NovelToon NovelToon
Sejak Kapan Aku Jadi Sekuat Ini?

Sejak Kapan Aku Jadi Sekuat Ini?

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sistem / Slice of Life
Popularitas:21.5k
Nilai: 5
Nama Author: D'Silent Novel

Xu Ming adalah pemuda biasa dari Bumi yang sangat menggemari novel dan komik kultivasi. Suatu hari, keinginannya untuk menjadi tokoh utama benar-benar terkabul. Ia tiba-tiba terbangun di Dunia Tianxuan dan memperoleh Sistem Pembimbing Kultivasi. Namun, alih-alih menjalani petualangan besar, ia justru dipaksa berlatih pedang, berkebun, memasak, melukis, memainkan qin, menulis kaligrafi, hingga melakukan berbagai pekerjaan sederhana selama sepuluh tahun.

Saat Xu Ming mengira perjalanan sebagai seorang kultivator baru akan dimulai, sistem justru menghilang setelah menyatakan bahwa tutorial telah selesai.

Menganggap dirinya masih seorang mortal yang lemah, Xu Ming memilih tinggal di Desa Qinghe dan menjalani hidup tenang. Tanpa ia sadari, seluruh latihan itu telah membuatnya melampaui semua tingkatan kultivasi. Sementara Xu Ming terus meragukan kekuatannya, seluruh dunia justru memanggilnya Senior, menganggapnya sebagai pertapa agung yang menyembunyikan identitas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 — Formasi yang Menyatu dengan Langit dan Bumi

Tetua Mu masih memegang cangkir teh di kedua tangannya.

Aroma teh yang lembut memenuhi halaman rumah.

Ia sudah berkultivasi selama lebih dari tiga ratus tahun.

Selama itu pula, ia telah mencicipi berbagai teh spiritual dari sekte-sekte besar.

Namun...

Tidak satu pun mampu dibandingkan dengan teh di tangannya saat ini.

Hanya menghirup aromanya saja...

Hati yang semula sedikit gelisah perlahan menjadi tenang.

Seolah seluruh dunia kembali sunyi.

Xu Ming tersenyum.

"Silakan diminum."

"Kalau dibiarkan terlalu lama, nanti dingin."

Tetua Mu mengangguk pelan.

"Terima kasih, Senior."

Ia mengangkat cangkir itu dengan penuh hormat.

Seteguk teh mengalir melewati tenggorokannya.

Dalam sekejap...

Boom!

Tubuh Tetua Mu bergetar.

Energi spiritual yang selama puluhan tahun tidak bergerak kini mengalir deras bagai banjir.

Penghalang kultivasi yang mengurungnya mulai retak sedikit demi sedikit.

Retak...

Retak...

Retak...

Tetua Mu buru-buru menekan auranya.

"Tidak..."

"Aku tidak boleh menerobos di kediaman Senior."

Butuh beberapa tarikan napas sebelum akhirnya ia berhasil menenangkan gejolak di dalam tubuhnya.

Xu Ming yang melihat wajah Tetua Mu sedikit memerah bertanya dengan khawatir.

"Bibi, Anda baik-baik saja?"

Tetua Mu tersenyum tipis.

"Aku baik-baik saja."

"Tehnya... sangat nikmat."

Xu Ming menghela napas lega.

"Syukurlah."

"Aku takut rasanya terlalu pahit."

Li Qingxue yang berada di sampingnya juga menyesap sedikit teh.

Hanya setetes.

Namun cukup membuat tubuhnya membeku.

Selama bertahun-tahun ia terjebak di Alam Pendirian Fondasi Tingkat Kesembilan.

Kini...

Ia merasakan penghalang menuju Alam Inti Emas mulai melonggar.

"Teh ini..."

"Mustahil..."

Ia buru-buru menenangkan pikirannya.

Takut kehilangan kendali di depan Xu Ming.

Xu Ming berdiri sambil tersenyum.

"Tunggu sebentar."

"Aku ambilkan buah."

Ia berjalan menuju kebun belakang.

Begitu sosok Xu Ming menghilang di balik rumah...

Tetua Mu akhirnya mengembuskan napas panjang.

"Qingxue."

"Jangan bergerak sembarangan."

Li Qingxue mengangguk.

"Baik, Guru."

Tetua Mu perlahan mengamati halaman rumah.

Awalnya...

Ia hanya ingin mengalihkan perhatian dari gejolak kultivasinya.

Namun semakin lama ia melihat...

Semakin pucat wajahnya.

Tanah di halaman tampak biasa.

Batu pijakan juga biasa.

