NovelToon NovelToon
Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:10.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: ananda andin angraini

Zuy adalah gadis cantik Yang sederhana, dia pernah jadi pengasuh Seorang anak laki-laki yg bernama Rayyan. mereka terpisah karena Rayyan harus pindah ke Amerika.

Beberapa tahun kemudian..

Zuy bekerja menjadi OB di sebuah Perusahaan CV, suatu ketika di Perusahaan di mana tempat ia bekerja mengumumkan bahwa Pak Willy Ceo dari Perusahaan CV mengundurkan diri, dan di gantikan oleh keponakannya yang bernama Rayyan G Michael. Dari situlah mereka di pertemukan kembali.

Rayyan G Michael, sosok Pria tampan blasteran, berkharisma, dan sosok pemimpin yang bertanggung jawab, akan tetapi sifatnya sangat dingin dan emosional, terutama terhadap Wanita. Namun sifatnya tersebut tidak berlaku untuk Pengasuhnya yaitu Zuy.

Setelah pertemuannya dengan Zuy, perasaan Rayyan terhadap Zuy semakin besar, perasaan Cinta yang tumbuh di hati Ray sejak lama, bahkan saat ia berpisah dari Zuy dan tinggal di Amerika.

Lalu apakah kisah Cinta Tuan Muda akan terbalaskan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ananda andin angraini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Awal Pertemuan Ibu dan Anak

<<<<

Zuy lalu membungkukkan badannya ke orang yang di tabrak Airin.

"Nyonya tolong maafkan teman saya, karena dia tidak sengaja menabrak anda." ucap Zuy.

"Angkat kepalamu!" titahnya.

Zuy pun mengangkat kepalanya sehingga pandangan mereka saling bertemu, sontak ia sangat terkejut sama seperti Airin.

"Mrs Maria Lestari!"

Dan ternyata orang tersebut adalah Maria Lestari Fuca.

"Siapa namamu?!!" Maria.

"Saya Zuy dan ini teman saya Airin.." Zuy memperkenalkan dirinya.

"Zuy!!!"

Maria menatap lekat Zuy sembari perlahan mengangkat tangannya dan memegang pipi Zuy membuat Zuy terpaku dan jantungnya pun berdegup kencang.

Deeeg..

"Anak ini, setelah aku melihatnya lebih dekat, dia memang sangat mirip denganku. Apa benar dia ini Zoya anak yang aku tinggalkan dulu," batin Maria.

Tanpa sadar Maria langsung memeluk Zuy dengan erat membuat Airin dan Zuy terkejut terhadap Maria.

"M-Mrs Maria.." lirih Zuy.

"Apakah ini benar-benar kamu, Zoya?"

"Zoya?! Ma-maaf Mrs Maria tapi sa-saya Zuy bukan Zoya" jelas Zuy dengan gugupnya.

Seketika Maria tersadar dan langsung melepaskan pelukannya.

"Ma-maafkan saya! Saya tidak sengaja peluk kamu, saya pikir kamu orang yang sangat saya rindukan." kata Maria.

Zuy menggelengkan kepalanya. "Tidak apa-apa Mrs Maria."

Maria tersenyum manis.

"Saya sangat senang bertemu dengan anda dan bahkan mendapat pelukan dari anda. Ternyata anda benar-benar cantik dan saya sangat mengidolakan anda, mrs Maria." ungkap Zuy di susul senyumnya.

"Benarkah? Terimakasih banyak," ucap Maria.

"Sama-sama Mrs Maria," balas Zuy.

Lalu mata Maria melirik ke arah pipi Zuy.

"Ngomong-ngomong pipi kamu kenapa memar gini?!!" tanya Maria.

"Tadi dia di tampar or ..., "

Zuy menggelengkan kepalanya memberi isyarat pada Airin sehingga Airin terdiam.

"Kenapa diam, memangnya di tampar siapa?!!" tanya Mrs Maria.

"Bukan apa-apa, mungkin maksudnya di tampar lantai Mrs, saya tadi jatuh di lantai karena saya kurang hati-hati," Zuy berbohong.

