NovelToon NovelToon
Bima & Bopo Muda

Bima & Bopo Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:361.4k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Novel ini adalah sequel dari Novel karya author yang berjudul Perjalanan Istimewa.

Novel ini berkisah tentang Shima Killa Danurdara, Adik bungsu dari Bopo Arjuna dan juga Bahuraska Adiwangsa, putra Arjuna yang merupakan Bopo Muda Desa Banyu Alas.

Tak hanya itu, di Novel ini juga menceritakan mengenai Bima, adik angkat Aka yang menjadi orang paling dekat dengan Aka dan selalu menemani setiap langkah Aka.

Bagaimanakah perjalanan masa kecil mereka?
Ikuti kisah Shima dan Bahuraska (Aka) juga Bimantara di Novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Rantai Kenakalan

"Ya Allah, ini anak-anak kenapa bisa jadi mainan cat sih, Mo? Emang naro cat dimana?" Cicit Meshwa saat melihat tubuh anak-anak yang belepotan cat.

"Di gudang lah, Mbun." Jawab Arjuna.

"Anak-anakmu tuh yang ngide mau ngecat Rumah Pohon. Mereka gak bilang sama Romo. Romo juga gak tau, kenapa Mamas bisa tau kalau ada cat di gudang. Padahal Romo naronya di bawah tumpukan kardus. Romo aja sampe lupa kalo pernah beli cat itu." Imbuh Arjuna yang membela diri.

"Masak bertiga di rumah sampe gak tau anak-anak itu ngapain aja? Harusnya denger dong, kalo ada suara klotek-klotek di gudang." Kata Nala.

"Gak denger, Ma. Kita bertiga kan lagi meeting. Jadi, ya fokus sama kerjaan." Jawab Mifta.

"Lagian kan yang salah Anak-anak, kenapa jadi Bapak-bapaknya yang kena omel juga?" Protes Dipta.

"Kan tadi kita titip Anak-anak sebelum berangkat ke pasar, Mas. Katanya iya, tenang aja, aman. Aman apanya yang aman. Malah pada cosplay jadi badut gini." Sahut Kamelia.

"Ya kita kira mereka aman loh, Bu. Orang anteng-anteng aja di belakang." Kata Dipta.

"Justru yang anteng itu harus di curigai. Pasti ada proyek diluar nalar yang di kerjain sama mereka." Ujar Kamelia.

"Emang gini nih, kalo nitipin anak ke Bapaknya. Ada aja hasilnya yang malah bikin naik darah." Ujar Meshwa lagi.

"Ya maaf, Mbun. Namanya juga disambi kerja." Kata Arjuna.

"Lagian juga ngapain pada kerja di ruang tamu. Kerja di teras belakang kan juga bisa. Jadi bisa sambil ngawasin anak-anak yang luar biasa proyeknya kalo lagi kumpul gini." Kata Nala.

"Berisik to, Ma. Kan kita tadi meeting." Jawab Mifta.

"Lho! Ini kenapa kok pada ketumpahan cat gini?" Tanya Shima sambil terkikik geli melihat Keponakan-keponakannya sedang duduk di lantai sembari di gosok badannya dengan menggunakan spons.

"Ini, di tinggal ke Pasar, malah luput dari pantauan." Jawab Meshwa.

"Kok kamu baru dateng sih, Dek? Kemana aja kamu tuh.'' Kata Arjuna yang merasa kehilangan Mandor untuk mengawasi anak-anak.

"Aku tadi kan ikut Buna sama Bopo." Jawab Shima.

"Harusnya tuh kamu di rumah aja lho, Dek. Ngawasin ponakan-ponakanmu yang super duper ini. Kalo sama Nty Ncim kan semuanya nurut." Ujar Mifta.

"Ini pada kayak gini pasti karena di tinggal pergi sama Ibu-ibunya terus dititipin ke Bapak-bapaknya." Tebak Shima yang kemudian tertawa.

"Paling bener tuh nitipin Anak-anak ke Nty Ncim, memang. Malah semuanya aman terkendali." Kata Meshwa.