Pagar bambu terlihat sederhana.

Sumur di sudut halaman bahkan sudah tampak tua.

Tetapi...

Ketika semuanya dilihat sebagai satu kesatuan...

Tetua Mu merasakan sesuatu yang membuat bulu kuduknya berdiri.

"Ini..."

"Mustahil..."

Ia memejamkan mata sejenak.

Lalu membukanya kembali.

Pemandangan itu tetap sama.

Pohon persik berada tepat di tengah halaman.

Sumur berada di sisi timur.

Patung kayu di sudut barat.

Meja batu di bawah pohon.

Pagar bambu mengelilingi seluruh rumah.

Semuanya tersusun dengan posisi yang nyaris sempurna.

Bukan sekadar indah.

Melainkan...

Selaras dengan langit dan bumi.

Tetua Mu bergumam lirih.

"Formasi..."

Li Qingxue menoleh.

"Guru?"

Tetua Mu menarik napas dalam.

"Seluruh rumah ini..."

"...adalah sebuah formasi."

Li Qingxue membelalakkan mata.

"Tapi..."

"Aku tidak melihat bendera formasi."

Tetua Mu menggeleng perlahan.

"Itulah yang mengerikan."

"Formasi biasa membutuhkan bendera, batu roh, atau prasasti."

"Sedangkan tempat ini..."

"...menjadikan alam sebagai fondasinya."

Ia menunjuk pohon persik.

"Itu pusat kehidupan."

Lalu menunjuk sumur.

"Itu pusat aliran energi."

Kemudian melihat pagar bambu.

"Itu batas formasi."

Terakhir...

Tatapannya jatuh pada patung kayu di sudut halaman.

"Itu inti penyeimbang."

Semua itu tampak seperti benda biasa.

Namun bila satu saja dipindahkan...

Keseimbangan Dao di tempat ini mungkin akan berubah.

Tetua Mu menelan ludah.

"Senior..."

"Apakah semua ini disengaja?"

Atau...

Beliau hanya menata rumah sesuka hati?

Kalau jawabannya yang kedua...

Maka pemahaman Senior terhadap Dao Formasi sudah mencapai tingkat yang tak dapat dijelaskan dengan akal.

Li Qingxue memandang sekeliling dengan kagum.

"Guru..."

"Apakah kita aman berada di sini?"

Tetua Mu tersenyum pahit.

"Kalau Senior mengizinkan kita masuk..."

"Maka kita aman."

"Namun..."

"Kalau tanpa izin..."

Ia menatap gerbang bambu yang tadi mereka lewati.

"Aku ragu bahkan seorang Kaisar Agung mampu melangkah melewati gerbang itu."

Li Qingxue langsung menarik napas dingin.

Sebuah pagar bambu...

Ternyata merupakan bagian dari formasi yang bahkan mampu menghalangi Kaisar Agung?

Dunia kultivasi mungkin tidak akan percaya jika mendengar cerita ini.

Saat itu juga...

Langkah kaki Xu Ming terdengar dari arah kebun belakang.

Tetua Mu dan Li Qingxue segera menghentikan pembicaraan mereka.

Xu Ming muncul sambil membawa sekeranjang penuh buah persik segar.

Ia tersenyum hangat.

"Maaf menunggu lama."

"Buahnya baru matang pagi ini."

Baginya...

Ia hanya sedang menjamu tamu dengan buah dari kebunnya.

Namun di mata Tetua Mu...

Senior Xu baru saja berjalan keluar dari pusat formasi tertinggi di dunia...

Sambil membawa harta surgawi di dalam keranjang bambu.

Bersambung...

1
obeng min
lanjutkan
obeng min
luar biasa.pokoknya manatap👍👍👍👍👍
Ilham Yono
nyengir maning🐱
Ilham Yono
cukup senyum aja😄
Ilham Yono
specless 🤭
Ilham Yono
nyengir lagi🐎
Ilham Yono
nyengir 🐅
Ilham Yono
nyengir 🐱
Ilham Yono
nyengir 🐎
Ilham Yono
🤭🤭🤭
Ilham Yono
😄/Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Grin//Facepalm/
Ilham Yono
🧲😍🤣🤭
Ilham Yono
WIS nagel..angel
Ilham Yono
magnet 🧲
Ilham Yono
good job
Ilham Yono
kacau kacau mania
Ilham Yono
no coment
Ilham Yono
nyengir aje
Ilham Yono
wkwkwkwk🤣
Bella Macnolia
semangka semangat upload kakak secepatnya y kakak lebih dari 10 kakak 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!