"Zuy.." lirih Airin.

Namun Zuy menatap Airin dan kembali memberi isyarat kepada Airin untuk tidak memberi tahu orang lain tentang dirinya.

"Oh, lain kali hati-hati ya jangan ceroboh! Jadinya memar gini pipinya kan." tutur Maria memegang pipi Zuy,

"Baiklah, lain kali Zuy akan hati-hati," jawab Zuy .

Maria membalas Zuy dengan senyuman, sedangkan Airin terus memandangi keduanya secara bergantian.

"Mereka benar-benar sangat mirip, seperti ibu dan anak." batin Airin.

Lalu....

"Maaf kalau boleh saya tahu, umur kamu berapa ya Zuy ?!!" tanya Maria karena sangat penasaran dengan Zuy.

"Aah, umur saya sudah hampir 29 tahun mrs Maria." jawab Zuy

Deeegg...

Maria tercengang dengan jawaban Zuy.

"Kenapa usianya sama dengan Zoya? Usianya juga hampir 29 tahun, apa dia benar-benar Zoya, tapi aku harus memastikannya dulu." kata hati Maria.

"Zoy ah bukan maksudku Zuy." panggil Maria.

"Ada apa Mrs Maria?!!" tanya Zuy.

"Ada yang ingin aku tanyakan lagi, kamu jawab jujur ya! Eum, sekarang kamu tinggal dengan siapa?!!" Maria bertanya kembali

"Sa-saya tinggal dengan Bi Na ...,"

Perkataan Zuy terhenti sebab Kimberly datang.

"Maaaaam..." seru Kimberly.

Maria memalingkan wajahnya ke arah Kimberly.

"Kimberly!"

Kimberly berjalan menghampiri mereka.

"Mam kemana aja? Kim dan Ay udah nungguin Mam lho. Katanya ke toilet tapi ternyata malah disini, sebenarnya Mam sedang apa disini?!!" cecar Kimberly.

"Mam disini sebab Mam bingung cari ruangan kerja Ray dimana, lalu mereka nggak sengaja menabrak Mam," jelas Maria.

"Apa?!! terus apa Mam baik-baik saja?!!" tanya Kimberly.

"Mam baik-baik aja Kim.." ujar Maria.

Kimberly beralih ke arah Airin dan Zuy.

"Zuy, Airin, kalian berdua kenapa My Mam sampai di tabrak, kalau dia kenapa-napa bagaimana." pekik Kimberly.

"Maaf ms Kimberly, saya yang salah dan tidak hati-hati jalannya," ujar Airin.

"Udah Kim! Bukan salah mereka juga." Maria menenangkan anaknya.

"Ta-tapi Mam...." hardik Kimberly.

Maria menolehkan kepalanya ke Zuy.

"Kalian berdua boleh pergi!" suruh Maria.

Zuy menganggukkan kepalanya.

"Baik mrs Maria, kalau gitu kami permisi dulu." ucap Zuy.

Lalu mereka pun pergi....

"Mam, beneran nggak apa-apa?!!" tanya Kimberly memastikan.

Maria mendesah. "Mam beneran nggak apa-apa Kim. Udah ayo kita ke Ray! dia pasti udah nungguin kita."

"Iya." balas Kimberly.

Mereka pun bergegas menuju ke Ruangan Ceo.

Di ruang kerjanya, Ray terlihat sangat sibuk, ia menyempatkan waktu untuk menyelesaikan tugasnya sambil menunggu Kimberly dan Maria datang. Ia pun menandatangani satu-persatu berkas-berkas yang sudah menumpuk di meja kerjanya.

Sesaat Kimberly dan Maria masuk ke dalam.

"Ay, aku kembali." seru Kimberly.

Ray mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah Kimberly.

"Kimberly, Mrs Maria Selamat datang. Silahkan duduk!!" sambut Ray.

"Terimakasih Ray." ucap Maria.

kemudian keduanya duduk di sofa, Maria lalu mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan tersebut.

