NovelToon NovelToon
Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Menikahi tentara / Tamat
Popularitas:848.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Deyulia

Selama tiga tahun, Nayra mendedikasikan hidup untuk suaminya, Lettu Ardana Prajakelana. Seorang pria abdi negara yang merangkap profesi sebagai psikolog kesatuan. Semua terjadi karena perjodohan.

Namun, menjelang usia pernikahan yang ke ketiga, sebuah nama lain justru sering digaungkan Ardana. Mantan kekasihnya kembali, mengemis harap dan memohon Ardana menceraikan Nayra. Lalu apa yang akan terjadi dengan pernikahan Ardana dan Nayra setelah mantan kekasih Ardana kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 Igauan Nayra, Ancaman Bu Karina

     Nayra mulai sadar, ia mengigau. Ardana yang sejak tadi duduk di samping ranjang, sontak menoleh dan bermaksud mengangkat tubuh Nayra seperti yang dititahkan Bu Karina tadi.

     "Mas Arda...sampai kapan Mas Arda bisa mencintai Nay? Nay, merasa hampa. Nay sudah bertahan selama tiga tahun dan berbakti, Mas." Igauan itu menyentak ulu hati Ardana, terlebih saat mengigau air mata Nayra jatuh deras membasahi pipi.

     Ardana meraih tisu dan menyeka air mata itu. Matanya tidak lepas menatap wajah Nayra yang sangat sedih. Wajah yang selama ini hanya dia tatap ketika ia menyalurkan hasratnya.

     "Hhhhhh." Ardana menarik napas dalam, ia tidak bisa mengatakan kalau ia tidak mencintai atau mencintai. Ia seakan ada dalam persimpangan hati yang galau. Tidak bisa memutuskan hatinya akan menetap di mana.

     "Aku tidak tahu apakah aku ini mencintaimu. Tapi, aku tidak bisa katakan kalau aku tidak mencintaimu," gumamnya.

     "Mas...Nay tahu Mas Arda masih mencinta mantan Mas itu...."

     Ternyata Nayra masih melanjutkan igauannya. Membuat Ardana risau kalau sang mama keburu masuk ke kamar dalam keadaan Nayra masih mengigau. Ardana was-was kalau Nayra sampai menyebut nama Tiana.

     "Nay, bangun, ya. Aku bantu kamu untuk bangun. Tadi Mama buatkan kamu minuman teh jahe, sekarang sudah hangat. Kamu harus meminumnya," bujuk Ardana sembari mendekat dan meraih pinggang Nayra untuk membantunya bangkit.

     Krietttt.

     Suara pintu kamar terdengar diiringi langkah kaki. Bu Karina masuk sambil membawa nasi tim yang wangi di atas nampan.

     Ardana sangat terkejut, jantungnya seketika berdegup sangat kencang. Ia takut Nayra masih ngigau disaat sang mama sudah di dalam kamar.

     "Arda, istrimu sudah sadar, kan? Coba bantu bangunkan dan atur posisi duduknya supaya enak. Jangan lupa punggungnya ganjal dengan bantal," titah Bu Karina seraya meletakkan nampan itu di atas meja kecil di samping ranjang.

     "Iya, Ma. Ini sedang Arda bantu untuk duduk," sahut Arda. Hatinya berdoa semoga Nayra tidak lagi mengigau.

     "Mas...apakah Mas Arda masih mencintai mantan Mas itu....?

     Jleb, dada Ardana seketika sesak dan panas. Oksigen di dalam dadanya seakan hilang. Ia tersentak dengan tubuh nyaris mendongak ke belakang, karena terkejut.

     Bu Karina yang baru selesai meletakkan nampan di atas meja kecil di samping ranjang, sontak berdiri mematung, dengan mata fokus ke arah Nayra.

     "Apa dia mengigau? Nay...kamu mengigau?" Akhirnya Bu Karina bersuara, ia mendekati Nayra dan menyentuh dahinya.

     "Masih panas, pantas saja dia mengigau. Tapi, kenapa dia mengigau seperti itu? Apa selama ini kamu memang sedang bermain-main di belakangnya, Arda?" Sorot mata Bu Karina kini beralih pada Ardana dan menatapnya tajam.

     Ardana menggeser tubuhnya, sedikit menjauh dari sang mama. Wajahnya pucat seketika. Ia terlihat sangat gelisah.

     "Katakan Arda?" desak Bu Karina kesal.

     "Ya ampun, Mama. Tidak dong, Ma. Arda tidak sedang bermain-main di belakang Nayra. Itu hanya pikiran dia saja. Saat ini dia, kan sedang sakit demam, kalau orang ngigau saat demam itu biasa, Ma," kilah Ardana berusaha menghalau perasaan curiga sang mama.

