NovelToon NovelToon
Kabur Ke Gunung Kawi Nyasar Ke Pelaminan Yang Di Dua Kan

Kabur Ke Gunung Kawi Nyasar Ke Pelaminan Yang Di Dua Kan

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Pernikahan Kilat
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Niat Diaz kabur ke Gunung Kawi demi menghindari perjodohan malah berbelok 180 derajat saat ia mampir salat di Masjid Baiturrahman.
Diaz tidak sengaja menabrak Ganda Mahesa.
Anak kiai kaya raya yang sedang panik setengah mati karena calon istrinya tidak datang satu jam sebelum akad.
Demi menjaga harga diri keluarga di hadapan 200 undangan, Ganda nekat menembak Diaz:
"Mbak, mau gak nikah sama saya? Sekarang. Daripada saya dipermalukan satu Kepanjen."
"Oalah mas saya aja kabur dari perjodohan dan mau ke gunung Kawi untuk mencari ketenangan."
"Mbak mau pesugihan? Astaghfirullah mbak iling mbak. Saya kasih semuanya mbak."
"Saya nggak cari pesugihan saya hanya ..."
Hanya dalam 10 menit, akad dadakan itu sah. Suasana sakral pun langsung pecah oleh bisik-bisik julid emak-emak:
"Iku sopo toh seng rabi karo Ganda? Kok koyo ojek online, dipesen langsung dateng!"
Drama sesungguhnya dimulai ketika Laura, sang calon istri asli, tiba-tiba datang terlambat dan meminta ganda untuk menikahinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Umi Maryam melangkah masuk ke dalam ndalem dengan wajah tegang dan memerah menahan amarah yang sudah diubun-ubun.

Di belakangnya, Laura berjalan dengan langkah yang sengaja dilemas-lemaskan, bergelayut manja pada lengan ibunya seolah kekuatannya telah habis.

Keluarga besar Laura menyusul di belakang mereka, membawa aura mengintimidasi yang langsung memenuhi ruangan.

Mata Umi Maryam langsung tertuju sinis pada Diaz yang duduk kaku di kursi kayu ukiran.

Sementara itu, dari balik air mata buatannya, Laura melempar pandangan benci yang terselubung tajam ke arah madunya tersebut.

Pintu jati ndalem ditutup rapat. Ruang tamu utama mendadak hening dan terasa begitu mencekam.

Di ruangan itu kini hanya tersisa Abah, Umi Maryam, Ganda, Diaz, serta Laura dan kedua orang tuanya.

Tok! Tok! Tok!

Abah mengetukkan jemarinya ke atas meja kayu jati dengan ritme yang teratur namun tegas, memecah keheningan sekaligus meminta kejelasan mutlak dari putra kandungnya.

"Ganda, jelaskan pada Abah. Bagaimana bisa terjadi dua akad nikah sekaligus dalam satu hari?"

Ganda menegakkan punggungnya. Ia menatap Abah dengan pandangan jantan, tanpa ada keraguan sedikit pun di matanya.

"Abah, Umi, dan Om-Tante sekalian," buka Ganda, suaranya terdengar berat dan berwibawa.

"Satu jam sebelum akad dimulai, posisi ratusan undangan sudah memenuhi Masjid Baiturrahman. Katering sudah siap, takmir sudah menunggu. Namun, Laura sama sekali tidak bisa dihubungi. Ponselnya mati total."

Ganda melirik Laura sekilas sebelum kembali menatap Abah.

"Sebagai anak seorang kiai, Ganda memikul nama besar Pondok Pesantren Al Ikhlas di pundak Ganda. Jika pernikahan itu batal secara sepihak tanpa alasan yang jelas, hari ini juga nama baik pesantren kita akan hancur dan menjadi bahan gunjingan satu Jawa Timur. Ganda harus mengambil keputusan cepat demi kemaslahatan umat dan menyelamatkan harga diri keluarga dari aib. Di saat itulah, Ganda bertemu Diaz dan memintanya menjadi istri Ganda."

Mendengar penjelasan Ganda yang begitu menyudutkannya, Laura langsung terisak kencang.

Ia merosot dari kursinya, berlutut di dekat kaki Abah sambil menangis histeris demi menarik simpati sang kiai sepuh.

"Bukan begitu, Abah. Demi Allah, Laura tidak bermaksud kabur!" tangis Laura pecah, suaranya terdengar begitu merana dengan alasan klise yang sudah ia siapkan.

