Yuk follow dulu ig nya Othor
'@lady.nuree
__
RUBY ALDERIA SMITH, tak ada kebahagian dalam hidupnya
Di fitnah oleh saudara angkat memang tak akan pernah di hiraukannya, tapi sakit, sakit hati jika orang tuanya tak mempercayainya.
Hidup rumit seorang gadis membuatnya tegar menghadapinya, walau berat tapi tetap harus semangat demi kelanjutan hidup nya.
MARAH, tentu pasti marah ! ruby anak yang mandiri walaupun selalu manja kepada orangtua dan kaka nya, tapi Ruby tidak pernah menyusahkan keluarganya.
dengan mengingat masalalunya membuat Ruby ingin membalas perbuatan Agatha, tapi tidak untuk keluarganya karena Ruby terlalu menyanginya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lady nuree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS 26
HAHAHAHAH
" Lihatlah, kita berhasil baby !". Seru Edward tersenyum tipis menatap layar laptop nya.
" Sudah main nya ? jangan terburu-buru, waktu masih panjang ". Ucap ruby duduk santai di sofa ruangan kerja nya.
Seorang Ruby tidak pernah langsung menghabisi musuhnya, dia akan senang jika bermain-main dengan mereka terlebih dahulu sebelum bosan. Seperti halnya Ketua Mafia BLOODY KNIFE yang sampai saat ini masih Ruby biarkan tapi tetap dalam pengawasan.
" Ah sudahlah aku bosan disini, Apa kaka mau ikut ?". Ajak Ruby beranjak berdiri tanpa menatap ke arahnya.
" Ke mana ?". Edward menghampiri Ruby yang tengah berjalan membuka pintu.
Edward masuk ke dalam mobil kemudi, dia tidak akan mengizinkan Ruby mengemudi sendiri selama ada dirinya.
" kita kemana ?". Tanya Edward.
" Ikuti jalan yang ada di situ !". Seru Ruby menunjuk maps pada Hp nya. Mobil melaju dengan kecepatan sedang, sesekali Ruby memperhatikan Edward yang sedang menyetir.
Edward yang sedari tadi merasa ada yang menatap nya langsung menggerakkan kepalanya menatap Ruby yang asyik dengan lamunannya.
" Baby !". Seru Edward.
" eum ?".
" Apa ada sesuatu di wajahku ?". Tanya Edward mengecek wajahnya di cermin spion yang menggantung.
" kau selalu terlihat tampan kak ". Pujian Ruby mendapat elusan lembut di Rambut nya.
" Pastinya, adiknya juga kan cantik". Senyum bangga dari Edward.
" Jangan berlebihan ! ". Bantah Ruby mengubah tatapannya ke luar jendela.
Mobil mewah berhenti di halaman yang begitu megah, Edward keluar dan membukakan pintu mobil untuk Ruby.
Matanya terus menyapu bersih sekeliling mansion yang begitu sangat luas.
" Baby ini kita di mana?". Tanya Edward memegang erat tangan Ruby.
Edward dan Ruby berjalan beriringan, terlihat sangat serasi sekali bila di padukan. Setiap langkah mereka mendapat salam hormat dari semua penjaga di sana. Edward berhenti dari langkahnya dan pastinya Ruby juga ikut berhenti karena tangan Edward masih memegangnya.
" Baby katakan ini di mana ? Jangan macam-macam !". Seru Edward terus menatap mata Ruby yang sedari tadi tidak menjawab pertanyaannya.
" Selamat sore Lady ". Sapa anggota yang hendak keluar membuat mereka berdua langsung menoleh ke arahnya dan di angguki oleh Ruby tapi tidak dengan Edward yang masih menatap Ruby bingung.
" Ikuti saja jangan bawel, nanti juga tau ". Ruby melanjutkan langkahnya.
Setelah berjalan, Ruby berhenti di depan pintu yang begitu tinggi dan besar.
Ceklek !
Suara pintu terbuka, semua orang yang berada di dalam Menoleh ke arah suara. Ruby berjalan diikuti oleh Edward dengan begitu cantiknya, Edward pun tidak bisa di anggap remeh terlihat dari cara berjalannya.
Ruby naik ke atas tahta nya dan Edward di sebelahnya. Edward masih bingung kenapa banyak orang di sini dan kenapa mereka masih menunduk, terlihat Kenzi dan Lucky berada di barisan depan.
" Selamat sore semua ". Sapa Ruby dengan suara tegasnya. Mereka masih menunduk tanpa ada yang berani menatapnya. Ruby melihat itu hanya geleng kepala dengan sikap yang menurut ruby tidak perlu.
" Push up 300 kali jika kalian terus menunduk seperti itu ! apa lantai di sana lebih menarik ?". Ancam Ruby menahan tawanya. Edward melihat Ruby yang seperti ini membuatnya sedikit menyunggingkan bibir nya.
" Angkatlah kepala kalian itu, apa tidak pegal sama sekali ?". Bukan suara Ruby yang terdengar oleh mereka sehingga dengan serempak mereka menggerakkan kepala nya menatap ke asal suara.
