NovelToon NovelToon
Immortal Fairy Returns To The World

Immortal Fairy Returns To The World

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Reinkarnasi / Dikelilingi wanita cantik / Kelahiran kembali menjadi kuat / Budidaya dan Peningkatan / Perperangan / Penyelamat
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Made Budiarsa

Yan Chen yang unik, memiliki roh Wajan dan di putuskan tunangan, tapi siapa yang menyangka ia bukan pemuda biasa.

dari wajah lucu dan sering bersikap bodoh, mencuri perhatian, memiliki rasa yang besar di dalamnya.

dengan itu, satu persatu perubahan mengejutkan semua orang dan pandangan tentangnya semakin baik dan lebih baik.


saya berharap bisa konsisten menulisnya.

selamat membaca, jangan lupa Like, komentar dan favoritnya, supaya penulis tahu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Made Budiarsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Senja hari

Yan Chen memilih mengabaikannya. Ia mengangkat wajahnya menatap langit. Di mana Lu Yan? Seharusnya ia datang ke sini untuk menyaksikannya.

Hati Yan Chen tidak akan tenang jika muridnya dalam bahaya. Ia tak mau lagi menjalani kehidupan yang sepi seperti sebelumnya. Ia ingin bersama muridnya, bersama-sama melangkah demi langkah untuk mencapai puncak kultivasinya.

Ketika orang-orang mulai mengabaikannya, Ia diam-diam pergi dari sana.

*******

Titik putih perlahan-lahan mendekat dengan latar awan abu-abu dan cahaya matahari sore.

Cahaya matahari tampaknya terlihat lebih cerah dan panas, dan ada matahari itu sendiri yang bulat dan besar. Tidak seluruhnya tampak, karena batas bawah dan atasannya ditutupi awan-awan.

Awan-awan itu terlihat lebih bercahaya karena sinar matahari, namun ada perasaan ganjil ketika melihatnya.

Beberapa burung-burung melintas dengan sayap besar mereka.

Titik putih itu adalah Burung merpati terus mendekat dan terlihat dua pupilnya yang lembut tapi mengandung rasa kebencian yang tinggi.

Ia tidak sedang membenci siapa pun, matanya memang seperti itu.

Kemudian mendarat di bahu seseorang.

Tangan yang lembut dan putih ingin membelainya, tapi merpati itu merasakan keanehan kemudian terbang.

Ia diam di udara, menyaksikan majikannya yang duduk di pinggir jurang sembari memancing. Tidak menoleh ke samping dan hanya terdiam.

Burung itu kemudian terbang dari sana.

Meskipun cahaya matahari cerah, masih ada kabut-kabut di jurang dan tidak tersentuh cahaya.

Lu Yan yang duduk seperti sedang memancing di lautan awan yang luas. Tidak jelas, apa ia benar-benar memancing atau hanya sekedar melakukannya saja.

Yan Chen tiba beberapa saat dan berjalan pelan mendekatinya.

Ketika ia melihat Lu Yan, ia tersenyum. “Apa yang sedang kau lakukan?”

“Kupikir menikmati pemandangan dengan cara ini rasanya jauh lebih baik.”

“Tidak seperti biasanya kau melakukannya.”

“Ini kebiasaan baruku.”

“Karena ini kau tidak datang ke area?”

“Di sana terlalu berisik.”

“Kau ingat, ada racun di tubuhmu.”

“Memangnya kenapa?”

Lu Yan memandang Yan Chen, dan tatapan matanya dipenuhi ketajaman yang intens.

Yan Chen menghela nafas.

Ia tahu, ini bukan Lu Yan, ada seseorang yang menyamar tapi Yan Chen menyadari ini tubuh Lu Yan, yang berarti ada seseorang yang mengendalikannya.

Yan Chen tidak menyerang, sebaliknya berkata, “Lihat ini,” Yan Chen mengeluarkan sebuah pil. “Pil ini dapat mengeluarkan semua racun di dalam tubuhmu, apa kau tidak menginginkannya?”

Pil itu berwarna putih cerah dan terlihat indah untuk dilihat dari pancaran sinar matahari. Namun, pil ini tidak memiliki sesuatu yang lebih dari itu.

Mata Lu Yan tidak tertarik, itu terlihat redup dan dingin.

Ia berbalik menatap lautan awan dan diam di sana seolah-olah tidak ada Yan Chen, ataupun burung merpati yang terbang mengawasi.

Yan Chen kemudian duduk. Ia menyentuh bahu gadis itu. Ketika itu, tiba-tiba warna merah menyebar, menyelimuti pohon, awan-awan, langit dan seluruhnya.

Tiba-tiba, Yan Chen berada di tempat yang aneh, seluruhnya berwarna merah darah.

Ketika orang-orang melihat ke tanah, hanya ada pantulan warna darah dan diri sendiri. Tidak ada burung merpati, tidak ada pepohonan, seluruhnya hanya warna darah.

Mata Lu Yan terkejut. Ia memandang Yan Chen dengan tatapan membunuh. Tangannya dikepalkan dan di ayunkan.

Yan Chen mengambilnya. “Kau bukan Lu Yan bukan?”

