NovelToon NovelToon
DRAMA ISTANA ALHAMBRA

DRAMA ISTANA ALHAMBRA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Antagonis / Harem / Mengubah Takdir
Popularitas:12.7k
Nilai: 5
Nama Author: Reny Rizky Aryati, SE.

Sofia hamil anak dari Jabez suaminya namun Layla merebut kebahagian itu dari Sofia dengan mencuri Test Pack milik Sofia, dan Layla mengaku-ngaku bahwa dia lah yang hamil anak dari Jabez.

Mendengar kabar baik atas kehamilan Layla, tentu saja membuat Jabez menjadi senang karena selama ini, dia sangat mendambakan seorang anak untuknya sebagai penerus keturunan Gurita kerajaan perusahaan EZAZ RAYA.

Layla merupakan istri pertama dari Jabez Ezaz yang digadang-gadang semua orang untuk meneruskan garis keturunan keluarga Ezaz Raya.

Mampukah Sofia menjalani pernikahan ini bersama Jabez serta membuktikan pada semua orang bahwa Layla berbohong akan kehamilannya. Dan kembali merebut hati suaminya agar Jabez mencintainya lagi serta menendang kekuasaan Layla dari istana Alhambra.

Mohon dukungannya ya pemirsa yang budiman 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19 DI BALIK TOPENG

Layla memandang orang itu dengan rasa ingin tahu. "Siapa Anda?" tanya dia dengan suara yang waspada.

Orang itu tersenyum dan memperkenalkan dirinya. "Saya Riven, salah satu orang kepercayaan Sofia," kata dia dengan suara yang rendah.

Layla memandang Riven dengan rasa terkejut. "Riven? Saya tidak tahu bahwa Sofia memiliki orang kepercayaan seperti Anda," kata dia dengan suara yang waspada.

Riven memandang Layla dengan mata yang tajam. "Saya sudah bekerja untuk Sofia selama beberapa tahun. Saya tahu bahwa Anda memiliki hubungan yang dekat dengan Jabez Ezaz. Apa yang Anda cari?" tanya dia dengan suara yang tegas.

Layla memandang Riven dengan rasa ingin tahu. Apakah Riven benar-benar bekerja untuk Sofia, atau apakah dia memiliki motif lain? Dia tidak tahu, tapi dia ingin mengetahuinya. "Saya hanya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalam istana," kata Layla dengan suara yang lembut.

Riven memandang Layla dengan mata yang tajam. "Saya bisa membantu Anda, tapi Anda harus berani mempercayai saya," kata dia dengan suara yang rendah.

Layla teringat tentang dua dayangnya yang dulu, yang telah dibunuh oleh Jabez Ezaz. Dia merasa rasa sakit dan kemarahan yang masih membara di dalam hatinya.

Riven memperhatikan perubahan ekspresi Layla dan mengerti apa yang sedang dia pikirkan. "Saya tahu tentang apa yang terjadi pada dayang-dayang Anda," kata Riven dengan suara yang lembut. "Saya juga tahu bahwa Anda memiliki dendam yang besar terhadap Jabez Ezaz."

Layla memandang Riven dengan mata yang tajam. "Apa yang Anda tahu?" tanya dia dengan suara yang waspada.

Riven memandang Layla dengan mata yang serius. "Saya tahu bahwa Anda memiliki alasan yang kuat untuk membenci Jabez Ezaz. Saya juga tahu bahwa Anda memiliki kemampuan untuk membalas dendam," kata dia dengan suara yang rendah.

Layla memandang Riven dengan rasa ingin tahu. Apakah Riven benar-benar ingin membantu dia, atau apakah dia memiliki motif lain? Dia tidak tahu, tapi dia ingin mengetahuinya. "Apa yang Anda inginkan?" tanya Layla dengan suara yang waspada.

Riven memandang Layla dengan mata yang serius. "Ruhama dan Fatima... saya tahu bahwa mereka berdua sangat setia kepada Anda. Setelah Anda dipenjara, mereka berdua terus mencari cara untuk membantu Anda, tapi sayangnya, mereka ditemukan oleh Jabez Ezaz dan... mereka dibunuh," kata Riven dengan suara yang lembut.

