Sebuah peristiwa yang membuat aku harus terikat pernikahan kontrak dengan seorang CEO yang kaya raya, dingin dan kejam.
Zahra terpaksa menikah dengan Zein, karena dia tidak mampu membayar ganti rugi setelah tidak sengaja menabrak mobil Zen.
Zein memaksa Zahra menikah dengannya karena dia harus menikah dalam waktu 1 bulan, jika tidak seluruh kekayaan dan perusahaan ayahnya akan diwariskan pada sepupunya.
Selama menikah dengan Zein, Zahra sangat menderita bukan saja Zein yang memperlakukannya kurang baik, tetapi ibu mertuanya juga sangat tidak menyukai nya. Dan berusaha memisahkan Zein dengan Zahra.
Ibu mertuanya ingin menikahkan Zein dengan Bella sapira seorang model terkenal. Hanya ayah mertuanya yang baik padanya.
Akankah Zahra memenangkan hati Zein??
Dan dapat mempertahankan rumah tangganya????
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pergi....
Mama Zein menarik tangan Zahra dan menyeretnya keluar ruangan.
" Kau... bukankah sudah aku katakan semalam jangan dekati anakku lagi. Kau telah mencelakakan dia, berani sekali kau masih disini merawatnya." ucap mama Zein ketus.
"tapi ma...." ucap Zahra
Zahra terus meronta dan coba melepaskan genggaman tangan mertuanya.
"Kau harus meninggalkan putraku, aku nggak mau kau dekat dekat lagi dengannya. aku takut dia terkena sial, dekat denganmu." ucap mama Zein
"Ma,, dengarkan aku dulu. Aku berani sumpah kalau bukan aku pelakunya, Zein tolong aku. " ucap Zahra .
"Hentikan... Ma!" ucap Zein
Mama Zein melepaskan tangan Zahra. Dan menghampiri anaknya.
" Mama sudah menelpon Bella , sebentar lagi dia akan kesini dan menjaga mu. " ucap mama Zein sengaja menyindir Zahra.
Zein diam saja mendengar perkataan mamanya.
"Pagi aunty...." sapa Bella sambil cipika cipiki dengan mama Zein.
" Pagi....sayang. Gimana kabarmu?" ucap Bella dan mencium pipi Zein.
Zahra sangat sedih melihatnya. "Apa yang tadi dia lakukan padaku,!apa yang dia lakukan tidak ada arti apa panya buat dia. Apa hanya aku yang memiliki perasaan ini. Hingga sekarang dengan mudahnya dia dicium oleh wanita lain. bisik hati zahra.
Zahra sangat sedih.....
dia menahan airmatanya dan berpura pura sibuk mengerjakan sesuatu.
Dia hanya bisa melihat Bella yang bermanja dan banyak bercerita pada Zein.
Zein tak menanggapi Bella, Mamanya lah yang sangat antusias. Mereka berdua mengobrol tanpa memperdulikan Zahra.
"Sayang...., kamu sudah makan?" Sini aku suapin." ucap Bella.
"Aku sudah kenyang." jawab Zein datar.
"Sayang...cobain ini deh..Aku bawaain roti kesukaan kamu lho!" kembali Bella coba memujuk Zein.
"Aku lagi nggak selera, Nanti saja." jawab Zein.
Mama Zein yang melihat Zahra masih berada disana pun, semakin geram.
"Zein.....!" panggil.mama
"Ya, ma...!" jawab Zein
Suruh istri kamunitu pulang, dari Karen dia disini dan belum mengganti pakaiannya. Kasihan dia." Ucap mama Zein.
Zein masih diam saja...
Ada rasa tak rela bila Zahra meninggalkan nya sendiri di rumah sakit.
"Zein, kamu nggak kasihan melihatnya, dia pasti lelah. Biar mama dan Bella disini yang merawatmu. dia bisa istirahat dirumah. Dia pasti capek." kembali mamanya merayu Zein.
"Aku nggak apa apa, biar aku tetap disini merawatmu," ucap zahra.
"kamu pulang saja, Ada Bella disini dan kamu tidak dibutuhkan lagi." tambah mama Zein dan tersenyum mengejek kepada Zahra.
