Radit, seorang pemuda yang dikhianati dan dipandang rendah, mendadak mendapatkan sistem misterius yang mengubah nasibnya. Dari mahasiswa biasa, kini bangkit menjadi sosok bertopeng putih yang bengis. Seluruh kekuatan, duniah bawah, dan kejayaan diraihnya.
Di tengah puncak, ia kembali menemukan arti hidup melalui cintanya pada Rania. Namun, tragedi kampus merenggut segalanya. Amarah dan dendam bangkit kembali menghancurkan dunia.
Setelahnya pembalasan tersebut, Radit memulai hidup baru dan meninggalkan segalanya hanya demi satu hal. Dirinya yang kuat dan menemukan kembali cintanya yang hilang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aprilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ba 20
Namun satu hal masih mengganjal. Radit mengetuk kan jari nya ke sandaran kursi.
" Sistem." Ucap nya dalam hati.
[ Sistem aktif ]
Suara mekanis tanpa emosi langsung menggema di kepala nya.
Apa perintah pengguna ?
Radit menarik napas Dalam - dalam.
" Aku ingin tahu ." Kata nya tenang namun tajam. " Apakah poin kekuatan ini hanya bisa meningkat kan kekuatan pribadi saja ?"
Sejenak hening.
[ Menganalisis pertanyaan...]
Radit bersandar, mata nya menatap gelap nya kota di bawah sana. Jika poin ini hanya untuk memper kuat diri nya secara fisik atau energi , maka sistem ini tidak jauh ber beda dengan metode kultivasi biasa.
Namun insting nya berkata lain.
[ Jawaban di temukan.]
Poin kekuatan tidak hanya untuk meningkat kan kekuatan pribadi.
Alis Radit sedikit terangkat.
" Lalu untuk apa lagi ?" Tanya nya.
[ Membuka informasi ]
Poin ke kuatan dapat di gunakan untuk.
Peningkatan pisik dan energi pengguna, akses ke toko sistem. Jantung Radit ber degup lebih cepat
" Toko sistem...?" Ulang nya pelan.
Senyum tipis muncul di balik topeng putih itu.
Ke sunyian menyelimuti kamar sederhana tempat Radit duduk ber sila. Lampu temaram memantul kan bayangan topeng putih yang masih melekat di wajah nya. Topeng yang bahkan ia kenakan saat sendirian. Bukan karena paranoia, Melain kan kebiasaan. Dunia ini terlalu berbahaya untuk sepenuh nya percaya, Bahkan pada dinding sendiri.
Di hadapan nya , layar transparan berwarna biru pucat melayang di udara.
Fitur Toko Sistem tersedia
Mata Radit menyipit. " Buka toko sistem."
Seketika layar berubah, deretan kategori muncul satu per satu, seolah sengaja memper lihat kan betapa luas nya kemungkinan kekuatan di hadapan nya.
[ TOKO SISTEM] > Ilmu Bela diri > Teknik pasif > item konsumsi > artefak > ??? ( Terkunci.)
Radit langsung memilih item bela diri.
Daftar baru muncul, namun sebagian besar terlihat buram dan Ter kunci.
ILMU BELA DIRI TINGKAT AWAL :
• Tinju dasar tanpa nama - 500.000 poin • Langkah tubuh ringan - 400.000 poin. • Pernapasan dasar bela diri - 300.000 poin
Radit menatap ke tiga nya lama. Ia bukan petarung sejak awal, dalam hidup sebelum nya, ia menang dengan strategi , bukan otot. Namun di dunia ini , kekuatan pribadi adalah mata uang sesungguh nya.
" Kalau aku ingin bertahan... Aku harus mulai dari pondasi." Tangan nya mengepal.
" Sistem , aku beli Pernapasan Dasar bela Diri."
[ KONFIRMASI PEMBELIAN ]
Ilmu : Pernapasan Dasar Bela Diri
Harga : 300.000 poin ke kuatan.