Setelah mereka melihatnya, mereka malah menekuk kan kaki nya, suara lutut terdengar mendarat di atas lantai.
Dengan kejadian yang di lihatnya, Edward semakin bingung dan seketika menatap ke arah Ruby yang terus menahan tawanya.
" Baby !". Keadaan hening membuat Seruan Edward terdengar oleh para anggota mafia Red Phoenix.
HAHAHAHAHAHAH
Tawa Ruby semakin pecah dengan tingkah mereka yang tidak berani menatap Edward. Di sela tawanya dia menghampiri Edward yang tengah kebingungan dan langsung menghadap kepada mereka.
" Bangunlah, atau aku hukum ". Mereka langsung segera berdiri dengan cepat kala ruby mengancamnya.
" Selamat sore LADY !". Sapa mereka serentak dengan sangat lantang menggema di aula mansion nya.
Setelah beberapa detik.
Dengan menahan bahagianya menyambut kedatangan KING nya. " SELAMAT DATANG KING ". Ucapan selamat datang untuk Edward dari semua yang ada di sana dengan badan yang setengah menunduk.
Edward benar-benar kebingungan dengan yang dia lihat dan dia dengar.
" Baby bisa kau jelaskan !". Edward meraih pinggang Ruby tanpa perduli keadaan sekitar.
" Sudahlah nanti saja ". Ucap malas Ruby menghampiri Kenzi dan Lucky.
" Apa semua yang ada di markas ini sudah tau kak ?". Ruby bertanya dan mengedarkan pandangannya.
"siapa yang tidak tahu jika dia KING nya mereka by, info nya tersebar dengan cepat sekali". Ucap pelan Kenzi.
" Dimana David Ken ?". Tanya Lucky yang berada di sampingnya tapi Kenzi hanya mengangkat kedua bahunya.
" Dengarkan ! Apa kalian sudah tau dia siapa ?". Tanya Ruby sekali lagi di depan mereka semua dengan tangan menunjuk ke arah Edward.
Mendengar itu mereka semua menganggukkan kepalanya. Mereka masih tidak sanggup menatap King nya, sebagian dari mereka merasakan tubuhnya bergetar karena aura Edward.
" Kalian boleh bubar, kerjakan tugas kalian masing-masing dan jangan biarkan perut kalian kosong. Paham !!". Ucap Ruby.
Tidak butuh waktu lama, mereka semua sudah mengosongkan aula dan hanya tersisa Edward, Ruby, Kenzi dan Lucky di sana.
" Ada apa by, kenapa baru berkunjung ?". Tanya Lucky
" Apa kamu tau by, dia begitu senang kamu akan berkunjung". Ucap Kenzi dengan senyumnya, Edward yang mendengar itu penasaran siapa yang begitu senang dengan kedatangan Ruby
" Eum sekarang dimana dia ?".
" Mungkin sebentar lagi ke sini, katanya tadi ada urusan sebentar". Seru Kenzi
" Pria atau wanita ?". Tanya Edward selidik penasaran
Pertanyaan yang tiba-tiba membuat kenzi merangkul pundak Edward.
" Tenang, dia laki-laki". Ucap Kenzi dengan tubuhnya yang sedari tadi tidak bisa diam.
" Bisa lepaskan ?!". Edward menepis kasar tangan Kenzi.
" Wow santai ". Timpal Lucky melihat sikap dingin Edward.
" bisa diam tidak ?!". Ucap dingin Ruby
Di sela obrolan perbincangan mereka terdengar langkah kaki tergesa-gesa ke arah mereka.
" Maaf maaf maaf aku terlambat". David terus memegang dadanya yang begitu sesak karena terus berlari.
setelah menetralisir nafas nya, David langsung menegakan badannya.
" David, beri salam padanya ". Ucap Lucky menunjukkannya dengan kepalanya.
David langsung memberi salam pada Ruby
" Selamat sore Lady, saya David". Sapa david tanpa berkedip menatap Ruby, dia tidak menyangka jika pemimpin nya benar-benar anak kecil. Kenzi dan yang lainnya tidak pernah memberi tahu nya tentang usia Ruby dan dia sangat sibuk dengan latihannya sehingga jarang mengobrol dengan anggota yang lain. Rumor tidak pernah salah ! Batin nya.
Lain halnya dengan Edward yang sedari tadi mendengar suara yang di kenalnya, tubuhnya bergetar, dada nya terasa sesak. Suara itu benar-benar merubah tubuhnya begitu lemas, Edward membalikkan tubuhnya dan mengalihkan pandangannya ke arah david yang masih menunduk memberi salam kepada Ruby.
Dengan langkah gontai, Edward melangkahkan kaki nya menghampiri Edward.
Kenzi dan Lucky melihat sikap Edward yang seperti itu bertanya-tanya dan langsung menatap ke arah Ruby yang seperti sedang menahan tangisnya.
" DEV ".
Salam Hangat dari author
LIKE
VOTE
SHARE
KOMEN
🙏🙏😍😍😍😍
Semangatt terus...