NovelToon NovelToon
Thornless Red Rose

Thornless Red Rose

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Teen / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sarifah31

Di balik gaun megah bertabur mawar merah dan dansa yang begitu mesra, tersimpan sebuah rahasia yang mematikan.
Melanie mengira ia telah menemukan cinta sejatinya pada diri Glen, seorang pria menawan yang memperlakukannya bak seorang ratu tanpa cela, seperti mawar merah yang indah tanpa duri (Thornless Red Rose). Namun, Melanie tidak pernah tahu bahwa di balik tatapan penuh kehangatan itu, Glen sedang merajut jaring balas dendam yang kejam terhadap keluarganya.
Ketika kebenaran perlahan mulai terkuak, Melanie harus menghadapi kenyataan pahit: apakah cinta Glen kepadanya murni nyata, ataukah ia hanya sekadar bidak dalam permainan balas dendam yang dirancang untuk menghancurkan hidupnya?
Sebuah kisah tentang cinta yang tumbuh di atas bara dendam, di mana batas antara ketulusan dan pengkhianatan menjadi begitu tipis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarifah31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Puing-Puing yang Menolak Runtuh

Kehangatan jemari Melanie yang bertautan di tangan Glen mendadak terasa seperti jilatan api yang membakar kulit. Kedamaian asing yang sempat menyelinap masuk ke dalam dada Glen dalam hitungan detik langsung sirna, digantikan oleh gelombang penolakan yang jauh lebih dahsyat. Bayangan wajah ayahnya yang tatapannya kosong saat disuapi oleh Bik Sisi di kamar sepi rumah besar mereka kembali menghantam kesadarannya. Rasa bersalah yang teramat pekat mendadak mencengkeram tenggorokan Glen, membuatnya merasa seperti seorang pengkhianat terbesar di dunia.

Bagaimana bisa aku membiarkan hatiku goyah oleh anak dari orang yang menghancurkan hidupku?

batin Glen, menjerit murka pada dirinya sendiri.

Dengan sentakan kasar dan tiba-tiba, Glen menarik tangannya dari genggaman Melanie. Ia mundur tiga langkah, menatap telapak tangannya sendiri dengan pandangan ngeri, seolah-olah baru saja menyentuh racun yang mematikan. Topeng marmer yang sempat runtuh beberapa saat lalu di selasar Tamansari itu dipaksa berdiri kembali, mengeras dengan lebih dingin dan kokoh dari sebelumnya. Sepasang mata elangnya yang sempat meredup pasrah kini kembali menyala, memancarkan kilat kebencian yang murni dan pekat.

"Jangan sentuh aku, Melanie!" desis Glen, suaranya terdengar sangat rendah namun bergetar hebat oleh amarah yang meletup-letup.

Melanie tersentak, langkahnya terhenti di udara saat hendak mendekat kembali. Air mata yang masih membasahi pipinya seolah membeku melihat perubahan drastis dari pria di hadapannya. "Glen... kenapa? Kamu tadi sudah mengakui..."

"Aku tidak mengakui apa-apa!" potong Glen dengan bentakan yang tertahan, memotong kalimat Melanie dengan kejam. Ia mencengkeram kerah jaket denimnya sendiri, mencoba mengusir sisa kehangatan tangan Melanie yang masih tertinggal di sana.

"Semua yang kukatakan tadi... itu hanya bagian dari eksperimen naskah sastraku. Kamu pikir aku benar-benar bisa jatuh cinta pada gadis sepertimu? Jangan naif, Melanie!"

Glen memalingkan wajahnya ke samping, menolak untuk menatap langsung ke dalam sepasang mata suci Melanie yang berkaca-kaca. Setiap kali ia melihat wajah itu, rasa benci dan rasa bersalah di dalam dadanya saling mencabik satu sama lain, dan ia tidak sudi membiarkan sisi kemanusiaannya menang.

Ia memilih untuk tetap teguh pada rasa benci yang telah menghidupinya selama dua belas tahun ini. Kebencian adalah satu-satunya kompas yang ia punya, dan ia menolak untuk kehilangan arah.

"Pergi dari sini, Melanie," ujar Glen dingin, suaranya kini terdengar begitu datar dan tak bergemas, sedingin es yang membeku di kutub. "Pergi dari hadapanku sekarang juga."

"Glen, tolong... jangan bohongi dirimu sendiri lagi," bisik Melanie dengan suara yang teramat lirih, melangkah maju satu tapak demi mengetuk hati pria itu sekali lagi.

