NovelToon NovelToon
I Want My Home

I Want My Home

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cinta pada Pandangan Pertama / Keluarga / Cinta Murni / Angst / Tamat
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Natasyatia

Seorang pria kesepian yang berusaha mencintai dirinya sendiri, walaupun hatinya terus terluka oleh orang yang dia sayangi

"Otakmu dimana hah???!!".....

Tanpa dia ketahui Allah telah memberikannya sebuah keajaiban di hidupnya nanti.......

Seorang laki-laki dengan kisah hidupnya

"Kamu harus bisa menjadi dirimu sendiri"

"Tidak bisa......"

"Kamu tidak mengerti....."


Apa yang akan terjadi selanjutnya? pantau terus di setiap bab yang akan di update

note:update enggak nentu sesuai sempatnya:v

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Natasyatia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menuruti permintaan ibu mengandung

"Baiklah lebih baik aku membeli makanan saja, tidak bisa aku temukan nanti malah justru membuat mereka masakan lapar kembali" lirih Ayase.

Akhirnya Ayase menemukan warung masakan dan bergegas untuk masuk ke dalam warung itu

"Ibuu" panggil Ayase

"Ada apa neng pengen beli apa?" Tanya ibu penjaga warung

"Aku ingin membeli 1 bungkus nasi bu dengan lauk pauknya" ucap Ayase

Bergegas sang ibu melayaninya

"Eneng beli banyak juga neng smpe 4?"

"Hehehe biasa bu buat keluarga " tutur Ayase

"Berapa bu totalnya?" Tanya Ayase

"Jadi totalnya 44 ribu neng" ucap ibu, Ayase mengeluarkan uang terakhirnya yaitu 50 ribu

"Ini neng kembalian 6 ribu" Setelah menerima uang kembalian Ayase bergegas untuk pergi dan kembali ke toko

Saat kembali, Ayase terkejut melihat pelanggan begitu banyak bahkan meja kasir hampir kosong karena ibu selalu mondar mandiri untuk membantu dan membuat bakso baru.

Akhirnya Ayase mulai duduk di kursi yang memang dia yang menggunakannya.

"Totalnya Berapa?" Tanya seseorang

"Struk yang kau beli mana?" Tanya Ayase

"Oh Ini mbak" Ayase menghitung masing masing pembelian dan dia juga tidak dapat bangun dari kursinya, bukan karena ingin berleha-leha, melainkan dirinya juga sudah kualahan

Sang ibu membuat bakso baru, Kensano yang meracik bumbu, Zidan mengantarakan makanannya sedangkan Ayase fokus menghitung uangnya.

2 jam kemudian

Akhirnya toko tidak terlalu penuh oleh pembeli sehingga mereka bisa merasa sedikit santai.

"Sekarang baru pukul 15.00 apakah ibu akan membuat yang baru lagi?" Tanya Ayase

Saat ini Ayase dengan ibunya sedang makan, mereka sengaja makan setelah Kensano dan Zidan makan. Bertujuan agar tidak begitu merasa kerepotan

"Ibu ingin membuat baru karena sedang menabung untuk tambahan belanja beberapa hari ke depan" jelas Kania

"Tetapi stok bahan habis bu?" Tanya Ayase

"Tenang saja sayang, ibu sudah memesannya di tempat ibu biasa memesan bahan berjualan, nanti pukul 15. 30 akan datang "

"Mengapa ibu tidak meminta untuk di antarkan saja ?" Tanya Ayase

"Yang di antarkan kemarin adalah sayur, bihun dan mie saja nak, untuk garam dan penyedap rasa itu ibu membeli 2 pack, hari ini ibu meminta untuk di antarkan daging 9 kilogram saja agar jika tidak habis tidak merasa mumbazir makanan" tutur Kania

"Betul itu bu, semoga 9 kilogram habis ya bu" ucap Ayase

"Jika tidak habis ibu akan meletakkannya di lemari pendingin" mereka berbincang di sela-sela makan.

Tak lama akhirnya makanan mereka habis

"Huft, bang esok harus lebih pagi lagi, sehabis subuh, langsung bergegas bang untuk membuat bakso itu"

"Waduh tidak bisa neng" tolak Kensano

"Kenapa bang?" Tanya Ayase

"Karena kami sudah terlanjur berjanji kepada bapak bapak masjid untuk kita rajin datang ke masjid sekiranya 1 kali dalam 1 hari, rupanya kita bisa datang hanya saat sholat subuh" tutur Kensano dengan lembut

"Untuk apa?" Tanya Ayase

"Setidaknya kami akan makan bersama di pagi hari, atau membantu membereskan masjid agar lebih nyaman" tutur Kensano

"Baiklah bang" Ayase sedikit lesu saat mendengarnya.

"Tidak apa apa, aku usahakan agar lebih cepat selesai dan lebih cepat datang ke rumah, agar dapat membantu ibu dan kamu" tutur Kensano

"Oh iya nanti malam pukul 22.00 nanti kita akan buat adonan untuk esok ya" ucap Kania tiba tiba.

"Siap komandan" semua tertawa karena tingkah Ayase.

di pukul 15.30 kembali ramai padahal itu sudah masuk jam sholat Ashar, akhirnya mereka bergantian 1 persatu agar dapat menjaga dengan baik.

