Nagita Mahendra harus menerima kenyataan pahit jika ternyata dia telah di hianati oleh tunangan dan sahabatnya. Setelah mengetahui semuanya, Nagita menjadi lebih dingin dan berniat membalaskan sakit hatinya. Di saat yang sama, ada seorang laki-laki yang bernama Damian Wijaya klien dari ayahnya. Di menawarkan diri untuk membantunya dengan berpura-pura menjadi kekasih Nagita. Hingga hubungan pura-pura itu berlangsung lama, dan membuat hati Nagita kembali bisa merasakan indahnya cinta. Bagaimana kisah Nagita yang harus berjuang melupakan kisah cintanya kepada Damian setelah mengetahui jika ternyata laki-laki itu sudah mempunyai seorang tunangan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viar05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27 Mimpi Buruk Nagita
Setelah dua minggu lamanya Damian berada di luar kota. Perkiraan nya meleset, dari yang semula hanya satu minggu kini sudah lebih. Soraya yang mengetahui hal itu merasa cemas dan langsung menghubungi putranya dan menanyakan kabar Damian di sana. Hatinya merasa tenang setelah Damian menjelaskan semuanya.
Hari ini Soraya akan datang ke acara amal, yang di sponsori oleh butik ternama. Di sana akan diadakan acara fashion show dan hiburan lainnya. Soraya berniat datang bersama sahabatnya sesama komunitas yang beberapa bulan ini sudah diikutinya.
Soraya sudah berangkat dari pagi-pagi sekali untuk membantu persiapan pameran milik temannya. Mereka akan berjualan berbagai peroduk makanan dan minuman, dan uangnya akan di berikan untuk beramal.
Melissa dan Nagita ternyata turut hadir di acara itu. Melissa sendiri hadir sebagai ketua dari yayasan penyelenggara acara itu. Nagita senang karena bisa datang ke tempat ini, dimana banyak nya orang-orang yang hadir dan berbagai produk yang di jual di sana. Setelah lelah berkeliling, Nagita akhirnya berhenti di sebuah stand milik Soraya. Dia tertarik dengan barang yang mereka jual di sana. Nagita pun membeli beberapa porsi untuk para pengawalnya.
"Kamu darimana Sayang? Bunda nyariin kamu dari tadi?" tanya Melissa.
"Habis beli ini!" tunjuk Nagita ke kotak yang dibawanya.
"Apa itu Sayang?"
Nagita segera membuka kotak itu dan ternyata isinya salad buah dan mekaroni panggang.
"Wah kamu dapat darimana makanan ini, kelihatannya enak banget." Ucap Melissa
"Iya Bunda, aku sampai ngiler lihat ini. Ayo kita cobain Bunda!" ajak Nagita.
Melissa mengangguk lalu mengajak serta semua karyawan nya untuk mencobanya, dan ternyata rasanya sungguh enak. Ibu hamil itu sampai ketagihan dan nambah satu porsi. Setelah kenyang, Nagita pergi keruangan yang di khususkan untuk sang Bunda. Dia ingin mengistirahatkan tubuhnya terasa lelah.
Jam tiga sore, Nagita akhirnya pulang bersama Melissa. Tadiny dia ingin membawa makanan yang tadi di belinya untuk di rumah, namun sayangnya sudah terjual habis. Nagita merasa kecewa, namun dia tidkk bisa memaksakan keinginannya.
Sampai di rumah, Nagita segera membersihkan tubhnya, yang sudah terasa lengket itu. Nagita menatap pantulan perutnya di kaca, dia tersenyum sambil mengusap perut buncitnya. "Baik-baik ya Sayang, beberapa bulan kedepan kita akan bertemu. Namun tiba-tiba saja air matanya menetes, dia teringat dengan ayah janin yang ada dalam kandungannya. "Kenapa harus kangen sama dia sih!" gerutu Nagita, lalu keluar dari kamarnya.
Nagita segera memakai pakaian nya ynag nyaman di gunakan saat sedang berbadan dua. Dia keluar dari kamarnya menuju dapur, lalu membuka kulkas. Disana dia mencari camilan untuk menemani santai sorenya.
"Mbak sedang apa?" tany. pelayan di rumahnya.
"Eh Bibik, aku ingin makan buah Bik!" ucap Nagita sambil mengeluarkan beberapa jenis buah-buahan yang ada di dalam kulkas menaruhnya di meja.
"Sini biar bibik yang kupasin buahnya Mbak!"
"Terima kasih Bik!"
Nagita memperhatikan bibik nya yang sedang mengupas dan memotong semua buah dengan cekatan, kelihatan nya mudah sekali. Pikir Nagita. Setelah selesai, bibik menaruhnya di piring dan menyajikannya untuk Nagita. Tidak lupa satu gelas susu juga disiapkan oleh bibik.
