Alesha rela mengorbankan impian dan kebahagiannya demi rumah tangga yang ia perjuangkan sepenuh hati dan menerima hinaan dan cacian oleh keluarga suaminya.
Namun semua pengorbanannya berakhir sia-sia ketika ia mengetahui suaminya berselingkuh dan mengaku belum menikah.
Memilih pergi adalah langkah paling menyakitkan yang pernah ia ambil. Tetapi tanpa disadari, keputusan itu justru membawanya pada kehidupan baru yang lebih baik.
Alesha mulai bangkit. Ia ingin membuktikan bahwa keputusannya meninggalkan masa lalu adalah pilihan yang tepat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Didepan mataku
"Dari mana kamu?"
Alesha baru saja sampai di rumah, namun ibu mertuanya sudah menatapnya dengan sorot mata sinis.
"Pulang malam begini, jangan-jangan kamu lagi menggoda lain, hah?"
Alesha memejamkan matanya sejenak.
Ia kembali difitnah.
Namun kali ini, ia berusaha menahan emosinya dan tidak terpancing.
"Aku dari kerja, Bu," jawabnya dengan nada lelah.
"Kerja? Kamu kerja apa, hah? Gara-gara kamu, rumah berantakan, makanan nggak ada," kesal Helena.
Alesha menghela napas berat.
Kelopak mata Alesha terasa berat. Saat itu ia hanya ingin masuk kamar dan merebahkan tubuhnya
.
"Bu, sebelum aku pergi, aku sudah beresin rumah. Semua sudah aku selesaikan, Bu," jawab Alesha.
"Tapi kamu nggak masak. Gara-gara kamu, kami semua kelaparan," ucap Helena.
"Bu, masak itu perlu bahan. Tapi di dapur nggak ada bahan makanan, bahkan beras juga habis, jadi aku nggak masak."
Helena langsung mendengus kasar.
"Memangnya kamu nggak beli, hah?"
"Beli? Uang dari mana, Bu? Uang dari Mas Aldo semua sudah habis," jawab Alesha lelah. "Bu, Alesha masuk dulu. Aku capek."
Helena langsung menatap tajam menantunya.
"Alesha, Ibu belum selesai bicara!" bentaknya.
Namun Alesha tidak peduli.
Untuk pertama kalinya, ia tidak berhenti untuk mendengarkan omelan itu.
Dengan langkah pelan, ia masuk ke dalam kamar lalu menguncinya dari dalam.
Brak.
Pintu tertutup.
"Dasar menantu durhaka!"
••
Satu bulan telah berlalu.
Selama satu bulan itu, Alesha bekerja sebagai pengantar makanan di toko milik Ana. Setiap pagi ia tetap membersihkan rumah seperti biasa, lalu berangkat bekerja dan baru pulang saat malam hari.
Selama Alesha bekerja, entah bagaimana cara mertua, ipar, dan suaminya makan. Ia hanya memasak sesekali saat Aldo memberinya uang untuk berbelanja.
Alesha tak lagi menanggapi sindiran mereka seperti dulu.
Semua hinaan dan perlakuan yang ia terima justru membuatnya lebih betah berada di luar rumah daripada kembali ke sana.
"Kamu sudah datang, Sha?" sapa Ana yang baru saja tiba.
Alesha tersenyum tipis.
"Iya, Kak."
"Masih pagi banget ini, Sha," ucap Ana sambil membuka toko.
Alesha hanya tersenyum. Ia sudah terlalu sering menyimpan semuanya sendiri.
"Kak, aku boleh bantu beres-beres nggak?" tawar Alesha, sekaligus mengalihkan pembicaraan.
"Boleh, tapi nggak apa-apa nih?"
"Nggak apa-apa dong. Sekalian nunggu orderan," jawab Alesha lalu mulai membantu Ana membersihkan toko.
Ana tersenyum melihat semangat Alesha.
"Kalau begitu makasih ya."
Alesha mengangguk lalu melanjutkan pekerjaannya.
Tak lama kemudian, satu per satu karyawan toko mulai berdatangan. Suasana toko yang semula sepi perlahan mulai ramai.
"Alesha, ada orderan nih," ucap salah satu karyawan sambil menyerahkan sebuah kotak kue.
Alesha segera menerimanya lalu melihat alamat tujuan.
