NovelToon NovelToon
Pernikahan Tanpa Cinta

Pernikahan Tanpa Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 5
Nama Author: Isti arisandi

Mawar, gadis cantik, diusianya yang telah matang harus menerima pernikahannya dengan Dirga, seseorang yang tak pernah dikenal sebelumnya. Menggantikan Dimas yang pergi entah Kemana di hari pernikahannya. Cinta yang tak pernah ada sebelumnya, berlahan hadir di dalam mahligai rumah tangga, Dimas yang pergi kembali dengan sejuta penyesalan, ingin kembali pada Mawar kekasih pujaan hati. Bisakah Dimas merebut Mawar dari tangan Dirga? akankah hidup mereka bahagia? ikuti kisahnya terus di Menikah Tanpa Cinta.

Coretan pertama Isti arisandi. Mohon dukungannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isti arisandi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Milikmu seutuhnya

Sesuai dugaan Mawar, Dirga Masuk tanpa mengetuk pintu.Langkah kakinya sudah terdengar di ruang tamu.

Dirga melepas jas nya, yang sudah membuatnya gerah sejak dari tadi. Netranya melihat ke segala arah. Tak ada siapapun Dirumah.

Satu langkah menapaki tangga. Tiba tiba tangan kecil, jari jari putih, halus merengkuhnya dari belakang, tangan itu secepat kilat sudah melingkar di perutnya ." Mas Aku sangat merindukanmu." suara itu sangat manja dan menghipnotisnya sesaat.

"Sayang lepaskan, Aku baru saja pulang, biarkan aku mandi terlebih dahulu."

Mawar tidak mendengarnya. Tangannya terus saja menggelitik dada dan perut suaminya. Hingga sentuhan itu sedikit menggodanya. Dirga memejamkan mata sesaat merasakan belaian lembut sang istri. Aroma wangi farfum di tubuhnya kini sudah menjalar memenuhi seluruh ruangan.

Ia merasa heran. Darimana istrinya tiba tiba memiliki semua keberanian seperti ini. Dirga membalikkan tubuhnya dan kini ia berhadapan dengan istrinya. Ia menatap lekat wajah sang istri yang bersolek secantik mungkin, sengaja hanya untuk memikat dirinya. Nampak senyuman ringan dibibirnya. Dengan senyum malu-malu.

Segera Dirga mengulum bibir mungil itu. "Sayang, Kau cantik sekali, Aku sangat menyukainya. Dirga semakin erat membalas pelukan sang istri.

"Mm....Mas Aku sudah menunggumu sejak tadi. Aku sudah memasak semua kesukaanmu." Mawar membantu Dirga membuka dasi yang melingkar dilehernya.

"Sepertinya ini juga harus dibuka." Sambil membuka kancing hemnya satu persatu.

"Sayang kau sepertinya harus dihukum karena kau sudah berani menggodaku seperti ini."

"Lihatlah dia sudah seperti ini. Kau harus bertanggung jawab." Dirga menunjuk ke arah celana depannya yang sudah mengembung. Siap tempur sewaktu waktu.

"Aku tidak menggodamu. Aku hanya membantumu melepaskan dasi dan hem ini saja. Agar Kamu bisa segera mandi. Keringatmu bau sekali." Mawar kini berbalik sok jual mahal. Ia memukul kecil dada bidang suaminya.

"Biarkan saja, Kau telah memulai lebih dahulu. Lagian mataku ini sudah terlanjur tidak bisa berpaling darimu walau sesaat." Tiba tiba nafas Dirga mulai menghangat. Detak jantungnya terdengar hingga di telinga Mawar. Tangannya mulai menyusup di balik lingeri itu.mencari gumpalan daging yang sangat ia sukai. Bibirnya tak henti hentinya mengulum. Bibir merah semerah warna jambu itu.

Mawar mengikuti permainan yang dimainkan olehnya sendiri. Ia tidak mau kalah dengan suaminya. Jari jarinya menggelitik mencari tempat persembunyian benda keras yang semakin menegang.

