NovelToon NovelToon
DEAL(Kesepakatan Klan)

DEAL(Kesepakatan Klan)

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Mafia / Nikah Kontrak / Cintapertama / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:26k
Nilai: 5
Nama Author: YoshuaSatrio

Pria, 30 tahun. keturunan gelap dari pewaris utama klan, terpaksa menikah untuk memangkas opini keluarga tentang kehidupannya dan demi kesepakatan-kesepakatan lainnya demi menjaga kehormatan klan.

"Bagian mana dari tubuhku yang membuatmu tak pernah berselera untuk menyentuhnya," protes Dorrota sambil menanggalkan seluruh pakaiannya.

"Aku bukannya tak berselera, tapi..."

"Jadi benar kabar yang kudengar, kamu memiliki wanita lain. Ah, bukan! tapi Pria lain!"

"Aku tidak peduli apapun yang kamu pikirkan, kesepakatan tetaplah kesepakatan. Ingat batasanmu!" ucap tegas Math Male meninggalkan Dorrota yang terisak dalam kemarahan dan kekecewaannya.

mampukah Dorrota mengambil hati Math Male?
ataukah Math Male akan menemukan hati yang lainnya?
.......

Hallo reader, karya ini hanya berdasarkan imajinasi author sepenuhnya. jika ada kesamaan nama tokoh, latar atau kejadian, hanya merupakan kebetulan yang tidak disengaja.
selamat membaca,
Salam, author Yoshua,
Semoga Semua Bebahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoshuaSatrio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 27

Mual masih dirasakan Usstica, ia terbaring lemah di atas ranjangnya dengan wajah yang semakin pucat. Namun, bukannya menyesali perbuatannya, Kallida justru bersungut-sungut mengutuk Math dan Dorrota.

"Dasar pria bodoh! Keturunan Taddeus memang tidak berguna! Kenapa malah mengikuti wanita murahan itu!" bukannya mengurus putrinya, Kallida malah semakin terbakar amarah. "Tidak! Aku sudah cukup lama mengalah, kali ini aku tidak akan membiarkan cucuku terhina lagi!"

Tak lama, Math pun muncul sendirian, "Bagaimana Usstica Bu?" Math duduk mendampingi Usstica.

Kallida mendengus kesal dengan raut wajah marah khas seorang ibu mertua. "Usstica sakit, kamu harusnya menemaninya, kenapa malah mengikuti gadis Codi itu? Kamu sudah jatuh cinta?" sewot Kallida.

"Ibu ini bicara apa? Aku hanya memastikan apa yang dia lakukan." Math terkekeh melihat ekspresi Kallida.

"Aku tidak apa-apa, aku pernah mendengar kalau seorang wanita hamil muda memang terkadang tiba-tiba menjadi lemah." Usstica menengahi mencoba menebak apa yang dirasakannya.

"Bagaimana bisa baik-baik saja, kamu sangat pucat, Usstica."

"Benar, kamu istirahat saja, Dorrota sedang meramu obat untukmu, aku juga sudah memanggil tabib, sebentar lagi pasti datang." Math menenangkan Usstica, menepuk pelan punggung sang adik.

"Aduh!! Kenapa aku tidak terpikirkan sebelumnya? Bagaimana kalau tabib itu tahu aku menambahkan bubuk itu dalam teh Usstica? Sandiwara apa yang harus aku mainkan selanjutnya?" batin Kallida tiba-tiba bingung dengan ulahnya sendiri.

Dan benar, kekhawatirannya pun akhirnya terjadi. Tabib datang setelah mengetuk pintu, Math membukakannya dan mempersilakan tabib itu untuk masuk dan memeriksa Usstica. Kallida menjadi semakin salah tingkah dan kebingungan. Jantungnya berdegup begitu kencang menahan rasa takut karena ia tahu pasti ketahuan.

Tabib kepercayaan Math bukan tabib sembarangan, ia terkenal sangat teliti dan tepat dalam memeriksa detail penyakit seseorang. Tabib Murzi memulai tugasnya, memeriksa denyut nadi Usstica, merasakannya dengan sangat teliti, tak lupa memastikan suhu tubuh Usstica, lalu kembali memeriksa bagian lainnya. Kallida semakin dibuat kalang kabut, saat melihat ekspresi tabib Murzi terlihat seperti seseorang yang kaget.

"Maaf agak lama, ramuan penawarnya baru matang." Dorrota pun muncul dengan membawa sebuah gelas antik, gelas dari bahan tanah liat, yang memang sangat pas untuk menyajikan ramuan obat-obatan.

Tabib Murzi menatap Dorrota, ia sedikit terperangah, lalu segera membungkuk memberikan salam penghormatan. "Salam Nona Dorrota, tidak kusangka kita bertemu di sini."

"Guru, harusnya aku yang memberi hormat," sahut Dorrota membalas membungkuk lebih dalam.

DEG!!!

"Guru?!!" Kallida semakin kalang kabut dengan kenyataan yang ia lihat. "Bagaimana ini bisa terjadi? Aduh! Habislah aku!"

"Kalian saling mengenal?" Math pun tak menyangka hal itu.

"Tentu saja, Tabib Murzi adalah guru besar di sekolah tabib yang ayah dirikan dan aku salah satu muridnya." Dorrota tersenyum manis menjawab pertanyaan Math, sambil berjalan mendekati sang guru. "Guru, menurutku, Nona Usstica keracunan teh kedaluwarsa, gelasnya pun sudah aku simpan, dan aku membuat ramuan ini, benarkah analisaku, Guru?"

