(***) Karna sebuah kecelakaan motor membuat gian harus merawat hilya dan tinggal bersama di masion miliknya.
kesibukan kedua orang tua hilya membuatnya menyetujui agar hilya tinggal bersama sang pelaku.
Akankah kecelakaan itu membawa benih benih cinta terhadap dirinya dan Gian sang pelaku dalam kecelakaan itu?
Instagraam: @iraurah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iraurah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 27 - Memijat
Gian dan Hilya masih berada taman belakang masion. Mereka tengah duduk di bangku taman dan berbincang bincang ringan.
"Aku harap dengan latihan seperti tadi kau akan lebih cepat pulih dan bisa berjalan lagi"
"Iya saya juga berharap seperti itu. Terima kasih ya pak"
Gian pun menoleh memandang Hilya "Sama-sama tapi bisakah kau tidak memanggilku dengan sebutan Bapak? aku seperti sangat tua" Keluh Gian
"Lalu aku harus memanggil dengan sebutan apa?"
Hilya sendiri bingung harus memanggil apa karna orang yang ada disampingnya ini adalah orang yang terhormat dan disegani oleh setiap orang.
"Kau bisa memanggilku dengan sebutan Kakak, Mas, atau nama ku saja asalkan jangan memanggilku dengan sebutan yang membuat aku terdengar tua"
"Mmm.... Sepertinya aku akan memanggil 'Mas' saja" Hilya sebenarnya malu harus menyebut Gian dengan sebutan seperti itu, ia tidak terbiasa tapi ia juga tidak mau mengecewakan Gian.
"Itu lebih baik" Gian pun akhirnya tersenyum setelah mendengar penyataan Hilya.
"Oh iya aku juga punya cara akupunktur yang aku lihat di yutub, ini seperti pijatan untuk memperbaiki urat saraf pada kakimu"
"Hah?! Maksudnya Mas akan memijat kakiku?"
"Iya, sini biar aku coba" Gian pun mengangkat kaki Hilya di kursi taman dan meluruskannya.
Kini ia mulai memijat mijat kaki Hilya yang tidak tertutup kain karna kebetulan hilya sedang memakai dress sepaha, ia pun memijat kaki Hilya dengan pelan pelan karna tidak mau salah melakukannya seperti yang ia lihat di yutub.
"Apa sakit?" Tanya Gian sambil terus memijat mijat kaki Hilya.
"Tidak kok, sama sekali tidak sakit"
Mendengar itu Gian pun terus memijat mijat kaki Hilya seperti yang ada di video yang ia lihat kemarin. Gian mulai memijat dari jari jari kaki kemudian betis secara bergantian lalu naik terus keatas sampai menyentuh paha yang lumayan terbuka.
Hilya sedikit mengerang ketika Gian menyentuh pahanya, sumpah demi apapun ia merasa malu saat ini... Entah apa yang dirasakannya tapi sentuhan Gian membuatnya merasakan kenikmatan saat itu juga, kini ia hanya bisa mengigit bibir bagian bawahnya agar tidak mengeluarkan suara saat gian memijat dibagian itu.
Mendengar Hilya yang mengerang membuat Gian tersenyum miring tapi Gian tidak memperdulikan itu dan tetap melanjutkan pijatannya sampai selesai.
Huh... Apa dia pikir aku baik baik saja saat memijatnya? itu sungguh sulit bagiku apalagi saat menyentuh kaki mulusnya, ingin sekali aku melakukan lebih saat dia mengerang. batin Gian
"Sudah selesai, nanti bisa kita lanjutkan lain kali"
"I...iya te...terima kasih"
Gian pun membantu Hilya duduk dikursi roda dan mereka pun masuk kedalam masion. Gian mendorong kursi roda Hilya sampai di ruang keluarga, mereka melanjutkan lagi obrolannya di ruang keluarga.
drrt drrt drrt...
Suara ponsel Gian menandakan seseorang menelponnya, Gian mengambil HP nya dan hanya melihat sekilas kemudian meletakkan di meja.
"Kenapa tidak diangkat?"
"Tidak penting kok"
"Tapi dia menelponmu beberapa kali, siapa tau penting"
Gian mengehela nafas kemudian mengebuskan dengan berat "Yang menelpon tadi adalah mantan tunangan ku jadi tidak aku angkat"
"Mantan tunangan?! apa Mas masih berhubungan dengannya?" Hilya sedikit terkejut bahwa yang menelpon Gian tadi adalah mantan tunangannya.
"Tidak... Dia hanya mencoba mendekatiku lagi, jadi tidak penting dia menelpon ku"
"Apa mas masih menyukainya?" Tanya Hilya dengan sangat hati hati tidak mau salah bicara ketika menanyakan hal itu.
Gian pun tersenyum kecut "Tidak... Aku sudah tidak memiliki perasaan apa apa padanya"
Mendengar pengakuan dari Gian membuat Hilya bernafas lega karna kehadirannya tidak akan menjadi masalah dalam hubungan gian dengan mantan tunangannya itu, toh wanita itu hanya masalalu Gian.
apa iya lulusan SMA atau masih kuliah gitu udah jadi manajer??
kebayang yah kalo letaknya susah, pasiennya bisa koit 10x, hehhehe