Arven seorang manusia yang berasal dari Bumi Tahun 2893. Ia membawa mini atom S5 di mana, atom tersebut dapat menghancurkan berbagai planet dalam sekali luncuran.
Para professor ingin menyita atom tersebut, mereka bertujuan untuk menghancurkan Bumi dan pindah ke Planet yang lebih jauh.
Arven tidak menyerahkannya. Namun, ia mengaktifkan atom tersebut. Sehingga Bumi hancur bersama dengan meteorit yang tersebar di angkasa.
Namun, hal yang menakjubkan terjadi ketika ia bangun. Arven bangun tepat di ruangan penuh tengkorak. Lalu, sosok makhluk tengah berdiri di tengah ruangan.
Apa yang akan dilakukan Arven? Dunia apa yang menanti dirinya?
Silakan Baca, perjalanan Arven.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khusayni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 27 - Kedatangan Arven
Silakan Dibaca.
Di sisi lain, tepatnya di dalam kediaman kepala desa. Terlihat dua orang sedang memakai pakaian mereka masing-masing. Dua orang itu berbeda jenis kelamin, satu laki dan satu perempuan.
“Rodney, aku akan pergi ke penginapan terlebih dahulu. Kamu akan melaporkan masalah ini segera!” Sasha berkata dengan ringan, ia sendiri sudah selesai berpakaian dan berjalan keluar dari dalam kediaman.
“Ya, aku akan segera melapor. Juga, jangan lupa pulang, aku merindukan masakanmu.” Rodney berkata dengan nada penuh arti. Sasha sendiri berhenti dan mengangguk ringan, akan tetapi tanpa sepengetahuan Rodney, Sasha tersenyum.
Rodney selesai berpakaian, ekspresi wajahnya menjadi dingin. Ia segera melangkah keluar dari kediaman, kemudian melangkah pergi menuju ke tempat pemakaman Desa Molan berada.
Di sisi lain, Lask sudah selesai mengumpulkan berbagai bidak untuk tuannya nanti. Ia dalam suasana hati senang, sampai akhirnya ia tiba di kamar penginapan yang sudah ia sewa.
Di sana terlihat, sembilan orang telah berkumpul dan menunggu dirinya sendiri. Lask tersenyum dan mendarat di tempat tidur yang panjang.
Ann dan Lis memandang Lask dengan kerutan di dahinya. Mereka dapat menghirup darah dari tubuh Lask tersebut. Lis segera mengajukan pertanyaan kepada Lask, untuk mengetahui apa yang tengah terjadi.
“Lask, mengapa kamu memiliki aroma darah? Apakah kamu membunuh seseorang?” tanya Lis, membuat ketujuh orang lainnya tertegun. Sementara Lask sendiri mengangguk, tanda apa yang dikatakan Lis ialah benar.
“Ya, aku membunuh seseorang. Beberapa bandit liar dan Prajurit Desa Molan. Namun, aku segera menyimpan mereka untuk hadiah Yang Mulia nantinya.”
Mendengar jawaban dari Lask, sembilan orang lainnya mengangguk. Mereka jelas mengetahui pikiran Lask tersebut.
Tao yang diam sebelumnya, mulai mengungkapkan sesuatu. “Aku mendapatkan petunjuk terkait Klan yang menghilang itu. Namun, informasi yang kudapatkan masihlah tergolong sedang.”
Mendengar pernyataan Tao, sembilan orang seketika mengubah ekspresi mereka menjadi serius. Jelas petunjuk yang dikatakan Tao, kemungkinan besar sangatlah berarti nantinya.
“Ceritakan...” Lask meminta Tao untuk menceritakan informasi yang ia dapatkan. Tao dengan cepat memberitahu tentang percakapan Rodney dan Sasha sebelumnya.
Tak butuh waktu lama untuk kesembilan anggota memahami lokasi yang dikatakan oleh Tao tersebut. Kemudian, Ann dan Lis saling memandang, lalu Ann mengangkat tangan kanannya.
“Sepertinya ini berkaitan dengan rumor yang kudapatkan.” Ann berkata, yang membuat delapan orang memandang ke arahnya. Kemudian, Lask mengangguk dan Ann mulai bercerita.
“Ada rumor sebelumnya mengatakan, setiap malam hari terdengar lolongan serigala di tempat makam. Meski ada yang mengira itu adalah serigala liar, akan tetapi ada satu orang yang melihat sosok serigala berdiri layaknya manusia. Tubuhnya kekar dan berotot keras di perut.” Ann menjeda sebentar. Kemudian mulai melanjutkan kembali.
“Kemudian, selepas rumor itu menyebar. Banyak orang mulai mencari serigala setengah manusia itu. Namun, alhasil nol... Seolah-olah cerita itu hanya omong kosong belaka.” Ann mengakhiri dengan nada rendah.
Lask segera mengaitkan informasi dari Tao dan rumor yang didapat oleh Ann. Kemudian, kesimpulan mulai perlahan-lahan terlihat. Lask tersenyum dan mengangguk paham.
“Kemungkinan besar, kepala desa mengetahui sesuatu terkait Klan itu. Jika, kita gabungkan kedua informasi itu menunjukkan bahwa Makam Desa Molan, ialah tempat Reruntuhan Peri berada.”
Kesembilan orang lainnya telah mengangguk, hanya saja di saat mereka sudah siap untuk menyerang kediaman kepala desa. Salah satu dari anggota menghentikan segera.