"Di perjalanan menuju masjid, dada Laura tiba-tiba sesak dan kepala Laura pusing hebat sampai hampir pingsan di pinggir jalan. Ponsel Laura lowbat karena panik, Abah. Laura sakit mendadak dan tidak tahu kalau keterlambatan Laura justru membuat Mas Ganda tega menggantikan posisi Laura dengan perempuan lain!"

Setelah tangisan Laura mereda menjadi sesenggukan kecil, Abah mengembuskan napas panjang.

Beliau mengalihkan pandangan tajam namun bijaksananya yang sarat akan pengalaman hidup kepada Diaz.

"Nduk," panggil Abah, suaranya tenang namun berwibawa.

"Sekarang Abah mau dengar darimu. Tolong bicara jujur, siapa kamu sebenarnya dan bagaimana asal-usulmu sampai bisa berada di masjid tadi?"

Diaz yang sejak tadi meremas ujung kausnya akhirnya mendongak.

Ia sudah pasrah dengan apa pun yang akan terjadi pada nasibnya hari ini. Dengan helaan napas berat, ia membuka suara dengan jujur.

"Saya lari dari perjodohan paksa yang diatur oleh Mama saya, Abah. Pria itu egois dan saya merasa tercekik," aku Diaz, suaranya bergetar namun terdengar tegas.

"Saya kabur bawa motor subuh-subuh tanpa arah yang jelas. Dan tujuan awal saya sebenarnya mau ke Gunung Kawi."

Mendengar kata 'Gunung Kawi' meluncur bebas dari bibir Diaz, petir seolah menyambar ruang tamu ndalem. Umi Maryam dan keluarga besar Laura langsung tersentak, wajah mereka memucat sebelum akhirnya beristighfar dengan sangat heboh.

"Astaghfirullahaladzim! Gunung Kawi?!" tuduh Umi Maryam dengan nada menghina yang kentara, tangannya mengibas-ngibaskan udara seolah-olah Diaz membawa sial.

"Kamu mau pesugihan, ya?! Kamu mau menumbalkan anakku, Ganda?!"

Mama Laura ikut menimpali dengan sinis, "Ya Allah, Ganda! Kamu menikahi perempuan pemuja dukun!"

Diaz menggelengkan kepalanya cepat. Rasa jengkel bercampur geli membuat ekspresi wajahnya terlihat sangat polos di tengah kepanikan orang-orang kaya di depannya.

"Bukan, Umi! Saya tidak tahu-menahu soal pesugihan. Saya cuma mau naik ke gunungnya untuk hiking, mencari ketenangan biar tidak stres. Saya tidak tahu kalau tempat itu dipakai untuk ritual yang aneh-aneh!"

Di luar dugaan semua orang di dalam ruangan, keheningan mencekam itu tiba-tiba pecah.

“Haahaha... Hahaha!”

Abah justru tertawa terbahak-bahak. Bahu sepuh beliau berguncang hebat mendengar kepolosan Diaz yang mengira Gunung Kawi hanyalah sekadar tempat wisata alam murni untuk menenangkan pikiran dari penatnya dunia.

Tawa renyah Abah seketika meredakan ketegangan yang sempat memuncak, sekaligus membuat Umi Maryam, Laura, dan ibunya sukses gigit jari karena rencana mereka untuk menyudutkan Diaz gagal total akibat reaksi tak terduga sang kiai sepuh.

Setelah tawanya berangsur reda, Abah menyeka ujung matanya yang berair karena tertawa, lalu menatap Diaz dengan tatapan yang jauh lebih lembut dari sebelumnya.

"Nduk, mencari ketenangan itu lebih baik lewat salat dan zikir di sajadah, bukan dengan lari naik ke gunung," nasihat Abah lembut, layaknya seorang ayah kepada anaknya.

Beliau terdiam sejenak, lalu melontarkan sebuah pertanyaan menohok yang langsung menusuk ke dalam ulu hati Diaz.

"Kamu sendiri, rajin salat?"

Mendengar pertanyaan itu, Diaz mendadak bungkam.

Ia menunduk dalam-dalam, menatap jemarinya yang saling bertautan.

Matanya yang jernih perlahan berkaca-kaca saat sebuah luka lama yang sengaja ia kubur rapat-rapat mendadak mencuat ke permukaan.

Dalam keheningan itu, Diaz memberikan jawaban jujur yang menjadi plot twist emosional bagi semua orang di sana.

"Sejak almarhum ayah saya meninggal dunia, saya tidak pernah salat lagi, Abah," bisik Diaz, suaranya parau menahan tangis yang mendesak keluar.

Ia mendongak, menatap Abah dengan tatapan penuh luka dan pemberontakan.

