NovelToon NovelToon
Tak Terkalahkan Sejak Awal

Tak Terkalahkan Sejak Awal

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: D'Silent Novel

Chu Xuan menjadi orang pertama dalam sejarah yang menolak reinkarnasi.

Karena murka, utusan akhirat mengutuknya untuk menjalani delapan belas tahun kehidupan yang penuh penderitaan di dunia kultivasi tanpa bakat, tanpa kekayaan, dan tanpa harapan.

Setelah kehilangan satu-satunya keluarga yang membesarkannya dan hidup sendirian selama tiga tahun di sebuah kuil tua yang hampir roboh, Chu Xuan akhirnya disambar petir pada usia delapan belas tahun.

Hari itu, seluruh dunia kultivasi tidak mengetahui satu hal:

Orang paling malas di dua dunia akhirnya memperoleh kekuatan untuk menjadi tak terkalahkan.

Namun, Chu Xuan hanya memiliki satu tujuan.

Memperbaiki atap Kuil Qingfeng.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 — Cari Masalah

Gerbang Kota Canglan berdiri megah di bawah langit sore.

Kereta dagang keluar masuk tanpa henti.

Para kultivator berjalan berdampingan dengan pedagang biasa.

Suara tawar-menawar, dentingan logam, dan teriakan para penjaja memenuhi jalanan.

Bagi Luo Ning...

Semuanya terasa baru.

Ia tidak pernah membayangkan dunia di luar pegunungan bisa seramai ini.

Sementara itu...

Avatar Chu Xuan berjalan di depan.

Jubah putihnya bersih tanpa noda.

Rambut putih panjangnya tergerai hingga pinggang.

Tidak tergesa-gesa.

Namun setiap orang yang berpapasan tanpa sadar memilih menepi.

Bukan karena tekanan aura.

Melainkan karena wibawa yang sulit dijelaskan.

Tak seorang pun ingin menghalangi jalannya.

Di hadapan Avatar, tulisan hitam muncul.

【Sisa durasi Avatar: 26 menit 53 detik.】

Chu Xuan hanya melirik sekilas.

Masih cukup.

Langkahnya tidak berubah.

Luo Ning berjalan mengikuti dari belakang sambil menggendong tubuh asli Chu Xuan.

Beberapa orang mulai memperhatikan mereka.

Tatapan penasaran bermunculan.

Avatar akhirnya berhenti.

Ia menoleh kepada Luo Ning.

"Penginapan."

Hanya satu kata.

Namun Luo Ning langsung mengerti.

"Baik, Guru."

Tidak lama kemudian...

Mereka menemukan sebuah penginapan yang tampak bersih.

Di depan pintunya tergantung papan kayu bertuliskan:

Penginapan Awan Tenang.

Pemilik penginapan segera menyambut mereka.

"Selamat datang, Senior."

Avatar hanya mengangguk.

"Satu kamar."

Pemilik penginapan segera mempersilakan mereka masuk.

Tidak lama kemudian...

Tubuh asli Chu Xuan telah dibaringkan di atas tempat tidur.

Luo Ning menarik selimut hingga menutupi tubuh Gurunya.

Avatar memandang tubuh aslinya beberapa saat.

Lalu berkata singkat,

"Jaga."

Luo Ning segera berlutut.

"Murid mengerti."

"Selama Guru belum kembali..."

"...tidak seorang pun akan memasuki kamar ini."

Avatar mengangguk pelan.

Tidak ada pujian.

Tidak ada penjelasan.

Ia langsung berbalik meninggalkan kamar.

Saat pintu tertutup...

Luo Ning menatap tubuh asli Chu Xuan.

Kemudian menggenggam pedangnya.

Ia duduk bersila tepat di depan pintu.

Baginya...

Melindungi tubuh Guru adalah tugas terpenting saat ini.

Sementara itu...

Avatar kembali melangkah ke jalan utama Kota Canglan.

Di hadapannya kembali muncul tulisan hitam.

【Sisa durasi Avatar: 24 menit 31 detik.】

Masih cukup.

Tatapan mata peraknya perlahan menyapu seluruh kota.

Deretan toko memenuhi kedua sisi jalan.

Ada toko senjata.

Balai pil.

Rumah lelang.

Balai Pemburu.

Pasar bahan obat.

Dan...

Aroma daging panggang yang memenuhi udara.

Avatar menghentikan langkahnya.

