NovelToon NovelToon
Masuk Ke Tubuh Istri Yang Di Benci Suaminya

Masuk Ke Tubuh Istri Yang Di Benci Suaminya

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Elzaluza2549

Kara seorang artis cantik yang mengalami kecelakaan dan masuk ke dalam novel kebencian memerankan seorang wanita bernama Aleca seorang istri yang di nikahi suaminya karena sebuah dendam.



Dengan jiwa tangguh dan pengalaman hidupnya sebagai pabrik figur, dia mengubah takdir istri yang teraniaya itu dengan kekuatan baru.


Matanya yang dulu bercahaya kini membara, Dan suaranya yang dulu lembut kini tegas. Dia siap melawan suaminya yang menindasnya, dan mengambil kembali kendali kehidupan yang layak untuk sang istri yang lemah.


"Aku sudah siap bermain!” katanya dengan senyum dingin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elzaluza2549, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Flashback Awal Pernikahan 2

Tersenyumlah sepuasnya sebelum kembali ke neraka ku,

Kedua mempelai kini sudah berdiri di hadapan penghulu.

Namun sekali-kali ia menatap pria yang berdiri di samping nya. Luiz sangat lah tampan, percis seperti oppa-oppa china tampan yang pernah Aleca tonton. Ema memang beruntung mendapatkan pria tampan dan juga baik seperti Luiz. seperti nya hanya ada kata andai di dalam hati nya.

Sakali-kali Aleca melihat ke belakang ke kursi para tamu, ia melihat wajah Bu Widya yang sedang tersenyum bahagia.Aleca membalas senyuman itu walau secara paksa.

"Jangan terus menatap ke belakang di saat pernikahan akan di mulai.Jika bimbang dalam pernikahan ini lebih baik bilang ke penghulu dan para tamu jika tidak ingin menikah" kata-kata itu apa ia berasal dari Pria yang berdiri di samping nya. Seperti nya betul jika Luiz sedang ketus bicara pada nya.

"Maaf!" Yaps hanya itu yang keluar dari mulut Aleca sedangkan ia sama sekali tidak berani bicara panjang lebar..

Pernikahan pun berjalan dengan lancar, kini Bu Widya mengucapkan selamat untuk kedua mempelai terutama pada Luiz.

"Nak Luiz tante harap kamu bisa jaga Aleca yah cintai dia seperti kamu mencintai Ema" Kata Bu Widya menasihati Luiz.

"Tentu tante, aku akan mencintai dan menjaga Aleca sesuai janji yang aku ucapkan tadi. percaya lah tante" kata Luiz meyakinkan.tapi itu tak sesuai dengan hatinya.

"Tante tau nak, kamu pria yang baik beruntung sekali Ema mendapatkan sosok pria seperti kamu yah walau dia tidak ada lagi disini," Bu Widya seketika kembali bersedih.

Aleca lagi-lagi manangis. la memeluk Bu Widya "Maaf kan aku Tan, kalau saja waktu itu aku ngelarang Ema buat pergi kemungkinan Ema udah nikah sama Luiz."

Bu Widya memperat pelukan itu." Harus berapa kali tante katakan itu bukan salah kamu Aleca itu semua adalah takdir kuasa."

“selama menjadi istri ku tidak akan ku biarkan kamu hidup dengan bahagia, kamu juga harus membayar kepergian Ema!" Desis Luiz di dalam hati.

"Sudah lah Al lagian aku perlahan sudah melupakan Ema hmm yah walau sedikit. Tapi mungkin dengan kehadiran mu itu akan membuat aku dengan cepat melupakan Ema"

----------------

Semua koper-koper Aleca dan juga Luiz sudah ada di dalam mobil mewah milik Luiz. Saat itu juga ada Bima yang sebagai supir.

Dengan manis Luiz membukan pintu mobil untuk Aleca. "Silakan masuk tuan putri”

Aleca memancarkan senyum yang merekah, tidak menyangka Luiz benar-benar romantis.

"Ini detik terakhir mu tersenyum nona! saat sedang berada di surga. tapi lihat nanti aku akan mengganti senyum mu itu menjadi ajang kesedihan dan akan ku ucapkan selamat datang ke neraka setelah sampai di istana mewah ku."Luiz kembali berdesis di dalam hati.

----------------

Selama di mobil tidak ada satu orang pun yang membuka pembicaraan.Sebenar nya Aleca sangat ingin mengajak Luiz dan Bima berbicara tapi seperti nya sikap dingin mereka menunjukan jika memang mereka berdua pelit berbicara.

