NovelToon NovelToon
CEO Dingin Itu Suamiku

CEO Dingin Itu Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Dikelilingi wanita cantik / Nikah Kontrak / Cinta Paksa
Popularitas:52.4k
Nilai: 5
Nama Author: Maple_Latte

“Damian, ah, jangan...”
"Itu geli, jangan seperti itu."
Arissa berdiri di depan ruangan kantor direktur Miracle group, dia mendengar suara Damian suaminya yang sedang bermesraan dengan wanita lain di dalam ruangan itu, suara manja wanita yang tengah bersama dengan suaminya itu seperti belati tajam yang menghujam jantungnya.
“Nyonya, direktur sekarang sedang sibuk, nanti akan saya sampaikan jika nyonya datang mengunjunginya...” Asisten pribadi Damian, Remi dengan wajah canggung dan penuh simpati menatap Arissa.


"Damian apa yang kamu...." Belum sempat Arissa menyelesaikan ucapannya, mulutnya sudah di bekap oleh bibir Damian.
Ciuman Damian kali ini lebih kasar dari sebelumnya. Seperti hendak menelan Arissa bulat-bulat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maple_Latte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EP: 27

Setengah jam kemudian, Arissa berdiri di lantai bawah perusahaan, melihat mobil yang dikendarai Damian pergi menjauh.

Dia menghela nafas berat, dia benar-benar lelah di buat Damian.

Setelah merasa agak tenang, dia kembali ke departemen desain.

Namun ada yang berbeda, tatapan rekan kerja padanya, menjadi berbeda dengan tatapan mereka saat sebelumnya, tatapan mereka lebih dalam dan seperti tak suka padanya.

Namun, dia mencoba untuk berpikir positif, mungkin itu hanya perasaannya saja karena merasa terlalu lelah akibat ulah Damian.

Arissa menarik kursi dan duduk di tempatnya sendiri, ia mulai fokus memikirkan rencana desain interior untuk Damian, ia menajamkan mata sebentar, lalu, dengan cepat dia sudah mendapatkan inspirasi.

Arissa sibuk dengan pekerjaan mendesain permintaan Damian, hingga dia lupa waktu, semua rekan kerjanya sudah pulang, hanya tinggal dia di meja kerjanya.

Satu jam kemudian, Arissa melihat jam tangannya, ternyata sudah jam sembilan lewat empat puluh menit.

"Sudah selarut ini kah, apa jam ini benar?" Arissa berkata pada dirinya sendiri, memijat-mijat lehernya tegang. Ia menundukkan kepala melihat hasil gambarnya.

Arissa merasa sangat puas dengan desain yang di buatnya. Elegan dan lembut. Persis seperti yang Damian gambarkan tentang perempuan itu.

Tepat pada saat itu, ponselnya tiba-tiba berdering.

Arissa mengambil ponselnya dan melihat layar ponselnya, nama Damian muncul di layar, pria itu yang menelepon, Arissa menimbang-nimbang, apakah dia harus menerima panggilan itu ataukah harus menolaknya?

Akhirnya, dia memilih untuk menekan tombol menolak panggilan. Dia sudah tidak punya tenaga untuk meladeni pria itu lagi.

Namun, ponselnya kembali berdering, Arissa tidak peduli, dia lelah. Namun, sepertinya Damian yang berada di tempat lain itu, tidak pernah puas untuk meneleponnya sebelum dia mengangkat panggilan itu.

Arissa membuang nafas, sepertinya dia memang harus mengangkatnya.

"Ada apa?" Tanya Arissa dengan suara jutek dan kesal.

"Apa kamu masih di kantor?" Tanya Damian.

"Kalau iya kenapa?" Nada suara Arissa begitu dingin dan ketus.

"Aku di bawah, turunlah." Kata Damian yang ternyata sedari tadi sudah menunggu Arissa di bawah.

"Di bawah?" Ulang Arissa.

"Iya, turunlah sekarang." Kata Damian.

"Atau kamu mau aku yang naik menjemput mu?" Tanya Damian karena tak ada jawab dari Arissa.

Arissa masih diam, sebenernya, hatinya saat ini sedang di landa gundah, dia dalam kebingungan. Damian yang sore tadi mengaku ada perempuan yang di cintainya. Malam malah bersikap manis padanya.