"Bang..... aku nggak apa apa, biarkan aku disini ya? jangan suruh aku pulang." ucap Zahra
Zein masih terdiam, dia ingat semalam Zahra tidur sambil duduk dikursi ditambah sejak tadi, dia sibuk melayaninya. "Kasihan juga dia!" bthinnya.
"pulanglah," ucap zein singkat.
"Tapi aku mau merawatmu disini, dan aku nggak apa apa." ucap Zahra meykinkan Zein.
"Kamu tidak dengar apa yang dikatakan zein cepat pulang! Kau tak lagi dibutuhkan disini. Aku yang akan menjaga calon suamiku", ucap bella setengah berbisik di akhir kalimatnya.
Zahra sudah tak sanggu menahan air matanya. matanya berkaca kaca. Dia sangat sedih...
Zahra keluar dari ruangan Zein, Dia berjalan pelan dengan pikiran melayang.
akhirnya Zahra memutuskan untuk pulang kerumah.
Zahra memilih menggunakan kendaraan umum, dia menuju rumah.
Sampai didalam rumah, Zahra masuk. Alangkah kagetnya dia dilihatnya pakaiannya telah dimasukkan kedalam koper.
Mama Zein telah berdiri dan berkacak pinggang disana.
"Nih, Semua pakaian kamu. Segera angkat kaki dari rumah ini, Ucap mama Zein.
'Tapi ma..!" jawab Zahra.
"Aku tidak ingin kau dekat dekat dengan anakku. Kau hanya membawa sial padanya. Dan kamu nggak usah khawatir ada Bella yang akan merawat Zein. Didalam amplop ini ada sejumlah uang yang cukup untuk biaya hidup kamu. Jadi kamu nggak perlu hidup susah lagi. Ingat, jangan pernah kau temui anakku lagi. Surat perceraian kalian akan segera dikirim kan!' ucap mam Zein
"Apa Zein setuju, ma?" tanya Zahra.
"Tentu saja." jawab Bu Ahmad berbohong. Padahal Zein tidak mengetahui ini, mama Zein hanya memamfaatkan kesempatan ini, dia akan memisahkan zahra dengan anaknya.
Dengan airmata berderai, Zahra megambil barang barangnya. Dia mengambil photo pernikahan nya yang terletak diatas meja dan menarik kopernya. Kakinya sudah nggak kuat untuk memijak bumi lagi. Langkahnya terasa sangat berat, meninggalkan rumah yang beberapa bulan ini menjadi tempat tinggal nya.
Dia keluar dari dalam rumah, tapi Sebelumnya dia meninggalkan amplop uang yang diberi kan ibu mertuanya. Dia tidak membutuhkan uang itu.
mama Zein menerima uang tersebut, dan mengatakan bahwa Zahra tidak boleh menemui Zein lagi. Karena Zein akan menikah bulan depan dengan Bella.
Berbagai pertanyaan muncul dikepalanya...ingatan akan sikap manis Zein tadi pagi. Pertengkaran pertengkaran mereka, membuat hati Zahra semakin sakit...
Zahra masuk kedalam mobilnya, dia melajukan mobilnya membelah jalanan. Dia berhenti disebuah taman. Dia menangis sejadi jadinya disana. Meluapkan semua beban hatinya.
"kenapa rasanya sesakit ini, ya Allah... apa aku kuat menjali semua ini? Apa bisa mengikhlaskan suamiku menikah lagi? aku nggak sanggup ya Allah.. aku sangat mencintai suamiku. bathinnya.
Aku tau saat ini akan datang, tapi nggak tahu kalau rasanya akan sesakit ini???
Zahra terus menangis.... hingga tanpa disadarinya hari sudah sore.
Kemana aku akan pergi??
Aku nggak mungkin pulang kerumah ibu? Kalau aku kerumah kost ku yang lama, Zein pasti akan menemukan ku? jadi aku harus kemana?????
terima kasih sudah membaca novel saya. maaf kalau masih ada typo ya.
jangn lupa like dan vote ya,
terimakasih
lupa ya klo dia baiknya baru 2 hari