Lanjut kan ?
" Lanjut kan."
Dalam sekejap, rasa panas menjalar dari dada Radit. Napas nya Ter henti sesaat lalu mengalir kembali. Lebih dalam , lebih berat. Seolah paru paru nya baru saja di peras.
Informasi membanjiri pikiran nya. Alur Napas, ritme jantung, cara menyerap energi tubuh dan memperkuat otot secara per lahan. Radit terbatuk kecil lalu Ter diam.
[ ILMU DI PEROLEH ]
Pernapasan bela diri ( tingkat awal ) efek :
• Peningkatan efisiensi stamina.
• Peningkatan kekuatan tubuh ber tahap.
• Fondasi untuk seluruh ilmu bela diri lanjut.
Ia melirik sisa poin ke kuatan nya.
Poin kekuatan tersisa : 23.247.300
Senyuman tipis muncul di balik topeng putih.
" Jadi begini lah cara nya... Ke kuatan bisa di beli, selama aku punya modal."
Lanjut kan pembelian.
" Sistem, aku beli Tinju dasar tanpa nama."
[ KONFIRMASI PEMBELIAN ]
Ilmu : Tinju Dasar Tanpa Nama.
Nama harga : 500.000 poin kekuatan.
" Sistem aku beli Langkah Tubuh Ringan."
[ KONFIRMASI PEMBELIAN ]
Ilmu : Langkah Tubuh Ringan.
Harga : 400.000 poin kekuatan.
Poin kekuatan tersisa : 22.347.300
Radit membuka mata nya . Dunia terasa... Berbeda. Setiap tarikan napas terasa lebih berat. Namun juga lebih memuas kan, tubuh nya yang selama ini terasa biasa kini terasa seperti mesin yang baru saja di lumasi.
" Menarik..." Ujar nya pelan.
Di luar sana, keluarga kelas dua dan kelas satu masih sibuk saling mengukur kekuatan. Perusahaan perusahaan masih ber gerak dalam bayangan, tak satu pun dari mereka tahu, bahwa seorang pria ber topeng putih baru saja meletak kan batu pertama menuju jalan sejati. Dan ini... Baru permulaan.
Hujan tipis turun membasahi jalanan kota barat, memantul kan cahaya lampu malam yang temaram. Di balik keramaian itu, sebuah kafe kecil berdiri tenang, tempat yang jarang di kunjungi para kultivator, namun justru itu lah yang membuat Radit memilih nya.
Radit duduk di sudut ruangan, mengenakan jaket hitam sederhana . Tidak ada topeng putih kali ini, aura dingin yang biasa nya menekan sekeliling nya, sengaja ia tekan sedalam mungkin.
Sudah lama..... Sejak per temuan terakhir itu.
Pintu kafe terbuka. Langkah kaki ringan Ter dengar. Radit mengangkat pandangan, dan untuk sesaat dunia seakan melambat.
Rania. ... Rambut hitam nya Ter gerai, wajah nya sedikit berubah di banding kan dulu , lebih dewasa, lebih tenang. Namun mata itu.... Tetap sama, jernih. Hangat, dan selalu seolah mampu menembus lapisan es yang menyelimuti diri nya.
Rania juga Ter henti begitu ia melihat Radit.
" Radit...." Suara nya pelan hampir tak percaya.
Radit berdiri, biasa nya ia hanya akan mengangguk singkat atau ber bicara seperlu nya. Namun kali ini. Ia menarik napas.
" Kau.... Datang.?" Ucap nya , nada suara nya tidak sedingin biasa nya.
Rania tersenyum kecil. " Kau yang memintaku."
Mereka duduk ber hadapan . Hening menyelimuti meja mereka, namun bukan hening yang canggung , Melain kan hening yang penuh dengan kenangan yang tak terucap.
