Kisah cinta antara dua anak manusia yang di pisahkan jarak dan waktu, kehidupan yang keras dan penuh dengan manipulasi membuat mereka saling terpisah satu sama lain.
Akankah Samudra dan langit akan bersatu…? Jika penasaran dengan ceritanya, baca novel ini ya…?
Jangan lupa tinggalkan komentar dan like nya, karena dengan like dan komentar kalian bisa menambah semangatku untuk melanjutkan cerita selanjutnya, salam hangat…
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na_1411, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan angel dan langit.
Samudra… dengan wajah yang tampak masih memerah melihat ke baron yang masih terlihat lemas di atas ranjang rumah sakit di ruang inapnya, saat ini samudra memilih menjaga baron. Sedangkan angel sudah lebih sepuluh menit keluar ke kantin tapi belum kembali juga.
Samudra meraup mukanya kasar, dia merasa ada sesuatu yang tak nyaman dengan dirinya setelah melihat langit dengan rambut bawahnya saat dia melakukan vc.
“Shit… ngapain juga aku video call langit, akukan bisa telpon dia tanpa harus melihat wajahnya.” Batin samudra sambil menjambak rambutnya dengan pelan, sedangkan angel yang baru saja masuk melihat samudra tampak frustrasi.
Angel dengan langkah pelan mendengar ke arah samudra, dia memberanikan diri menyentuh pundak samudra dengan tujuan untuk menyadarkan samudra.
“Kamu kenapa sam…?” Tanya angel dengan suara penuh kelembutan, mendengar suara angel samudra segera mengangkat kepalanya menatap angel dengan rambut yang di gerai memanjang.
Tiba tiba di pikiran samudra teringat akan langit dengan rambut badannya, dengan cepat samudra menggeleng cepat.
“Hei sam, kamu kenapa…? Apa yang terjadi, kenapa kamu melihatku seperti sedang melihat hantu.”
“Maaf nona, saya… ah tidak apa apa, anda dari mana…? Ah… maaf saya lupa, tadi anda sudah bilang jika mau ke kantin.” Entah kenapa samudra menjadi salah tingkah di depan angel saat ini.
“Ini buat kamu…” angel menyerahkan roti dan minuman ke samudra, dia tahu jika saat ini samudra membutuhkannya.
“Terima kasih nona.” Ucap samudra sambil menggambil pemberian angel.
“Hmm…” jawab angel sambil duduk di samping samudra. “Kapan baron akan bangun sam.” Angel menatap tubuh baron yang masih tertidur dengan lelapnya.
“Belum pasti, karena operasi yang di lakukan termasuk operasi besar. Mungkin bisa jadi dia akan terbangun besuk, kita tunggu saja.” Ucap samudra memperdiksi.
“Semoga saja, dia akan secepatnya baik baik saja..” lirih angel. “apa papa sudah tahu tentang kondisi baron…?” Tanya angel penasaran apa samudra sudah memberitahu alex atau belum.
“Sudah nona,” ucap singkat samudra sambil memakan roti dan minum minuman pemberian angel.
“Boleh aku bertanya hal sedikit pribadi dengan kamu…?”
“Hmm… apa yang ingin anda ketahui tentang saya.”
“Apa kamu sudah punya pacar…?” Tanya angel langsung to the point.
“ apa perlu saya jawab…?”
“Jika memang kamu tidak ingin saya merasa penasaran dengan siapa wanita yang kamu hubungi tadi.”;
Angel yang tidak suka berjasa basi segera mengatakan perasaan yang mengganjalnya dari tadi, samudra tersenyum sinis setelah mengetahui angel telah menguping obrolannya dengan langit.
“Tidak perlu saya jelaskan siapa dia, sekarang giliran saya bertanya dengan anda nona. Apa anda tahu jika adik anda telah di temukan dan sekarang berada di kediaman oma anda…”
Angel yang terkejut dengan ucapan samudra segera memalingkan dirinya dengan menghadap ke samudra yang masih melihat ke arah baron, dia menatap samudra dengan wajah terkejutnya.
“APA KAMU BILANG…!!? Putri… putri sudah ketemu, kenapa… kenapa… papa tidak mengatakan apapun denganku, sejak kapan dia berada di kediaman oma….?”
Samudra menatap angel dengan menautkan ke dua alisanya, dia penasaran bagaimana bisa tuan alex tidak memberitahukan tentang keberadaan putri.
“Jadi tuan belum memberitahu nona…?” Tanya samudra dengan di jawab gelengan cepat angel.