"Wah kamu hebat ya sekarang sudah punya perusahaan sendiri, aku kagum padamu Ray." puji Maria.

"Terimakasih Mrs Maria, Maaf Ray sambil kerja ya." ujar Ray

"Iya nggak apa-apa Ray dan lagi kamu jangan panggil aku Mrs Maria, panggil saja Mam!" tutur Maria.

Ray menggeleng. "Tidak mrs Maria, saya lebih suka memanggil anda dengan sebutan seperti itu."

Maria mendengus. "Padahal kamu kan calon menantuku, Ray. Oh ya ngomong-ngomong kapan kamu kembali ke Amerika?!!"

"Saya juga nggak tau Mrs, soalnya saya juga lagi sibuk-sibuknya mengurus semuanya. Ya mungkin kalau Ray kesana juga cuma menjenguk Daddy dan Lesya, habis itu langsung balik lagi ke Indonesia," jawab Ray.

"Ray kalau kamu tidak pulang, bagaimana dengan acara pertunangan kalian? Mam berharap pertunangan kalian ini di percepat. sebab Mam, Daddy mu dan juga Liora sudah sepakat untuk mengadakan acara pertunangan kalian dua bulan lagi," kata Maria.

Seketika Ray menghentikan aktivitasnya karena terkejut dengan perkataan Maria.

"Apa anda bilang pertunangan dua bukan lagi?!" tanya Ray.

Maria mengangguk-anggukkan kepalanya.

"Iya Ray."

"Tsk, kenapa tidak ada yang memberitahuku, kalau acara pertunangannya dua bulan lagi? Harusnya kalian diskusikan dulu denganku!" cicit Ray.

"Ya mungkin mereka tidak ingin mengganggumu Ray. Kamu kan sekarang sangat sibuk tidak punya waktu lagi, ya mumpung aku disini, jadi aku yang mewakilkan mereka untuk membicarakan soal ini," jelas Maria.

Seketika Ray menggertakan giginya seraya tangannya mengepal kuat.

"Tsk!"

Lalu tiba-tiba.....

Tok Tok Tok

"Tuan Muda, ini saya datang untuk mengantarkan Minuman.." ucap Zuy.

"Masuk..!!"

Zuy pun berjalan masuk sambil membawa minuman lalu menghampiri meja dimana Maria berada.

"Ini minumannya Tuan Muda, Mrs Maria, Mrs Kimberly."

Zuy meletakkan minuman di atas meja.

"Terimakasih Zuy," ucap Ray.

"Iya tuan, kalau gitu saya permisi dulu!" pamit Zuy,

Ray membalas dengan anggukan kemudian Zuy keluar dari ruangan tersebut.

"Zoya.." lirih Maria yang terus memandangi Zuy.

Kimberly mengernyit. "Siapa Zoya, Mam?!!"

Maria menggelengkan kepalanya.

"Tidak, bukan siapa-siapa.."

Lalu mereka melanjutkan pembicaraan tentang pertunangan Ray dan Kimberly,

"Ray, aku tau ini terlalu mendadak dan membuatmu terkejut, tapi kalian kan sudah lama bersama dan lagi kita juga sudah setuju tentang masalah ini, terus usia kalian juga udah matang, apalagi coba yang harus kamu tunggu?" cecar Maria.

Ray tertunduk diam pandangannya pun tertuju pada berkas yang ada di depannya.

"Itu karena aku tidak mencintai Kimberly, aku hanya menganggapnya sebagai adik! Dan orang yang aku cintai adalah Kakak." batin Ray.

Lalu....

"Ay, kenapa tiba-tiba diam?!!" tanya Kimberly.

"Tidak apa-apa, untuk masalah ini nanti aku akan bicara dengan Daddy." ujar Ray.

Maria menghela nafasnya sejenak.

"Baiklah, memang sebaiknya kamu bicarakan dulu dengan Daddy mu," ujar Maria. "Kimberly...."

"Iya Mam." sahut Kimberly.