Tabib Murzi tersenyum hangat menatap Dorrota, murid kesayangan sekaligus seorang putri klan yang sangat ramah dan periang itu, benar-benar tumbuh cepat dan sangat cerdas. "Benar, tapi bukan teh yang kedaluwarsa, aku rasa ...."

"Seseorang menambahkan bubuk racun! Hahaha...." Dorrota terbahak kecil, "Tidak, Guru. Itu tidak akan terjadi, jadi itu murni teh yang kedaluwarsa, aku sudah memeriksa keseluruhannya."

Tersentak kaget dan takut karena ternyata Dorrota bisa memeriksa sehebat itu, Kallida hampir tak bisa bernapas karenanya. Namun Dorrota berhasil juga membuatnya kembali merasa sedikit lega, karena ada analisanya yang membuat Kallida memiliki celah untuk menutupi niat jahatnya.

"Aku yang membuatkan teh untuk putriku. Dia putri satu-satunya yang aku miliki, tuan Tabib. Aku bukan ibu jahat yang akan tega membunuh anaknya." Kallida menyahut dengan nada kasar dan congkak.

Tabib Murzi menunduk hormat, "Maafkan saya, Nyonya, saya tidak bermaksud begitu, maafkan hamba yang salah mengira," ucap sopannya.

"Sudahlah, berikan ramuan penawarnya." Math mengulurkan tangan, meminta gelas yang dibawa Dorrota setelah membantu Usstica bangun, dan menyandarkan tubuh sang adik ke dalam dekapannya.

"Sialan, dia mau juga memperlakukan adiknya dengan manis. Aaaah ... Mau bagaimana lagi mereka juga suami istri." batin Dorrota sedikit memanas melihat pemandangan romantis itu.

"Hahaha ... Bagus sekali, perlakukan putriku seperti itu terus Math, buat putri Codi itu semakin hancur dan akan membencimu. Satu langkah berhasil." Kallida tertawa puas dalam batinnya, merasa satu kemenangan berpihak padanya.

"Minumlah perlahan, nanti akan aku carikan satu asisten yang akan membantu mengurus semua kebutuhanmu." Math begitu manis memperhatikan Usstica.

Dorrota memutar manik mata dengan malas, ekspresi kesal begitu dominan di wajahnya. "Dasar pria! Dia begitu dingin padaku, bilangnya nggk mau menyentuhku." Dorrota semakin terbakar cemburu. "Tunggu!! Apa dia bukan karena penyuka sesama pria, tapi karena mencintai adik tirinya? Ya ampuuun ... persaingan macam apa ini? Menjijikkan!"

...****************...

To be continue...

1
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
aku pilih met-kaktus adu jotos aja/Chuckle/
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
jadi bayangin kepompong aku
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
otakmu itu yg terlalu
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
nah, kalo gini sih waras
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
ealahhh
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
gak. mesh udah bekasnya kaktus
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
kalo met met tahu si kakatus nana ninu nano nano, habis dia
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
baik apa? udah jadi teh celup gitu /Smug//Smug/
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
ini termasuk klifhanger bukan sih?
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: yg bukan lelaki cadangan itu aku kaya gak bisa menjiwai gitu.
edi juga bilang yg itu lebih seperti tokoh yang sedang bermain peran. sama sekali tidak hidup. makanya abang gak usah intip
aku aja lebih bisa ngerasain sesuatu di setelah kau jandakan
total 10 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
masa tangan laki lembut, Dor?
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
Cerita yang bikin perasaan reader campur aduk... tapi syukurlah semua berakhir dengan damai. walau sebenarnya pengen Kallida dapat hukuman yang lebih🤭 tapi memang dia juga udah berjasa merawat Math dari kecil. semoga Math Dorrota Mesh akur2 yaa,jangan nambah selir Math udah pas tuh kanan kiri wkwk 🤣 Math keren,bisa merubah aturan2 konyol hingga jadi lebih baik 😄ikut seneng juga buat Miltus Usstica,semoga selalu bahagia 🥳
Makasih juga buat bang yosh,keren novelnya, walaupun kadang2 bikin pengen demo wkwk 🤣 semangat terus bang,ditunggu karya2 selanjutnya 😄 jangan bikin yang sad ending Mulu bang hehe
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉: idih idih 🤣🤣
total 2 replies
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
akhirnya kelar juga ya bang 🤭
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
emang paling bener Mattew meninggoy,dia nih biang kerok dari semua kericuhan ini... dibalik sikapnya yang bijaksana,dia juga penuh intrik,bahkan sampai mengorbankan kebahagiaan anaknya sendiri 🙄
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
aku nggak habis pikir sama kakek Mathew, kenapa juga dia mengurung Helena,padahal tau kalo Ted cinta mati sama dia,terlalu kolot sih aturan di klan Male 🙄🙄🙄
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
kekuasaan benar2 bisa membutakan mata seseorang,bahkan sampai tega melukai keluarga sendiri /Frown/
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
entah harus seneng atau sedih baca part ini, senengnya akhirnya Math bisa menerima Dorrota,tapi kok dimadu yaa /Frown//Silent/
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
bener tuh,semua orang punya rahasia dan kepentingan pribadi,jadi bingung mana yang harus dipercaya
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
haaiishh para lelaki ini seenaknya sendiri menjadikan perempuan jadi taruhannya,nggak like pokoknya /Hammer//Hammer//Hammer/
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
sukuriin/Proud//Proud//Proud/
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
karma dibayar tunai 😌
tapi masih kurang sebenarnya... masih belum sebanding sama kejahatan yang dilakukan Kallida 😣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!