Tatapannya beralih ke sebuah warung sederhana.

Pemilik warung yang sedang memanggang daging mendadak merasakan jantungnya berdebar.

Pria berjubah putih itu...

Sedang memandang ke arahnya.

Avatar berjalan mendekat.

Pedagang itu buru-buru membungkuk.

"Salam, Senior."

Avatar hanya mengangkat satu jari.

"Semua."

Pedagang itu sempat terdiam.

"Maaf, Senior..."

"Semua... maksudnya?"

"Semua."

Suara Avatar tetap datar.

Pedagang itu menelan ludah.

"Totalnya tiga puluh lima batu roh kelas rendah."

Avatar mengeluarkan batu roh kelas menengah.

Namun...

Belum sempat pedagang menerimanya...

Sebuah suara tua terdengar dari samping.

"Kalau Senior tidak keberatan..."

"...orang tua ini dapat membantu menukarkannya."

Avatar menoleh perlahan.

Seorang lelaki tua berjubah abu-abu berdiri dengan kedua tangan disatukan memberi hormat.

Di pinggangnya tergantung lencana Balai Pemburu.

Tatapannya penuh hormat.

Tidak ada sedikit pun kesombongan.

Avatar memandangnya selama beberapa detik.

Tulisan hitam muncul.

【Mo Zheng.】

【Alam Inti Roh Tingkat Ketiga.】

【Deteksi niat buruk: Tidak ditemukan.】

Tulisan itu menghilang.

Avatar hanya mengangguk sekali.

"Silakan."

Hanya dua suku kata.

Namun...

Mo Zheng justru merasa sedikit lega.

Ia mengambil batu roh kelas menengah itu dengan kedua tangan.

Lalu menyerahkan batu roh kelas rendah sebagai kembalian dengan penuh hormat.

Saat itu juga...

Di dalam hati Mo Zheng muncul satu keyakinan.

"Orang ini..."

"...jelas bukan seseorang dari Kota Canglan."

"Bahkan mungkin..."

"...berasal dari kekuatan yang jauh lebih besar."

Di kejauhan...

Bel berbunyi pelan dari arah Balai Pemburu.

Sementara Avatar Chu Xuan tetap berdiri tenang.

Wajahnya tidak menunjukkan sedikit pun perubahan.

Seolah seluruh dunia...

Tidak mampu menggoyahkan ketenangannya.

Mo Zheng menyaksikan sosok berjubah putih itu berjalan menjauh hingga menghilang di tengah keramaian.

Ia tetap berdiri di tempat.

Angin sore meniup ujung jubah abu-abunya.

Seorang murid Balai Pemburu mendekat dengan ragu.

"Tetua Mo..."

"Siapakah Senior itu?"

Mo Zheng menggeleng pelan.

"Aku tidak tahu."

"Dan..."

"...jangan pernah mencoba menyelidikinya."

Murid itu tercengang.

"Bahkan Tetua..."

"...tidak mampu melihat tingkat kultivasinya?"

Mo Zheng memejamkan mata sejenak.

"Aku bahkan tidak bisa memastikan..."

"...apakah beliau masih berada dalam ranah yang bisa disebut manusia."

Di sisi lain.

Avatar Chu Xuan berjalan tenang di jalan utama Kota Canglan.

Jubah putihnya berkibar pelan.

Rambut putihnya memantulkan cahaya matahari sore.

Di balik helaian rambut itu...

Sepasang mata emasnya memandang lurus ke depan.

Tidak ada emosi.

Tidak ada kesombongan.

Hanya ketenangan yang membuat siapa pun enggan mendekat.

【Sisa durasi Avatar: 18 menit 46 detik.】

Masih cukup.

Beberapa langkah kemudian...

Suara bentakan terdengar dari sebuah gang.

"Anak kecil!"

"Masih berani lari?!"

BRAK!

Seorang bocah laki-laki terjatuh hingga dagunya membentur tanah.

Wajahnya penuh debu.

Di sampingnya berserakan beberapa keranjang obat.

Tiga pria bertubuh kekar berjalan mendekat.

Pemimpin mereka menginjak salah satu tanaman obat hingga hancur.

"Batu roh kami mana?"

Bocah itu gemetar.

"A-aku..."

"Aku benar-benar belum menjual semuanya..."

"Beri aku waktu..."

Plak!

Sebuah tamparan keras membuat bocah itu terjatuh lagi.