Layla memandang Riven dengan mata yang berkaca-kaca, rasa sakit dan kemarahan yang masih membara di dalam hatinya. "Jabez Ezaz... dia akan membayar atas apa yang dia lakukan," kata Layla dengan suara yang dingin.

Riven memandang Layla dengan mata yang serius. "Saya percaya bahwa Anda akan berhasil membalas dendam, Layla. Saya akan membantu Anda," kata dia dengan suara yang tegas.

Layla memandang Riven dengan rasa ingin tahu. Apakah Riven benar-benar ingin membantu dia, atau apakah dia memiliki motif lain? Dia tidak tahu, tapi dia ingin mengetahuinya. "Mengapa Anda ingin membantu saya?" tanya Layla dengan suara yang waspada.

Riven memandang Layla dengan mata yang serius. "Saya ingin membantu Anda karena saya juga memiliki dendam terhadap Jabez Ezaz," kata Riven dengan suara yang dingin. "Saya memiliki keluarga yang dibunuh oleh Jabez Ezaz, dan saya ingin membalas dendam atas kematian mereka," kata Riven dengan suara yang penuh emosi.

Layla memandang Riven dengan rasa terkejut. Dia tidak menyangka bahwa Riven memiliki dendam yang sama seperti dirinya. "Saya tidak tahu bahwa Anda juga memiliki dendam terhadap Jabez Ezaz," kata Layla dengan suara yang lembut.

Riven memandang Layla dengan mata yang serius. "Saya memiliki banyak alasan untuk membenci Jabez Ezaz, Layla. Tapi saya percaya bahwa kita bisa bekerja sama untuk membalas dendam dan menghancurkan Jabez Ezaz," kata Riven dengan suara yang tegas.

Layla memandang Riven dengan rasa percaya. Mungkin saja Riven bisa menjadi sekutu yang kuat dalam perjuangannya melawan Jabez Ezaz. "Baiklah, Riven. Mari kita bekerja sama untuk menghancurkan Jabez Ezaz," kata Layla dengan suara yang dingin.

Riven tersenyum, mata yang tajam dan penuh dengan tekad. "Saya sudah siap, Layla. Mari kita mulai," kata Riven dengan suara yang penuh semangat.

Layla memandang Riven dengan rasa bingung. "Tunggu, bukankah kamu kenalan Sofia?" tanya Layla dengan suara yang waspada.

Riven memandang Layla dengan mata yang serius. "Ya, saya memang kenalan Sofia. Saya bekerja untuk Sofia sebagai salah satu orang kepercayaannya," kata Riven dengan suara yang tegas.

Layla memandang Riven dengan rasa tidak percaya. "Jadi, apa yang kamu inginkan? Apakah kamu ingin membantu saya atau Sofia?" tanya Layla dengan suara yang waspada.

Riven memandang Layla dengan mata yang serius. "Saya ingin membantu Anda, Layla. Tapi saya juga memiliki kewajiban untuk membantu Sofia. Saya perlu tahu apa yang sebenarnya terjadi," kata Riven dengan suara yang lembut.

Layla memandang Riven dengan rasa tidak yakin. Apakah Riven bisa dipercaya? Ataukah dia hanya ingin memanfaatkan Layla untuk kepentingannya sendiri?

Lantas, Layla tertawa ringan seraya memandang Riven yang ada di hadapannya.

"Kau Lucu, Riven !"

Riven memandang Layla dengan mata yang serius. "Saya tidak tahu bagaimana saya bisa mengenali Anda sebelumnya," kata Riven dengan suara yang lembut. "Tapi Sofia memberitahu saya bahwa Anda adalah Layla, istri pertama Jabez Ezaz yang dulu."

Layla memandang Riven dengan rasa terkejut. "Sofia tahu tentang masa laluku?" tanya Layla dengan suara yang waspada.

Riven mengangguk. "Ya, Sofia tahu tentang masa laluku dan hubungan Anda dengan Jabez Ezaz. Dia percaya bahwa Anda bisa menjadi kunci untuk menghancurkan Jabez Ezaz," kata Riven dengan suara yang serius.

