Sebuah cerita cinta yang didambakan oleh semua orang yaitu, berakhir dengan bahagia bersama untuk menua namun tidak dengan pasangan dua sejoli Elnara dan Bobby. Kisah cinta mereka harus berakhir tanpa kepastian , tanpa ada kata perpisahan namun masih menyimpan perasaan satu sama lain.
Sekuat apapun kita bertahan dan berkorban demi seseorang jika memang bukan takdir untuk bersama tidak ada yang bisa mengalahkan ketentuan dari-NYA.
Nara yang memilih untuk pergi meninggalkan Bobby dan harus menikah dengan seorang laki-laki yang tidak pernah ia cintai ditambah laki_laki tersebut sudah memiliki istri dan anak. Nara yang harus rela menjadi istri ke dua, mampu kah Nara bertahan di dalam pernikahan yang didasari dengan keterpaksaan ??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon listi Sabran, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Logika Cinta
"Bagaimana kamu bisa bangkit,Lis?tanya Nara.
" Aku mikir nya begini Ra, daripada aku memulai dari awal dengan yang baru lebih baik aku memperjuangkan orang yang selama ini ku perjuangkan, yah disebut egois memang aku egois memaksakan diri untuk mendapatkan Keenan, pokoknya harus bagaimana pun caranya, karena aku sma Keenan kan hampir 10 tahun Ra, saat kami sudah tunangan orang tua nya gak setuju dengan hubungan kami, ya maklum lah aku kan orang biasa, mas Keenan kan orang yang sangat berkecukupan ,ditambah kami beda Negara banyak yang menjadi penghalang untuk kami bersatu, tapi aku terus bertahan, meyakinkan Keenan untuk terus bersama.
Dan disaat mereka asik mengobrol, Keenan datang dan menyuruh mereka untuk sarapan.
"Sayang,,, ayo kita sarapan bu Rus sudah selesai masak." ucap Keenan.
"Yuks Ra, kita sarapan dulu." Menarik tangan Nara yang sedang duduk.
"Ngomongin apa sih kalian,asik banget,"ujar keenan.
"Biasa lah masalah perempuan,"sambung Nara.
***
Ditempat lain, Rangga dan Reyhan janjian untuk bertemu disebuah cafe, Rangga yang sudah berada disana sedang menunggu Reyhan.
"Maaf, Ga aku terlambat kamu sudah menunggu lama,ya?" tanya Reyhan.
"Yah lumayan Han, oiya ada apa Han kamu ngajak aku ketemuan?" tanya Rangga balik.
Sambil menggaruk kepala Rangga berkata." Hmmm,,, sebelum nya aku minta maaf sama kamu Ga, karena sudah ganggu waktu kamu, Nara bagaimana kabar nya?"
Sejenak Rangga terdiam , dia ingin memberitahu kan keberadaan Nara tapi dia sudah janji untuk tidak memberitahu siapa-siapa karena dia kasihan melihat Reyhan yang terlihat sangat sedih.
"Aku tidak akan memaksa kamu untuk memberitahu keberadaan Nara dimana, Ga. Aku hanya ingin tahu kabar nya saja itu sudah cukup buat hati aku tenang,"sahut Reyhan lagi.
"Kabar nya baik, Han."
"Ya syukur lah, kalau dia baik-baik saja, aku boleh titip salam ke dia, sampaikan ke Nara kalau aku sangat mengkhawatirkan nya dan selalu menunggu kabar dari dia."
"Iya nanti akan ku sampaikan , kalau dia ada telpon aku, Han."
"Makasih ya, Ga."
"Aku boleh tanya sesuatu ke kamu, Han?" tanya Rangga kepada Reyhan.
"Boleh."
"Seberapa besar cinta kamu ke Nara? kenapa kamu begitu memperjuangkan dia, padahal kamu tahu kalau dia tidak mencintai kamu," tanya Rangga penuh penasaran.
Reyhan pun tersenyum."Entah apa yang ada dipikiran ku sehingga aku benar-benar mencintai Nara, aku memaksakan hati ku untuk terus menyayangi nya, memperhatikan nya, walaupun aku tahu dia tak kan mungkin bisa ku miliki, tapi inilah logika cinta tanpa syarat. Kalau ditanya seberapa besar tidak ada ukuran dalam mencintai, seandainya bisa memilih aku tidak ingin jatuh cinta kepada Nara sedalam ini, karena hanya membuat aku terlihat seperti laki-laki yang bodoh, tapi kalau aku pikir lebih bodoh lagi jika aku melupakan dia, karena aku sudah sejauh ini mencintai nya, jika aku berhenti disni itu sama hal nya membunuh secara perlahan, Tuhan akan melihat sejauh mana perjuangan ku, mudah saja bagi-Nya membolak-balikan hati seseorang," ucap Reyhan.
