Demi menghindari kejaran para gadis Reby Putra Maheswara membawa seorang gadis desa yang bernama Rania untuk ia jadikan tameng agar tidak ada yang berani lagi mendekatinya, namun yang terjadi malah hatinya terikat pada gadis yang selalu mengklaim dirinya sebagai calon suami itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunga Alika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
"Dia nanya sama siapa sihh, ?" gumam Rania sambil melihat ke arah kanan dan kirinya dan tidak melihat siapa pun di sana kecuali dirinya sendiri.
"Astaga bocah itu malah celingukan, sudah tahu ada Papa tampan disini, malah mencari apa dia, " Bagas pun menghampiri Rania membuat jantung Rania semakin berdegup kencang takut di marahi oleh makhluk yang mempunyai julukan makhluk pelit itu.
"Hei Nak, kenapa kau bolos sekolah. Ini kantor bukan tempat main, pulanglah sana nanti ayah dan ibumu mencarimu. Kasihan mereka pasti sangat susah mencari anak kecil sepertimu, " ucap Bagas yang kini sudah berada di hadapan Rania.
'Ya ampun, kenapa semua laki-laki di sini teh badannya tinggi - tinggi gini, ' gumam Rania dalam hati sambil melihat Bagas yang tinggi menjulang.
"R-Rania teh bukan anak sekolah. Katanya Rania di suruh sama Pak Regan kesini, ?" Tanyanya meskipun dengan gugup dan ragu karena harus berhadapan dengan makhluk tinggi nan pelit ini.
"Hei ,tunggu dulu. Nada bicaramu seperti penghuni bikini bottom. Apa kau juga ubur-ubur, atau ikan kembung ? Aiihh tapi itu tidak mungkin karena tubuhmu sebesar ikan ****** mana mungkin kau ikan kembung," jawab Bagas terlihat berpikir.
"Rania teh bukan ubur-ubur, juga bukan ikan ****** masa Rania yang cantik gini kaya Putri duyung disebut ikan ****** Rania teh jadi tersungging ya," seketika ketakutannya kepada makhluk pelit ini hilang begitu saja karena ia di sebut mirip ikan ******.
"Woahh ternyata benar kau pasti salah satu makhluk penghuni bikini bottom, tapi kenapa kau terdampar disini,?" Tanya Bagas, dua makhluk absurd ini sedang saling bertanya.
"Ya ampun seumur - umur baru kali ini Rania teh di sebut makhluk bikini bottom. Di kira Rania teh si gigi carang berwarna kuning yang bentuknya kotak, "ucap Rania berdecak sebal.
"Hei, suuuttt jangan keras-keras karena makhluk yang kau sebutkan sedang berada di dalam sana, " bisik Bagas.
"Spongebob,?" Tanya Rania tidak percaya, dan Bagas pun mengangguk mantap.
"Kirain Rania teh itu ruangannya Pak Regan, " ucapnya polos.
"Memang benar, Pak Regan itu kan Spongebob suaminya ratu ubur -ubur, " bisik Bagas lagi.
"Astaghfirullah, Rania baru tahu kalau Spongebob teh nikah sama ratu ubur-ubur, soalnya di tv mah belum di tayangin," ucap Rania. Bagas pun dibuat cengoh oleh gadis kecil ini.
"Astaga ternyata dia bodoh, " gumam Bagas, padahal bukan Rania yang bodoh tapi memang ucapan Bagas yang sulit di mengerti. Dimana Rania belum tahu sejarah tentang percetakan majikannya atau kekasih senyapnya.
"Terus gimana ini teh, katanya Rania dipanggil sama Pak Regan, ?" Tanya Rania, Bagas pun langsung menatap gadis kecil ini dengan tatapan menyelidik.
"Mau apa kau dipanggil olehnya, oh tidak... jangan bilang kalau kau adalah simpanannya. Karena kau mirip sekali dengan ratu ubur-ubur, " ucap Bagas tanpa saringan hingga sesuatu yang keras menimpa kepalanya.
Dughh....
Satu p u k u l a n pun mendarat di kepala Bagas. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Regan yang keluar dari ruangannya karena mendengar ada keributan di depan ruangannya. Dan ternyata manusia pelit sedang bicara dengan bebek kesayangan putranya.
"Bicara sembarangan lagi, aku telan kau !" kesal Regan.
'Astaga ternyata aku membicarakan orang yang ternyata ada di belakangku,' batin Bagas . Pandangan Regan pun kini mengarah kepada Rania, ditatap oleh Regan membuat Rania menjadi takut dia juga takut akan di perlakukan seperti Bagas, padahal tidak mungkin Regan melakukan itu kepada Rania.
"Bocil, masuklah ke ruanganku ada yang ingin aku bicarakan, " ucapnya pada Rania, Rania pun mengangguk dan mengikuti Regan dari belakang.
"Duduklah, aku akan memberimu tugas hari ini, " ucap Regan.
"T-tugas, tugas apa ,?" Tanya Rania.
"Menjaga bayi besar yang selalu menggangguku," ucap Regan.
"Bayi, ?" Rania jadi baby sitter?"
"Hanya sampai bayi besar itu sembuh saja, aku tidak mau anak nakal itu bermanja pada istriku. Jadi kau yang harus mengurusnya hari ini. " ucap Regan, padahal sebenarnya ia sangat perhatian kepada putranya yang sedang sakit itu. Ia tahu rasanya bagaimana jika saat sakit di rawat oleh orang yang sangat ia cintai. Bahkan kehadirannya saja bagaikan obat yang mampu menyembuhkan sakitnya. Rania pun mengangguk mengerti meskipun sebenarnya ia belum paham siapa bayi besar itu. Dan yang ada dalam pikiran Rania, bayi besar itu adalah seorang bayi yang bertubuh montok. Maka dari itu pikirannya terus melayang untuk memikirkan bagaimana caranya merawat bayi karena ia belum berpengalaman merawat seorang bayi.
"Kau akan diantar oleh asistent anakku yang penakut itu," ucap Regan.
"Baik Pak, "
"Ya sudah, pergilah sekarang dan rawat dengan baik bayi besar itu," ucap Regan, Rania pun kemudian keluar dari ruangan Regan dan pergi untuk menemui Radit.
Radit pun sudah diberitahu oleh Regan pun untuk mengantar Rania dan kini ia sudah siap untuk berangkat. Rania yang tidak mengerti pun bertanya kepada Radit.
"Mas Radit Rania bingung gimana caranya ngurus bayi besar soalnya Rania belum punya pengalaman buat ngurus bayi," ucap Rania.
"Kau hanya tinggal membelainya dia pasti langsung sembuh,"Jawab Radit sekenanya karena ia tahu jika yang dimaksud bayi besar itu adalah Reby.
"Oh gitu ya, terus nanti kalau bayinya mau minum susu gimana yahh, ?" Tanya Rania yang ia memang tidak mengerti jika harus membuat susu untuk bayi, lain halnya dengan pikiran Radit yang menjadi berkelana gara-gara mendengar kata minum susu.
"Astaga...."
***
Udah 2 bab nihhh 💃💃😘😘
thanks ya Thor lucu tak membosankan ..