Entah karena terlalu cinta atau bodoh!
Tetapi, melihat Ego nya yang tinggi membuat aku menyerah dengan semua ini!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hnislstiwti., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
Beberapa hari kemudian,
Jadwal liburan pun tiba, sebuah mobil cukup besar sudah terparkir di halaman rumah sang Bunda.
Bukan hanya keluarga inti saja, mereka juga memberikan libur panjang pada maid dan penjaga secara bergiliran.
Ada beberapa maid dan penjaga yang akan ikut serta bersama mereka ke Villa di Pulau x.
Leon tak akan kecolongan lagi kali ini, dia bahkan menambahkan beberapa prngawal bayangan pada keluarga nya tanpa sepengetahuan mereka.
Ayu turun dari lantai atas dengan wajah penuh bahagia, dia memeluk lembut tangan Leon.
"Bahagia banget Mbak Ipar aku ini" ucap Fania terkekeh.
"Harus dong, punya suami, mertua dan ipar yang baik dan penyayang itu adalah kebahagian yang hakiki"
"Tak lupa juga dompet suami yang limited dan tak ada habis nya adalah mood banget buat aku" balas Ayu dengan tertawa kecil.
Cup.
"Apapun untukmu sayang" celetuk Leon sambil mencium pipi Ayu.
Fania memutar bola mata nya dengan malas.
"Ayo kita berangkat, agar sampai nya tak terlalu malam" ajak Ayah pada Anak dan Menantu nya.
Fania lalu bergelayut pada Adam, dia juga sedang dalam mode manja pada sang suami sudah beberapa hari ini.
*
Beberapa saat kemudian, mobil pun melaju dengan tenang.
Ayu dan Fania terus saja bercerita dengan asyik, sesekali Bunda pun ikut menimpali obrolan random kedua putri nya.
Hingga,
"Mas" panggil Ayu dengan menatap Leon lembut.
"Kenapa sayang?" tanya Leon.
"Emmm, kalau aku fokus di Rumah aja gak apa? Sesekali aja kalau ada perlu baru ke Butiq, boleh gak?" bukannya menjawab, Ayu malah memberikan pertanyaan yang mana membuat Leon tersenyum lebar.
"Boleh banget sayang, di Butiq ada Lusi dan Bara yang akan mengurus. Kamu fokus saja di Rumah dan hal itu yang membuat Mas bahagia" jawab Leon dengan antusias dan bahagia.
Ayu memeluk Leon, dia memang ingin jadi Ibu Rumah tangga saja sama seperti sang Bunda.
"Sayang, kamu gak mau seperti Mbak Ipar kamu? Nanti kamu bisa shoping dan jalan-jalan bersama Bunda dan Mbak Ipar" celetuk Adam.
Fania menatap Ayah dan Abang nya, karena anak perusahaan yang di pegang dirinya adalah milik mereka.
"Boleh Nak, biar anak cabang itu orang kepercayaan Abang mu saja yang urus" ucap Ayah lembut.
"Terimakasih Ayah" balas Fania bahagia.
Adam tersenyum, dia memang sangat menginginkan sang Istri untuk diam saja di Rumah.
"Nah kalau begini jadi Bunda ada temannya untuk jalan-jalan dan masak, menanti suami dengan bergosip ria terlebih dahulu" celetuk Bunda dengan bangga.
"Bundaa" gerutu Leon dengan malas.
Ketiga wanita itu pun sontak saja langsung tertawa bahagia.
Hingga pada akhir nya mereka tertidur di pelukan suami mereka masing-masing.
Perjalanan cukup panjang, karena kedua Putri nya merengek ingin lewat jalan darat saja karena bosan naik pesawat.
Sisa perjalanan yang mereka lewati, hanya ada celotehan dan dengkuran halus saja.
Beberapa kali berhenti untuk istirahat ataupun makan, bahkan sesekali sopir pun bergantian karena takut kelelehan.
Hingga tepat tengah malam, mereka sampai juga di Pulau milik Leon.
Disana ada Villa dengan pandangan yang sangat asri nan sejuk, di belakang ada pantai buatan dengan sangat indah dan mengugah selera untuk berenang.
Leon dan yang lainnya pun melangkah ke arah kamar masing-masing untuk istirahat.
Begitupun dengan yang lainnya yang langsung menuju ke paviliun yang ada di samping Villa.
.
.
.
.