"Ayo pergi! Mam ingin sekali jalan-jalan mumpung kita ada disini."" ajak Maria.

Kimberly mengangguk lalu beralih ke Ray.

"Ay, apa kau mau mengantar kami?!!" tanya Kimberly.

"Hei, Rayyan sepertinya sedang sibuk, kita pergi berdua saja ya!" kata Maria.

"Baiklah, kalau gitu kita pergi dulu ya Ay.." ucap Kimberly mendekat ke arah Ray dan ingin menciumnya.

Namun sayangnya Ray memalingkan wajahnya membuat Kimberly merengut.

"Ay!"

"Em, iya kalian berdua hati-hati!" kata Ray.

Kimberly dan Maria melangkah pergi. Lalu bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah sofa, Ray menjatuhkan tubuhnya di sofa sambil menunduk seraya memijat pelipisnya.

"Aaaaaaargh.." teriak Ray.

Ia pun memukul meja kaca yang di depannya dengan kuat, hingga kacanya pecah melukai tangannya.

Mendengar kegaduhan di ruang Ceo, davin pun bergegas masuk ke ruangan tersebut dan seketika ia terkejut melihat tangan Ray yang berlumuran darah.

"Tuan Ray ada apa? Apa yang terjadi,?!!" tanya Davin.

Namun Ray hanya terdiam, tatapannya sangat kosong. Melihat itu, Davin langsung mengambil kotak P3k, ia pun membersihkan darah di tangan Ray.

Akan tetapi Ray malah menepis tangan Davin, seakan-akan ia tidak ingin di obati, sehingga membuat Davin panik dan cemas. Lalu ia mendekat ke interkom yang berada di atas meja kerjanya dan menghubungi Rere.

"Bu Rere, tolong panggilkan Zuy suruh dia ke Ruang CEO, sekarang..!!" perintah Davin

"Baik Pak.." balas Rere.

"Oke terimakasih.." ucap Davin,

Davin menutup telponnya.

"Tuan Ray sebenarnya apa yang terjadi.." lirih Davin.

Tak berapa lama kemudian Zuy pun datang dan menghampiri Davin.

"Ada apa pak Davin memanggil saya kemari?!!" tanya Zuy.

"Zuy, lihatlah Tuan Ray!" Davin menunjuk ke arah Ray,

Sontak membuat Zuy terbelalak melihat tangan Ray yang penuh darah, Zuy pun langsung menghampiri Ray.

"Tuan Muda, anda kenapa? Apa yang terjadi sampai tangan tuan terluka begini?!!" cecar Zuy memegang tangan Ray.

Ray menengadah menatap ke arah Zuy.

"Kakak Zuy.." lirih Ray.

"Iya ini Zuy, tuan. Kenapa bisa seperti ini Tuan? Aku obati lukanya ya Tuan Muda!" tutur Zuy.

Tiba-tiba Ray memeluk erat Zuy.

"Tu-Tuan Muda, apa yang anda lakukan?!!" tanya Zuy keheranan.

"Kakak, aku ingin seperti ini sebentar saja!" pinta Ray.

Zuy menghela nafasnya sejenak dan menganggukkan.

"Ba-baiklah Tuan Muda."

Zuy membalas pelukan Ray, Davin yang berada di dekat mereka pun langsung menyunggingkan senyumnya.

"Syukurlah," ucap Davin.

Setelah beberapa saat kemudian, Ray melepaskan pelukannya ke Zuy.

"Tuan Muda, apa perasaan anda sudah membaik? Sini tangannya biar Zuy bersihkan, habis itu kita ke Dokter ya!" kata Zuy sambil memegang tangan Ray

Ray hanya menganggukkan kepalanya, Zuy mulai membersihkan darah yang ada di tangan Ray. Setelah itu mereka pun pergi ke rumah sakit yang berada di dekat perusahaan.

°°°°°°

Rumah Sakit

Setelah sampai di rumah sakit, tangan Ray langsung di obati oleh Dokter.

