Arsya Guntara seorang anak dari pemilik perusahaan Sandyakala Corp, setelah lulus kuliah ia di didik oleh sang Ayah untuk menjadi penerus perusahaan Sandyakala Corp. Ia selalu diajarkan bagaimana memimpin perusahaan.
Suatu hari ia ditugaskan oleh orangtuanya untuk menghadiri acara bisnis di negara dimana dulu ia menyelesaikan kuliahnya.
Tanpa disangka ia bertemu dengan seorang gadis yang pernah berada di masa lalu nya.
Apakah pertemuan ini akan membuat mereka kembali bersama atau malah sebaliknya ? Dan sebenarnya siapakah gadis itu ?
Jawabannya hanya di Novel " Tentang Kita "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27
Arsya sedang sibuk dengan pekerjaannya semakin hari tingkat pekerjaan Arsya semakin tinggi dan itu bisa ia lalui tanpa harus meminta bantuan Papa nya atau Gerry aspri Papa nya.
Itu membuat Aksa Papa nya semakin yakin jika Arsya dapat diandalkan dan tidak salah jika ia akan menjadi calon penerus Sandyakala Corp.
Namun walaupun ia sibuk ia selalu menyempatkan untuk bertukar pesan dengan Nala pujaan hatinya, bagaikan seseorang yang sedang dimabuk cinta, Nala menjadi penyemangat Arsya dimanapun dan kapanpun bagi Arsya.
Disaat ia lelah dalam pekerjaan nya, Nala menjadi penyemangat dirinya.
Tring
Satu pesan masuk di ponsel Arsya, ia sekilas melihat layar ponsel nya.
Arsya mengambil ponsel itu, lalu membaca pesannya. Ia mengernyitkan dahinya, pesan dari nomor tidak dikenal.
Selamat siang Pak Arsya, untuk kelanjutan tender tempo hari, apakah bapak bisa menemui saya di E Club nanti sore
Arsya memang sedang menjalani proyek, beberapa tender sudah Sandyakala Corp dapatkan tinggal sekitar 4 tender lagi, Arsya pikir ini pesan dari salah satu vendor yang ikut dalam proses menyediakan barang dan jasa.
Tanpa pikir panjang, Arsya langsung mengiyakan tawaran itu.
Setelah membalas pesan ia kembali fokus pada laptop dan beberapa berkas proyek yang sedang dijalani oleh Sandyakala Corp.
Tok tok tok
" Masuk "
Klek
" Siang Bapak Arsya "
" Eh Papa.. "
" Boleh Papa masuk ? "
" Masuk lah Pah, kaya Arsya orang sibuk aja " ucap Arsya membetulkan posisi duduknya.
" Memang sekarang kamu sudah menjadi orang sibuk kan ? " Papa nya tertawa.
" Papa kan yang membuat Arsya menjadi sibuk " Arsya tak mau kalah.
" Demi masa depan kamu " balas Papa nya.
Arsya hanya tersenyum.
" Bagaimana proyek aman ? "
" Aman Pah, besok lusa jadwal Arsya ke proyek dengan MGM Grup "
" Oke persiapkan dengan baik, jangan sampai calon mertuamu kecewa "
" Siap Pah "
" Oke lanjutkan ya, Papa balik ke ruangan "
" Oh iya Pah ada yang harus Papa tanda tangani, tapi nanti deh Arsya ke ruangan Papa "
" Oke Papa tunggu "
Papa Aksa kembali ke ruangannya, Sedangkan Arsya kembali dengan pekerjaan nya.
...****************...
Waktu sudah memasuki jam pulang kantor, Arsya membereskan beberapa berkasnya, mematikan laptop lalu menyimpan Laptop di lemari lalu menguncinya.
Ia keluar ruangan, berpapasan dengan Papa nya.
" Pulang Kak, ayo "
" Iya Pah, tapi hari ini Arsya mau bertemu dengan Vendor untuk tender kemarin, semoga tender yang ini dimenangkan oleh Sandyakala Corp lagi Pah "
" Hmm.. Yang kemarin juga cukup Kak, biarkan tender yang lain berikan ke perusahaan-perusahaan lainnya "
" Gak apa-apa Pah, kalau memang kita yang menang apa salahnya kan ? "
" Ya terserah kamu lah, memang jiwa muda itu masih bergelora , kalau gitu Papa pulang duluan, hati-hati ya "
" Siap Pah "
" Oya, kamu perlu di dampingi sama Gerry gak ? "
" Gak perlu Pah, aku bisa sendiri, Papa percayakan semuanya ke Arsya ya "
" Oke deh "
Papa Aksa pulang lebih dulu, Arsya karena akan bertemu dengan Vendor, sebelum pulang ia ke Mushola kantor untuk melaksanakan shalat ashar terlebih dahulu.
