NovelToon NovelToon
Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah

Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah

Status: tamat
Genre:Hamil di luar nikah / Cerai / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Ibu Mertua Kejam / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:413.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rositi

Hidup Aranti sudah hancur sejak 1 bulan lalu, setelah siswi kelas 2 SMA itu diperkosa oleh Davin—kakak kelasnya. Namun, Aranti harus menegakkan bahunya lantaran kejadian tersebut menghadirkan seonggok janin yang akhirnya tumbuh di dalam rahimnya.

Ketika semua orang termasuk orang tua Aranti memaksa Aranti untuk menggugurkan janinnya kemudian menganggap tidak pernah terjadi apa-apa. Demi masa depan sang janin, Aranti terpaksa menerima tanggung jawab Davin yang sangat ia benci, atas perbuatan pemuda itu kepadanya.

Setelah menikah, Aranti tinggal bersama keluarga Davin, sementara Davin melanjutkan kuliahnya di luar kota. Namun, meski orang tua Davin merupakan orang paling terpandang di desa Aranti tinggal, mereka justru memperlakukan Aranti layaknya budak. Fatalnya, kepulangan Davin tiga bulan kemudian, justru dibarengi dengan seorang wanita bernama Anggita.

“Anggita sedang hamil anakku dan aku akan menikahinya, apalagi orang tuaku sangat setuju. Jadi, jika kamu tidak suka, aku akan langsung menceraikanmu!” ucap Davin tanpa merasa bersalah sedikit pun.

Lantas, apakah kali ini Aranti masih akan bertahan di tengah kenyataannya yang berjuang sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rositi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Dua Puluh Tujuh

“Hari ini rasanya capek banget. Sampai panas dingin demam enggak karuan. Tubuh apalagi kakiku juga sampai gemetaran. Sementara perutku, ... ini aku salah makan apa gimana? Kok mules sakit banget!”

“Harusnya aku enggak salah makan. Karena tadi saja, aku buka puasanya cuma pakai es teh manis!”

Aranti yang berbicara dalam hati, tak sanggup untuk melanjutkan langkah. Ia berhenti tepat di depan anak tangga seiring tubuhnya yang perlahan terduduk. Tangan kiri yang awalnya meremas perut layaknya tangan kanan, berangsur berpegangan ke pegangan tangga. Tak ubahnya tubuhnya yang gemetaran, tangan kirinya juga.

Rasa sakit luar biasa yang Aranti tahan, bukan hanya membuat tubuhnya gemetaran sekaligus panas layaknya sakit pada kebanyakan. Sebab karena rasa sakitnya juga, buih keringat terus menetes layaknya hujan. Tubuh Aranti kuyup, dan Aranti juga ingin berucap meminta tolong. Namun sekali lagi, efek sakitnya sangat dahsyat, Aranti juga jadi tak sanggup untuk sekadar berucap.

“Ya Allah ... s—sakit banget!” Air mata Aranti jatuh membasahi pipi nyaris bersamaan.

Di tengah suasana restoran yang sepi bahkan gelap, Aranti mengawasi sekitar. “Masa iya, es teh yang aku buat sendiri, bermasalah? Andaipun aku hanya kelelahan, harusnya enggak sampai bereaksi parah begini!” batin Aranti yakin.

Di area dapur belakang Aranti, Bulan sang kasir keluar dari kamar mandi dengan harap-harap cemas. Sambil mengelus perutnya yang jadi agak buncit jika diraba dan tak tertutup pakaian kedodorannya, kedua mata Bulan mengawasi sekitar.

Suasana sudah sepi sekaligus gelap karena memang, rumah makan sudah tutup. Selain itu, tampaknya mereka yang menginap di sana termasuk Aranti juga sudah naik ke lantai atas untuk istirahat.

“Ini aku mau langsung minum es teh manisku sekarang. Habis itu aku juga wajib mengunci diri di dalam kamar. Biar enggak ada yang tahu kalau aku gugurin kandunganku. Apa kata dunia atau minimal orang-orang sini, kalau mereka tahu aku yang anak guru ngaji dan memang belum nikah, justru hamil?” batin Bulan.

“Memangnya aku Aranti, yang enggak tahu malu dan sengaja menjadikan kehamilan hasil pemerkosaannya buat caper?!” batin Bulan lagi langsung bengong. Sebab satu gelas besar berisi es teh yang ia siapkan kemudian ia taruh di meja biasa Aranti mengemas pesanan, sudah tidak ada di sana.

“Ih, masa enggak ada? Siapa yang bawa? Jangan-jangan sampai diminum?” lirih Bulan benar-benar panik.

Demi membuktikan pandangannya salah, mengingat kandungan es teh buatannya sangat berbahaya, Bulan pun sengaja menyalakan lampu di sana.

Di meja Aranti biasa bekerja memang tidak ada gelas berisi teh milik Bulan. Namun di meja sebelah masih ada gelas berisi es teh yang tampak utuh bahkan jauh lebih baru. “I—itu bukan punyaku!” batin Bulan makin panik.

Napas Bulan mulai tidak stabil. Begitu juga dengan detak jantungnya. Namun kemudian, Bulan ingat suatu hal dan baginya sangat penting sekaligus fatal. “Tadi si Aranti juga bikin es teh buat buka. Dan sepertinya, ini yang punya Aranti karena meski gelas dan sedotan sama, ya tentu punya dia lebih baru karena punyaku bikin lebih awal. Ya ampun ... kalau Aranti beneran minum es teh buatanku. Enggak ... enggak. Aku enggak salah. Terus orang-orang juga pasti yakin kalau Aranti sengaja gugurin kehamilannya!” batin Bulan meyakinkan dirinya.