Keningnya langsung berkerut.
"Ini kan pabrik tempat Mas Aldo kerja?" ucapnya dalam hati.
"Kenapa, Sha?" tanya karyawan itu, membuyarkan lamunannya.
Alesha langsung menggeleng.
"Nggak apa-apa, Kak. Saya berangkat ya."
Ia segera membawa pesanan itu menuju alamat tujuan.
Tak lama kemudian, Alesha sampai di sebuah bangunan pabrik yang sangat ia kenal.
Tempat Aldo bekerja.
Alesha menarik napas pelan sebelum mengeluarkan ponselnya dan menghubungi pembeli kue tersebut.
"Tunggu, Kak. Saya keluar sekarang," ucap pembeli itu sebelum mengakhiri panggilan.
Sambil menunggu, Alesha berdiri di dekat gerbang pabrik.
Pandangannya berkeliling ke area sekitar tanpa tujuan.
Namun beberapa detik kemudian, matanya menangkap sosok yang sangat ia kenal.
Aldo.
Langkah Alesha mendadak terhenti.
Suaminya itu sedang berjalan bersama seorang wanita.
Bukan hanya berjalan berdampingan.
Mereka bergandengan tangan.
Wajah Aldo terlihat begitu cerah dan penuh senyum.
Senyum seperti itu tak pernah Aldo tunjukkan di rumah.
Bahkan saat baru menikah dengannya dulu, Alesha tidak ingat pernah melihat Aldo tersenyum sebahagia itu.
Deg.
Tubuh Alesha langsung menegang.
Tangannya yang memegang kotak kue perlahan mengerat.
"Mbak Alesha."
Alesha tersentak lalu menoleh.
Seorang wanita menghampirinya dengan senyum ramah.
"Dengan Mbak Dini?" tanya Alesha.
Wanita itu mengangguk.
"Iya."
Alesha segera menyerahkan pesanan yang dibawanya.
"Ini, Kak, pesanannya. Tolong dicek dulu."
Dini menerima kotak itu lalu segera memeriksanya.
"Sudah cocok. Makasih."
Alesha tetap memaksakan senyum meski dadanya terasa sesak.
"Mbak, saya boleh bertanya?"
"Tanya apa ya?"
Alesha menelan ludah pelan.
Tatapannya kembali mengarah ke Aldo dan wanita yang masih terlihat akrab di kejauhan.
"Mereka... sepasang kekasih ya, Kak?" tanya Alesha sambil menunjuk ke arah keduanya dengan hati yang gundah.
Dini menoleh ke arah yang ditunjuk.
Lalu tanpa ragu, ia mengangguk.
"Iya, mereka sepasang kekasih."
Deg.
Alesha terpaku di tempatnya. Matanya kembali menatap Aldo dan wanita itu. Untuk sesaat, ia berharap baru saja salah dengar.
Namun pemandangan di hadapannya tidak berubah.
ayoookkkk semangat
semangat
💪💪💪💪💪
😤😤😤😤😤😤😤😤😤kuweseeellleee rekkk...
yg Suai siapa tapi yg dituntut nafkahi siapa. kan gendeng yaaa.. ga DA kewajibannya mantu atau istri menafkahi keluarga nya apa lagi menafkahi kluarga suami.😄😄😄
ibu ini lupa minum obat inii pastii makanya rada kumat 🤭
mending sekalian beneran kerja jadi babu luar negri makan gratis tinggal gratis digaji besar. sama aja kan kayak kau tinggal dirumah kluarga suami mu, macam babu. bedanya babu luar negri digaji🤣🤣🤣🤣
lahhh ini sudah lah dihina dijelekkan dibabuin ga dihargai, dinafkahi ala kadarnya saja. boro boro mau beli berlian segunung🤣🤣🤣🤣
lanjut lahhhhhh
Thor kira kira kalau buat cerita, LG anteng2 baca sudah dibuat darah tinggi thorrrrrrr teganya dikau pada daku. 🤣🤣🤣🤣
coba Thor masukin aku kedalam novel mau aku geprek itu mertua dan ipar laknatnyaaa... sudah ga dinafkahi kok masih mau aja punya suami modelan gitu....
astaghfirullah
astaghfirullah
astaghfirullah
sabarrrr sabarrr... orang sabar rejekinya lebaaarrrrrrrrrrrr😁