mengkisahkan seorang wanita yang di ajak menikah oleh seorang laki laki yang adalah CEO sebuah perusahaan besar di jakarta. yang hanya nya seorang gadis miskin dan sederhana tiba tiba menjadi angsa yang indah.
namun semua tidak berjalan dengan baik, ada rahasia yang tidak pernah di ketahui oleh laki laki yang menikahi nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27 - Malam Pertama
Senja pun kembali membuka pintu, tapi ia hanya mengulurkan tangan nya untuk menerima handuk nya. Adrian tersenyum melihat tingkah Senja yang tampak sangat waspada pada nya.
Setelah membalutkan Tubuh nya dengan handuk. senja pun keluar dengan hati hati.
"Adrian tampak menatap layar ponsel nya. senja pun mengunakan kesempatan itu untuk mengambil pakaian nya. namun saat ia berhasil mengambil pakaian nya dan akan kembali ke kamar mandi, ia di kejutkan Adrian yang sudah ada di belakang nya.
"Tu.. tuan, apa yang kamu lakukan."Tanya Senja gugup, bahkan sampai terbata bata saat Berbicara.
"Apa dia akan melakukan nya?." Batin Senja.
Namun Adrian masuk ke dalam kamar mandi dan meminta senja untuk ikut serta.
"Lihat ini." Adrian menunjuk sesuatu, ada sebuah lemari di balik dinding. Adrian memberitahu Senja kalau pintu lemari itu tersamarkan dengan bentuk dinding hingga senja tidak tahu kalau ada lemari didalam.
"kamu bisa memakai barang barang ini kalau kau melupakan handuk dan pakaian mu."Ucap Adrian. Senja pun mengangguk tanpa menjawab.
"Kenapa wajah mu seperti itu?."Tanya Adrian saat melihat wajah Senja yang tampak ketakutan.
"Tidak apa apa." Balas Senja mencoba untuk bersikap biasa. Masih menutup dada nya dengan pakaian di tangan, tiba tiba Adrian berjalan mendekati senja.
"Kenapa?, kau takut aku akan melakukan itu pada mu?."Tanya Adrian. Mendengar hal itu senja benar benar terpaku tidak bisa menjawab.
Adrian pun tersenyum menahan tawa nya. "Lihat lah wajah mu, sangat lucu kalau tegang seperti itu." Adrian mengusap kepala senja lalu berjalan keluar dari sana.
Senja lansung cemberut karena sadar Adrian sedang menakuti nya. "Ih dasar menyebalkan." gumam Senja lekas menutup pintu kamar mandi.
•••
Senja duduk di tepi tempat tidur membelakangi Adrian yang sedang fokus pada laptop nya. Di tengah kesunyian ruangan itu, terbesar suara Bu Mira dan Pak Herman yang bicara, suara itu terdengar berbisik dan berada di depan kamar mereka.
Senja menatap Adrian yang juga menatap nya, kedua nya sama sama menyadari suara Bu Mira dan Pak Herman ada di depan.
Adrian lalu berjalan mendekati pintu, begitu pun senja di belakang Adrian. Pintu itu terbuka dan tampak Bu Mira dan Pak Herman sedang menempelkan kuping mereka ke pintu, hal itu pun membuat kedua nya ketahuan saat Adrian membuka pintu.
"Kenapa Papa dan Mama belum tidur?." Tanya Adrian.
"Em, kami sudah akan tidur, Mama dan Papa hanya memastikan kalian baik baik saja."Alasan Bu Mira dan Pak Herman. Namun tentu Adrian tahu apa yang sebenarnya mereka lakukan.
Adrian lalu mendekati Senja membuat senja bingung menatap laki laki itu. Adrian lalu memegangi pinggang senja dengan sebelah tangan nya. kedua mata senja membulat besar terkejut namun hanya bisa diam.
"Kami sudah akan tidur." Ucap Adrian.
"Iya, iya, istirahat lah, kalian pasti lelah."Balas Bu Mira yang lansung menutup pintu kamar.
Senja pun dengan kasar melepaskan tangan Adrian dari pinggang nya.
"Kenapa kau melakukan itu."Ucap Senja dengan ketus.
"Karena itu yang mereka ingin lihat."
"Maksud nya?." Senja tampak bingung dengan jawaban Adrian.
"Mereka ingin tahu kita melakukan malam pertama. Apa kau mau mencoba nya?." ,Tanya Adrian.
Senja pun menjadi tegang kembali, ia pun lansung masuk ke kamar mandi kembali. "Aku seperti nya lupa sikat gigi.", mencari alasan untuk melarikan diri.
"Bagaimana ini, apa dia akan melakukan nya dengan ku?, aku belum siap." Batin Senja. Senja terlalu takut, ia pun bingung dengan surat perjanjian pernikahan yang mereka buat, tidak tertulis ia harus melayani Adrian seperti seorang istri atau tidak. karena tugas yang tertulis di kertas yang Tom berikan pada nya, kalau ia harus melayani Adrian sebagai seorang istri, memasak dan melakukan hal lain nya. "Apa ini termaksud juga?."
Setelah bergelut dengan pikiran nya, senja keluar dari kamar mandi dan melihat Adrian tampak sudah tertidur.
"Dia sudah tidur?, cepat sekali."Gumam Senja. Namun ada kelegaan tersendiri karena ia tidak perlu memikirkan Adrian akan melakukan malam pertama dengan nya atau tidak.