NovelToon NovelToon
Terjebak Di Dunia Siluman Burung Garuda Emas

Terjebak Di Dunia Siluman Burung Garuda Emas

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Mengubah Takdir / Romansa / Masuk ke dalam novel / Penyeberangan Dunia Lain / Fantasi Wanita
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Wardha

Aurora terbangun dari tidurnya dan mendapati dirinya berada di dunia asing yang begitu indah, penuh dengan keajaiban dan dikelilingi oleh pria-pria tampan yang bukan manusia biasa. Saat berjalan menelusuri tempat itu, ia menemukan sehelai bulu yang begitu indah dan berkilauan.

Keinginannya untuk menemukan pemilik bulu tersebut membawanya pada seorang siluman burung tampan yang penuh misteri. Namun, pertemuan itu bukan sekadar kebetulan—bulu tersebut ternyata adalah kunci dari takdir yang akan mengubah kehidupan Aurora di dunia siluman, membuatnya terlibat dalam rahasia besar yang menghubungkan dirinya dengan dunia yang baru saja ia masuki.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wardha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

dewa malakar

Angin kencang berputar liar, membawa energi kegelapan yang terasa seperti mengoyak langit itu sendiri. Malakar, Dewa Kegelapan Sejati, kini berdiri dalam bentuk aslinya—raksasa bersayap hitam dengan mata merah menyala, tubuhnya berselimut kabut gelap yang seakan hidup.

Aurora mengepalkan pedangnya, sayap emasnya berpendar terang.

"Ini adalah akhir dari semuanya."

Di bawah, Raviel, Julia, dan seluruh pasukan Aetherion menatap ke langit dengan ketakutan. Bahkan Zareth, yang kini terbebas dari pengaruh kegelapan, hanya bisa berlutut lemah.

Aurora sendirian melawan kejahatan tertinggi.

Namun, ia tidak gentar.

Malakar mengangkat tangannya, dan dari balik awan hitam, ratusan tombak bayangan melesat ke arah Aurora.

Aurora melesat cepat, menebas setiap tombak dengan presisi. Namun, kecepatan serangan Malakar semakin meningkat, dan akhirnya—satu tombak berhasil menusuk bahu Aurora.

Aurora meringis, darah emas mengalir dari lukanya. Saat itu pula Raviel merasakan jantungnya nyaris berhenti. "Dia terluka!" Raviel mengepahkan sayapnya, kedua tangannya bergerak membentuk cahaya emas.

"Apa yang kau lakukan, Raviel?" Julia semakin ketakutan, ditambah lagi keadaan Raviel yang tiba-tiba melemah.

"Melindungi jantungku!" secepat kilat Raviel mengeluarkan cahaya emas dari sayapnya. Ia akan membantu pertahanan tubuh Aurora lewat kekuatannya—tanpa menyentuh langsung.

Kembali di atas langit.

"Dunia ini bukan milikmu," suara Malakar bergema, "Ini adalah dunia yang penuh ketakutan dan kebohongan. Aku akan mengakhirinya dan menciptakan yang baru dalam kegelapan abadi!"

Aurora menarik napas dalam, mengabaikan rasa sakit. Ia pun bisa merasakan ada sesuatu yang merasuki jiwanya. Kekuatan yang berasal dari Raviel. Aurora tersenyum, "Kau salah."

"Dunia ini memang penuh ketakutan, tapi juga penuh harapan."

"Aku tidak akan membiarkanmu menghapus cahaya itu!"

Dengan seluruh kekuatannya, Aurora mengepakkan sayapnya dan terbang lurus ke arah Malakar.

Pedangnya bersinar semakin terang—bukan hanya cahaya emas, tapi juga ada percikan hitam di dalamnya.

Malakar menyipitkan mata. "Apa yang kau lakukan?"

Aurora tersenyum tipis. "Aku tidak akan menolak kegelapan dalam diriku. Aku akan mengendalikannya!"

Tiba-tiba, Aura Aurora berubah.

Sayapnya bercahaya keemasan, tetapi ujungnya kini berwarna hitam pekat. Matanya bersinar seperti bintang, memancarkan keseimbangan antara terang dan gelap.

Ia bukan hanya Pewaris Garuda Emas atau Garuda Hitam.

Ia adalah sesuatu yang baru.

Ia adalah Aurora, Sang Garuda Sejati.

Aurora mengangkat pedangnya tinggi-tinggi. Energi dari kedua sisi—cahaya dan kegelapan—berpadu menjadi satu dalam bilahnya.

Malakar mundur selangkah. "Tidak mungkin! Kau telah menyatukan keduanya?"

Aurora tersenyum. "Ini adalah kekuatan yang kau tolak selama ini, Malakar. Kekuatan keseimbangan."

Dalam satu tebasan, ia melesat ke depan—dan menembus jantung Malakar dengan pedangnya.

Cahaya dan kegelapan meledak bersamaan, menciptakan gelombang energi yang mengguncang seluruh langit Aevarion!

Malakar mengeluarkan jeritan dahsyat, tubuhnya mulai retak. "Tidak ... Tidak! Aku tidak bisa kalah!"

Namun, dalam detik-detik terakhirnya, ia menatap Aurora dengan tatapan berbeda—bukan kemarahan, tetapi penerimaan.

Lalu, tubuhnya berubah menjadi debu dan menghilang dalam angin.

Aurora telah menang.

Saat Malakar menghilang, langit Aevarion yang tadinya gelap mulai cerah kembali.

Aurora turun perlahan, tubuhnya kelelahan. Raviel berlari menghampirinya, menangkapnya sebelum ia jatuh.

"Kau melakukannya, jantungku," bisik Raviel.

Aurora tersenyum lemah. "Ya. Aku melakukannya, dan kau ... mampu melindungi melalui energimu, Raviel."

Raviel tersenyum, "Kau yang hebat, Aurora."

Julia dan yang lainnya bersorak. Pertempuran telah berakhir.

Namun, sesuatu yang mengejutkan terjadi—Zareth berlutut di hadapan Aurora.

"Dengan ini, aku mengakui dirimu sebagai penguasa sejati. Kau bukan hanya Ratu Aetherion, tetapi juga penguasa Garuda Kegelapan."

Aurora menatapnya. "Bukan penguasa, tetapi penjaga keseimbangan."

Zareth tersenyum tipis. "Ya. Penjaga keseimbangan dunia ini."

Aurora mengangkat pandangannya ke langit.

Dunia kini telah berubah. Tidak ada lagi terang atau gelap yang berperang—hanya keseimbangan yang baru.

Dan ia akan memastikan dunia ini tetap seperti itu.

Aurora, Sang Garuda Sejati, telah menciptakan takdirnya sendiri.

Dan ini adalah awal dari era baru. Dan kini saatnya bagi Raviel untuk menguasai kekuatannya yang baru. Pertualangan baru pun akan dimulai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!