" Aku dengar...." Rania membuka suara. " Kau sekarang berbeda, banyak yang membicarakan seseorang ber topeng putih yang menggerakkan perusahaan besar dari balik bayangan ."
Radit tersenyum tipis, senyum yang jarang sekali muncul.
" Itu hanya Rumor."
Rania menatap nya lama." Kau tidak pandai ber bohong sejak dulu."
Untuk pertama kali nya Radit tertawa pelan. Bukan tawa dingin. Bukan tawa sinis, tapi tawa yang nyata. Rania terdiam sedikit terkejut.
" Seperti nya...." Kata nya ragu. " Kau benar benar berubah ."
Radit menunduk sejenak dalam benak nya., bayangan pertarungan , darah, pengkhianat Tan dan kekuatan sistem berkelebat cepat. Semua hal yang membuat nya menjadi sosok dingin dan Ter tutup.
Namun di hadapan Rania. Semua itu terasa ... Berat.
" Aku tidak berubah." Ujar nya , akhir nya " aku hanya... Lelah terus sendirian."
Kalimat itu membuat Rania menahan napas. Ia mengulur kan tangan, ragu ragu lalu meletakan nya di atas tangan Radit .
Hangat..... Radit tersentak kecil , bukan karena ancaman, Melain kan karena perasaan asing yang jarang ia ijinkan muncul. Biasa nya ia akan menarik tangan nya. Biasa nya....
Namun kali ini ... Ia membiar kan nya. Bahkan, perlahan , Radit membalas genggaman itu.
" Rania..." Ucap nya pelan. Suara nya lebih lembut dari yang pernah ia gunakan pada siapa pun. " Di dunia yang ku pilih... Banyak bahaya, aku tidak tahu apakah aku pantas..."
" Aku tidak butuh Radit yang kuat." Potong Rania lembut. " Aku hanya ingin Radit yang jujur."
Tatapan mereka bertemu. Untuk pertama kali nya Radit tidak menyembunyikan apa pun.
Aura dingin yang selalu menyelimuti nya runtuh sedikit demi sedikit, mencair seperti es yang di sentuh matahari. Sistem di dalam diri nya Ter diam, seolah memahami bahwa ini bukan tentang point kekuatan, bukan tentang kekuasaan. Namun ini tentang hati.
Dan malam itu tanpa di sadari dunia luar, seseorang yang di kenal sebagai sosok paling dingin di balik bayangan.... Mulai berubah. Bukan karena kekuatan , Melain kan karena Rania .
Pagi itu, di gerbang universitas banyak mahasiswa dan mahasiswi ber lalu lalang, tawa ringan bercampur obrolan tentang tugas, organisasi, dan gosip kampus. Dunia yang terasa begitu jauh dari intrik keluarga besar, ranah kultivasi, dan kekuatan yang Ter sembunyi di balik bayangan.
Radit melangkah masuk ke area kampus. Tas ransel sederhana di punggung nya, pakaian kasual tanpa atribut apa pun, tak ada topeng putih, tak ada aura yang menekan. Jika orang - orang melihat nya sekarang, mereka hanya akan mengira Radit adalah mahasiswa biasa , pendiam, rapih dan sedikit dingin.
Namun mereka tak tahu....
Di balik ketenangan itu, berdiri seseorang yanh mampu mengguncang empat wilayah sekaligus.
" Radit. "
Suara itu menghenti kan langkah nya. Rania berlari kecil ke arah nya, rambut nya yang di ikat sederhana. Wajah nya cerah, berbeda jauh dari ekspresi serius nya saat berada do dunia kultivator.
" Kau benar benar datang. " Kata nya. Sambil ter senyum lega.
" Aku bilang , aku akan kembali kuliah. " Jawab Radit.
Nada suara nya tetap datar namun, tidak lagi terasa menjauh. Rania memperhati kan perubahan kecil itu. Cara Radit menatap nya lebih lama, cara ia menyesuai kan langkah agar sejajar dengan nya. Hal hal kecil yang dulu tak pernah ada. Mereka berjalan berdampingan menuju gedung fakultas.