"Beruntung pecahan yang mengenai tangannya tidak terlalu dalam, jadi tidak perlu di jahit hanya di oles salep dan di perban saja!" ujar Dokter sambil membalut tangan Ray dengan perban.

"Apa tidak di suntik juga Dok?!!" tanya Zuy.

Dokter menggelengkan kepalanya.

"Tidak perlu, dua hari juga sembuh," balas dokter.

"Syukurlah...."

Sesaat dokter pun selesai membalut luka Ray.

"Sudah selesai dan ini resep obatnya. Sekarang kalian boleh pergi, oh ya kalau dalam tiga hari tidak sembuh, datanglah lagi ya!" ujar Dokter.

"Baiklah Dok, Terimakasih banyak."

"Sama-sama.." balas Dokter

"kalau gitu kami pamit, permisi Dok." ucap Zuy menunduk sopan.

Sesaat mereka berdua pun pergi dan kembali ke Perusahaan.

••••••••••••••••••••

Sementara itu...

Anne nampak sedang berkunjung ke Rumah seseorang, ia pun langsung mengetuk pintu, dan pemilik Rumah membukakan pintu.

"Erlin..." sapa Anne

"Oh kamu An, Ayo masuk..!!" kata Erlin

Ternyata Anne mengunjungi Erlin.

"Terimakasih.." ucap Anne.

Lalu Anne melangkah masuk ke dalam rumah Erlin.

"Ayo duduk An..!! mau minum apa?!!" tanya Erlin

"Apa aja deh Lin, asal bukan air got.." balas Anne.

"Huh disini mana ada air begituan," cicit Erlin. "Bi-bibi!" serunya memanggil pelayan.

Pelayannya pun datang menghampiri.

"Ada apa Nona?!"

"Buatkan minuman spesial untuk sahabat ku ini!" titahnya.

"Baik Nona Erlin.." balas si pelayan.

Kemudian ia kembali ke dapur.

"Hmm, enak ya jadi anak bos, apa-apa tinggal teriak aja," celetuk Anne.

"Ya iya dong. Eum, ngomong-ngomong tumben kamu datang kemari ada apa?!!" tanya Erlin.

"Aku hanya ingin main saja, habis bosen banget di rumah mulu. Terus kamu juga sekarang jarang ajak aku keluar." cetus Anne.

"Maaf deh maaf! Habisnya aku lagi malas kemana-mana Ann," balas Erlin.

Lalu....

"Oh iya Lin. Tadi saat aku di tempat makan aku lihat kejadian heboh lho bahkan aku juga sempat merekamnya. Apa kamu mau liat Videonya?!!" ujar Anne.

Erlin menganggukkan kepalanya, kemudian Anne langsung memperlihatkan video dimana Zuy di tampar oleh Zetta.

"Waah, bukannya ini si OB j*lang?"

"Iya, memang dia si OB jalang itu."

Erlin tersenyum puas melihat adegan dimana Zuy kena tampar.

"Heh, itu benar-benar hukuman yang setimpal untuknya karena telah menggoda suami orang." cicit Erlin.

"Lin, tonton aja dulu sampai selesai! Nanti pasti kamu bakalan kaget.." kata Anne.

Erlin pun kembali menonton Video itu sampai selesai dan benar saja kata Anne bahwa Erlin sangat terkejut melihat akhir Video itu. Sontak ponsel yang di pegangnya pun terjatuh dan untungnya Anne langsung menangkap pons miliknya itu.

"Hampir aja!" Anne melirik ke Erlin. "Hei Lin, terkejut sih terkejut, tapi jangan sampai menjatuhkan barang orang lain dong!"

"An, itu Video asli apa video editan?!!" tanya Erlin.

"Tentunya asli lah, orang aku yang videoin mereka. Eh tapi aku salut lho sama Zuy sampai bisa seperti itu bahkan di anggap wanitanya Ceo tampan. Jangan-jangan Ceo dari Perusahaan CV udah buta kali ya atau mungkin di guna-guna Zuy. Soalnya Zuy yang salah aja di bela sampai bilang ke semua kalau Zuy itu wanitanya.." lontar Anne dengan niat memanas-manasin Erlin.

