yang bisa mengguncang seluruh kota hanya dengan satu perintah. Dua bulan kemudian, Serene hamil… kembar. Di tengah panik dan putus asa, ia memutuskan mengakhiri kehamilan itu. Hingga pintu rumah sakit terbuka, dan pria yang pernah ia tinggalkan muncul dengan tatapan membelenggu.

“Kau tidak akan menyentuh anak-anakku. Mulai sekarang, kau ikut aku!”

Sejak saat itu, hidup Serene tak lagi sama.
Dan ia sadar, kabur dari seorang konglomerat adalah keputusan terburuk yang pernah ia buat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indriani_LeeJeeAe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 > Luka Lama Yang Kembali Berdarah

Malam itu seharusnya tenang. Angin berembus lembut di sekitar mansion Varendra, dedaunan bergoyang pelan, dan lampu-lampu taman memantulkan cahaya hangat ke dinding bangunan megah yang berdiri kokoh seperti benteng. Dari luar, tidak ada yang tampak mencurigakan. Namun Raiden Varendra tahu-ketenangan seperti itu sering kali adalah kebohongan paling berbahaya.

Ia berdiri di depan jendela ruang kerja, menatap kegelapan dengan sorot mata tajam. Nalurinya yang terasah oleh bertahun-tahun hidup di dunia kekuasaan berbisik bahwa sesuatu sedang bergerak. Sesuatu yang tidak ingin terlihat. “Perimeter sudah diperiksa tiga kali,” lapor Arlo dari belakang. “Tidak ada pergerakan aneh.”

Raiden tidak menoleh. “Ancaman yang paling berbahaya,” katanya pelan, “selalu datang dari yang tidak terdeteksi.”

Arlo terdiam. Ia mengenal nada suara itu-dingin, waspada, dan penuh perhitungan. “Tingkatkan penjagaan di sisi timur,” lanjut Raiden. “Dan satu hal lagi…”

Arlo menunggu. “Jangan biarkan Serene sendirian.”

Sementara di kamar atas, Serene tengah duduk di tepi ranjang sambil melipat pakaian bayi yang baru saja dikirim. Ukurannya kecil, lembut, dan membuat dadanya terasa hangat setiap kali ia menyentuhnya. Ia tersenyum tanpa sadar. “Aku masih tidak percaya,” gumamnya, “sebentar lagi kalian ada di sini…” Tangannya kembali mengusap perutnya, merasakan gerakan kecil yang kini semakin sering.

Tok.

Tok.

Ketukan pelan di pintu terdengar. “Masuk,” ucap Serene.

Pintu terbuka, dan Raiden masuk. Wajahnya tenang, tapi mata itu-Serene sudah cukup lama bersamanya untuk tahu... mata itu sedang tidak sepenuhnya rileks. “Kau belum tidur,” kata Raiden.

Serene tersenyum. “Aku sedang memilih pakaian untuk mereka.”

Raiden mendekat, mengambil satu baju kecil dari tangan Serene. “Dua warna berbeda?” tanyanya.

“Ya,” jawab Serene. “Entah kenapa aku merasa.. mereka tidak akan sama.”

Raiden tersenyum tipis. “Seperti orang tuanya.”

Serene tertawa kecil, lalu menatap Raiden lebih seksama. “Kau kelihatan tegang.”

Raiden terdiam sejenak. “Serene,” panggilnya, “jika aku bertanya sesuatu… kau harus jujur.”

Jantung Serene berdebar. “Apa?”

“Apakah kau benar-benar merasa aman di sini?”

Serene menatap sekeliling kamar... tempat yang kini terasa seperti rumah. “Bersamamu?” jawabnya pelan. “Ya, tentu saja.”

Raiden menunduk, menyentuhkan keningnya ke kening Serene. “Kalau begitu,” bisiknya, “aku akan memastikan perasaan itu tidak pernah salah.”

***

Ancaman itu datang tidak dalam bentuk peluru. Ia datang dalam bentuk amplop hitam yang diletakkan rapi di atas meja makan saat pagi. Tidak ada nama pengirim. Tidak ada cap. Hanya satu foto di dalamnya.

Foto Serene. Foto yang diambil dari kejauhan. Dari taman. Dari sudut yang seharusnya tidak bisa dijangkau siapa pun. Wajah Raiden membeku.

“Siapa pun yang masuk sejauh ini,” katanya pelan namun berbahaya, “berarti tahu persis bagaimana sistem keamananku bekerja.”

Arlo menelan ludah. “Kami sedang menyelidiki-”

“Bukan,” potong Raiden. “Kita sedang diburu.”

Ia meremas foto itu hingga hampir robek. “Dan targetnya bukan aku.”

Ia menatap Arlo tajam. “Targetnya adalah istriku.”

Entah kenapa hari ini, Serene merasakan sesuatu yang berbeda. Pengawal lebih banyak. Tatapan mereka lebih waspada. Raiden tidak pernah menjauh lebih dari beberapa langkah darinya.

