NovelToon NovelToon
Bukan, Cinta Terlarang

Bukan, Cinta Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Keluarga / Percintaan Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Astri Reisya Utami

Nara, seorang gadis cantik yang tinggal bersama keluarga angkatnya sejak usia lima tahun karena semua keluarganya meninggal dalam sebuah bencana yang terjadi kampungnya lima belas tahun lalu.
Saat ini Nara sedang berkuliah di salah satu kampus swasta di kota tempat ia tinggal saat ini. Orang tua angkatnya bukan lah orang sembarangan mereka termasuk orang yang sangat berpengaruh di kota itu. Mereka tidak memiliki anak karena anak satu-satunya dinyatakan hilang di saat bencana yang terjadi di kampung halaman Nara.
Nara anak yang sangat patuh namun suatu hari dia jatuh cinta pada pria yang merupakan pengawal pribadi sahabatnya Airin yang bernama Iam.
Namun Iam pria yang dingin dan cuek sangat sulit untuk di dekati. Namun Nara memiliki banyak cara agar bisa dekat Iam. Namun di saat Iam mulai luluh dan sebuah kebenaran terbongkar membuat Nara harus patah hati karena Iam merupakan anak dari keluarga angkatnya yang hilang.
Bagaimana kelanjutan cerita mereka? simak yu ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astri Reisya Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keputusan sang bunda.

Nara tiba di depan ruangan sang ayah Yuda, Nara masih berdiri di depan pintu ia segan untuk mengetuk.

"Mbak Nara kok gak masuk? " tanya seorang cewek cantik ya g tak lain sekretaris sang ayah.

"Eh mbak Riri, ini juga mau masuk mbak, tapi ayah sedang gak sibuk? " tanya Nara sambil tersenyum.

"Enggak, malahan bapak lagi nungguin mbak, " jawab Riri sang sekretaris.

"Ya udah aku masuk dulu mbak, " pamit Nara lalu mengetuk pintu dan langsung dapat jawaban dari sang ayah.

Nara masuk dan sang ayah langsung beranjak dan melangkah mendekatinya.

"Ayo duduk sayang, " ucap sang ayah dan Nara langsung duduk begitu pun sang ayah.

"Ada apa ayah nyuruh aku ke kantor? " tanya Nara.

"Ada yang ingin ayah bicarakan, mungkin kamu juga sudah bisa menebaknya apa yang ingin ayah bicarakan sama kamu, " jawab sang ayah.

"Masalah bunda yang terus meminta aku segera menikah dengan Reynaldi? " tebak Nara dan sang ayah mengangguk.

"Aku ikut aja ayah sayang, toh sepertinya bunda udah gak bisa di tolak, " ucap Nara.

"Benar, bunda terus meminta ayah untuk membujuk kamu agar mau segera menikah dengan Reynaldi namun alasan bunda dia hanya takut terjadi sesuatu di antara kalian, " balas sang ayah.

"Ya sudah, aku setuju aja ayah toh aku udah gak bisa nolak kalau bunda sudah bersikeras seperti ini, " ucap Nara.

"Ayah minta maaf karena gak bisa bantu kamu buat nolak permintaan bunda, " ujar sang ayah.

Nara hanya bisa tersenyum dan mengangguk lalu dia langsung pamit pulang dan berjalan dengan lemas karena Nara sedikit kecewa dengan sang bunda ya g terus mendesak dirinya agar segera menikah dengan Reynaldi.

Airin yang melihat Nara keluar dari lift dia langsung berlari hendak mendekati Nara namun dia malah menabrak seseorang membuat Airin hendak terjatuh namun di tahan oleh orang itu. Airin melihat siapa yang menahannya ternyata Rizal membuat Airin menatapnya bukannya langsung berdiri. Rizal mengibaskan tangannya di hadapan Airin namun Airin malah diam saja dan terus menatap Rizal.

"Gue lepasin ni kalau lo gak sadar, " ancam Rizal karena tangannya pegal.

Airin langsung berdiri sambil tersenyum.

"Lo lagi ngapain disini? " tanya Rizal lalu melihat ke sekeliling.

"Temani Nara ketemu ayahnya, " jawab Airin.

"Terus Nara nya mana? " tanya Rizal lagi.

Airin langsung menunjukkan Nara yang sedang duduk termenung di lobi.

"Dia kenapa, kok kaya sedih gitu? " tanya Rizal saat melihat Nara hanya menunduk saja.

Airin tidak menjawab dia malah langsung pergi dan menghampiri Nara, Rizal pun mengikuti Airin.

"Ra, ada apa? "tanya Airin dan Nara langsung mengangkat wajahnya dan menghapus air matanya.

" Lo nangis? "tanya Rizal.

" Enggak kok, "jawab Nara sambil berdiri.

" Yu kita balik! "ajak Nara pada Airin sambil merangkul tangannya.