Bulan yang tak mau disalahkan memang tak mau ambil pusing. Namun, wanita berjilbab instan dan masih tampil gaul itu sengaja memastikan. Ia ingin membuktikan bahwa kecurigaannya benar. Iya, Bulan yang mengendap-endap dan sebisa mungkin menjaga langkahnya agar tidak menghasilkan suara, akhirnya menemukan Aranti. Di tengah suasana yang gelap tak jauh dari ruang kasir, di depan anak tangga sana, Bulan mendapati Aranti sudah meringkuk gemetaran hebat.

“Rasanya pasti sakit banget! Fix, Aranti pasti keguguran! Enggak apa-apa ... karena aku yakin, itu juga yang Aranti inginkan. Malahan harusnya, Aranti juga berterima kasih ke aku! Bangk.e, beli obat penggug.ur mahal-mahal dan prosesnya pun ribet biar enggak ketahuan, malah dipake Aranti!” batin Bulan lagi. Ia sama sekali tidak berniat menolong Aranti. Namun ketika seseorang terdengar datang dari balik pintu kayu utama yang tengah berusaha dibuka kuncinya, Bulan langsung masuk ke area dalam.

Bulan bersembunyi di kolong meja biasa Aranti mengemas pesanan tanpa terlebih dahulu mematikan kembali lampu di sana. “Pasti itu pak Narendra. Tuh orang kan kebiasaan datang buat cek laporan pekerjaan yang belum beres!” batin Bulan.

“Alhamdullilah, ... itu ada yang datang!” batin Aranti sangat mengharapkan pertolongan. Ia yang sudah meringkuk layaknya udang rebus.

Seperti yang Bulan yakini, yang datang memang mas Narendra. Pria itu tak memakai kemeja panjang lagi. Mas Narendra terlihat jauh lebih santai dengan kaus oblong maupun celana selutut yang dipakai.

Suasana yang sepi, awalnya tak membuat mas Narendra curiga. Malahan, suasana depan dapur dan lampunya menyala yang mencuri perhatiannya. Mas Narendra sempat bengong dan menatap saksama sekaligus curiga suasana di depan dapur. Ia melangkah pelan, tapi perlahan berhenti lantaran ia melihat bayang-bayang Aranti yang meringkuk. Setelah memastikan, mas Narendra langsung mengenali Aranti.

“Innalilahi, Ra!” panik mas Narendra. Ia langsung lari menghampiri Aranti. “Kamu kenapa?” Ia berusaha membuat Aranti menghadap kepadanya, tapi tubuh Aranti kaku.

Kenyataan Aranti yang begitu, pucat, kuyup keringat, gemetaran kesakitan mirip orang nyaris sakau, membuat mas Narendra tak berpikir panjang untuk membawanya pergi.

Mas Narendra membopong Aranti, ia nyaris jatuh karena kedua tangannya yang agak lari, menabrak kaki satu sama lain. Hanya saja karena keputusannya yang berhenti setelahnya pula, ia mendengar bunyi di ruang depan dapur dan lampunya dalam keadaan menyala.

Bulan yang bersembunyi di sana memang refleks bersin, hingga kepalanya menghantam badan meja. Suara yang mas Narendra pastikan, tapi keadaan Aranti yang mengenaskan, membuat mas Narendra lebih mengutamakan keselamatan Aranti.

“Di sana ada orang!” batin mas Narendra sambil mengunci kembali pintu utama rumah makan yang belum lama ia buka. Ia memboyong Aranti menggunakan mobilnya.

“Untung tadi aku bawanya mobil, enggak jadi motor!” batin mas Narendra buru-buru menyetir.

1
Maulana Akbar
good,,,,lanjut kak
Sukliang
hebatttt bu rositu
dari pak sena/sana dg bu kalsum
trus pak kalandra dg bu arum
trus pak aidan. dg bu arimbi
trus pak narendra. dg bu aranti
trus rama arjuna
Sukliang
bagus ceritanya karya bu rositi
Prima Yanari
bagus banget
sweetie belle
novel syukur thor, gak nemu jejakny di KBM bisa kirim link aja gak?? 🙏🙏
sweetie belle
ini ceritanya ms nyambung smw gk ama arum dkk??
Adinda Kusuma
Luar biasa
Cia Sanu
sukses selalu Thor,,bagus" banget ceritanya
Farika Willesden
Luar biasa
Adelian Lyli
semangat Thor
Kadek Yuni
Luar biasa
☠🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🍾⃝ͩʟᷞɪͧʟᷡʏͣBinℛᵉˣ
itu biasanya komputer Thor maksudnya bot.
di semua novel ada kayak gitu memang Thor buat nambah jumlah rating.

sepertinya memang dari sistem kali.
cek aja kalau gak percaya, komentar nya juga gitu semua kalau bukan "Kecewa" ya "Buruk"
reiny marlina
bagusss selalu bagus semua ceritanya
reiny marlina
jd kangen ojan kan
Esti Esti
singkat dan Bagus ceritanya
Esti Esti
davin barang rongsokan di tukar tambah
Esti Esti
ngakak banget
Esti Esti
otak cabul davin
Esti Esti
konfliknya nggk tanggung" serem banget nenantang
Nartadi Yana
ha ha ha akhirnya sadar juga Bu Susi jadi mertua dhemit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!