"Aduh.... sakit woi! turun ga kamu!" ucap seorang gadis cantik dengan pakaian sederhana dan tingkah yang bar bar nya, menghadang seorang pengendara motor yang baru saja menyerempet nya hingga jatuh ke sawah.
"Sorry." ucap seorang pria dengan wajah yang tertutup helm mahal, dan mengeluarkan suara yang membuat gadis itu tertegun.
wajah nya yang kotor, akibat terjatuh di sawah, membuat nya seakan lupa, bahwa dia baru saja di senggol oleh orang di depan nya. tapi gadis itu malah melamun dan tak sadar untuk bersikap tegas.
Pria itu menatap heran, dan langsung pergi tanpa berkat apa apa lagi, sepertinya memang pria itu memiliki urusan yang lebih penting saat itu.
"Aisshh, dasar goblok, apa yang kamu pikirkan Selin, dia yang nabrak kamu, malah dia yang pergi. woi, liat ya kalau kamu balik lagi, tak cincang kamu jadi gulai!" pekik nya yang mencak mencak seperti seekor monyet. untung saja kondisi di sawah begitu sepi, dan kebetulan saat itu tengah hari, jadi aman tak membuat Selina malu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.27
Rachel sebagai mantan kekasih nya Aksa merasa cemburu, saat melihat mantan nya gandengan tangan dengan wanita lain.
"Siapa gadis itu, kenapa aku tak pernah mengenal nya. dia bukan teman nya Aksa?" gumam Rachel dalam hati nya, yang merasa begitu emosi saat melihat Aksa bergandengan tangan dengan gadis yang lebih cantik dari nya.
Apalagi sebenarnya tujuan nya adalah ingin membuktikan kepada Aksa, bahwa dia baik baik saja dan bahagia, tapi mengapa keadaan nya menjadi terbalik seperti ini.
"Mas, itu mantan kamu?" tanya Selin yang kepo saat melihat mempelai pengantin wanita nya.
"Hmm."
"cantik juga." gumam Selin dengan nada pelan.
"Cantikan kamu." ucap Aksa spontan membuat gadis itu menoleh kaget.
"Mas?" tanya Selin yang memastikan bahwa pria itu tadi memuji nya
"Ada apa?" tanya Aksa yang berusaha menyembunyikan rasa gugup nya itu. Bisa bisa nya dia hampir keceplosan saat bersama dengan gadis ini.
"Ah tidak aku rasa aku salah mendengar nya." ucap Selin yang berusaha mengabaikan ucapan Aksa tadi.
"Ayo kita kesana." ajak Aksa yang langsung mengajak Selin ke pelaminan nya langsung.
"Kita ga makan dulu?" tanya nya yang dari tadi merasa begitu lapar. Apalagi perjalanan mereka cukup jauh.
"Nanti kita makan setelah pulang dari sini." ucap Aksa yang tak ingin berlama-lama di tempat ini.
Selin dengan tatapan lemah nya, langsung mengangguk saja, dan berusaha menggandeng tangan pria dingin itu.
Sesampainya di pelaminan, wajah Rachel langsung berubah menjadi begitu datar, bahkan tatapan nya kepada Selin, menunjukkan rasa iri yang kuat.
Aksa masih tetap setia menggandeng tangan Selin, bahkan pinggang gadis itu di rangkul nya membuat Selin merasa kaget.
"Mas, kenapa harus seperti ini?" bisik nya dengan pelan yang merasa tak nyaman berada di situasi saat ini.
"Jangan di lepas, bantu saya untuk saat ini. berpura-pura lah menjadi kekasih saya. Agar mantan pacar saya percaya bahwa saya saat ini sudah tidak memiliki rasa lagi kepada nya."
"Dasar gamon." gumam Selin yang hanya diam tanpa membalas ucapan dari Aksa lagi.
"Mas Aksa, aku kira kamu tidak akan datang ke sini!" ucap Rachel dengan wajah yang berpura pura tersenyum.
"Selamat atas pernikahan mu, semoga bahagia menjalani hubungan pernikahan ini." ucap Aksa dengan tatapan datar nya.
"Wah, terima kasih atas doa nya, aku pasti akan selalu bahagia mas. Apalagi suami aku ini, bisa menuruti semua keinginanku. Ya kan mas?" ucap Rachel dengan percaya dirinya.
"Benar, Rachel pasti akan bahagia dengan saya." ucap pria itu dengan nada penuh keyakinan.
"Bagus lah, asal dia tak seperti saat menjalankan hubungan dengan ku dulu, berselingkuh di belakang pasangan nya sendiri." ucap Aksa dengan tatapan datar nya itu.