"Huft melelahkan juga hari ini," keluh Ayase

"Tetapi bismillah esok lebih ramai, tidak masalah tubuh akan lelah tetapi bismillah menjadi Lillah" semua Mengaamiinkan doa Ayase walaupun hanya sebuah celetukkan kecil dari bibir yang sedang mengeluh itu

"Aya sudah sholat?" Tanya Kania

"Sudah bu, Aya sebentar lagi akan pulang untuk mandi terlebih dahulu" tutur Ayase

"Bu mungkin ibu butuh tempat kecil sebelah untuk memasak, ataupun sekedar beristirahat sebentar, tempatnya tidak perlu luas bu, asalkan ada toilet agar tidak sibuk untuk mondar mandir pulang untuk sekedar mandi....

"Toilet disini untuk para pembeli saja" Saran Kensano

"Boleh juga tuh, eh nanti malam sebelum membuat adonan kita mengaji sebentar, agar esok tidak ada yang menganggu kita lagi, jadi mengaji dan pasrah saja kepada Allah"

"Jadi pukul 9 malam kita mulai menutup toko, agar pukul 10 malam kita dapat membuat adonan yang lain lagi"

Waktu terus berjalan hingga akhirnya sudah pukul 9 malam sesuai rencana mereka yaitu menutup toko di jam 9 malam, walaupun masih ada bakso yang berada di sebuah panci besar.

Namun.....

"Ibu sudah tutup ya?" tutur seseorang pria dengan lesu

"Iya bang, kenapa ya?"

"Istriku sedang hamil, dia begitu mengingkan bakso ibu, sudah sejak kemarin dia menginkan bakso ibu, tetapi selalu nutup, padahal aku sudah membelikannya bakso di tempat lain, justru dia selalu memuntahkannya"

"Ya Allah maafkan kami baru buka hari ini, karena kemarin ada yang sakit di antara kami"

"Baiklah tetapi apakah aku masih bisa membelinya untuk istriku? Aku akan memborong semua yang berada di panci" titah pria itu.

"Masih ada untuk 2 mangkuk lagi, tetapi aku harus menyalakan kompor lagi, karena bakso sudah dingin" Akhrinya Kensano kembali menyalakan kompor

"Tidak apa apa, aku tidak masalah aku akan menunggunya hingga matang, aku hanya merasa kasihan dengan istriku yang terlihat kurus karena hanya ingin bakso ibu"

Pria itu membuka ponselnya dan melakukan panggilan video kepada seseorang

"Neng, abang lagi belikan bakso ibu nih neng, jangan ngambek lagi ya?" tutur sang pria dengan lembut

"Mana mas? aku ingin melihat tempatnya" Sang pria pun mengalihkan kameranya ke kamera belakang.

Lalu dengan santai Kensano melambaikan tangan seraya menyiapkan bakso, untuk ibu hamil yang sangat menginginkan bakso buatan Kania.

"Wahh sejak kapan ada pria yang berjualan disana?" tanya istri dari pria tersebut, pujian sang istri membuat suami merajuk

"Astaga mas, aku tidak memujinya, aku hanya bertanya sejak kapan ada laki laki yang menjadi karyawan ibu Kania?"

"Sejak kapan mas?" Tanya pria itu

"Sejak kapan apa mas?" sahut Kensano

"Sejak kapan anda bekerja disini?" Tanya pria itu

"Saya baru hari ini bekerja mas, maka dari itu hari ini ibu Kania baru bisa berjualan" sang pria hanya menganggukan kepalanya mendengar ucapan dari Kensano

"Noh baru buka dan baru bekerja disini sayang " ucap pria tersebut kepada istrinya

"Baiklah aku tunggu di rumah hati hati"

8 menit kemudian

Bakso telah selesai di siapkan.

"Terimakasih mas, maaf sempat salah paham dan sempat membuatmu harus menyalakan kompor lagi" sesal pria itu

"Ah tidak masalah yang terpenting istrimu bisa makan, ini terima semoga di habiskan ya mas" tutur Kensano

Lalu seraya menunggu uang yang di berikan oleh pria tersebut Kensano mematikan kompornya, karena bakso telah habis.

"Nih bang" pria tersebut memberikan uang lebih

"Sebentar kembaliannya" ujar Kensano.

"Tidak usah ambil saja kembaliannya, sebagai bentuk permintaan maaf dan terimakasih, terima saja anggap saja rezeki nomplok " celetuk pria tersebut di akhiri kekehan kecil.

"Baiklah, ikhlas ya?" Tanya Kensano.

"Pastinya, kan saya yang memberikan cuma cuma bukan karena anda korupsi kembalian" tutur pria tersebut.

Lalu pria tersebut berpamitan untuk pulang.

"Terimakasih ya"

"Sama sama Terimakasih kembali " pekik pria tersebut

"Alhamdulillah, " Lalu Kensano mulai melanjutkan beres beresnya.

Lalu menutup toko tersebut dan mulai ikut mengaji bersama mereka.

Setelah mengaji hingga 30 menit, merekapun mulai membuat adonan

"Memang tadi siapa yang membeli lagi bang?" Tanya Ayase

"Aku tidak tahu, dia berkata bahwa bakso tersebut untuk istrinya yang sedang mengandung, ibu menutup toko hingga hampir 1 minggu, membuat istrinya harus membeli di toko lain, namun rupanya tidak sesuai dengan seleranya dan membuatnya muntah.....

"Ya namanya juga seorang ibu yang sedang mengandung bu, pasti ada saja permintaanya" Kania menganggukan kepalanya mendengar cerita dari Kensano yang terdengar Valid.

1
Isma Aji
Semangat, ✨️
Anonymous
/Joyful/
normal_human
:v
Anonymous
🥰
Agus Setiawan
😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!