Kini tatapannya semakin lama menjadi sayu. Dua insan itu sudah dimabuk asmara. Ia tak sadar dirinya lagi diruangan terbuka.

Mawar mendorong tubuh Dirga ke sofa, Akhirnya tubuh itupun terjatuh tepat didepannya. Dengan leluasa ia bisa mengendalikan permainan ini.

"Sayang Kau jahat sekali, baru pulang Aku sudah Kau apakan ini."

"Biarkan Aku menghukummu karena Kau sudah berani mendiamkan istrimu ini semalaman. Aku tidak bisa tidur tanpa kau disisiku, Mas." suara Mawar terdengar parau, pertanda ia juga sudah mulai terbawa oleh suasana.

Dirga mendapat perlakuan sedemikian rupa hanya bisa melengguh menikmati suasana. Mawar sudah bermain di atasnya tanpa memberi ampun. Ia pun heran kenapa tindakannya bisa seberani ini sedangkan. Selama ini ia hanya menerima saja perlakuan Dirga yang selalu memanjakannya.

Setelah semua berakhir. Selesai Mawar menuntaskan hasratnya kini tubuhnya terkulai lemas. Ia merebahkan tubuhnya di dada bidang suaminya. Wajahnya tenggelam dalam pelukan lelakinya. Ia mengatur nafasnya berlahan lahan. Sesaat ritme nafasnya sudah mulai membaik.

Sesaat Mawar mulai menyadari kelakuannya. Segera ia merapikan bajunya. Dan menuju kamar mandi untuk membersihkan sekujur tubuhnya.

Dirga yang masih terlentang di sofa kini tersenyum menggoda istrinya. Yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan semua tubuh yang basah. Ia lilitkan handuk di kepalanya agar air tak menetes kemana mana.

"Wooow.. Istriku ternyata kau sangat hebat. Sejak kapan kau belajar semua ini. Baru pulang Aku sudah dimakan habis olehmu. Aku sangat terkesan dengan hari ini, Aku menyukainya." tak lupa kerlingan matanya ia berikan di akhir kalimatnya.

Dirga mulai bangkit ia mengenakan celana boksernya. Sedangkan Mawar yang sudah balik dari kamar mandi menyiapkan makan mereka berdua.

" Aku minta maaf Aku telah membuatmu bersedih. Aku waktu itu cemburu tanpa alasan. Aku sangat cemburu mengingat hubunganmu dengan laki laki itu dimasa lampau."Dirga menghampiri Mawar dan kini ia gantian yang memeluk Mawar dari belakang.

"Aku adalah milikmu Mas!, Semuanya yang ada pada diriku ini milikmu." Mawar merangakai kata seindah mungkin agar moment ini, Dirga tidak dengan mudah melupakannya.

Kemudian ia nyalakan lilin di atas kue buatannya yang lebih mirip dengan kue ulang tahun anak anak itu. Cuma ukurannya saja yang lebih kecil

"Sayang sekarang kamu makan!. Aku sudah menyiapkan semua ini untukmu. Semua yang ada disini adalah kesukaanmu."

"Sayang rasanya masakan ini pasti sangat enak. Aku pasti akan memakannya setelah ini." Kini tangan Dirga yang semula melingkar di pinggang Mawar beralih memboyong tubuhnya ke lantai atas.

Ia kembali merebahkan tubuh Mawar di ranjang. Dirga menangkupkan wajahnya di atas tubuh istrinya

"Kau bilang tidak menyukai lingeri ini kenapa kau memakainya?"

"Siapa bilang!. Aku menyukai lingeri ini, kok!. Bukankah kau sangat berharap Aku memakai seperti ini." Mawar tersenyum memandangi suaminya. Yang sepertinya sudah ingin mencumbunya lagi.

"Rumah sangat sepi, bolehkah Aku minta ini sekali lagi?. Istriku..." sambil mengusili benda benda sensitif Mawar, ia hanya bisa mengangguk pasrah. Sesuai dugaan Mawar, Dirga pasti tidak akan kenyang dengan sekali saja memakannya.

