NovelToon NovelToon
Pacar Gamerku Ternyata Bosku

Pacar Gamerku Ternyata Bosku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:591
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​Suara riuh rendah khas jam kosong di kelas 10-MIPA 3 selalu didominasi oleh dua hal: gosip hangat di pojok belakang, atau teriakan frustrasi dari gerombolan siswa di baris tengah. Bagi Naomy, suara yang kedua jauh lebih mengganggu sekaligus memicu rasa penasarannya belakangan ini.

​"Kiri, kiri! Woy, lindungi gue! Ah, telat lo, mati kan gue!"

​"Sabar, cooldown skill gue masih jalan! Mundur dulu, mundur!"

​Naomy menghentikan goresan pulpennya di atas buku catatan Biologi. Ia menoleh ke arah meja milik Tasya dan sisa gengnya. Tiga gadis yang biasanya sibuk membahas drama Korea atau warna lipstik terbaru itu kini tengah menunduk dalam-dalam, menatap layar ponsel masing-masing dengan posisi lanskap. Ibu jari mereka bergerak dengan kecepatan yang tidak masuk akal, sementara wajah mereka tampak sangat tegang, seolah-olah masa depan bangsa sedang dipertaruhkan di dalam layar berukuran enam inci tersebut.

​Rasa asing itu mulai merayap di dada Naomy. Fear of Missing Out. FOMO. Istilah yang

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Minggu Pagi Yang Tenang

​Sinar matahari pagi menyelinap masuk melalui celah-celah ventilasi di atas jendela kamar kos Naomy. Gadis itu menggeliat pelan di atas kasurnya yang nyaman, lalu perlahan membuka mata. Ia melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul delapan pagi.

​Hari ini adalah hari Minggu. Seperti biasa bagi anak kos pada umumnya, hari Minggu adalah hari keramat untuk melakukan ritual bersih-bersih besar-besaran. Tidak ada waktu untuk bermalas-malasan terlalu lama jika ingin kamar kosnya tetap nyaman ditinggali.

​Naomy mengikat rambutnya ke belakang dengan asal, lalu bergegas turun dari kasur. Langkah pertamanya adalah mengumpulkan semua sampah—mulai dari bungkus camilan sisa mabar mereka beberapa hari lalu, hingga tumpukan kertas sketsa kerjaan yang sudah tidak terpakai. Dengan telaten, ia memasukkan semuanya ke dalam kantong plastik hitam besar untuk segera dibuang ke tempat sampah utama di luar gerbang kosan.

​"Huuh... ternyata banyak juga ya barang yang harus dirapikan," gumam Naomy pada dirinya sendiri sambil menyapu lantai kamar kosnya yang mungil.

​Setelah menyapu dan mengepel lantai hingga mengilap, ia beralih ke meja kerjanya yang dipenuhi dengan tablet gambar, tumpukan buku referensi desain, dan beberapa barang pribadi. Satu per satu barang-barang itu ia tata ulang agar terlihat rapi dan estetik. Di sela-sela kegiatannya, pandangan Naomy tidak sengaja jatuh pada ponselnya yang tergeletak di atas kasur.

​Seketika, memori tentang malam kemarin berputar kembali di kepalanya. Kejadian saat Raka mentransfer uang jajan sebesar 50 juta rupiah dan memanggilnya dengan sebutan "Sayang" terasa masih sangat nyata hingga membuat dadanya kembali berdesir hangat.

​Naomy tersenyum sendiri di tengah kesibukannya merapikan kamar. Sambil memegang kemoceng, ia meraih ponselnya, penasaran apakah sang pacar—yang juga merupakan bos besarnya di kantor—sudah bangun atau belum di hari Minggu pagi ini.

​Tringg!

​Suara nyaring dari ponsel Naomy memecah keheningan kamar kos yang baru saja selesai dirapikan. Gadis itu setengah melompat ke arah kasur, buru-buru menyambar ponselnya dengan dada yang mendadak berdegup kencang.

​Di layar ponselnya, sebuah nama baru yang semalam ia simpan dengan perasaan berdebar kini terpampang jelas.

​[Raka 🤍]

​Sebuah notifikasi pesan masuk dari aplikasi chat membuat senyum Naomy langsung mengembang lebar. Ia segera membuka pesan tersebut, dan matanya langsung dimanjakan oleh barisan kalimat manis dari sang kekasih:

​"Pagi, Sayang. Baru bangun ya? Jangan lupa sarapan, jangan langsung mabar dulu pagi-pagi."

​Naomy menatap layar itu dengan pipi yang perlahan kembali memanas. Sungguh rasanya masih seperti mimpi melihat pria sedingin Raka bisa mengirimkan pesan sehangat ini di hari Minggu pagi. Hilang sudah sosok CEO berjas rapi yang ditakuti satu kantor, digantikan oleh seorang pacar perhatian yang sangat manis.

​Ia langsung mengetikkan balasan dengan jemari yang lincah:

​"Pagi juga, Raka! Aku udah bangun dari tadi kok, ini baru selesai bersih-bersih kosan biar rapi. Kamu sendiri baru bangun ya?"