“Raiden,” bisik Serene saat mereka duduk di ruang keluarga. “Apa yang terjadi?”

Raiden menghela napas pelan. “Ada seseorang dari masa laluku,” katanya. “Yang seharusnya sudah tidak ada.”

Serene menegang. “Masa lalu seperti apa?”

Raiden menatap jari-jarinya sendiri, sejenak terlihat… ragu.

“Aku tidak pernah menceritakan bagaimana aku menjadi Varendra.”

Serene menggeleng. “Aku tidak pernah memintanya.”

“Tapi kau berhak tahu,” kata Raiden.

Ia menatap Serene. “Ayahku tidak mati karena sakit,” katanya datar. “Ia dibunuh.”

Serene terkejut. “Aku masih remaja saat itu,” lanjut Raiden. “Dan aku belajar satu hal lebih cepat dari siapa pun, karena aku tahu dunia ini tidak memberi ampun pada yang lemah.” Tangannya mengepal.

“Mereka mencoba mengambil segalanya dariku. Nama. Warisan. Hidup.”

Serene menggenggam tangannya. “Apa yang kau lakukan?”

“Aku bertahan,” jawab Raiden. “Dan aku menghancurkan mereka.”

Hening menyelimuti ruangan. “Orang yang mengirim foto itu,” lanjut Raiden, “adalah bagian dari kelompok yang dulu membantu menjatuhkan ayahku. Ia menghilang bertahun-tahun.”

“Dan sekarang dia kembali,” bisik Serene.

Raiden mengangguk. “Dan dia tahu satu-satunya cara melukaiku… adalah melalui kamu.”

Serene menelan ludah, rasa takut merayap pelan. Namun Raiden langsung mengangkat wajahnya. “Jangan takut,” katanya tegas. “Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyentuhmu.”

Serene menatapnya lama, lalu tersenyum kecil. “Kalau begitu,” katanya pelan, “aku akan belajar berani.”

Raiden terdiam. Lalu, ia menarik Serene ke dalam pelukan yang erat namun penuh kontrol. “Kau tidak perlu berani,” bisiknya. “Itu tugasku.”

***

Malam hari... hujan kembali turun. Serene terbangun karena mimpi buruk. Nafasnya tersengal, keringat dingin membasahi pelipisnya. Dalam sekejap, Raiden sudah duduk di samping ranjang.

“Aku di sini,” katanya lembut. “Lihat aku.”

Serene menatapnya, lalu menangis tanpa suara. Raiden memeluknya, satu tangan mengusap punggungnya perlahan. “Maaf,” bisik Serene. “Aku tidak ingin menjadi kelemahanmu.”

Raiden menunduk, suaranya rendah namun penuh keyakinan. “Kau bukan kelemahanku,” katanya. “Kau adalah alasanku.”

Serene mendongak. “Aku tidak takut mati,” lanjut Raiden. “Aku takut hidup di dunia di mana kau tidak aman.”

Serene menempelkan keningnya ke dada Raiden, mendengar detak jantung itu. “Kalau begitu,” katanya lirih, “kita akan menghadapinya bersama.”

Raiden tersenyum kecil. “Bersama,” ulangnya.

Namun jauh di luar mansion, di sebuah gedung tua yang hampir runtuh... seorang pria berdiri menatap layar. Di layar itu terlihat jelas menampilkan wajah Serene. “Raiden Varendra,” gumamnya sambil tersenyum tipis.

“Kau tumbuh menjadi raja.” Ia mematikan layar.

“Sekarang,” lanjutnya dingin,

“mari kita lihat… seberapa jauh kau mau berdarah untuk mempertahankan cintamu.”

Lampu padam. Dan permainan baru... resmi dimulai.

***

Bersambung…

1
❤Follow IG aisyah_az124 ❤
semngat Kak Lee💪💪💪
❤Follow IG aisyah_az124 ❤: 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 2 replies
Wayan Miniarti
luar biasa thor... lanjuttt
Li Pena: Siap, Akak.. maacih udah mampir ya 🙏🤭
total 1 replies
Sunarmi Narmi
Baca di sini aku Paham kenapa bnyak yg tdk Like...Di jaman skrng nikah kok berdasar Status apalagi sdh kaya....Bloon bnget kesenjangan sosial bikin gagal nikah apalagi seorang Raiden yg sdh jdi CEO dgn tabungan bnyak...Kkrga nolak ya bawa kbur tuh istri dn uang " mu....Cerdas dikit Pak Ceo..gertakan nenek tidak berpengaruh.masa nenek jdi lbih unggul kan body aja ringkih
Li Pena: Terimakasih sudah mampir dan juga menilai novel ini. maaf bila alur tidak sesuai yang diharapkan dan juga banyak salahnya, mohon dikoreksi agar author bisa belajar lebih banyak lagi 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!