“Bawa aku menemui adikku sam, aku mohon… aku sangat merindukan dia sam, aku mohon bawa aku menemui dia.” Angel memohon agar samudra membawanya menemui langit, dengan kedua tangan angel yang memegang lengan samudra sambil menggoyang goyangkan ya pelan.
“Baik nona,”
Samudra segera menghubungi temannya untuk menggantikan dia menjaga baron, setelah mendapat jawaban bahwa temannya akan segera datang samudra segera menggambil jaketnya dan mengajak angel untuk segera pergi ke rumah oma eli.
Angel mengikuti langkah samudra dengan berjalan di sampingnya, sebelum sampai di parkiran samudra menghentikan langkahnya ketika melihat Bram yang baru saja datang dan turun dari mobilnya.
“Selamat sore nona angel, sam…” ucap Bram basa basi, samudra segera menganggukkan kepalanya menjawab sapaan baru di depannya.
“Aku titip pak baron, kabari aku jika dia sudah siuman. Aku akan langsung ke sini, dan maaf merepotkan kalian.” Samudra menepuk pelan bahu bram, dengan senyum yang tampak merekah di wajah Bram samudra melihat dapat mengetahui jika dia tidak mempermasalahkan nya.
“Oke, kamu tidak udah kawatir.”
“Kalau begitu aku pamit dulu, aku mau mengantarkan nona angel ke kediaman nyonya eli.” Ucap samudra yang akan pergi, sedangkan angel dari tadi sudah menunggu samudra di samping motor milik samudra.
“Kita berangkat sekarang nona,” ucap samudra sambil menghidupkan motornya setelah mereka sudah bersiap.
Dengan laju motor sedikit cepat samudra menjalankan motornya, dia ingin selaku cepat sampai di kediaman oma eli. Walau jalanan sedikit macet karena bersamaan dengan orang orang pulang kantor, tapi samudra itu tidak menjadi masalah bagi samudra, karena dengan sangat lincahnya samudra dapat melewati kemacetan di kota ini.
Tidak sampai setengah jam, samudra akhirnya sampai di kediaman oma eli. Dengan segera dia memasukkan motornya di dalam garasi. Udin yang di tugaskan menggantikan samudra segera menghampiri samudra yang akan turun dari motornya, dia terlebih dahulu menyapa angel.
“Selamat sore nona angel.”
“Sore….”
Seperti itulah sikap angel dengan seluruh pengawal papanya, dia lebih nyaman bersikap ketus dan tidak suka mengakrabkan diri. Tapi beda dengan samudra, sejak pertama kali melihat samudra angel merasa nyaman dan ingin lebih akrab dengan dia.
“Sam, gimana keadaan pak baron. Apa dia baik baik saja…?”
“Belum tahu din, kita nunggu beliau sadar dulu, sekarang Bram sedang berjaga menggantikan ku.”
Samudra dan Udin berjalan bersama sambil masuk ke dalam rumah, sedangkan angel sudah masuk tanpa menunggu samudra yang tengah mengobrol dengan Udin.
“Omaaa….” Teriak angel memanggil oma eli.
Tak di sangka bukan oma yang muncul melainkan langit dengan penampilannya yang terlihat anggun.
Samudra dan Udin yang melihatnya sampai terpana melihat kecantikan langit, sedangkan angel yang terkejut melihat langit yang datang tidak suka melihat samudra yang melihat penampilan langit.
“Kamu siapa…?” Tanya angel dengan nada ketus.
“Aku langit.” Jawab langit tak kalah ketus, samudra yang akan menengahi ke dua kakak beradik itu mengurungkan niatnya saat melihat oma datang.
“Angel, kamu sudah datang sayang.” Oma memeluk angel dengan sangat erat, setelah melepaskan pelukannya oma menuntun angel untuk mendekat ke samping langit.
“Sayang ini putri, adik kamu.” Ucap oma merangkul pundak langit, angel yang terkejut sampai memelototkan matanya.
“Tapi tadi dia bilang namanya langit oma, bukan putri.” Sergah angel.
“Iya, nama itu di berikan ibu panti untuk mempermudah identitasnya saat masih kecil. Tapi dia masih tetap putri Anastasia , adik kamu…” oma tersenyum manis menatap langit, langit pun membalas senyuman oma dengan ramah.
Angel diam tanpa mau merespons apapun, di dalam benaknya menerka “jangan jangan langit sudah menipu oma. Jangan jangan dia hanya mau menggambil harta milik keluarganya, dan berbagai pikiran buruk yang ada di pikiran angel saat ini.