Orang-orang yang melewati gang hanya mempercepat langkah.

Tak seorang pun berani ikut campur.

Avatar Chu Xuan berhenti.

Tatapan mata emasnya perlahan beralih ke arah ketiga pria itu.

【Analisis Target.】

【Target: 3 Kultivator Penempaan Tubuh Tingkat Kelima.】

【Deteksi niat buruk...】

【Dikonfirmasi.】

【Niat: • Memeras. • Melukai. • Membunuh korban untuk menghilangkan saksi apabila melawan.】

【Syarat eliminasi terpenuhi.】

Avatar tidak berkata apa-apa.

Pemimpin kelompok itu akhirnya menyadari keberadaannya.

"Apa?"

"Kau mau ikut campur?"

Avatar tetap diam.

Tatapan mata emasnya tidak berubah sedikit pun.

Pria itu mencibir.

"Kalau begitu..."

"Kau mati bersama anak itu!"

BOOM!

Ketiga pria itu langsung menerjang bersamaan.

Namun...

Avatar hanya mengangkat tangan kanannya.

Tidak cepat.

Tidak lambat.

Lalu...

Kelima jarinya perlahan mengepal.

CRAAAK...

Suara retakan memenuhi udara.

Bukan tanah.

Bukan bangunan.

Melainkan...

Ruang.

Di sekitar tubuh ketiga pria itu, ruang mulai retak seperti cermin.

Retakan-retakan hitam menjalar ke segala arah.

Wajah ketiganya berubah pucat.

"A-apa ini?!"

"Aku tidak bisa bergerak!"

"Tolong—"

Kalimat itu tidak pernah selesai.

Retakan ruang menutup perlahan.

Tubuh ketiga pria itu ikut terlipat bersama ruang yang hancur.

Dalam satu tarikan napas...

Mereka menghilang.

Benar-benar lenyap.

Yang tersisa...

Hanya tiga kantung penyimpanan yang jatuh ke tanah.

Seluruh gang membeku.

Seorang pedagang menjatuhkan keranjang dagangannya.

Seorang kultivator tanpa sadar mundur beberapa langkah.

Seorang wanita menutup mulutnya dengan kedua tangan.

Tak seorang pun berani mengeluarkan suara.

Mereka baru saja menyaksikan...

Ruang itu sendiri memakan tiga orang hidup-hidup.

Avatar menatap ketiga kantung penyimpanan itu.

【Eliminasi berhasil.】

【Hadiah: 1.120 Poin Tak Terkalahkan.】

Avatar mengambil salah satu kantung.

Lalu mengeluarkan beberapa batu roh kelas rendah.

Ia berjalan menghampiri bocah yang masih terduduk gemetar.

Batu-batu roh itu diletakkan di atas keranjang obat yang rusak.

"Mulailah lagi."

Hanya tiga kata.

Bocah itu membelalakkan mata.

"Se-Senior..."

Namun ketika ia mengangkat kepala...

Avatar sudah berbalik.

Jubah putihnya perlahan menjauh.

Tidak meminta ucapan terima kasih.

Tidak menoleh.

Di belakangnya...

Seluruh gang tetap sunyi.

Semua orang memandang sosok berjubah putih itu dengan rasa hormat yang bercampur ketakutan.

Tidak seorang pun berani mengejar.

Tidak seorang pun berani memungut kantung penyimpanan yang tersisa.

Mereka hanya memandangi punggung pria berjubah putih itu hingga menghilang di ujung jalan.

Bersambung...

1
obeng min
tambah banyak up-nya tambah jos pula ketua mantap👍👍👍👍👍
obeng min
selalu top
obeng min
top👍👍👍
Hadi Hadi
is good💪
Hadi Hadi
sikat😍
Hadi Hadi
bantai💪💪
obeng min
selalu dedepan mantap🤣🤣🤣👍
obeng min
upnya kurg banyak ketua👍👍👍👍👍
andi widya
kerennn
obeng min
mantao ketua 💪💪💪💪💪
Hadi Hadi
bantai
Hadi Hadi
semangat🤭🤭
Hadi Hadi
is good😍😍
Hadi Hadi
is good💪
Hadi Hadi
is good💪💪
Hadi Hadi
semangat💪💪
Hadi Hadi
up up💪💪
obeng min
👍👍👍👍👍👍
obeng min
💪💪💪
obeng min
🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!