“Tunda dulu! Aku mendapatkan informasi penting juga. Bahwa Kerajaan bergerak dan mereka akan tiba malam ini. Kemungkinan besar mereka akan langsung menemui kepala desa itu.”
“Sig, apakah informasi itu benar?” Lask bertanya kepada rekannya bernama Sig. Ia harus mengkonfirmasi terlebih dahulu, informasi tersebut.
“Itu benar, aku sebelumnya mengecek orang-orang sekitar dan bertanya kepada beberapa prajurit.” Bern, salah satu anggota menjawab. Ia bahkan menjadi saksi atas pernyataan dari Sig.
Lask mengangguk dengan ringan. Kemudian, sebelum dirinya mengucapkan sesuatu. Sosok bayangan bergerak di arah dinding dan selanjutnya berhenti di lantai ruangan.
Lask dan yang lainnya menyusutkan matanya, mereka segera mendekat ke arah bayangan itu dan menunduk dengan hormat.
Bayangan yang berhenti mulai menimbulkan riak, kemudian tiga sosok keluar dari bayangan tersebut. Salah satu orang yang paling mencolok ialah seorang pemuda yang begitu tampan.
“Salam, Yang Mulia!” Lask dan yang lainnya berkata secara serempak.
Itu benar, pemuda itu ialah Arven Fishar. Ia tengah mengunjungi kelompok yang menjalankan misi pemusnahan desa. Arven sendiri melihat bahwa kelompok yang ia tugaskan belum bergerak.
“Bangkitlah, juga mengapa kalian belum melancarkan penyerangan?” tanya Arven, ia memandang ringan dan ekspresi wajahnya tenang.
“Yang Mulia, kami menemukan Klan tersembunyi di tempat ini. Hal ini sedikit menyusahkan karena, jika kami menyerang orang-orang Klan itu akan pergi dari desa ini. Kami ingin memberikan Klan itu sebagai hadiah utama untuk Yang Mulia sendiri.”
Arven yang mendengar penjelasan dari Lask, mulai tertarik. Klan tersembunyi, ia sendiri tahu bahwa itu adalah kelompok ras yang telah menghilang semenjak dahulu.
“Oh, apakah kamu tahu Klan apa mereka?” tanya Arven, ia ingin melihat Klan apa yang begitu tersembunyi. Lask yang mendengar pertanyaan tuannya segera menjawab dengan hormat.
“Klan Serigala Putih, Yang Mulia.”
Arven seketika mengecilkan pupil matanya. Klan Serigala Putih, ras tempur yang menghilang tanpa jejak beberapa ratus tahun yang lalu. Klan ini dinyatakan menghilang karena tidak pernah muncul di permukaan.
“Menarik, sungguh menarik. Klan yang begitu tersembunyi ternyata berada di desa ini.” Arven bersukacita atas informasi tersebut.
Sebastian sendiri menyipitkan matanya, jelas ia tahu terkait ras tempur itu. Pantas, sesaat ia masuk ia merasakan fluktuasi aneh di suatu tempat.
“Yang Mulia, fluktuasi sebelumnya...” Sebastian mengingatkan akan kekuatan yang terjadi di suatu tempat. Lask sendiri memandang pelayan tua itu sambil memiringkan kepalanya.
“Fluktuasi, ya aku merasakannya. Itu berada di dekat Desa Molan sebelumnya. Juga, Lask sepertinya kamu memiliki sesuatu.” Arven semenjak tadi memperhatikan aroma darah yang keluar dari kedua orang di kelompok Lask.
Lask tersenyum, kemudian ia mengeluarkan berbagai mayat yang telah ia kumpulkan. Lis juga melakukan hal yang sama, ia mengeluarkan mayat para pemburu sebelumnya.
Arven menaikkan alisnya, ia benar-benar tidak menyangka dua orang telah mengumpulkan mayat begitu saja. Namun, ia jelas tersenyum dan kemudian tangannya terulur ke depan.
“Amplifikasi Area!” Dalam sekejap riak kegelapan muncul di bawah tumpukan mayat tersebut. Arven sendiri mulai berkeringat deras, ia bergumam dalam hatinya. ‘Sistem, gunakan ramuan mana.’
Konsumsi mana Arven begitu mengerikan. Kemudian, para tumpukan mayat segera dilahap oleh kegelapan dan ketika seluruh mayat menghilang. Riak kegelapan juga menghilang.
“Aku tidak bisa melakukan kebangkitan di sini, apakah ada yang lainnya?” tanya Arven, ia sendiri tidak bisa melakukan kebangkitan begitu saja. Jika ia melakukan sembarangan, fluktuasi yang dihasilkan dari kebangkitan sangatlah besar.
Lask mengangguk dan mengeluarkan Kriez yang telah ia bekuk sebelumnya. Arven terkejut, ia kemudian menyentuh bahu dari orang itu. Kemudian, Kriez mulai bersinar dan rambutnya mulai menjadi perak.
Detik berikutnya, Kriez mulai terbangun. Iris matanya berubah menjadi merah cerah, ia tertegun dan dalam sekejap informasi perintah muncul di pikirannya.
Kriez segera memandang ke arah Arven, ia kemudian menunduk dengan hormat dan berkata dengan lantang. "Salam Yang Mulia Arven!"
To be Continued.
apkh author emg sengaja /Cry//Angry/
di tunggu kelanjutannya,ekekeke
.
.....
..........
.......
....... . . . .... ..... .... .
.........
.... ......
..........
..... ........ ....
.....
... ..... ..
.... .... ..
..... ........