     "Lalu apa yang dia katakan barusan? Jangan sampai kamu ada main di belakangnya Arda. Kalau kamu berani main-main, maka kamu akan tahu akibatnya," ancam Bu Kirana sengit.

     Ardana tersentak, sudah dua kali kalimat ancaman itu didengarnya. Kali ini dari sang mama, dan kemarin dari sang papa. Kedua orang tuanya itu benar-benar singa baginya yang siap menerkam kapan saja apabila ia berani-berani bermain-main di belakang Nayra.

     "Arda tahu, Ma. Arda tidak begitu," sangkalnya lagi mencoba meredam emosi sang mama.

     "Mama tahu kamu masih belum mencintai Nayra. Sikap kamu, tatapan kamu pada istrimu belum tulus dan lepas. Mama hanya minta satu permohonan sama kamu seumur hidup Mama, Mama ingin bisa melihat kamu benar-benar mencintai Nayra. Itu saja, sudah cukup dan merupakan kebahagiaan yang tidak terkira untuk Mama," tekannya penuh harap.

     Ardana tidak menjawab, ia terdiam seribu bahasa. Seandainya bisa mengulang waktu, ia tidak ingin perjodohan ini terjadi. Sebab, akibat perjodohan itu ternyata banyak orang-orang yang tersakiti olehnya. Dan kini, Tiana datang kembali, meminta pertanggung jawaban darinya, bahwa sakitnya adalah akibat dirinya yang menerima perjodohan itu. Kini, Ardana dihantui rasa bersalah terhadap Tiana.

     "Hhhhhh." Ardana menarik napas dalam. Ia merasa saat ini berada di titik nadir, titik yang paling bawah. Di mana ia tidak bisa memutuskan apa-apa.

     "Ah...ya sudahlah. Tapi, ingat...camkan apa yang Mama barusan katakan. Mama tidak pernah main-main dengan omongan Mama," pungkas Bu Karina memperingatkan Ardana untuk terakhir kalinya dengan sangat pedas.

     Bu Karina kini beralih pada menantunya. Ia duduk di samping ranjang, lalu meraih mangkok yang berisi nasi tim yang di atasnya ditaburi suwir ayam dan kuah sop bening yang wangi.

     "Nayra Sayang, sadar Nak, ini Mama bawakan kamu nasi tim suwir ayam. Kamu pasti lapar, kan? Ayo makanlah dulu, setelah itu minum obat," bujuk Bu Karina sangat lembut dan penuh kasih sayang.

     Untuk beberapa saat belum ada respon, tapi perlahan mata Nayra yang tadi terpejam, kini mulai terbuka.

     "Ma~ma." Nayra bicara merespon Bu Karina dan memanggilnya mama, beberapa saat kemudian.

     Bu Karina senang bukan main, wajahnya berbinar. Kini ia bersiap untuk mencoba membujuk Nayra makan dan membuka mulut.

     Ardana yang berada tidak jauh dari Bu Karina, tersentak. Ia ikut lega melihat Nayra mulai merespon sang mama.

     "Sekarang kamu makan, ya." Bu Karina masih membujuk. Tapi, Nayra langsung menggeleng lemah.

     "Tidak boleh menolak, kamu sudah tidak makan sejak kemarin kata Arda. Ayo, sekarang dengar mama. Demi Mama dan kesehatanmu, kamu harus mau makan nasi tim yang enak dan wangi ini. Setelah itu, lanjut minum obat."

     Nayra kembali menggeleng, air matanya justru semakin deras mengucur di pipinya.

     Bu Karina tersentak, ia menoleh ke arah Ardana yang masih berdiri mematung menatap ke arah Nayra. Bu Karina memberi kode agar Ardana berperan menyeka air mata Nayra.

     Ardana mendekat, meraih tisu dan menyeka pelan air mata di pipi Nayra.

     "Sekarang, kamu mau makan, ya. Dengar, Mama akan marah kalau kamu tidak mau makan," ancam Bu Karina sebagai cara terakhir membujuk Nayra agar mau makan.

     Nayra menatap lemah Bu Karina, di sana senyum dan kasih sayang tulus terpancar jelas. Bukan hanya senyum dan kasih sayang yang tulus yang terpancar dari wajah mertuanya itu, kesedihan juga terpancar jelas, sedih melihat dirinya yang saat ini sakit.

     Nayra terenyuh, bagaimana mungkin ia bisa melihat wanita itu bersedih. Wanita yang penuh kasih sayang, bahkan menganggapnya seperti anak sendiri, bukan menantu.

     "Makan, ya, Sayang." Untuk ke sekian kalinya Bu Karina membujuk Nayra makan. Dan kali ini bujukan itu diangguki pelan oleh Nayra.

     Bu Karina senang bukan main, begitu juga Ardana. Meskipun ia tidak berhasil membujuk Nayra.

