Kasih harus menerima kenyataan pahit setelah mengalami hal tak terduga oleh orang tak dikenalnya. Sang suami Felix menceraikannya dan mengusir Kasih tanpa uang sepeserpun.
Tak ada tempat tinggal dan akhirnya Kasih mencoba untuk kembali ke rumah orang tua angkatnya. Bukannya diterima malah Kasih diusir dan tak diakui sebagai anaknya lagi.
Kasih yang malang hanya bisa meratapi nasibnya. Namun datang seorang pria bernama Arga yang akan mengubah hidupnya. Meski Arga adalah pria beristri yang rumah tangganya sedang mengalami konflik pernikahannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siska Dewi Annisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27 Aku bersamamu
Felicia tak berhenti menggerutu karena berkali-kali mencoba menghubungi Arga namun sama sekali tak diresponnya.
Dia mencari ke rumah Arga namun tak ada tanda-tanda keberadaan pria itu. Sementara di rumah itu barang-barang Arga sudah tidak ada. Berarti dia benar-benar pindah.
"Arrgghh.. Dimana sih kamu Arga.." gumam Felicia kesal.
Sejenak dia teringat akan Alvin sekretaris Arga. Pria itu pasti tahu keberadaan suaminya. Namun Felicia tak memiliki kontak Alvin.
Hanya akun sosial media Alvin saja. Akhirnya Felicia berinisiatif menghubungi Alvin melalui sosmednya.
Saat membuka akun Alvin dia penasaran dengan postingan cerita yang dibuatnya. Felicia melihat rentetan postingan itu yang akhirnya menangkap sosok yang dia cari.
"Ini kan Arga?" Felicia mengamati video yang di posting Alvin.
Tampak mereka berada di salah satu club di Bali. Ada Arga di belakang Alvin sedang memeluk seorang wanita. Namun wajah wanita itu tak jelas karena membelakangi kamera.
Hanya punggungnya saja yang terlihat karena wanita itu memakai pakaian yang cukup seksi.
Hati Felicia seakan mencelos melihat hal itu. Kini harapannya kembali berbaikan dengan Arga sepertinya akan sulit.
...****************...
Kasih dan Arga masih di tempat yang sama. Mereka masih duduk di sofa sambil berpangkuan.
Sementara Alvin kini sibuk mencum.bui gadis bule itu tanpa malu didepan bosnya. Bahkan Kasih yang melihat kelakuan Alvin mulai memanas wajahnya dan hanya bisa mengelus dada. Bagaimana pria yang selama ini dia kenal cuek terhadap wanita ternyata seorang player.
Sementara Arga tampak datar seolah sudah menjadi hal biasa melihat Alvin seperti itu.
Arga mulai menyadari bahwa Kasih mulai tidak nyaman dengan tempat itu. Akhirnya dia menawari Kasih untuk kembali ke resort.
"Baby pulang yuk, besok kita jalan-jalan lagi." ujar Arga.
Kasih pun mengiyakan. Akhirnya mereka berpamitan kembali dan meninggalkan Alvin. Namun salah satu teman Alvin menghampiri mereka.
"Besok ikut boat party yuk. Biar makin rame. Ya kan Alvin?" sementara Alvin hanya nyengir.
"I-iya tentu kalau mereka mau. Kita nggak maksa kok" ujar Alvin sedikit sungkan dengan Arga.
"Ya, lihat besok. Akan kami pertimbangkan" ujar Arga
"Ikutlah, ya kan Kasih. Dress Code seperti biasa oke" ujar teman Alvin.
Arga kemudian mengajak Kasih untuk pulang.
Sementara di mobil Kasih langsung bertanya mengenai hal tersebut.
"Mas, boat party itu apa sih?" tanya Kasih.
"Ya, semacam party biasa cuma diadakan di atas kapal atau gak di yacht." ujar Arga.
"Hmm.. Seperti tadi?" tanya Kasih.
"Ya kurang lebih, tapi orang-orangnya tak sebanyak itu" jelas Arga.
"Mas pernah?" tanya Kasih lagi.
"Pernah, sekali diajak Alvin"
Kini Kasih semakin penasaran. Dia ingin tahu lebih dalam tentang kehidupan Arga.
"Yaudah besok ikut ya mas" ujar Kasih.
"Tapi Baby, kamu harus pakai bikini loh. Memangnya mau?" tanya Arga ragu.
Kasih sejenak diam. Namun dia tak mau melewatkan hal ini. Dia harus tahu bagaiman Arga sesungguhnya.
"I_Iya nggak papa mas. Aku mau kok" ucapan Kasih sontak saja membuat Arga terkejut.
Akhirnya mau tidak mau Arga menuruti gadisnya itu.
.
Sejak pagi Arga mengajak Kasih jalan-jalan ke berbagai tempat wisata di Bali. Karena acara boat party diadakan sore hari.
Saat menjelang sore barulah mereka bersiap. Kasih memakai mini dress kuning yang dalamnya dia sudah pakai bikini string berwarna hitam.
