NovelToon NovelToon
Maya Dan Cangkulnya

Maya Dan Cangkulnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami / Ibu Mertua Kejam / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Romansa pedesaan
Popularitas:257
Nilai: 5
Nama Author: R.Fahlefi

Sebuah karya yang menceritakan perjuangan ibu muda.
Namanya Maya, istri cantik yang anti mainstream

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.Fahlefi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Manja-h

'Astoge....' Batin Maya, kenapa pula si bocil itu ngadu-ngadu sama ayahnya.

Maya pura-pura sibuk bermain hp, ia melihat alis Gilang yang terangkat, lalu wajah penasarannya menatap anak mereka.

"Terus, mantan Ibu kamu seperti apa?" Tanya Gilang.

"Dia itu aneh, masa ngeliatin ibu terus pas pulang sekolah."

"Oh, jadi mantan ibu kamu anaknya sekolah disana juga?"

"Iya ayah, anehnya, ibu kayak nggak suka gitu sama mantan nya. Padahal mantan ibu masih mau ngomong nampaknya." Ucap Sari dengan bersemangat empat lima.

Dada Maya lega. Untunglah Sari nggak sembarangan ngomong. Kalau tidak, bisa-bisa Gilang berpikiran yang bukan-bukan.

Masih merasa penasaran, Gilang kembali bertanya.

"Menurut Sari, gantengan ayah atau mantan ibu kamu?"

Maya hampir tersedak udara mendengarnya, ia terbatuk kecil, "Ehek"

Seketika Gilang dan Sari pun kompak menoleh Maya yang nggak fokus lagi main hp.

"Kenapa bu? Ibu gak apa-apa?" Tanya Sari.

"Eh, ngg-ak kok, ibu nggak apa-apa."

Gilang yang melihat Maya tersenyum, lalu kembali menatap anak mereka.

"Jadi gantengan ayah atau mantan ibu kamu?"

"Mantan ibu ganteng sih, tapi... Masih lebih ganteng ayah."

Gilang mengusap rambut putri mereka, tersenyum bangga.

Dalam hati Maya, ia berucap pelan, 'semua mantanku emang ganteng, nggak mungkin dulu aku mau kalau dia jelek'.

Sehabis makan malam, Maya yang duduk-duduk dikejutkan oleh Gilang.

"Jadi anaknya Barto sekolah di tempat Sari juga?" Ucap Gilang.

Maya mengangguk, "Iya bang, aku juga baru tahu."

"Oh," jawab Gilang, wajahnya tampak berbeda.

"Kenapa emang bang? Abang jangan berpikiran yang nggak-nggak ya, aku sama dia tuh nggak punya hubungan apa-apa lagi."

Gilang mendesah, wajahnya semakin tampak gelisah.

"Bukan itu May, aku percaya seribu persen sama kamu, hati kamu itu milikku, juga hatiku akan selalu untukmu."

Maya tersenyum, merasa haru mendengar ucapan suaminya. Namun, rona wajah Gilang masih membuatnya bertanya-tanya.

"Terus? Kok abang kelihatan gelisah gitu."

Gilang duduk disebelah Maya.

"Begini May, aku sebenarnya sudah lama tahu jika Barto tinggal di deket-deket kampung sini. Ia sudah bercerai dengan istrinya. Kemarin, aku melihatnya berdua dengan Mirna."

Jantung Maya hampir copot, "Mirna?"

Gilang mengangguk, "Sepertinya mereka sedang dekat."

"Tidak.. tidak..! Nggak mungkin bang, abang salah lihat kali."

"Itu dia, aku juga terkejut melihatnya May, tapi apa boleh buat, Mirna seorang janda, Barto juga seorang duda. Nggak ada yang salah jika mereka berdua berhubungan."

Maya mengangguk, setuju. Tapi ada nuansa tidak enak bagi dirinya jika ternyata itu benar. Apa jadinya jika Mirna memiliki pacar yang notabenenya adalah mantannya sendiri.

Tapi, tatapan Barto kemarin membuat Maya risih. Apakah Barto masih akan mengungkit-ungkit hubungan mereka dulu? Dimana mereka pernah telponan saat masih SMP sampe jam 2 malam?

"Besok aku akan bicara dengan Mirna." Kata Maya akhirnya.

Gilang mengangguk, "Tapi jika Mereka serius, apa kau setuju?"

Maya diam sejenak, berpikir dengan cermat.

"Aku bukannya nggak setuju bang, aku cuma ingin mengatakan kepada Mirna siapa Barto sebenarnya."

"Sebaiknya jangan." Jawab Gilang.

"Maksud abang?"

"Sebenarnya aku menginginkan Mirna menikah lagi. Jika ia tahu kalau kalian pernah pacaran, aku takut Mirna akan berubah pikiran."

Maya mendesah, "Bang.. bang .. lebih baik jujur walau itu pahit daripada manis tapi menyimpan kebohongan."

Seketika mata Gilang dihiasi oleh cahaya kerlap-kerlip. Ia menatap Maya dengan begitu kagum.

"Kau memang wonder woman May, nggak salah aku punya istri seperti dirimu."

Maya tersipu, "Ah.. abang... Jangan gombal gitu."

"Aku serius May, udah cantik, baik budi, pokoknya best deh. Aku jadi makin cinta sama kau."

Maya mencubit lengan Gilang dengan pelan, "Kalau gitu gendong aku ke tempat tidur dong." Katanya dengan manjah..

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!