"Tunggu, aku baik ke atas untuk menjemput mu." Kata Damian karena Arissa yang terus diam saja sedari tadi tidak menjawabnya.

Atau, apakah dia bersikap seperti ini pada semua perempuan? Tanya Arissa.

Arissa kembali mengingat tiga tahun pernikahannya dengan Damian, berbagai macam cara dia lakukan untuk mengambil hati Damian, namun, pria itu tidak pernah melihatnya dan melirik dirinya.

Tapi, sekarang, setelah dia ikhlas melepaskan perasaannya, kenapa pria itu justru memberikan perhatian lebih dan bersikap sangat baik padanya.

Arissa yang larut di dalam lamunannya tersadar kembali saat mendengar langkah seseorang masuk ke ruangan itu.

Di depan sana, Damian berjalan menghampirinya dengan tangan yang membawa dua kotak makan siang.

"Kenapa diam saja?" Tanya Damian meletakkan kotak makan siang di atas meja lalu menghampiri Arissa.

"Kamu sakit?" Dia meletakkan tangannya di dahi Arissa untuk melihat apakah suhu tubuh Arissa naik.

Setelah mendapati jika suhu tubuh Arissa normal, barulah dia merasa lega.

"Ayo makan." Damian meletakkan kotak makan di atas meja Arissa.

"Bagaimana kamu tahu aku masih di kantor?" Tanya Arissa.

"Karena aku menunggumu sedari tadi di bawah." Sahut Damian.

Arissa menatap wajah Damian, pria yang di tatapnya saat ini terlihat begitu berbeda perlakuannya.

Apakah mungkin, pria itu tetap akan bersikap seperti itu jika mengetahui bahwa dirinya adalah perempuan yang di benci pria itu?

"Kenapa? Apa kamu merasa terharu?" Tanya Damian yang tidak tahu apa yang ada di benak Arissa saat ini.

Arissa tidak menjawab, namun di lubuk hatinya, ada rasa kehangatan. Meskipun tidak dia perlihatkan itu pada Damian.

"Cepat makan, kalau dingin tidak akan datang terasa enak." Damian membuka kotak makan untuk Arissa lalu memberikan Arissa sendok untuk makan.

Arissa makan dalam diam, masih berada di dalam pemikiran tentang dia dan Damian.

Sementara Arissa makan, pandangan Damian jatuh pada laptop kerja Arissa. Dia kagum melihat desain interior yang begitu bagus itu.

Kemudian Damian mengangkat mata melihat sekilas Arissa yang sedang makan, di matanya tersirat kekaguman, ternyata perempuan itu lebih hebat dari yang dia bayangkan.

Mungkinkah, selama ini dia telah salah menilai perempuan itu? Ataukah, karena rasa bencinya yang begitu besar membuat dia tidak bisa melihat apa yang ada pada perempuan itu? Damian bertanya-tanya di dalam hatinya.

Selesai makan malam, Damian kekeh untuk mengantar Arissa pulang ke apartemen.

"Kamu sudah lama tinggal di apartemen ini?" Tanya Damian, pura-pura tidak tahu.

"Baru beberapa bulan, ini apartemen sahabat ku. Aku tinggal untuk sementara, tapi nanti jika dia kembali aku akan pergi." Jelas Arissa.

"Pak Damian, terima kasih karena mengantarku pulang." Ucap Arissa lalu turun dari mobil Damian.

Malam ini Damian samasekali tidak mencoba mengambil keuntungan lagi darinya, Arissa merasa lega untuk hal itu. Padahal tadi, dia sudah sempat was-was jika mungkin Damian akan menciumnya dengan ganas lagi.

"Istirahatlah lebih awal, besok aku akan menjemputmu." Beritahu Damian.

"Tidak usah pak." Tolak Arissa.

Malam ini karena kesopanan dan kebaikan Damian, Arissa kembali berbicara dengan sopan dan lembut pada pria itu.

"Aku tetap akan datang menjemputmu." Kekeh Damian.

......................

Keesokkan harinya hari sudah berdiri menunggu di depan gedung apartemennya, karena semalam pria itu bersikeras ingin menjemput dan mengantarnya ke tempat kerja.

Tak lama kemudian, sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan Arissa.

