NovelToon NovelToon
Gadis SMA Milik Casanova

Gadis SMA Milik Casanova

Status: tamat
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Tamat
Popularitas:869.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: Puput

Untuk melunasi hutang Ayahnya, Silvi terpaksa menikah dengan Andika. Sejak saat itu hidupnya seperti di neraka. Dia hanya menjadi pemuas Andika yang memang seorang casanova itu. Meski sudah memiliki Silvi tapi dia masih saja sering mengajak wanita lain ke apartemennya.

Silvi merasa tidak sanggup lagi dengan kekerasan fisik dan verbal yang dilakukan Andika, akhirnya dia kabur. Andika terus mencari dan ingin membawanya kembali. Di saat itulah Andika merasa kehilangan.

Berbagai cara sudah Andika lakukan untuk mendapatkan Silvi lagi. Apakah Silvi mau kembali dengan Andika atau Silvi lebih memilih bersama Dion, sahabat yang selalu setia menemaninya dan juga mencintainya dengan tulus?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puput, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27

Andika tersenyum menatap Silvi yang sedang mencoba gaun pengantinnya. Silvi terlihat sangat cantik dengan rok mekar berwarna putih itu. Tubuhnya sangat ideal dan semakin menambah pesona kecantikannya.

"Cantik sekali." bisik Andika di dekat telinga Silvi.

Silvi hanya tersenyum malu. Dia kini menatap dirinya di pantulan cermin. Ini seperti mimpi baginya. Dia akan benar-benar menjadi seorang putri di acara yang mewah dalam sehari.

"Gimana, kamu merasa nyaman pakai ini?"

"Iya, nyaman."

"Kalau masih ada yang ingin disesuaikan kami bisa mengubahnya."

"Tidak ada. Ini saja, ini modelnya simple jadi aku merasa nyaman."

Setelah itu Silvi berganti pakaian lagi. Setelah Andika mengurus semua pemesanan dan pembayaran, mereka kini menuju sebuah kafe untuk meeting konsep bersama WO.

"Sayang, kita tunggu 30 menit dulu. Petugas WO nya masih ada pertemuan dengan clien lain." kata Andika setelah melihat ponselnya.

"Iya Mas, gak papa."

Kemudian mereka turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam kafe. Mereka duduk di kursi yang kosong lalu Andika memesan makanan pada seorang waitress.

"Hai, Andika." Tiba-tiiba saja ada seorang wanita yang kini mendekati Andika dan menyapanya.

Silvi menyipitkan matanya, sepertinya dia pernah melihat wanita itu.

Andika hanya menoleh dia sesaat lalu membuang wajahnya lagi.

"Apa kabar? Lama gak ketemu. Aku kangen sama kamu." Laura kini duduk di dekat Andika tanpa menghiraukan Silvi.

"Laura, ngapain kamu duduk disitu. Aku gak ngajak kamu. Kamu pergi aja." usir Andika.

"Andika," Laura justru bergelayut manja di lengan Andika. "Aku tahu kamu dulu hanya emosi sesaat kan. Balikan yuk."

Andika menarik lengannya dengan kasar. "Laura, jangan seperti ini. Aku udah gak kayak dulu lagi. Aku udah mau nikah."

Seketika Laura menatap Silvi. "Sama kucing kecil ini?"

Silvi melebarkan matanya. "Enak aja kucing kecil."

"Laura, udah sana pergi."

"Andika aku gak percaya kalau kamu mau nikah dan setia pada dia saja. Memang dia bisa muasin kamu?"

Emosi Andika seketika tersulut. "Laura, kamu pergi sekarang dari sini. Kalau tidak biar kita saja yang pergi. Ayo, sayang." Andika meraih tangan Silvi dan mengajaknya pergi.

"Andika, hidup kamu gak akan bahagia karena sumpah dari wanita yang pernah kamu sakiti."

Andika dan Silvi tak menggubris lagi perkataan Laura. Setelah Andika membayar makanan yang belum sempat dia makan, mereka keluar dari kafe lalu masuk ke dalam mobil.

Andika kembali menghubungi tim WO untuk memindah obrolan mereka di apartemen.

"Kita ke apartemen saja ya. Maaf, barusan ada gangguan."

"Tapi, Mas Dika memang udah gak ada perasaan kan sama Laura?" tanya Silvi. Sebenarnya dia takut Andika belum sepenuhnya berubah.

"Kamu gak usah khawatir. Aku benar-benar gak pernah dekat dengan wanita lain lagi selain kamu." Satu tangan Andika menggenggam tangan Silvi lalu dia mulai melajukan mobilnya. "Aku tahu, kamu pasti merasa takut. Aku akan buktikan, bahwa aku benar-benar cinta sama kamu dan aku akan selalu setia sama kamu." Andika mencium sesaat tangan Silvi meski pandangannya masih fokus dengan jalanan siang itu.

