NovelToon NovelToon
Kultivator Tanpa Bakat

Kultivator Tanpa Bakat

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Action / Tamat
Popularitas:10k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Apa jadinya jika kau lahir tanpa bakat dan harus kehilangan satu-satunya orang yang kau cintai? itulah hal yang di alami oleh Xiao Chen.

Tapi suatu hari dia menemukan Kristal yang dapat memutar balikan waktu dan ini tidak gratis.

Apakah ini keberuntungan atau justru kutukan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34: Kebersamaan yang jarang

​Xiao Chen berjalan menaiki tangga menuju lantai dua rumah batu yang luas, tempat kamar Ibunya berada. Setelah memastikan semua divisi berjalan sesuai perintah, terutama Divisi Produksi di bawah pengawasan Xiao Xi, kini saatnya ia memenuhi kebutuhan jiwanya yang paling mendasar.

​Di ruangan luas yang kini dilengkapi perabotan bagus dan kasur empuk, ia melihat sosok Ibunya sedang duduk bersandar nyaman. Dua anggota Divisi Pelindung yang ditugaskan menjaga, seorang remaja laki-laki dan perempuan, sedang duduk di lantai dan berbincang-bincang dengan Ibu Xiao Chen.

​Mereka tampak nyaman dan akrab. Mungkin, bagi anak-anak jalanan yang tak pernah mengenal kasih sayang, Ibu Xiao Chen menjadi figur yang sangat dirindukan—sosok seorang Ibu yang hangat.

​"Bu," sapa Xiao Chen pelan.

​Semua orang, termasuk Ibunya, menoleh. Dua anggota pelindung itu segera bangkit dengan sigap, namun Xiao Chen memberi isyarat agar mereka tetap tenang.

​"Apa tempat ini nyaman, Bu? Jika kurang nyaman atau bahkan tidak sama sekali, aku akan membeli tempat seperti sekte yang sudah tidak terpakai di pegunungan." tanya Xiao Chen, menunjukkan betapa besarnya perhatiannya terhadap kenyamanan sang Ibu.

​Shua (Ibu Xiao Chen) tersenyum. Sebenarnya, ia bingung dengan sikap Xiao Chen yang sangat berbeda dan tiba-tiba dapat mendapatkan uang sebanyak ini. Anaknya yang dulu polos kini menjadi pemimpin yang disegani dan sangat kaya. Namun, ia tidak ingin banyak bertanya. Ia yakin anaknya pasti tidak melakukan kejahatan keji.

​"Tidak perlu, Nak. Ibu sudah merasa sangat nyaman di sini," jawab Shua, menyentuh bantal empuk di punggungnya. "Apalagi sekarang semakin banyak anak-anak untuk Ibu ajak mengobrol. Mereka semua baik-baik, Nak."

​Ia menatap anaknya dengan tatapan lembut. "Tapi, akhir-akhir ini Xiao Chen sibuk ya? Anak Ibu ini jarang sekali datang menjenguk Ibu."

​Dua bawahan Xiao Chen yang bertugas menjaga segera mengerti. Mereka memberi hormat singkat dan berjalan keluar dari kamar, menutup pintu perlahan. Mereka tidak ingin mengganggu pembicaraan anak dan ibu itu.

​Xiao Chen duduk di samping Ibunya, meraih tangan Shua yang sudah lebih berisi berkat makanan bergizi.

​"Maafkan aku, Bu. Aku memang cukup sibuk akhir-akhir ini. Banyak hal yang harus aku urus agar kita bisa hidup tenang dan Ibu bisa sembuh," ucap Xiao Chen jujur. Ia menghela napas. "Tapi aku berjanji, aku akan sebisa mungkin menyempatkan waktu untuk mengobrol seperti ini denganmu."

​Shua mengusap kepala anaknya dengan penuh kebanggaan dan kasih sayang. Rasa hangat menyelimuti hati Xiao Chen—rasa yang tak pernah ia dapatkan di akhir kehidupan pertamanya dan hampir hilang di akhir kehidupan keduanya.

​"Kau mirip sekali dengan Ayahmu, Nak," ujar Shua, matanya menerawang. "Dulu Ayahmu juga selalu saja begini kepada Ibu. Dia pria yang sangat sibuk, tapi selalu memastikan Ibu adalah yang utama. Dia pria yang hebat."

​Xiao Chen tersenyum tipis. "Aku akan menjadi lebih hebat dari Ayah, Bu. Aku janji."

​Hening sejenak. Xiao Chen hanya menikmati kehangatan tangan ibunya di kepalanya. Dia tidak akan membiarkan kegagalan masa lalu terjadi lagi. Setiap detik yang ia habiskan di sini adalah pengisian ulang energi untuk menghadapi kekejaman dunia kultivasi.

​"Bu, istirahatlah. Setelah ini aku akan kembali ke bawah. Tapi besok pagi, aku akan membawakan bubur Ginseng spesial untuk Ibu." janji Xiao Chen.

​Shua mengangguk. "Tentu, Nak. Pergilah. Ibu bangga padamu."

​Xiao Chen berdiri, mengecup kening Ibunya dengan lembut. Tatapannya kembali tajam begitu ia meninggalkan kamar. Ia harus kembali ke ruang bawah tanah. Rasa sakit dan kegagalan delapan tahun di kehidupan sebelumnya telah memberinya tekad: Tidak ada waktu untuk bersantai.

1
Galih Agung
ceritanya bagus.. MC nggak naif
Galih Agung
lanjutannya nggak adakah
Galih Agung
selesai ini??
A 170 RI
ok thor
A 170 RI
lanjut thor
Aman Wijaya
lanjut terus Thor semangat semangat semangat
Aman Wijaya
lanjut
Agen One: siapppp
total 1 replies
Aman Wijaya
arti sebuah kebersamaan walaupun bukan saudara kandung
Aman Wijaya
rasa tanggung jawab dan kepercayaan harus dijunjung tinggi dalam sebuah ikatan persahabatan dan persaudaraan.mantab Thor lanjut terus semangat semangat semangat
Aman Wijaya
gaaas terus Thor
Aman Wijaya
mantab Thor lanjut
Aman Wijaya
Mereka bertiga siap beraksi di pasar gelap untuk meraup emas dan perak.semoga sukses
Aman Wijaya
jooooz jooooz pooolll mantab Thor
Aman Wijaya
jiwa pedagang kalian bertiga
Aman Wijaya
gaaas terus Thor lanjut
Aman Wijaya
gaaas terus Thor
Aman Wijaya
lanjut terus
Aman Wijaya
markotop top top top
Aman Wijaya
semangat kalian bertiga pasti bisa bertahan hidup dan melindungi ibu kalian
Aman Wijaya
bertambah lagi saudara semoga kedepannya mereka tetap bersaudara tidak berkhianat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!