NovelToon NovelToon
The Red Dragon'S Whisper

The Red Dragon'S Whisper

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Istana/Kuno / Romansa Fantasi
Popularitas:720
Nilai: 5
Nama Author: Sarifah31

Di tengah pusaran takdir yang gelap, Kai terjebak di antara kutukan membara dan bisikan mistis Sang Naga Merah. Namun, bahaya terbesar justru datang dari keanggunan empat wanita penuh misteri di sekelilingnya:

Yuki, dengan topeng kitsune penutup niat aslinya.

Rei, si rambut perak penyimpan rahasia terdalam.

Hana, yang menyimpan kelembutan sedingin es.

Mai, dengan tatapan penjerat jiwa yang mematikan.

Ketika cinta, darah, dan ambisi berjalin menjadi satu, setiap senyuman manis bisa menjadi jebakan yang mematikan. Siapakah di antara mereka yang akan menjadi penyelamat Kai, dan siapa yang justru menjadi duri yang menghancurkannya?

"Satu bisikan naga, satu pemuda, dan empat takdir wanita. Siapa yang akan bertahan saat rahasia terungkap?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarifah31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyesalan di Ambang Gulita

Langkah kaki Ming Tonk menghentak tanah basah di luar gua dengan gusar. Dinginnya angin malam perbatasan yang menusuk kulit sama sekali tidak mampu memadamkan gejolak panas yang telanjur membakar ubun-ubunnya. Siluman itu berjalan beberapa tombak menjauhi celah batu yang tertutup akar gantung, lalu bersandar pada sebatang pohon tua yang meranggas. Tangannya memukul batang pohon itu hingga kulit kayunya mengelupas, meluapkan amarah yang tertahan di dada.

"Sialan!" dengus Ming Tonk dengan suara tertahan, giginya bergemeletuk menahan geram.

Ia melirik ke arah pintu gua yang gelap gulita, tempat di mana Yuki kini sedang menjaga mangsa tangkapan mereka. Rasa takut kepada sang majikan memang menahan langkahnya, namun bayangan kemolekan tubuh Hana yang hanya berbalut pakaian dalam tipis tadi terus berputar-putar di dalam kepalanya, menjelma menjadi siksaan batin yang tiada habisnya. Setiap jengkal kulit mulus sang gadis suci yang sempat ia lihat di bawah temaram lilin benteng timur seolah mengejek kepatuhannya malam ini.

Ming Tonk meludahi tanah, napasnya memburu pendek. Rasa sesal yang teramat sangat mendadak menyergap sanubarinya dengan begitu pekat.

"Harusnya tidak perlu kuperdulikan rencana politik sialan itu," bisik Ming Tonk pada kegelapan malam, suaranya sarat akan keputusasaan yang kotor. "Bodoh sekali aku! Mengapa saat di atas ranjangnya tadi aku tidak langsung menidurinya saja sebelum membawanya ke sini? Toh, jikapun energinya kacau atau Kai menyadarinya nanti, aku sudah merasakan kenikmatan tiada tara dari wanita suci klan selatan itu."

Ia mengepalkan kedua tangannya hingga kuku-kukunya yang tajam menusuk telapak tangannya sendiri. Penyesalan itu terasa begitu nyata dan menyakitkan. Di dalam benaknya, ia mengutuk dirinya sendiri karena terlalu patuh pada ancaman Yuki. Jika saja tadi ia bergerak lebih cepat di kamar benteng, saat Hana sudah terengah-engah dan tak sadarkan diri akibat rangsangannya, semua hasratnya pasti sudah terpuaskan tanpa ada yang bisa mencegah.

"Sekarang... semuanya sudah terlambat," gumamnya getir sembari menatap langit malam yang mulai memucat di ufuk timur.

Nasi telah menjadi bubur. Hana kini berada di bawah pengawasan ketat Yuki, siap dijadikan umpan dalam bidak catur politik yang sama sekali tidak dipedulikannya. Sementara dirinya, sang pelaksana tugas yang mempertaruhkan nyawa menyusup ke sarang musuh, hanya bisa berdiri di luar dalam kedinginan, menelan ludah kering bersama rasa sesal yang akan terus menghantuinya sepanjang malam ini.

⛅⛅⛅

Pagi yang dinanti Yuki akhirnya tiba saat semburat cahaya fajar mulai menembus sela-sela akar gantung yang menutupi mulut gua. Setelah memastikan Hana masih terikat kuat dalam pengaruh sihir tidur yang lelap di sudut jerami, siluman rubah itu memutuskan untuk masuk ke dalam ruang kecil di bagian dalam gua yang ia gunakan sebagai kamar pribadinya. Ia perlu merapikan penampilannya, mengoleskan sedikit ramuan pucat di wajahnya agar aktingnya sebagai korban yang teraniaya di hadapan Kai nanti terlihat sempurna tanpa celah.

Begitu langkah kaki Yuki terdengar menjauh dan pintu kayu bagian dalam gua tertutup rapat, suasana di ruang utama kembali sunyi. Namun, kesunyian itu tidak bertahan lama.