"Nona Arissa, pak Damian meminta saya untuk menjemput." Kata supir sembari membukakan pintu mobil untuk Arissa.

Damian tidak datang, melainkan menyuruh supir yang menjemput dan mengantar dia ke kantor.

Beberapa hari berikutnya, selama beberapa hari berturut-turut Damian tidak pernah muncul di hadapannya.

Pria itu hanya menelpon sekali-kali untuk bertanya apa yang sedang dia lakukan. Mungkin jika pria itu bahkan tidak menghubunginya, dari pasti mengira jika pria itu sudah merasa bosan untuk mengganggunya.

Tapi, situasi ini membuat Arissa merasa senang, dia bisa dengan tenang membuat desain, juga tidak perlu khawatir, mencari cara agar identitasnya tidak ketahuan.

Dia bisa fokus pada pekerjaan kantor, dan juga bisa fokus pada desain yang di minta Damian, karena desain sebelumnya Damian merasa tidak cocok untuk perempuan yang pria itu cintai.

Setelah desain untuk kantor selesai, seperti biasa. Arissa membawanya ke ruangan Sissy.

"Bu, ini desain yang anda minta. Silakan ibu cek lagi." Arissa mengulurkan desainya pada Sissy.

"Bagus." Kata Sissy.

Arissa merasa lega karena kali ini Sissy tidak minta untuk di ubah lagi. Desain yang dia serahkan pagi ini, itu sudah beberapa kali di revisi. Ternyata Sissy lebih cerewet dari pada Damian.

"Arissa, karena desain ini sudah rampung, nanti kamu antar ke perusahaan Miracle Group. Perlihatkan pada pak direktur Damian." Perintah Sissy menyuruh Arissa membawa desain yang telah siap itu ke perusahaan Damian.

"Baik bu. Kalau sudah tidak ada yang lain lagi, saya pamit keluar."

"Ya, itu saja." Kata Sissy.

Arissa pun melangkah keluar, sebenarnya, tadi dia ingin menolak saat Sissy meminta dia yang mengantar desain itu, tapi. Sungguh tidak profesional jika dia menolak lantaran urusan pribadi.

...****************...

Selamat membaca untuk kalian. Jangan lupa support author dengan like, komen dan vote ya, dan tolong berikan bintang 5. Terima kasih semuanya.

1
Karin Iza
👍🏻
Mar lina
sabar...
kita ikuti
ceritanya thor
apakah dirimu lagi sibuk?
semoga author sehat " ya
🙏🙏🙏
di tunggu up nya...
Sh
Author kemana 1 minggu ini ? ditunggu updatenya tiap hari...semoga hanya kesibukan bukan lagi sakit...sehat selalu ya Author Maple
Sh
daripada dicium Damian mending coum duluan..bisa di pipi lagi...eh ternyata dicium Damian dengan panas juga...Enak di Damian ini....
Maria Mariati
hehhhh kapan itu kebuka Meraka berdua bosan ink nunggu nya
Asyatun 1
lanjut
partini
is ok muter muter aja dulu yg sweet
Maria Mariati
aku juga gedek Ama kalian berdua ,si Arisa masa ga engeh sih kalo si Damian usah tahu,dah lah thorr bikin Damian ngejar2 Arisa biar, Arisa tmbah gedek tapi makin sayang 😂😂😂
Sri Rahayu
lagi thor
partini
tambah nekat pastinya,,semoga bang Dami selalu waspada klw bininya dlm bahaya
Asyatun 1
lanjut
partini
oh my baru baca dah habisss panjang dikit lagi atuh Thor
kaki novel
/Drool/seru
Fina
double up untuk hari ini thor
Mar lina
bikin Arisa & Damain
bersatu lagi thor
bikin sebucin bucinnya
mereka ber 2
lanjut thor ceritanya
Maria Mariati: satukan mereka thorr,buat Damian ngaku
total 1 replies
partini
👍👍👍👍
Ddek Aish
ayo Damian mau bilang apa istrikah atau kekasih
partini
kenapa mirip RCTI Thor
Yunita aristya
lanjut
partini
bilang ga yah kalau itu istrinya
semoga iya biar terkejut
Maria Mariati: capek dah kucing2 an Mulu si Arisa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!