Dan tiba-tiba.....

Braaaaak...

Suara gebrakan meja berhasil membuat Anne tersentak kaget.

"Tsk, kurang ajar si OB busuk itu! Dasar wanita j*laaaang, berani-beraninya dia melangkahi ku. Pokoknya aku nggak akan tinggal diam, awas saja kau Zuy!"

**Bersambung......

1
ZasNov
Novel ini super keren.. 😍
Kisah Zuy & Ray benar2 luar biasa, selalu bikin meleleh.. 🥰
Konfliknya bikin greget, tapi endingnya benar2 memuaskan & membahagiakan 🤍
Semangat terus Kakak Author.. 😘
ZasNov
Wah makasih banyak Kak, novelku dipromoin disini. Love u so much pokoknya 🤗🥰
ZasNov
Kisah Zuy & Ray bener2 bikin meleleh. Perjuangan Ray meyakinkan & membahagiakan Zuy sangat luar biasa. Zuy yang sllu menderita terutama karena Mamanya, jd bisa bahagia berkat adanya Ray. Bahkan mereka bisa punya 3 anak yg menggemaskan 😍 Terima kasih ya Kakak Author untuk kisah luar biasa ini. Semoga sukses selalu. Love u🥰
ZasNov
Selain diajarin, pasti anak2 juga liat cara Ray memperlakukan Zuy yang sllu romantis 😍🥰
ZasNov
Selamat buat Davin & Airin yang sebentar lagi punya baby 🤍
ZasNov
Ray benar2 me-Ratu-kan Zuy, dia juga mendukung semua mimpi Zuy. Suami idaman banget 🥰
ZasNov
Wah Davin & Airin puas banget itu honeymoon di Korea 😍🥰
ZasNov
Boleh dibayangkan berdasarkan imajinasi masing2 ya kak 😆
ZasNov
Ya ampun Kak Yiou iseng banget sih sama temen berantemnya 😆🤣
ZasNov
Eh udah tamat kah?
Ending yang sangat memuaskan, semua kisah tokoh2nya berakhir bahagia 🥰
Selain Ray & Zuy, Davin & Airin juga yang lain bahagia sama pasangannya masing2, aku juga seneng Maria & Kimberly berubah jd baik.. Akhirnya Zuy bisa ngerasain kasih sayang Ibu kandungnya..
ZasNov
Aamiiiiin.. #palingkenceng
ZasNov
Eh Henri, katanya td cuma mitos, tp dikejar juga 😆
ZasNov
Ray & Zuy juga Davin & Airin, makasih banyak ya udah mengundang Bryllian & Zivara juga Bradley & Briley.. 🥰🙏
Semoga selalu bahagia, sampai menua bersama & sampai maut memisahkan 🤍
ZasNov
Ah aku beneran terharu, akhirnya kebahagiaan mereka semakin lengkap 🥰
Ray & Zuy juga Davin & Airin, bahagia terus ya, sampai maut memisahkan 🤍
ZasNov
Ray & Davin udah keburu panik, takut Zuy sama Airin kenapa2. Untungnya mereka baik2 aja.. 🥰
ZasNov
Davin masih trauma, sampai setakut itu..
Semoga semua baik2 aja ya..
ZasNov
Senangnya Archo & Melan makin bahagia sm keluarga kecilnya 🤗
ZasNov
Sahabatnya Davin siapa ya? Apa aku lupa ya.. #mikirkeras
ZasNov
Terharu, karena keadaannya jauh lebih baik. Maria menunjukkan kasih sayangnya sm Zuy. Tapi kenapa Kimberly harus melarang Maria ketemu Zuy. Berubahnya jangan setengah2 dong Kimberly 😭
ZasNov
Apa Citra bakalan berjodoh sama Brian ya, biar yang sama2 patah hati ini bisa saling mengobati 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!