Sampai di lokasi mereka langsung menaiki yacht. Sebelumnya Kasih sudah melepas dressnya hanya menyisakan bikini serta Arga memakai celana pantai dan kemeja yang tak di kancingkan sehingga tampak tonjolan otot di tubuhnya.
Lagi-lagi Alvin dibuat terpana akan penampilan Kasih yang kali ini cukup seksi dan berani. Untuk pertama kalinya gadis itu memakai bikini di tempat umum.
Suasananya tak jauh berbeda dengan semalam. Alunan musik DJ menggema di atas kapal itu.
Semua orang tampak asik menikmati suasana. Mereka saling meliuk-liukkan badannya mengikuti alunan musik.
Bahkan beberapa ada yang berani mencumbu pasangannya.
Sementara Alvin, pria itu telah memeluk dia gadis bule dan menciuminya bergantian. Kasih sudah tak mau peduli lagi. Kelakuan Alvin benar-benar terlihat buaya darat.
Sejenak dia menatap Arga apakah pria itu juga seperti Alvin? Secara dia banyak uang dan apa saja pasti bisa didapatkan.
Arga masih terus memeluk pinggang Kasih seolah menunjukkan ke semua orang hanya dirinya seorang yang boleh menyentuhnya.
Tak berselang lama Arga didatangi beberapa pria yang ternyata adalah temannya. Mereka berbincang dan Kasih menemaninya.
"Mas aku ke toilet sebentar ya" ujar Kasih.
"Mau ditemani?" bisik Arga.
"Nggak usah mas, kan ada teman-teman Mas." Akhirnya Kasih pergi sendiri ke toilet. Dan pastinya Arga tetap mengawasi gadisnya dari jauh.
Setelah selesai Kasih keluar toilet dengan perasaan yang lebih baik.
Namun tiba-tiba seseorang memanggilnya.
"Kasih" suara itu, Kasih mengenalnya kemudian dia langsung menoleh.
"M_Mas Felix?" Kasih sangat terkejut melihat sosok pria yang ada di depannya.
"Kamu disini? Ini benar-benar kamu kan?" Felix tampak tak percaya.
Antara senang juga terkejut. Felix akhirnya bertemu Kasih, namun dia terkejut dengan penampilan Kasih serta tempat ini yang sama sekali bukan dunianya.
Kasih hendak menghindar tapi langsung dicegah nya.
"Kamu ngapain di sini Kasih? Dan pakaianmu? Sungguh aku tidak menyangka kita.."
"Yang kemarin di club berarti juga kamu?"
"Itu bukan urusan kamu" ujar Kasih dengan sedikit emosi. Dia masih menyimpan sakit hati mendalam terhadap Felix mantan suaminya.
"Baby, ada apa?" tiba-tiba Arga datang menghampiri Kasih.
"Pak Arga Wijaya?" ucap Felix melihat sosok pria yang menghampiri Kasih.
"iya, saya. Sepertinya kita bertemu kemari ya di rapat" ujar Arga santai.
Felix kemarin memang sempat mengikuti meeting yang dihadiri Arga. Felix sendiri mewakili perusahaan ayahnya yang tentu masih jauh dibawah perusahaan Arga.
"A-Anda mengenal Kasih?" tanya Felix tak percaya. Darimana seorang Arga Wijaya konglomerat ternama di negeri ini mengenal mantan istrinya.
"Iya tentu, Kasih ini adalah calon istri saya. Iya kan sayang?" Arga langsung memeluk tubuh Kasih dan mencium pipinya.
Felix terperangah tak percaya melihat pemandangan di depannya. Hatinya terasa begitu sakit seolah dihujam oleh ribuan pisau.
"Ternyata kalian saling kenal. Oh ya, Saya sangat beruntung memiliki bidadari cantik ini. Dia ini penyemangat hidup saya" ujar Arga lagi yang membuat Felix semakin terbakar.
Tak lama kemudian datanglah seorang wanita yang Kasih tahu adalah calon tunangan Felix.
"Felix kamu disini? Aku mencarimu" ujar Olivia.
"Aku pergi dulu, permisi" Kasih langsung pergi meninggalkan Felix.
Sementara mereka berjalan sedikit menjauhi Felix, Arga langsung memeluk tubuh Kasih dan mencium bibirnya dengan begitu mesra.
"Kuatkan hatimu Kasih, jangan bersedih aku bersamamu" bisik Arga.
"Mas tahu dia mantan suamiku?" Kasih tampak berkaca-kaca dan hampir menumpahkan air matanya.
"Hmm.. Aku tahu Baby, aku tahu semua tentangmu" ujar Arga.
Kasih kembali memeluk Arga kali ini dia memeluk dengan erat seolah ingin menumpahkan kesedihannya di pelukan pria itu.
Felix menahan amarahnya dengan mengepalkan genggamannya. Hancur susah harapannya untuk memiliki Kasih kembali. Apalagi bersaing dengan Arga yang levelnya jauh diatas dirinya.