"Sini-sini, tak bantuin ngosoki Anak-anak." Kata Shima yang kemudian membantu para Ibu.

"Ini kok susah banget gini, ya." Keluh Nala.

"Kalo Bopo sama Ayah, biasanya pake tiner atau bensin buat ngilangin bekas cat di tangan." Kata Shima.

"Terus, ponakanmu sebanyak ini mau di gerujuk pake bensin gitu, Mbak?" Kekeh Nala.

"Gek di obong, ben rampung sisan. (Terus di bakar biar sekalian selesai.)" Timpal Arjuna.

"Kok kita mau di bakar sih, nanti gak punya anak loh." Kata Bima.

"Romo sama Mbun bikin lagi, lah." Jawab Arjuna yang membuat Bima merengut.

Tiga Ibu-ibu itu hanya bisa menghela nafas. Dibantu oleh Shima, mereka bahu-membahu membersihkan tubuh anak-anak dari cat sambil terus menggerutu.

Sementara itu, Anak-anak yang merasa bersalah hanya bisa terdiam pasrah sambil mendengarkan gerutuan yang tak ada habisnya dan merembet kemana-mana.

Meski tak mudah, namun akhirnya mereka berhasil membersihkan tubuh anak-anak dari cat yang menempel.

"Ini bajunya gimana? Gak mau hilang nodanya." Kata Arjuna.

"Ya mau gimana lagi, Mo. Buang aja lah." Sahut Meshwa yang masih merasa kesal.

"Yah, Mbun... Baju kesayangan aku." Kata Aka.

"Terus gimana, dong? Sekalian di celup di cat, biar rata warnanya?" Tanya Meshwa yang membuat Aka menunduk lesu.

"Jangan sedih ya, Mas. Besok kita beli lagi baju baru yang kayak gitu." Kata Bima yang berusaha menghibur Aka.

"Tapi kalo gak ada lagi yang jual, baju yang kayak gitu, gimana?" Tanya Aka.

"Kita suruh orangnya buat jual lah, Mas. Kita kan anaknya orang kaya, pasti penjualnya mau jual lagi kalo kita belinya mahal." Ujar Bima sambil mengusap-usap bahu Aka.

Melihat itu membuat para orang tua memalingkan wajah mereka karena tawa mereka yang nyaris meledak. Sementara Shima langsung terbahak-bahak ketika mendengar ucapan polos Bima.

Setelah selesai bersih-bersih, anak-anak itu pun di giring menuju ke Rumah Arsha untuk makan siang bersama dengan menu soto yang sudah disiapkan.

"Widihh... Cucu-cucu Opa yang habis bikin geger geden (Keributan besar). Udah pada wangi sabun colet ini." Ledek Aksa.

"Kung-kung nih heran, cuma berdua, ya nggolek molo (nyari petaka). Sekarang bertujuh kok malah tambah jadi." Ujar Arsha sambil geleng-geleng kepala.

"Berdua nyari petaka, bertujuh mengguncang dunia." Sahut Arjuna yang membuat Aksa dan Arsha tertawa.

"Bisa hilang catnya pake apa ini?" Tanya Aksa kemudian.

"Pake air hangat sama sabun colet, Pa. Tapi di gosoknya kuat-kuat, nih sampe merah semua badannya." Adu Sena sambil bergelendot pada Opanya.

"Emang di gosok pake apa lho?" Tanya Arsha sambil terkekeh.

"Pake spons yang untuk cuci piring." Sahut para bocah hampir bersamaan.

"Lho! Ya mending. Coba kalau Opa yang bersihin. Opa gosok pake kawat yang untuk bersihin bokong wajan." Kata Aksa yang membuat Arsha, Arjuna dan Mifta tertawa.

"Udah, bikin Mbun, Mama sama Bubunya marah-marah?" Tanya Saira yang datang dengan membawa dua piring tempe goreng hangat. Sementara itu, di belakangnya ada Raina yang membawa nasi dan Meshwa, Nala juga Kamelia yang membawa nampan yang berisi mangkuk dengan soto yang masih mengepulkan asap di dalamnya.

"Wihh, makan! Pas banget udah laper, abis di gosokin badannya." Kata Satrio.