Airin pun langsung melambaikan tangannya pada Rizal dan keluar dari kantor milik ayahnya Nara. Di jalan Airin melihat Nara bengong terus dan dia tau alasan Nara seperti.

"Gue kayanya bakal setuju buat segera menikah dengan Reynaldi, " ucap Nara membuat Airin kaget dan melirik Nara.

"Lo yakin dengan keputusan lo? " tanya Airin.

"Gue udah gak bisa nolak, nyokap gue dia kekeh ingin gue segera menikah dengan Reynaldi, " jawab Nara.

"Dia kenapa sih sampai ingin segera nikahin lo sama dia? " tanya Airin.

"Entahlah gue juga gak tau, " ucap Nara.

"Apa jangan-jangan dia curiga lo ada perasaan sama Ilham, " tebak Airin membuat Nara melirik Airin.

"Gue cuman tebak aja, " ucap Airin.

"Gak mungkin karena selama ini gue sama bang Ilham gak pernah bersikap mencurigakan kok, " balas Nara.

"Ya gue kan cuman tebak aja, " ujar Airin dan membuat Nara terdiam memikirkan ucapan Airin.

Nara pun tiba di rumah dan dia langsung turun dan masuk. Saat masuk rumah Nara di buat kaget saat melihat mamanya Reynaldi ada di rumah nya.

"Tante, " ucap Nara lalu mencium tangan mamanya Reynaldi.

"Baru pulang sayang? " tanya mamanya Reynaldi.

"Iya tante, tante udah lama? " balas Nara.

"Lumayan, tante sama bunda kamu lagi bahas acara lamaran, mau seperti apa, " jawab mamanya Reynaldi.

"Oh, kalau begitu aku ke kamar duku, tante sama bunda lanjutkan saja, " ucap Nara lalu naik ke kamarnya.

Tibanya di kamar dia menjatuhkan tubuhnya ke tempat tidur karena dia kaget dengan sang bunda yang langsung menyiapkan semuanya tanpa menunggu jawabannya terdahulu. Nara hanya bisa menangis karena dia gak bisa menolak dan melawan karena dia sadar diri kalau dulu dia gak di bawa sang bunda entah bagaimana nasibnya sekarang. Malamnya setelah makan malam sang bunda mengajak Nara bicara dan sang bunda menunjukan rencana lamaran minggu depan dengan sedikit sederhana karena waktunya terlalu mepet.

"Nara ikut bunda saja, " ucap Nara yang sudah pasrah.

Sang ayah bisa melihat raut wajah Nara yang sedih karena semuanya di atau sang bunda. Kania pun kaget ternyata sang bunda sudah menyusun semuanya dengan cepat. Nara pun memilih masuk ke kamar dan tinggal sang bunda dan ayahnya yang ada di rua g keluarga.

"Kenapa bunda gak ngasih kesempatan pada Nara buat dia pilih sendiri? " tanya Yuda pada sang istri Kalila.

"Ayah, kalau nunggu dia mau sampai kapan, aku maunya secepatnya, " jawab Kalila tanpa melirik sang Yuda sang suami karena sedang sibuk melihat kebaya.

"Ayah masih bingung kenapa bunda kekeh ingin Nara secepatnya menikah, " ucap Yuda.

Kalila mengangkat wajahnya dan menatap sang suami dengan tatapan marah.

"Ayah mau, Nara bikin malu keluarga kita? " tanya Kalila.

"Bikin malu gimana?, " tanya balik Yuda.

"Bikin malu kalau nanti dia tiba-tiba batalin pernikahan ini karena dia ketemu cowok lain di luar sana, " jawab Kalila.

"Ya gak mungkin sayang, dia gak mungkin bikin malu keluarga kita, " ujar Yuda.

"Sudahkah yah, ayah gak usah ikut pusing ayah cuman lihatin saja toh percuma aku jelasin juga ayah gak akan mengerti, " ucap Kalila dengan kesal.

"Ya sudah gimana bunda saja, ayah gak akan ikut campur. Ayah ngantuk mau tidur duluan saja, " ucap Yuda lalu meninggalkan sang istri sendiri di ruang keluarga.

Kalila dia menarik nafas panjang dengan kasar dan menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi sambil menutup mata. Kalila sebenarnya sedih karena telah memaksa Nara untuk segera menikahi Reynaldi. Kalila cuman takut jika Nara nekad batalin perjodohan itu dan bertekad untuk menunggu Ilham begitu pun Ilham dia juga setia pada Nara dan itu semua akan bikin malu keluarga.

"Maafin bunda kakak, abang. Bunda seperti ini juga untuk kebaikan kalian jangan sampai kalian membuat kecewa keluarga kita, " gumam Kalila sambil meneteskan air mata.

1
Anto D Cotto
lanjut crazy up donk Thor
Anto D Cotto
cerita nya sangat menarik, tapi kebanyakan typo nya Thor..
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!