"Buat apa saya salat? Buat apa saya menyembah-Nya, kalau satu-satunya orang yang paling saya cintai dan paling melindungi saya justru diambil begitu saja oleh Allah?"

Ruangan itu kembali senyap seketika. Bahkan isakan manja Laura langsung terhenti.

Pengakuan jujur yang terdengar sarkas namun sarat akan rasa sakit mendalam dari seorang anak yang kehilangan figur ayah itu sukses membuat Abah terenyak, membungkam seluruh ruangan dalam rasa bersalah yang tak terucap.

Umi Maryam langsung memanfaatkan momentum emas itu untuk menyudutkan Diaz.

Beliau menoleh pada putranya dengan raut wajah cemas yang dibuat-buat, penuh dengan ketidaksetujuan yang nyata.

"Ganda, kamu dengar sendiri, kan?!" seru Umi Maryam, suaranya naik satu oktav.

"Dia bahkan tidak salat dan berani protes pada takdir Allah! Kamu ini anak kiai, selebgram agamis, panutan para santri. Kamu yakin mau mempertahankan wanita yang seperti ini untuk jadi istri pertamamu? Mau ditaruh di mana muka keluarga kita, Ganda?!"

Ganda terdiam. Ia menatap Diaz yang saat ini sedang menunduk dalam, bahunya bergetar halus menahan tangis dan luka lama yang membuncah.

Alih-alih mundur atau merasa malu seperti yang diharapkan Umi Maryam dan Laura, Ganda justru menggeser posisi duduknya.

Di depan semua orang yang sedang menghakimi, Ganda meraih jemari Diaz yang dingin, lalu menggenggamnya dengan sangat erat dan protektif.

Ia mendongak, menatap Umi dan Abah dengan tatapan paling mantap yang pernah ia miliki sepanjang hidupnya.

"Insyaallah, Umi, Abah. Saya sangat yakin," ucap Ganda, suaranya bergema tenang namun tegas tanpa keraguan.

"Justru karena Diaz seperti ini, ini adalah tugas saya sebagai suaminya. Jika dia belum salat, maka saya yang akan menggelar sajadahnya. Saya yang akan membimbing istri saya sendiri untuk kembali ke jalan-Nya."

Mendengar kalimat mutlak itu, Laura mengepalkan tangannya kuat-kuat di balik gaun pengantin premiumnya.

Kukunya sampai memutih menahan gejolak amarah.

Ia menyadari satu hal yang mengerikan: posisi Diaz di hati Ganda ternyata tidak seringkih yang ia duga.

Abah yang sejak tadi menyimak, tersenyum tipis. Beliau mengetuk meja sekali lagi, menandai keputusan akhir.

"Sudah. Keputusan Ganda sudah bulat dan pernikahan ini sah secara agama maupun kesiapan Ganda. Sekarang, bubar semua.

Tamu-tamu di luar sudah menunggu kelanjutan acara. Ganda, bersiap-siaplah untuk resepsi sesi kedua."

Setelah ruangan dibubarkan, Ganda menarik Diaz menuju kamarnya yang terletak di lantai bawah ndalem—kamar utama yang paling luas.

Namun, baru saja pintu kamar dibuka, Laura langsung menyelinap masuk mengekor di belakang mereka dengan wajah tanpa dosa.

"Wah, kamarnya luas ya, Mas," ucap Laura, langsung berniat duduk di tepi ranjang besar berseprai putih tersebut.

Ganda langsung berdiri menghadang. Tatapannya mendadak sedingin es.

"Laura, keluar dari kamarku. Ini kamarku dengan Diaz."

Laura tersentak, wajahnya berubah masam seketika.

"Tapi, Mas?! Aku kan juga istri kamu! Masa di hari pertama nikah aku diusir?"

"Kamarmu di lantai atas, sudah disiapkan oleh santri," jawab Ganda datar, tidak terbujuk oleh rengekan Laura.

"Sekarang, lekas naik ke atas, ganti pakaianmu dengan baju resepsi kedua, dan sambut para tamu yang sudah datang jauh-jauh. Jangan bikin malu lagi."

Hentakan kaki Laura terdengar kesal saat ia terpaksa berbalik dan keluar dari kamar, membanting pintu dengan cukup keras.

Begitu keadaan kembali sunyi, Ganda menoleh ke arah Diaz yang masih berdiri canggung di dekat lemari.

Ganda berjalan ke arah pintu, membukanya sedikit, lalu memanggil salah satu panitia dari pihak Wedding Organizer (WO) yang berjaga di koridor ndalem.

"Mbak, tolong bawa tim tata rias terbaik ke kamar saya sekarang," perintah Ganda tegas.