Silvi hanya tersenyum. Lalu menggenggam tangan Andika dengan kedua tangannya.

Beberapa saat kemudian mereka sampai di apartemen. Sudah satu tahun Silvi tidak ke apartemen itu. Suasana apartemen milik Andika masih tetap sama seperti dulu.

"Kamu duduk dulu. Aku akan pesan makanan."

Silvi kini duduk di atas sofa. Bayangan-bayangan dulu terlintas di benaknya. Meskipun terkadang Andika memang kasar, tapi Andika berhasil menciptakan sebuah kenangan yang tidak bisa dia lupakan seumur hidupnya.

Andika kini duduk di samping Silvi. "Nanti setelah menikah kita tinggal di sini lagi ya? Gak papa kan?"

Silvi menganggukkan kepalanya.

"Aku tahu, di sini banyak kenangan buruk kita. Tapi nanti akan aku ganti dengan kenangan indah." kata Andika sambil merengkuh bahu Silvi.

Silvi hanya tersenyum.

Senyuman itu sangat menggoda. Andika tidak menyia-nyiakan waktu yang ada. Dia mendekatkan dirinya dan mencium lembut bibir Silvi.

Silvi menerima ciuman itu dengan terbuka. Dia membalas setiap pagutan Andika. Ciuman yang awalnya lembut kini semakin meliar saat Silvi mengalungkan tangannya di leher Andika.

Satu tangan Andika menahan tengkuk leher Silvi sedangkan satu tangannya kini menyusuri pinggang yang masih tertutup kain itu.

Hanya berawal dari ciuman hasrat mereka sudah terpancing.

Andika menarik tubuh Silvi agar duduk di pangkuannya. Lalu ciuman itu turun ke leher Silvi.

Silvi semakin mendongakkan kepalanya saat merasakan bibir Andika menggelitik lehernya.

"Ahh.." suara de sah tanpa sadar lolos dari bibir Silvi saat kedua tangan Andika berhasil menyusup dan bermain di dada Silvi.

Andika melepas ciumannya. Mereka kini saling bertatapan lekat dengan napas yang sama-sama memburu.

"Aku mau kamu..."

Silvi merasakan sesuatu yang dia duduki terasa mengeras dan berkedut. Tak bisa dia pungkiri, Silvi juga sangat merindukan sentuhan Andika. Kemudian kedua wajah itu kembali mendekat dan semakin menuntut satu sama lain.

Ting! Tong!

Bel apartemen Andika berbunyi. Mereka sama-sama melepas ciuman dan mengatur napas.

"Aku sampai lupa kalau lagi nunggu makanan dan tim WO." Andika kembali mengancingkan dua kancing atas Silvi. "Harus bisa tahan sampai nikah." Andika menarik napas panjang lalu menghembuskannya.

Silvi turun dari pangkuan Andika dan merapikan pakaian serta rambutnya.

"Aduh, celana aku sesak sekali." Andika menghela napas panjang lagi. "Harus bisa tahan, gak boleh sampai kebablasan." Setelah merapikan pakaiannya, dia berdiri dan membuka pintu apartemennya.

Silvi sedari tadi hanya menahan senyumnya. Dia bisa melihat Andika betapa peningnya menahan sesuatu yang ingin segera dituntaskan itu.

Benar saja Tim WO dan pengantar makanan sudah berdiri di depan pintu. Setelah Andika menerima makanan lalu dia masuk bersama Tim WO. Beberapa saat kemudian mereka mulai mengobrol konsep pernikahan mereka.

💕💕💕

.

Like dan komen ya...

1
Luzi Refra
Luar biasa
Lyly
Kecewa
Lyly
Buruk
Adila Ahmad
b
Riska Afzal
menyesal sudah
Ddek Aish
mampir thor
+39 🔕
HUAAAAAA 🥺 tenk yu tomat kaka otor 🌚🌚🌚
+39 🔕
jelas tidak! 🌚🌚🌚
Miyagi Mitsui
kesian silvy
Thywi Puspitasari
Luar biasa
Atma Inatun Nikhma
terima kasih....
ditgg karya selanjutnyaaaa
Atma Inatun Nikhma
Luar biasa
Ellasama
setelah liat visual ny Dion lebih baik Silvi sama Dion aja🤭
Siti patma
baru x liat author bingung dgn karyanya sendiri☺☺☺☺☺
andi_wathy
semua ceritanya bagus ..
andi_wathy
aku Uda baca semua novel Kevin fams tapi kok blm ada ceritanya anaknya Rendra Uda ketemu blm anaknya?
andi_wathy: ditunggu /Smile/
total 2 replies
kalea rizuky
klo mau balikan waduh bahaya jijik sumpah
Ibelmizzel
kasian silvi
Mamah Kekey
ending yang bagus
Mamah Kekey
selamat atas kelahiran bayi cantik nya Silvi dan Andika
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!