" Banyak yang kaget kau cuti lama. " Ujar Rania . " Beberapa dosen bahkan mengira kau sudah keluar. "
Radit mengangkat bahu ringan. " Aku hanya menyelesai kan beberapa urusan.." Urusan yang hampir menenggelam kan dunia batin nya.
Di dalam kelas yang awal nya suasa na nya riuh keni kembali hening saat dosen masuk ke dalam kelas. Radit duduk di barisan tengah, posisi yang dulu selalu ia pilih agar tidak mencolok, Rania yang sekarang duduk di samping nya.
Tanpa sadar , beberapa pasang mata melirik ke arah mereka ber dua.
" Bukan kah itu Radit ? "
" Yang dulu selalu sendirian ? "
" Dia dekat dengan Rania ? "
Bisik - bisik kecil beredar , Radit mendengar nya. Jika dulu ia akan merasa terganggu, namun kali ini ia tidak peduli. Saat Rania kesulitan mencatat, Radit secara alami menggeser buku nya sedikit agar bisa di baca bersama. Saat diskusi kelompok di mulai, ia berbicara lebih banyak dari biasa nya, singkat, jelas dan tepat sasaran.
Rania menatap nya dengan mata membinar. Kau benar benar kembali... Hukan Radit yang dingin dan menjauh, tapi Radit yang nyata. Di sela pergantian kelas, mereka duduk di taman kampus.
" Radit. " Kata Rania pelan. " Kau tidak harus memaksakan diri tetap di sini jika duniadi luar terlalu berat. "
Radit menatap pepohonan yang bergoyang pelan.
" Justru karena berat. " Ujar nya. " Aku ingin tetap di sini. " Ia menoleh pada Rania.
" Di tempat ini. .. Aku bisa mengingat kenapa aku mulai ber jalan sejauh ini. "
Rania tersenyum hangat. Tanpa ragu, Radit mengulur kan tangan , bukan sebagai pelindung , bukan sebagai sosok kuat , tapi sebagai seorang pria biasa . Rania menerima nya.
Pada saat yang sama jauh di dalam diri nya.
[ Pemberitahuan sistem ]
Kondisi mental stabil.
Emosi positif terdeteksi.
Sinkronisasi jiwa meningkat.
Hadiah tersembunyi : belum terbuka.
Radit tidak menanggapi sistem untuk pertama kali nya. .. Ia memilih dunia nyata bukan kekuatan.
Langit di sore itu ber warna kelabu. Rania melangkah ke luar dari gedung kampus dengan wajah lelah, jemari nya sibuk merapi kan tas di bahu. Ia tidak menyadari tiga sosok telah menunggu nya di sudut jalan yang sepi.
" Saudari Rania , bukan ? "
Langkah Rania terhenti. Suara itu rendah, namun sarat tekanan, ia menoleh dan mendapati tiga pria berpakaian rapi, namun aura mereka samaa sekali bukan orang biasa. Tekanan energi samar membuat napas Rania tercekat.
" Ada perlu apa ? " Tanya nya berusaha untuk tenang.
Salah satu pria tersenyum miring.
" Tenang saja kami hanya ingin mengobrol... Anggap saja salam dari keluarga Kinara.. "
Nama itu membuat jantung Rania berdegup lebih cepat.
Bersambung......
lanjut kk, tetap semangat ya. saran aja sih, kalau ada waktu, sebelum lempar up, sebaiknya swasunting dulu, biar nggak terlalu banyak typo. 😊🙏🙏
ada beberapa typo ya thor, kalau sempet, ayo kita revisi. 💪
ceritanya bagus Thor, langsung subscribe, satu vote, dan dua iklan, untukmu. 😊.
ayo kita saling mendukung ya😊