Di Mushola kantor ia bertemu dengan beberapa karyawan yang sedang melaksanakan shalat juga karena khawatir pulang kantor terjebak macet sehingga shalat ashar nya tertinggal.
" Sore Pak Arsya "
" Sore Pak "
Arsya sudah di kenal sebagai anak dari pemilik Sandyakala Corp, walaupun ia anak sang pemilik perusahaan namun Arsya tetap seperti karyawan lainnya, tetap bersahaja dan tidak sombong.
Itu membuat Arsya disukai oleh beberapa karyawan lainnya.
Namun walaupun Arsya biasa saja, beberapa karyawan tetap menunjukkan rasa hormatnya karena ia anak sang pemilik perusahaan.
...****************...
Dalam perjalanan Arsya teringat jika ia belum menghubungi Nala, ia mengambil ponselnya lalu menghubungi Nala, Arsya memberitahu jika ia akan bertemu dengan klien kali ini.
Di akhir telepon nya Nala selalu memberikan semangat kepada Arsya, itu membuat Arsya semakin jatuh cinta kepada Nala.
Arsya kembali fokus ada kemudinya, namun ia baru sadar, Arsya diminta bertemu di E Club, E club adalah salah satu bar yang berada di kota tempat tinggal Arsya.
" Kok minta ketemu nya di club ya biasanya kan restoran " gumam Arsya.
" Ah gak apa-apa lah "
Arsya sudah sampai di lokasi, ia langsung memarkirkan mobilnya lalu turun berjalan masuk ke dalam club.
" Ya Tuhan.. Aku dulu sempet bandel tapi gak pernah aku masuk club kaya gini " batin Arsya.
Tanpa curiga akhirnya Arsya pun masuk kedalam, belum terlalu ramai karena club biasanya ramai di malam hari, ia diarahkan menuju cafe karena cafe nya buka dari sore hari, saat Arsya masuk alunan musik yang membuat jantung berdebar sudah mulai terdengar, ia disambut oleh pelayan lalu diarahkan menuju meja yang sudah dipesan.
Arsya duduk, lalu ia dihampiri pelayan.
" Sore Pak, mau pesan apa ? "
" Orange jus aja "
" Orange jus biasa atau pakai wine Pak "
" Saya tidak minum alkohol, jadi yang biasa aja "
Tidak lama pesanan Arsya tiba, ia masih menunggu yang membuat janji dengannya.
Seorang pria menghampiri Arsya.
" Pak Arsya ? "
Arsya menoleh ke arah pria itu.
" Betul " jawab Arsya.
" Perkenalkan saya Benny, saya yang tadi menghubungi Bapak "
" Oh ya, bagaimana Pak ? "
" Ya saya tertarik dengan perusahaan bapak, saya harap bisa bekerjasama dengan perusahaan Bapak "
" Oke dengan senang hati, oya bisakah kita bicara nya tidak disini, disini terlalu berisik jadi saya berbicara harus meninggikan suara " ucap Arsya yang memang sedikit berteriak saat berbicara dengan Benny.
" Tak apalah Pak, biar lebih santai "
Mereka ngobrol walaupun dengan dentuman musik yang memekakkan telinga Arsya, ia sudah mulai tidak nyaman, namun ia takut dianggap tidak profesional jika ia pergi begitu saja.
Saat Arsya sedikit tidak fokus, Benny memasukkan sesuatu kedalam minuman Arsya.
" Pak Arsya silakan minum lagi "
" Oh ya terima kasih "
Arsya mengambil gelas berisi orange jus pesanan nya, namun saat ia meneguk satu tegukan terasa aneh.
Kok rasanya aneh, padahal tadi minta yang gak pake wine kan, apa orange jus di club begini rasanya.
Batin Arsya.
Beberapa menit dari ia meminum minuman nya, ia merasa kepala nya terasa berat.
" Pak sepertinya saya sudah tidak bisa berlama-lama disini.. kepala sa..yaaa......... "
Bruukkkk
Arsya tersungkur jatuh.
Benny hanya tersenyum licik, lalu ia memanggil seseorang untuk membantu mengangkat Arsya.
Arsya dibantu diangkat oleh Benny dan rekannya.
" Nih sudah aman "
" Oke.. Thank you Ben "
" Lo hutang budi sama gue ! "
" Oke.. "
" Bawa dia masuk ! "
🌻🌻🌻
Jangan lupa vote nyaa yaaa...
Like.. Dan komen biar author semangat nih lanjutin ceritanya... 🥰
Selalu jadikan favorit karya ini agar selalu mendapatkan notifikasi jika author sudah up bab baru..
ayo dong semangat