Rasa nyeri seperti malam pertama itu terulang kembali. Mawar hanya ingin bobok saja untuk saat ini. Rasanya seluruh tulang belulangnya seperti remuk, Otot ototnya terasa pegal. Kini mereka berdua tertidur sangat pulas. Hingga tak menyadari kedatangan sang

mama dan papa.

Lilin yang tadi dinyalakan dibawah sudah hampir habis. Meleleh diatas kue. Elis yang baru datang segera menyerbu kue diatas meja makan ia memotongnya menjadi bagian kecil-kecil. Gadis remaja itu asal embat saja kue spesial milik kakaknya.

Mobil Dirga sudah nampak di parkiran namun Papa Heri tak mendapati keberadaan putranya. Senyum tersungging di wajah laki laki paruh baya itu mengenang masa mudanya.

"Kalo ada kue pasti ada saat romantis. Dirga memang tak jauh beda dengan diriku waktu muda. Ia pasti tak menyia nyiakan keadaan sepi seperti ini."

Ia sambil berlalu menuju kamarnya yang terletak di bawah. ia tak ingin menimbulkan suara sedikitpun yang bisa mengganggu putranya.

Sedangkan Mama Hana cuek dengan keadaan. Ia lebih memilih bersantai di ruang keluarga. Ia mendapati bantal sofa yang berserakan tidak pada tempatnya.

"Astaga kenapa menantuku merapikan ini saja tidak mau, Dia malas sekali."

Mama Hana memunguti bantal yang tergeletak jatuh di lantai.

"Selain Malas dia juga pandai sekali merayu uang putraku tentunya."

Mama Hana mendengus kesal dengan Mawar yang sama sekali tak becus mengurus hal sekecil itu.

Mama Hana yang semula hanya ingin berkunjung ke rumah Dirga dalam beberapa hari saja. Kini ia sudah mengubah rencananya. Ia ingin tinggal lebih lama lagi hingga beberapa bulan. Mengetahui karakter menantunya sangat penting menurutnya. Apalagi ini bukan pilihannya.

#Readers tercinta jangan lupa selalu kasih Tip, Vote,dan tinggalkan komentar pada kolom komentar. karena ini karya pertama. author sangat membutuhkan dukungan agar bisa meneruskan karyanya disini.

#selamat pagi semuanya.😘😘

1
Dedeh Rokayah
Luar biasa
Runik Runma
panjang bener
iren thezer
suka ceritanya sukses author
Jun Asih
karya y sangat bagus dengan cerita y
Sandisalbiah
Dimas...
Asiah Erap
Cerita bagu
Diana Susanti
lanjut kak mantap 👍👍👍👍
Diana Susanti
hahahaha 😁😁😁
Diana Susanti
paling Dimas
Diana Susanti
kayaknya seru,, lanjut kak
Nuraeniy352
bukan'y pasang cctv ya,,,bisa lihat n pantau dari kejauhan,,g guna pasang cctv kalo masih ribet
Hayatul Wardani
benar kata pak bagus tok cet
Afiqah Herni
memuaskn
Lina Lina
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Lina Lina
susah amat namanya thor..untung gak kelipat lidah gw bacanya..maaf thor cuma becanda 🙏🙏🙏🤣🤣🤣
Lina Lina
jd maksud emak kata2 emak barusan gak menyakiti gitu...bukan mawar jg dulu yg mau nikah sm dirga mak..tp dirga yg mengajukan diri..lg klu jodoh siapa yg bisa nengelak mak...
Lina Lina
ya elah mak jgn gitu ngapa...jgn jd siangan sm mantu emak...gak boleh.. kasihan loh mantunya..
Lina Lina
wah jgn2 tekdung tuh
Lina Lina
wkwkwkwk 😂😂😂 ketahuan author gak suka duren makanya jd belah semangka 🤣🤣🤣
Lina Lina
ciee ciee ciee..yg udah belah duren makin mesra aja...bikin ngiri aja 😆😆😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!