​Hanya butuh beberapa detik sampai status di bawah nama Raka berubah menjadi 'typing'. Naomy menunggu dengan tidak sabar sambil memeluk gulingnya erat-erat, menantikan kelanjutan obrolan pagi pertama mereka sebagai sepasang kekasih.

​Status 'typing' di bagian atas layar ponsel Naomy akhirnya berubah menjadi sebuah pesan baru. Begitu membacanya, Naomy refleks melempar wajahnya ke bantal, menahan teriakan gemas yang hampir saja lolos dari bibirnya.

​"Kalau di chat nggak usah panggil Raka, panggil 'Sayang' aja. Masa panggil nama sendiri ke pacar?"

​Belum sempat Naomy meredakan detak jantungnya yang menggila, sebuah pesan susulan masuk dengan emotikon jail yang sangat khas seorang Raka.

​"Lagian, aku lebih suka dengar kamu panggil aku 'Sayang'. Biar adil, kan aku juga panggil kamu begitu. Coba ketik sekarang, aku mau lihat."

​Naomy menggigit bibir bawahnya, menatap keyboard ponselnya dengan ragu-ragu. Ibu jarinya melayang di atas layar, mengetik beberapa huruf lalu menghapusnya lagi. Menuliskan kata itu secara langsung di ruang obrolan pribadi mereka terasa berkali-kali lipat lebih menantang daripada mengucapkannya secara tidak sengaja semalam.

​"Duh, Raka bener-bener ya... Pagi-pagi udah jago banget bikin jantungan," gumam Naomy dengan pipi yang sudah merona merah sempurna.

​Sambil menarik napas dalam-dalam untuk mengumpulkan keberaniannya, Naomy akhirnya mengetikkan balasan dengan cepat sebelum ia berubah pikiran:

​"Iya, iya... Pagi juga, Sayang. 🫣 Udah puas belum?"

​Ia segera menekan tombol kirim dan langsung membalikkan ponselnya di atas kasur, tidak sanggup membayangkan bagaimana ekspresi kemenangan di wajah Raka saat membaca balasan darinya di seberang sana.

​Belum ada satu menit ponsel itu Naomy balikkan di atas kasur, tiba-tiba benda pipih itu bergetar hebat. Bukan lagi notifikasi pesan, melainkan panggilan telepon masuk. Nama [Raka 🤍] berkedip-kedip di layar, membuat Naomy hampir melompat saking terkejutnya.

​Dengan tangan sedikit gemetar dan jantung yang berdegup kencang, Naomy menggeser tombol hijau ke kanan. Ia mendekatkan ponsel itu ke telinganya dengan sangat pelan.

​"H-halo?" cicit Naomy gugup.

​Dari seberang saluran, terdengar suara kekehan rendah yang sangat renyah. Suara khas orang baru bangun tidur—sedikit serak, berat, namun terdengar berkali-kali lipat lebih seksi di telinga Naomy.

​"Halo, Sayang. Suara kamu kenapa gemetar gitu, hm?" goda Raka langsung, sengaja menekankan kata panggilan baru itu dengan nada yang teramat lembut.

​Wajah Naomy seketika kembali memanas. Ia langsung membenamkan wajahnya ke bantal guling, mencoba meredam rasa salah tingkahnya yang sudah di ambang batas. "Raka... ah, maksud aku, kamu! Jangan mulai deh pagi-pagi."

​"Loh, katanya tadi panggilnya 'Sayang'? Kok diganti jadi 'kamu' lagi? Berarti belum lulus sensor ini," sahut Raka di seberang sana, terdengar sangat menikmati bagaimana ia bisa dengan mudah mengacak-acak fokus gadisnya dari jarak jauh.

​"Kan masih latihan, butuh penyesuaian tahu!" bela Naomy dengan nada manja yang tanpa sadar keluar begitu saja.

​Raka tertawa lepas mendengar pembelaan menggemaskan dari pacarnya. Di apartemennya yang mewah dan sunyi, senyuman Raka tidak pernah luntur sejak membuka mata pagi ini. Pesan singkat dari Naomy benar-benar menjadi pengisi daya terbaik untuk memulai hari Minggunya.

​"Iya, iya, dimaafkan untuk hari ini," ucap Raka lembut, mengalah dengan nada yang sangat memanjakan. "Kamu sudah sarapan belum? Tadi katanya baru selesai bersih-bersih kosan."

​"Belum, baru mau cari makanan di depan gang setelah ini," jawab Naomy jujur.

​"Gak usah keluar gang," potong Raka cepat, terdengar suara gemerisik selimut dan langkah kaki di seberang telepon, menandakan pria itu baru saja beranjak dari tempat tidurnya. "Tunggu di kamar aja. Aku lagi siap-siap jalan ke kosan kamu sekalian bawa sarapan. Kita makan bareng, ya?"

1
dinda.glow
haloo izin mampir ya... saling mampir yuk
bsjelfjbrndsabdvr
nyimak😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!