Nagita menikmati potongan vuahbitu sambil menikmati tontonan kartun kesukaannya. kadang terdengar dia tertawa geli. Melissa datang lalu duduk di samping putrinya, yang sedang fokus menonton televisi.
"Bunda mau?" tawar Nagita.
"Tidak Sayang, kamu makan saja. Bunda masih kenyang." Sahut Melissa.
Nagita mengangguk, lalu kembali menikmati camilan nya. Melissa bersyukur karena putrinya sama sekali tidak rewel saat hamil seperti ini. Kadang rasa kasihan sering datang saat melihat Damian yang selalu datang hanya untuk bertemu dengan Nagita. Namun Melissa tidak mau memaksa anaknya, jika memang dia keberatan untuk betemu laki-laki itu.
*****
Setelah dua Minggu di luar kota, akhirnya malam ini Damian bisa pulang karena pekerjaan nya di sana sudah selesai. Ketiga laki-laki itu akhirnya bisa bernafas lega, setelah beberapa minggu ini disibukan dengan urusan pekerjaan.
"Besok kalian berdua boleh libur selama dua hari, biar urusan kantor aku serahkan kepada orang lain." Ucap Damian.
"Baik Pak, terima kasih." Ucap kedua bawahannya itu.
Kini mobil meluncur di jalanan aspal yang mulus. Malam begitu dingin dan suasana di jalan terasa sepi, mungkin karena sudah malam sehingga banyak yang sudah beristirahat. Mobil Damian berada di kawasan yang sangat sepi, nmaun mereka tidak merasa takut sama seklai karena walaupun sepi di sini terbilang daerah aman.
Namun mereka salah, tiba-tiba saja ada dua buah mobil berwarna hitam yang menghadang lajur mobil Damian. Membuat keempat orang itu terkejut.
"Ada apa ini Pak?" tanya Damian
"Maaf Pak, seperti nya ada mau main-main dengan kita." Ucap sang sopir, lalu menghetikan mobilnya.
"Labih baik Anda jangan keluar dulu Pak, kita harus hati-hati. Saya sudah menghubungi anak buah kita untuk datnag kesini." Ucap Adnan.
Damian mengangguk, lalu dia diam sambil memperhatikan orang-orang yang turun dari mobil itu. Mereka berpakaian layaknya preman sambil membawa senjata tajam. Mereka semua terlihat mendekati mobil Damian dan mulai menggedor pintu mobilnya.
"Keluar kalian, segera hadapi kami!" teriak salah satu diantara mereka.
Namun tidak ada satupun yang keluar dari mobil. Membuat mereka emosi, lalu mengeroyok mobilnya Damian. Karena mereka begitu banyak membuat tidak seimbang dan akhirnya mobil itu rusak parah. Damian langsung keluar dari mobil bersama ketiga yang lainnya.
"Siapa kalian? Kenapa mengganggu perjalanan kami?" tanya Damian.
"Kalian tidak usah tahu siapa kami, yang jelas kalian harus musnah di tangan kami." Ujar mereka.
"Aku tidak mengenal siapa kalian, jadi menyingkirlah sebelum aku berbuat kejam." Ucap Damian merasa kesal.
Namun mereka malah tertawa, dan meremehkan Damian.
"Banyak bacot kalian, serang mereka." Ucap salah satu yang sepertinya menjadi ketuanya.
Perkelahian pun tidak terelakan, Damian dan Adnan bisa melawan mereka satu persatu. hingga mereka tumbang. Kini tersisa beberapa orang saja, Damian langsung menyerang ketua dari preman itu hingga nyaris pingsan. Anak buah Damian akhirnya datang dan membereskan kekacauan di sana, dan membawa beberapa orang untuk Damian sekap. Dia ingin tahu, siapa yang menyuruh para preman itu.
Jam Dua dini hari, Damian baru sampai di rumahnya. Kondisi nya sedikit babak belur terkena pukulan saat berkelahi tadi. Untung saja, mamanya sudah tidur, jadi kali ini dia bis menghindari pertanyaan yang pasti di berikan oleh Soraya.
Sementara itu di kediaman Mahendra, Nagita tidur dengan gelisah. Dia bermimpi buruk sampai membutanya terbangun.
"Damian!" ucap Nagita dengan nafasnya yang memburu.
"Hah ... hah ... untung saja hanya mimpi." Gumam Nagita, lalu mengusap perutnya karena sepertinya janin itu ikut merasakan apa yang sedang di rasakan oleh ibunya.
"Kamu cemas juga ya Sayang? Semoga dia baik-baik saja Tuhan." Batin Nagita.
Lalu dia berjalan menuju ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya supaya lebih tenang.
ku kasih bunga Thor biar semangat up nya💪🔥
d tnggu jdohnya arkana,biar ga jd playboy trs...😁😁😁