"Lebih laper Bubu yang gosokin badanmu, Kak. Sampe-sampe pingin makan Kak io, tadi." Sahut Kamelia yang memecah tawa mereka.

"Besok lagi jangan main aneh-aneh to, Nang, Le, Nduk. Yang anteng gitu, lho. Jangan bikin yang tua-tua ini spot jantung tiap hari." Kata Raina.

"Udunen (bisulan) nanti kalau anteng sehari, Bu." Jawab Dipta.

"sama kayak kalian berdua dulu, udunen bokonge kalau sehari gak bikin ngelus dada." Sahut Saira,

"Ra trimo mung ngelus dodo. Ngasi ngelus sirah karo rai mbarang. (Gak cukup cuma ngelus dada. Sampe ngelus kepala sama wajah juga)" Sahut Aksa.

"Harusnya dulu, sebelum punya anak, kita tuh ruwatan dulu, ya. Biar mutus rantai kenakalan." Ujar Arjuna.

"Yang ngeruwat gak sanggup, Jun. Jelas pada angkat tangan. Wong demit wae ngasi do mangkel nyawang polahmu. (Orang setan aja sampai kesel ngelihat tingkah lakumu)" Ujar Aksa yang kembali memecah tawa mereka.

1
Santi
makasi kak oleh2 ya, double up, 🙏🙏pasti tahu lah mamas, bopomu kan bopo istimewa,
Munas Tuti
ayoo oleh2 apa yg yg dibawa Aka..
Santi
syukurlah ratunya baik, jadi ga terjadi masalah besar
Munas Tuti
belum tau ajaa walu kelas Aka klo anak remaja itu seorg bopo.. .alhamdulillah temens Aka kembali
Mulyani Asti
Alhamdulillah gak sampe kejadian kaya Arjuna dulu waktu acara kampus,untung nya nyai nya baik sama aka aku udah deg2 an padahal
Nur Wakidah
oleh2 dari Nyi Ratuuuuuu , , ,
lhah gimna Romo mu gk tau Mas 🤭🤭🤭 wong Romo juga sakti mandra guna 😀😀😀 tp sok ben luweh sakti Mas Aka ✌️✌️✌️ piihhhh Mas Jun jangan marah 😀😀😀
Alah2 Bima leh so sweetttt 🤭🤭🤭 padine kangen Mas Aka 3 dino ora kepetuk ora ng sg dijarak i 🤣🤣🤣
Murti Puji Lestari
ya Allah.. irisan bawangnya sampai sini😭😭😭
amilia amel
kamu salah Ka kalo nanya sama romo-mu
wong romo-mu bopo istimewa
tapi masih istimewa dirimu kok Ka
Munas Tuti
sopo yoo sing nyeloi Aska mau bengii..
Rahmawati
oleh oleh nya apaan tuh
Rahmawati
pak wali kelas gk tau ya kalo aka itu calon bopo😂
Munas Tuti
Yaa Allah melas banget Arjuna...ikutan mrebes mili ikiii
Kristiana Subekti
up lagi thor 😁🤭
Atik Kiswati
sesuatu yg berbau mistis tu bagiku mengerikan.....gk bisa di nalar ama otak kt,hrs pake hati....kalau hatinya baik / bersih sih gpp tapi kalau hatinya jahat / kotor mlh tambah berabe.....
syora
kira kira oleh" apa ya
apapun itu semoga bermanfaat tnpa ada efek berbahayanya
lah mama's mama's aneh bin ajaib romomu kuwi titisan bopo pertama loh
ryriz: semuanya kan titisan... tp yg mewarisi batu panca warna milik bopo cokro manggala kan mamas aka...
total 1 replies
Cica Aretha
allhamduliah di kasih doble up..makasih thor ..semangattttt💪😍
TS
mas Aka dapet apa ya,,,,.semangat Thour Up yang banyak
Nuri 73749473729
alhamdulillah.... bs double2 up Thor semangat thor lanjut
💗 AR Althafunisa 💗
Lanjut ka 🥰🥰🥰❤️❤️❤️
Kasandra Kasandra
double up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!