"Kubilang pergi!" Glen berbalik dengan cepat, menatap Melanie dengan pandangan mata yang penuh dengan kilat kemarahan yang menyala-nyala. "Aku tidak mau menatap wajahmu lagi! Setiap detik aku melihat wajahmu, aku hanya melihat penderitaan ayahku! Aku sangat membencimu, Melanie! Membencimu dengan seluruh napas dan sisa hidupku! Jadi, angkat kakimu dari tempat ini sebelum aku melakukan hal yang jauh lebih kejam daripada sekadar kata-kata!"

Kata-kata kejam itu keluar dari bibir Glen seperti belati yang menghunjam tepat di dada Melanie. Ketulusan murni yang ditawarkan oleh gadis itu seolah dimentahkan begitu saja oleh dinding ego Glen yang menolak untuk runtuh. Melanie tertegun, bibirnya bergetar tanpa mampu mengeluarkan sepatah kata pun lagi. Ia menyadari bahwa pangeran kegelapan di hadapannya ini telah memilih untuk mengunci dirinya sendiri di dalam ruang bawah tanah yang gelap bersama dendamnya.

Sambil terisak menahan tangis yang kian membuncah, Melanie akhirnya berbalik. Ia berlari meninggalkan selasar tua Tamansari menembus rintik gerimis yang kian menderu, meninggalkan jejak air mata yang jatuh di atas lantai batu.

Glen tetap berdiri diam di tempatnya, membelakangi arah kepergian Melanie. Ia mencengkeram pembatas batu dengan sangat kuat hingga urat-urat di tangannya menegang hebat. Ia berhasil mengusir gadis itu, ia berhasil mempertahankan dinding kebenciannya, namun di dalam kesunyian yang mencekam itu, Glen tahu bahwa ia telah menusuk hatinya sendiri dengan belati yang sama.

1
Filan
langsung nembak aja nih Melanie
Filan
terlalu kejam untuk Melanie? untukmu kali
Xlyzy
sadarkan teman mu itu thone
Xlyzy
Kamu fikir naskah mu sudah rapih namun kamu lupa kamu membuat naskah dengan manusia yang memiliki akal dan sifat yang berbeda kamu tidak bisa mengatur mereka sesuai dengan alur yang kamu mau seharus nya kamu punya naskah cadangan antisipasi kalau naskah pertama tidak sukses di eksekusi
-Thiea-
perlahan, tanpa kamu sadari, niatmu itu sudah melenceng dari tujuan aslinya.
-Thiea-
ditantangin langsung sama Melani tuh Glen. kamu melampiaskan kekesalan pada orang yang gak tahu apa-apa. Apakah itu adil?
Mingyu gf😘
wahhh ada apa nih
Three Flowers
kayaknya kehidupan Glen ini ngeri banget sampai dia selalu ngehalu jadi pahlawan, mungkin dia pingin banget menyelamatkan keluarganya tapi tidak berdaya
Mingyu gf😘
iya kalau di pikir pikir buat apa begitu
Mingyu gf😘
Aduhh para cogan kampus🤭
Three Flowers
dia habis ngadepin penjahat terselubung 🤣
Filan
Kok Thone tahu segalanya? Kasihan juga Glen sok misterius padahal semua orang bisa baca dia 😅
Cimol krispy
panjang lebar banget kalimat Melanie dan itu langsung kena ke hati sih harusnya
Cimol krispy
Kenapa Glen? Kamu berfikir Melanie akan terus menjadi kelinci ketakutan yang tidak akan melawanmu
Sarifah_Aini97: Kelinci penakutnya sekarang udah berubah jadi penantang paling telak buat Glen 🤭 Makasih banget ya Kak Cimol udah selalu ngikutin perkembangan karakter Melanie dan Glen sejauh ini 🤭
total 1 replies
Miu.Nuha
selamatkan Glen, Melanie...
dia kayaknya gk benar2 jahat, tapi tersesat 😭😭
Miu.Nuha
karna melanie bukan wanita yang mudah kamu pikirkan bahkan kamu permainkan...
mau dicoba? entar kamu kena mental lagi malah 🤭🤭🤭
Mega Siregar
memang benar... walaupun Melanie tidak tahu apa2, tapi hati Glen pasti sakit melihat kehidupan yg hancur karena orang tua Melanie sedangkan Melanie hidup dengan kecemewahan diatas air mata orang tua Glen..
Mega Siregar
akhirnya, kamu jujur juga, Glen...
pasti beran memendam semuanya sendiri...
ginevra
inikah awal Glen menyukai melanie
ginevra
makjleb banget melanie
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!