     Nayra mulai mengunyah nasi tim buatan Bu Karina, meskipun sesekali ia menggeleng dan mengeluh kalau bubur itu rasanya pahit.

1
vera tri
kesel liat nay ..terlalu lemah😢
vera tri
tinggali aj nay..ngapain menunggu orang yg tidak mencintai kita😢
Siti Saodah
pasti yng liatin itu si jalang Tiana
Siti Saodah
harusnya si Tama jangan menggangu rumah tangga nayra, meskipun dia dulu menemani nya dan cuma mau ketemu Nara,dia harusnya menghargai Arda
Siti Saodah
cukup Naira,kasian Arda dia sudah berusaha dan membuktikan kalau dia berubah
Siti Saodah
aku sampai nangis Thor di episode ini😭😭
Lina Zascia Amandia: Ya Allah, maafkan saya ya Kak, udah buat Kakak menangis... 😢😢😢🙏🙏
total 1 replies
Siti Saodah
tapi aku yakin kalau misalnya si Arda gak tau Tiana pernah hamil dia bakal tetep nikahi jalang nya itu
Siti Saodah
bodoh kalo kamu berfikir seperti itu nai,kamu rela di sakiti hanya karena punya mertua baik fikirkan kebahagiaan mu nai
Siti Saodah
dasar laki gak punya perasaan istri lagi demam bisa bisa nya di gagahi
Siti Saodah
ya lagian si nayra pengen banget di sentuh,udah tau kaki dingin gitu masih aja bertahan
Nok Denok
kirain cerita Bagus,,ga taunya cerita Oneng,,lebayy
Lina Zascia Amandia: Terimakasih Kakak. Maaf sudah lebay, karena si Onengnya udh ditinggal pergi oleh Bajuri...
total 1 replies
Zheevanya Putri
penulis ny lebay apa" d ksh note apa apa d note udah gitu pake curhat segala..
Lina Zascia Amandia: Hahhaa... maafkan saya yg lebay ya. Ini bentuk protes sy kepada pihak NT Kak. Masa iya nulis lelah2 tidak dpt reward. Maaf juga mental seseorang tdk sama satu sama lain. Mungkin saat kecewa sy bisanya lebay seperti apa yg kakak katakan. 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Sholawat Nariyah
AUTHOR MEMUAKKAN..
WANITA di jadikan objek perlakuan semena suami
Lina Zascia Amandia: Maaf ini hanya hiburan. Saya tidak bermaksud memberi kesan kalo wanita adalah objek semena2 suami. Kakak baca sampai tamat dong.
total 1 replies
Sholawat Nariyah
MEMUAKKAN, cerita ini cerminan dari diri Author yg menjadi Wanita lemah saat ada laki laki yg menginjak injak harga dirinya
Lina Zascia Amandia: Gak juga Kak, saya hanya memenuhi permintaan PF dengan tema Air Mata Pernikahan. Jangan terlalu menjudge dr tampilan isi tulisan ya Kakak cantik. Ini hanya hiburan, kalau gak sesuai jangan memojokkan penulisnya atau menuduh penulis seperti apa yang ditulisnya. Kalau tuduhan Kakak tdk sesuai, maka akan jadi dosa untuk kakak lho. Tapi berhubung saya gak mau menjadikan tulisan sy ini dosa bagi orang lain, saya maafkan Kakak saat ini juga agar saya gak menuntut Kakak kelak di akhirat. Alhamdulillah nama Kakak Sholawat Nariyah, banyak2 baca sholawat agar dpt syafaat dr Kanjeng Nabi Besar kita Muhammad SAW. Makasih kehadirannya ya Kakak cantik. Selamat dunia akhirat. 🙏🙏🙏
total 1 replies
Nok Denok
mampir Thor,, kayaknya bagus nih, tp letak paragraf awalannya sedikit mengganggu
Lina Zascia Amandia: Wah, makasih byk Kak.... paragraf awal? Ok, saya cek? Ganggunya di mananya, biar sy perbaiki. 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
effan jayadi putraa
semangat kak semoga ad cinta nya😍
Lina Zascia Amandia: Aamiin... smgt juga buat Kakak...
total 1 replies
Surya Ningsih
semangat Thor, syakallah utk suaminya..
Lina Zascia Amandia: Mksh byk Kak...
total 1 replies
Deera__
ini warnanya gimana campuran hitam navy kah? 🤧🤣🤣🤣 lucu kakaknya. pasti kecapean nulis
Deera__: It's oke, tetap menghibur/Smile/☺️
total 2 replies
Deera__
aku nggak kecapean Thor... malah kurang banyak kalau bisa 5000an lebih kaya 😍😋🤣🤣🤣🤣🤣
Deera__: gasss semangat kakak/Kiss/
total 2 replies
Deera__
aku yang baca ikut merasakan kagum, bahagia dan adem seakan masuk ke rumah barunya Arda dn Nayra. 😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!