"Apa maksud mu mas? Apakah kamu cemburu. Itu sudah bagian masa lalu, jadi tak perlu membahas nya." ketus Rachel dengan tatapan tajam nya
"Cemburu? untuk apa aku cemburu dengan wanita seperti mu. Lagian aku sudah menemukan pengganti yang jauh lebih sempurna dibandingkan dengan mu. kenalin calon istri ku, Selin. " ucap Aksa dengan tatapan tegas nya, dan memperkenalkan Selin yang hanya diam menyaksikan perdebatan kedua nya.
Selin yang hanya diam dari tadi, merasa shock saat Aksa memperkenalkan nya sebagai calon istri. Apa maksud pria ini, kenapa dia bisa bisa nya berbohong seperti ini. walapun kesal, tapi dia hanya diam saja.
"Sayang, ini mantan ku, kamu sudah tau kan tadi, yang aku jelaskan di mobil." ucap Aksa dengan penuh penekanan berkata di hadapan Rachel.
Tatapan Rachel kepada nya, seakan ingin membunuh nya. bahkan dari tadi, wanita itu terus menerus menatap nya dengan tajam.
"Eh, iya mas. Aku Udah tau kok. Makasih ya mbak Rachel, sekarang mas Aksa jadi milik aku." ucap nya dengan mengikuti drama dari Aksa.
Bahkan Aksa sendiri tersenyum tipis, saat Selin mau bersandiwara dengan nya. Dia berhutang Budi dengan gadis desa itu.
"Kalua begitu kita permisi dulu, ayo sayang kita pulang. Tadi kamu janji bawa aku makan malam berdua yang lebih romantis." ucap Selin yang langsung menggandeng tangan Aksa membuktikan bahwa sandiwara nya tak sia sia.
"Ga sia sia liat sinetron di tv, akhirnya bisa praktek juga, secara langsung." gumam Selin salin terkekeh geli.
Akibat Buna yang sering mengajak nya menonton serial drama, membuat nya suka dengan akting akting para pemain film nya itu, sehingga saat ini sepertinya dia berbakat menjadi aktor.
Suaminya Rachel yang melihat ekspresi istri nya, paham bahwa saat ini Rachel sedang kesal atau cemburu dengan mantan nya itu. dengan tatapan datar dia pun pura pura bertanya.
"Ada apa, kenapa wajah mu terlihat kesal?" tanya suami nya Rachel yang memperhatikan istri nya yang dari tadi kesal saat melihat kepergian kedua pasangan tadi.
"Tidak, aku hanya sedang kelelahan saja." ucap Rachel yang berusaha tersenyum pura pura agar suami nya percaya.
"Apakah kau yakin, apakah kau tak kesal dengan mantan kekasih mu itu?" sindir nya dengan nada datar.
"Mas, apa maksud mu. Aku tidak menyukainya lagi." elak Rachel yang pura pura tak menyukai Aksa lagi. padahal di hati kecil nya, masih ada rasa yang tersimpan dan terpendam selama ini.
"Hmm, ku harap itu benar." ucap suami nya Rachel dengan wajah datar nya.
"Tenang saja mas, aku sudah memilih mu. karena saat ini, aku benar benar mencintai mu mas."
***
Setelah sampai di restoran terdekat, Selin yang awalnya canggung dengan drama yang dia ikutin, tadi akhirnya sedikit bernafas lega. apalagi pria itu mengajak nya ke sebuah restoran ternama di kota.
"Mas, ini dimana?' tanya nya dengan tatapan kagum.
"Restoran ternama di kota. Ayo turun, kita makan disini." ucap Aksa dengan nada lembut nya.
"Mas, tapi pasti tempat nya mahal. Aku ga punya uang untuk membayar nya." ucap Selin yang meringis pelan
"Aku yang traktir. ayo turun lah."
Sikap pria itu tiba tiba berubah kepada nya, saat ini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Bahkan pria itu beberapa kali menatap nya secara diam diam.
Tempat nya yang luas, dan mewah megah seolah membuat Selin berdecak kagum berulang kali memandang tempat tersebut. Bahkan rasanya Selin ingin membuat video untuk para follower nya itu.
"Ada apa, apakah kamu ingin membuat dokumentasi?" tanya Aksa yang tau gerak gerik gadis itu.
"Apakah boleh mas?"
"hmm, tentu saja boleh. ayo sini biar saya ambilkan."
"Mas, tapi aku malu." ucap Selin yang merasa tak percaya diri saat ini.
"Kamu cantik kok, ayo sini. Pakai ponsel saya saja ya." ucap Aksa yang langsung mengeluarkan ponsel nya itu.
Aksa mengambil foto gadis itu yang sudah lebih leluasa bergaya. bahkan mata nya tak berkedip saat melihat senyuman manis Selin saat ini.