Sebuah bayangan bergerak cepat dan senyap dari arah luar. Ming Tonk, yang sejak tadi menahan dongkol dan napas yang sesak di luar gua, melangkah masuk dengan mata yang berkilat liar. Sejak awal, penyesalan telah membutakan akal sehatnya. Mendengar deru napas Yuki yang sudah menjauh ke ruangan dalam membuat insting liciknya bangkit seketika. Kesempatan emas ini tidak akan datang untuk kedua kalinya.

"Persetan dengan rencana rubah tua itu," bisik Ming Tonk dengan seringai serakah yang menghias wajah kasarnya.

Ia melesat menuju sudut jerami, menatap Hana yang masih terbaring tak berdaya dengan pakaian dalam yang masih agak tersingkap. Nafsu yang terpendam sejak semalam membuat tangannya gemetar saat ia menyergap tubuh lemas sang gadis suci. Tanpa membuang waktu satu detik pun untuk memuaskan hasratnya di tempat itu karena ia tahu Yuki bisa keluar kapan saja jadi Ming Tonk langsung menyelimuti tubuh Hana kembali dengan kain hitam, lalu mengangkatnya ke atas pundak dengan sentakan kuat.

"Kita pergi dari tempat ini, Gadis Suci. Kau adalah milikku sekarang, bukan milik Kai ataupun Yuki," desis Ming Tonk pelan di dekat telinga Hana yang masih mendengkur halus tanpa sadar.

Dengan gerakan kaki yang dipercepat oleh ketakutan sekaligus gairah yang meluap, Ming Tonk berbalik arah. Ia melompati bebatuan gua dengan lincah, menerobos keluar melewati sulur-sulur akar gantung, dan langsung mengambil jalan setapak paling terjal yang mengarah jauh ke dalam wilayah hutan terlarang jalur yang berlawanan arah dengan benteng timur maupun markas klan Rei.

Ia tahu, begitu ia melangkah sejauh ini, tidak ada lagi jalan untuk kembali. Langkah ini adalah pengkhianatan total terhadap Yuki. Rencana besar untuk mengadu domba Kai dengan Rei yang sudah disusun rapi oleh sang siluman rubah kini telah hancur berantakan, gagal total bahkan sebelum sempat dimulai, hanya karena keserakahan seorang pelayan tingkat rendah yang menolak patuh pada aturan main atasannya. Di dalam gua yang kosong, hanya waktu yang akan menjawab seberapa mengerikan amarah Yuki saat menyadari umpan berharganya telah dilarikan ke tempat yang tak terjangkau.

1
ginevra
kenapa semuara orang mau bikin gara2 sama kai sih
ginevra
anggun sekali penggambarannya
Aquarius97 🕊️
buat saja Hana menjadi istrimu Kai ... atau mengamuk saja dulu, mereka pasti tunduk
Aquarius97 🕊️: hihihi siapp akak 🙏🏻
total 2 replies
Xlyzy
pergi gitu aja mai tinggalkan jejak gitu Tah berupa ayam bakar mungkin 😁
Sarifah_Aini97: Haha bisa aja nih! Kalau jejaknya ayam bakar, yang ada malah langsung habis dicemilin sebelum ketemu jalan pulangnya 😂 Makasih ya udah mampir dan baca!
total 1 replies
Miu.Nuha
haish Hana punya rasa takut juga ya ternyata 🤭 tadi sok2 berwibawa saat bicara berdua, hehe...
Miu.Nuha
apakah naga di dalam tubuh kai pernah keluar dan mengamuk?? 😱
Sarifah_Aini97: belum sampai kesitu isi ceritanya
total 1 replies
Rain Aricia
Kok aku merasa si Hana ada rasa ga suka gitu ya sama Kai? Apa mereka saling benci
Sarifah_Aini97: Pertanyaan bagus! Apakah mereka saling benci atau ada alasan lain di balik sikap mereka? Penasaran kan? Yuk, terus ikuti kelanjutannya, pelan-pelan rahasianya bakal terbuka kok! 🤗
total 1 replies
MULIANA💦
nah kan. hana sejenis mata-mata untuk melihat keadaan
Rain Aricia
Eh berarti si naga tau dong apa aja yang dipikirin sama Kai🤔
MULIANA💦
apa hana mata-mata yang dikirimkan?
Three Flowers
Mai atau Hana yang jahat?
Three Flowers: hehe iya gpp deh Thor... penasaran bikin tambah sedep nikmatin kisahnya
total 4 replies
Three Flowers
berarti Hana berada di pihak lawan?
Cimol krispy
Hei Mai, jangan asal bicara. bisa jadi Hana juga di paksa untuk datang
Cimol krispy
seolah² seisi benteng tengah mempersiapkan sesuatu yang besar dan berbahaya ya Kai
-Thiea-
jadi, semua orang pengen lihat si kai jatuh ya. karena kekuatannya sudah dianggap melemah, gak sekuat dulu. 🤔
Filan
vibenya sangat tegang tapi masih belum begitu paham masalah yang sedang mereka hadapi. Di sini hanya Hana yang bukan berasal dari klan mereka dari 4 wanita itu ya.
Mega Siregar
apakah itu peringatan😧?
Xlyzy
Apa yang mereka cari?, bisa bisa di tengah perjamuan bikin kacau
Three Flowers
apakah mereka mengincar Hana?
Three Flowers
sosok Mai ini kelihatan bar bar, kebalikan dari Hana.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!