Lu Yan mendengus. “Memangnya kenapa jika bukan?”

Ketika ia selesai berkata, kekuatannya bertambah kuat. Lengan yang ditahan Yan Chen bergetar. Yan Chen dengan cepat melompat.

“Kau adalah salah satu roh yang berani memasuki tubuh muridku, tidak ada hukum yang pantas untukmu selain kematian.”

Sekarang Lu Yan bersila, ia tidak menghadap Yan Chen dan diam di sana. Mendengus, kemudian berkata, “Bagaimana kau bisa membunuh roh? Aku ingin lihat, seseorang seperti apa yang bisa melakukannya.”

Lu Yan kemudian berdiri. Ketika ia menghadap Yan Chen, perlahan-lahan tubuhnya mengeluarkan asap hitam. Suara-suara menyeramkan bermunculan dari asap itu. Suaranya benar-benar mengerikan seperti berasal dari siksaan neraka.

Ketika itu wujud Lu Yan sepenuhnya berubah, ia tidak memakai gaun, ataupun tubuhnya menyerupai wanita. Sepenuhnya di gantikan dengan seorang pria berjubah hitam yang terlihat tua. Ia menatap Yan Chen tajam.

“Aku ingin melihatnya.”

Ketika ia menyelesaikan kata-katanya, tangannya diluruskan seperti ingin mencapai sesuatu kemudian tubuhnya secepat kilat melesat ke arah Yan Chen.

Yan Chen, diam dan tenang. Ketika Roh itu mendekat dan ingin mencabik-cabiknya, Yan Chen mengeluarkan sebuah jimat dari belakang punggungnya dan melemparkannya dengan dua jari yang terapit.

Roh itu terkejut, tapi ia tidak bisa menghindar.

Segel terpasang di dahinya. Huruf-huruf kuno berputar-putar.

“Ini... Ini...”

Wajahnya tidak lagi ganas, itu telah digantikan dengan ekspresi terkejut, tidak menyangka dan tidak pernah dipikirkannya.

Perlahan-lahan Tubuhnya mulai memudar.

Ia mengangkat wajahnya dengan ekspresi tidak percaya. “Kau... Kau.... siapa kau!”

Roh itu melesat tapi sebelum tangannya mencapai Yan Chen, tiba-tiba tubuh meledak dan menghilang di udara.

Yan Chen menghela nafas.

Tadi adalah jimat penyegelan Iblis. Roh itu merupakan salah satu Roh iblis yang merasuki Lu Yan. Entah bagaimana caranya, ia dapat mempengaruhi Lu Yan dan menyegel Jiwanya.

Perlahan-lahan, warna darah memudar dan cermin di lantai perlahan-lahan menjadi jernih dan air. Bunga-bunga lotus menjulang.

Pegunungan-pegunungan tinggi menjulang jauh di sana.

Ada seorang wanita yang sedang bersila di atas air. Matanya terpejam seperti ia sedang bermeditasi. Ia tak lain adalah Lu Yan yang sedang tertidur.

Nafasnya lembut seperti ia tidak mengalami mimpi buruk apa pun.

Yan Chen mendekat, menyentuh dahinya.

Ketika itu, cahaya emas bersinar menyelubungi tubuhnya beberapa saat, kemudian perlahan-lahan memudar.

Lu Yan membuka matanya dengan lembut. Ketika itu, seluruhnya menjadi putih dan ia kembali ke aula, duduk menatap lautan awan. Pikirannya terguncang dan ia tidak tahu mengapa ia berada di sini.

Menatap cahaya matahari sore, ia menyadari beberapa jam telah berlalu.

Sebelumnya ia telah bertemu seseorang di aula, bercakap-cakap dengannya dan ingin pergi. Setelah itu, ia tidak ingat apa pun.

“Lu Yan, bagaimana keadaanmu?”

Yan Chen bertanya di sampingnya sembari menatap ke depan.

Lu Yan menggelengkan. “Aku tidak apa-apa.”

Yan Chen tersenyum kemudian tertawa. “Jangan bilang kau bersedih setelah melihatku hampir mati di pertandingan sebelumnya. Kau datang meminum arak hingga mabuk. Sungguh bodoh dan aneh. Aku tidak menyangka, Nyonya Sekte yang bersikap anggun bisa melakukan hal seperti itu.”

Ekspresi Lu Yan aneh. Ia berpikir sebentar. “Apa yang kau katakan. Aku tidak pernah melakukan hal seperti itu, terlebih itu untukmu!”

Mendengus dan memalingkan mukanya.

Ia tidak tahu apa benar-benar telah melakukannya atau tidak. Ia sekarang tidak mengingat peristiwa sebelumnya. Yan Chen pasti membual, Lu Yan tidak akan melakukan hal seperti itu. Ia akan senang jika Yan Chen mati dalam pertarungan tadi.

Sore itu, Yan Chen banyak berbicara, memuji-muji dirinya yang telah bertahan hingga sekarang dan menceritakan rencana hidupnya ke depannya.

Lu Yan sesekali berbicara menanggapi sembari menikmati cahaya matahari sore.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!