Layla memandang Riven dengan rasa tidak yakin. Bagaimana Sofia bisa tahu tentang masa lalunya? Dan apa yang sebenarnya Sofia inginkan? Layla merasa bahwa ada sesuatu yang tidak beres, dan dia perlu tahu apa yang sebenarnya terjadi. "Apa yang Sofia inginkan dari saya?" tanya Layla dengan suara yang waspada.

Riven memandang Layla dengan mata yang serius. "Sofia ingin Anda membantu dia menghancurkan Jabez Ezaz. Dia percaya bahwa dengan kemampuan dan pengetahuan Anda tentang Jabez Ezaz, Anda bisa menjadi aset yang berharga dalam misi ini," kata Riven dengan suara yang tegas.

Layla memandang Riven dengan rasa tidak yakin. Apakah dia bisa mempercayai Sofia? Ataukah Sofia hanya ingin menggunakan dia untuk kepentingannya sendiri? Layla perlu waktu untuk berpikir dan mempertimbangkan semua kemungkinan.

"Saya perlu waktu untuk berpikir," kata Layla dengan suara yang lembut. "Saya tidak bisa memberikan jawaban sekarang."

Riven mengangguk. "Saya mengerti. Saya akan menunggu jawaban Anda. Tapi waktu tidak banyak, Layla. Jabez Ezaz tidak akan menunggu selamanya," kata Riven dengan suara yang serius.

Layla memandang Riven dengan rasa tekad. Dia akan membuat keputusan yang tepat, tidak peduli apa yang akan terjadi.

Layla memandang Riven dengan rasa bingung. "Tapi bagaimana Sofia bisa mengenaliku? Saya telah melakukan operasi plastik untuk mengubah penampilan saya. Saya tidak mengerti bagaimana dia bisa tahu bahwa saya adalah Layla yang asli," kata Layla dengan suara yang waspada.

Riven memandang Layla dengan mata yang serius. "Sofia memiliki sumber daya yang luas dan jaringan yang kuat. Mungkin dia memiliki informasi yang tidak kita ketahui," kata Riven dengan suara yang lembut.

Layla memandang Riven dengan rasa tidak yakin. Apakah Sofia memiliki motif lain untuk membiarkannya hidup dan tidak mengungkapkan identitasnya? Layla merasa bahwa ada sesuatu yang tidak beres, dan dia perlu tahu apa yang sebenarnya terjadi.

"Apa yang Sofia inginkan dari saya?" tanya Layla lagi dengan suara yang waspada. "Dan mengapa dia membiarkanku hidup dan tidak mengungkapkan identitasku?"

1
Patricia Vernanda
keji sekali ternyata layla itu y
Reny Rizky Aryati, SE.: yup, kayak Rohayya 🤭
total 1 replies
sky 15
dah hidupnya di istana bak istana surga masih saja kurang sewotnya layla itu ya ☹️
sky 15
haduh, istri pertama rasa pelakor kalau kayak ketek gini 😄
sky 15
berani mampus lebih baik rebut juga posisi Layla dari jabatan istri pertama, selir Sofia jangan mau kalah ma nenek lampir
sky 15
🤣🤣🤣🤣🤣 gimana seh thor, masak bayinya yang disimpan trus netek susunya ke siapa kalau ibuna di buang 😄
Reny Rizky Aryati, SE.
yang benar buang bayinya dan bunuh ibunya 🤔🙄
Reny Rizky Aryati, SE.: seharusnya kau yang di tendang author 🙄👘
total 2 replies
Reny Rizky Aryati, SE.
semoga berkenan membaca karya author terbaru ini ya semua pemirsa yang budiman dan kreatif 🙏
Reny Rizky Aryati, SE.
letih...
Reny Rizky Aryati, SE.
bola kehidupan tak selamanya mulus
Patricia Vernanda
kenpa diganti covernya thor
Patricia Vernanda
belum apa-apa udah konflik terjadi nih thor 🤭
Patricia Vernanda
🤭 selir rasa istri bisa bisa saja thor ini🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!