"Jadi,,, kamu akan terus perjuangkan Nara?"
"Ya."
" Bagaimana kalau Nara mendapatkan jodoh nya disana, dan menikah dengan orang lain, bukan dengan Bobby ataupun dengan kamu?" tanya Rangga lagi.
"Kalau kamu jadi aku, apa yang kamu lakukan?"tanya balik Reyhan kepada Rangga.
"Itulah akhir dari perjuangan ku, aku akan mundur,"sahut Rangga.
Dan Reyhan menganggukkan kepala nya.
"Oke Ga makasih untuk waktunya hari ini, oiya kapan kamu balik ke Jogja?"tanya Reyhan.
"Sore ini aku balik ke Jogja, Han."
"Hati-hati ya, dan jangan lupa sampaikan salam ku ke Nara."
"Oke, pasti akan ku sampaikan."
Dari kejauhan rupanya mamah Reyhan yang sedang mengikuti Reyhan bertemu dengan Rangga, Reyhan yang sudah balik duluan, sementara Rangga masih berada di tempat parkiran cafe, mamah Reyhan langsung menghampiri Rangga.
"Nak,,, permisi, maaf saya lihat tadi kamu mengobrol dengan Reyhan?"tanya mamah Reyhan.
"Iya, ada apa ya,bu? Ibu siapa?"tanya balik Reyhan dan mematikan mesin motor nya.
"Saya Mamah nya Reyhan, kebetulan saya tadi lewat depan cafe terus lihat kalian sedang bicara, kalau boleh tau Reyhan ada keperluan apa ya dengan kamu? oiya, nama kamu siapa?"
"Nama ku Rangga, tante. Aku baru kenal juga sih dengan Reyhan karena temen ku temenan sama dia terus aku dikenalkan dengan Reyhan," sahut Rangga.
" Kalau boleh tahu, temen kamu yang temenan sama Reyhan nama nya Nara?"
"Iya, benar tan."
"Kamu tahu dimana Nara sekarang ?"tanya mamah Reyhan lagi.
"Bukan nya aku gak mau kasih tahu keberadaan Nara, tapi Nara sudah bilang kalau dia tidak ingin ada yang tahu dimana dia berada, sekali lagi Rangga minta maaf banget tan."
"Tante mengerti kok, begini saja boleh tante minta tolong sama kamu?"
"Iya, kalau aku bisa, ku bantu tan."
"Kamu hubungin Nara, bilang kalau mamah Reyhan mau bicara sama dia, nanti kamu kasih nomer telpon tante ke dia, bagaimana?"
"Baiklah tante, nanti saya coba untuk menghubungi Nara,"ucap rangga sambil memandang wajah mamah Reyhan yang terlihat sangat sedih.
"Terimakasih ya,nak Rangga.Tante gak tahu harus kemana lagi menanyakan tentang Nara, untung ketemu kamu."
"Sama-sama tan, sebenarnya aku kasihan dengan Reyhan dia terus saja berusaha untuk mencari tahu keberadaan Nara, tapi aku gak bisa memberitahukan kepada Reyhan karena amanat dari Nara, aku tahu kalau Reyhan memang benar-benar tulus sayang ke Nara dan aku sebagai sahabat Nara sangat mendukung jika Reyhan dan Nara bersama," ucap Rangga.
"Ya,,, tante juga berharap seperti itu. Tapi kita tidak bisa memaksakan orang lain untuk sejalan dengan kita, apalagi masalah hati."
"Iya tan, entah kenapa Nara bisa jatuh hati ke Bobby, laki-laki yang selalu membuat nya menangis, dan gara-gara Bobby, Nara harus pergi ke luar negeri."
Sangat sulit untuk menjabarkan logika cinta di kehidupan, kita bisa lari dari orang yang kita benci ,tapi kita tidak bisa lari dari kenangan indah bersama nya, bahkan kejadian buruk sekalipun. Kamu akan selalu mengingat nya sampai seumur hidup mu,walaupun kamu sudah dapat penggantinya tapi tetap saja masa lalu akan selalu terkenang dimana pun kamu dan dengan siapa pun kamu.
Apakah yang dilakukan Nara sekarang benar? lari dari masalah dengan tujuan untuk menenangkan diri dan bersembunyi dibalik luka.Sekalipun tindakan yang ia lakukan juga melukai hati orang lain yang mencintai nya.
Bagaimana kah kisah selanjut nya?? yuk lanjut baca di episode ke 28 .
atau yg bunuh kekasih si Alvian dulu juga Siska haduh ntar Nara juga dibunuh heh benera iblis muka dua tuh