"Dandani istri saya, Diaz. Buat dia menjadi pengantin wanita paling cantik hari ini." ucap Ganda.

1
merry yuliana
hmmmmm jangan bolak balik kak
sri hastuti
akhirnya ketemu, ayo diaz, pelan2 hilangkan trauma mu, ganda mencintaimu sungguh2 itu, ayo bangkit lg diaz, raih kebahagiaanmu kembali, umi yg kyk iblis sdh pergi, dan madumu jg sdh dicerai 🙏
sri hastuti
waduuh diaz, kenapa km buru2 keluar rumah sakit, ayo km hrs kuat hadapu semua, ganda sdh mencintaimu , 😭😭 ayo thor pertemukan kembali dng ganda ,kasihan diaz ,msh trauma dng umi yg kyk iblis kelakuannya 😡😡

😡😡😡😡😡😡😡😡
Elia Rosa
syukurin buat kalian berdua.. ibu mertua Dan menantu durjana🤭
sri hastuti
lanjuuttt thor sdh gak sabar topeng istri pemilik pondok yg spt iblis dibuka dan istri durhaka yg dengki di libas 😡😡😡
Elia Rosa
tambah seru NIH.. di tunggu kelanjutannya Thor 💪👍
sri hastuti
istri pemilik pondok kyk iblis ya, kelakuan nya , hiiihhh ngeri juga ,penuh tipu muslihat dan kejam , 😡😡😡😡
sri hastuti
ayo ganda kmnhrs tegas ,meski itu umi mu yg kelakuannya spt iblis, kyai jg hrs tegakkan keadilan ,meski itu istrimu ,yg sdh kyk iblis
juga laura, wanita kyk pelacur 😡😡😡
sri hastuti
kelakuan umi kok kyk iblis 😡😡😡
Ana Yasrotin
Serius tanya..memang dipondok ada kelakuan se orang yg disebut umi dan dihormati py watak yg tdk manusiawi begitu 🤔
Ana Yasrotin
Terus terang thor dr awal novel saya br koment ini..saya bukan tipe orang yg suka dg novel genre poligami..tp sejauh ini saya ikuti alur cerita krn aktor pria tegas..semoga akhirx Ganda bisa memilih salah satu antara Diaz dan Laura krn mmg si Laura tdk pantas bersanding dg Ganda..mdhn diakhir cerita bs memuaskan pembaca 🙏
sri hastuti
bagus diaz, buka semua kedok kemunafikan mereka, terutama umi yg jd orang tua gak tau diri, cm ego saja yg dibesar besarkan, dan umi yg gak jd contoh baik 👍👍😡😡😡
sri hastuti
ahh lama2 pengen tak huhhh ,umi sm menantu laknat semua , thor , bikin jengkel aja, orang kok gak punya belas kasih, apalagi katanya umi , tp kelakuan e kyk 😡😡😡🤭
merry yuliana
💪💪💪😍👍🙏
Asra
Cerita kamu bagus, Kak. Bintang 5 nih, kayak kurang hhuhu, kamu berhasil bikin orang (terutama aku) bisa mendalami ceritamu, dibikin kesel, dibikin sedih, dan seterusnya^^✨

Ceritanya jadi hidup. Semangat selalu berkarya nya kak!💖🙌
my name is pho: terima kasih kak 🥰🥰🥰
total 1 replies
sri hastuti
thor, aku kok jd jengkel dan mual dng kelakuan umi , gitu kok istri pemilik pondok to ??, trus anak didik e spt apa itu, ???? arogan ,apalagi laura itu. wanita yg bikin jengkel 😡😡😡
sdh biar dilepas kan sm Ganda aja thor, kasihan diaz, biar bebas 🙏🙏
merry yuliana
ganda pdhl peluk obat termanjur buat diaz...ga salah sebuah pelukan utk hati yang patah...semangat crazy upnya kak...please crazy up banyakkan dikit boleh ya😍💪💪💪🙏👍
sri hastuti
bagus Abah,hrs tegas , umi nya juga ternyata spt itu, bikin 😡😡
kasihan diaz,ternyata sebatang kara 🤭
sri hastuti
blm tentu ganda bisa adil dng 2 istri, kasihan biar lepas dari Ganda, kecuali Ganda bisa melindungi dng baik, kl tdk pendreritaannya semakin menjadi nanti 🙏🙏
sri hastuti
kasihan diaz thor, blm nanti menghadapi nyai nya ganda dan laura yg sdh punya rencana jahat, biarkan diaz bahagia thor, 🙏🙏🙏
biarkan pergi jauh dr manusia2 egois 😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!