Aleca membuang nafas nya pelan, dari pada diam seperti patung lebih baik ia memilih tidur, lagi pula ia merasa kelelahan.

Kini mobil mewah milik Luiz telah tiba di depan rumah besar milik kediaman Luiz. Dua pria bertubuh tinggi pun menghampiri mobil Luiz dan menggelar karpet merah untuk menyambut kadatangan Luiz.

Salah satu dari mereka membuka kan pintu mobil untuk Luiz. Luiz pun keluar dengan perasaan senang. Sudah lama ia tidak menginjakan kaki nya di rumah istana nva ini.

“Selamat datang di rumah kembali tuan Luiz" Ucap kedua pria bertubuh kekar itu secara bersamaan.

Bima juga ikut keluar dari mobil.

"seperti nya nona Aleca sangat kelelahan sehingga ia tidur begitu lelap apa pak Luiz tidak berencana membangun kan istri__" Tanya Bima.

Luiz memberi isyarat agar Bima diam dan jangan banyak bicara.“Jangan menyebut wanita itu sebagai istri ku jika kamu masih ingin hidup Bima!”

Bima berdehem tak normal. "Hmm Yasudah kalau begitu biar saya saja yang membangun kan nya supaya ia lekas masuk ke dalam rumah"

“Tidak perlu, mending kamu bawa saja koper-koper saya ini.jadi kamu jangan sekali-kali perduli sama wanita pembunuh itu! apa kamu mengerti Bima!”

“Baik, pak maaf”

****************

Aleca merenggang kan tubuh setelah bangun dari tidur panjang nya. leher nya terasa keram, ini sudah terbiasa ia rasakan di saat salah posisi tidur.

“Hemm, di mana ini, apakah kita sudah sampai?" Tanya Aleca setenga sadar Nihil tidak ada yang menjawab.namun setelah ia benar-benar sadar ia dapat merasakan kalau di dalam mobil ini tak ada siapapun.

"Luiz, Bima kalian di mana? apakah sudah sampai." Perlahan Aleca membuka kaca mobil di samping nya Setelah kaca terbuka ia mengeluarkan kepala nya melihat sekeliling.

"Apakah ini rumah milik Luiz, wah nampak dari luar rumah ini sangat mewah mirip seperti istana. Tapi apakah benar ini rumah milik Luiz?"

Aleca pun perlahan turun dari mobil, dan ia terkejut ternyata koper nya sudah berada di belakang bagasi mobil, hanya ada 2 koper besar miliknya nya tapi tidak ada koper milik Luiz meski ALeca mengintip dari kaca bagasi.Perasaan ALeca tiba-tiba berdesir, ada perasaan tidak enak di dalam lubuk hati nva. Tapi ia menepis hal itu.

Dua orang pelayan wanita menghampiri Aleca yang kesusahan membawakan dua koper milik nya.

“Mari mbak kami antarkan anda ke dalam kamar milik anda" Kata pelayan satu.

"Hm tidak usah aku bisa membawa koper ku sendiri," Kata Aleca menolak lembut tapi mata nya tidak pernah berhenti mengagumi keindahan serta kemewahan rumah milik Luiz. Rumah mewah bercat putih dan bercat kuning seperti emas penuh kilauan apakah itu benar-terbuat emas sungguhan.

"Tapi apakah ini benar rumah milik Luiz dan ada di mana Luiz?" Tanya Aleca penasaran.

"Tuan Luiz sedang berada di ruangan pribadi nya, dan beliau lah yang menyuruh kami untuk mengantarkan mbak ke dalam kamar.”

Alih-alih 2 koper Aleca telah berada di dua pelayan di depan nya.

Aleca yang menurut pun mengikuti langkah mereka dengan menaikin tangga. Kamar Aleca berada di lantai 2 dari ke 3 lantai ruangan.dari beberapa barisan pintu ruangan tapi kenapa ALeca berada di ruangan paling ujung. Ah sudah lah mungkin ini kamar yang istimewa untuk nya.

"Ini kamar mu mbak, tugas kita sudah selesai silakan istirahat dan kita berdua permisi dulu." Kata pelayan dua.

"Terimakasih yah karena telah membantu ku" Ucap ALeca dengan tersenyum tulus.

"Iya mbak sama-sama"

Perlahan knop pintu terbuka. Dan apa yang di bayangkan oleh Aleca di pikirannya tidak seindah dengan apa yang ia bayangkan. Dan bertapa terkejutnya ALeca ketika melihat kamar yang di berikan pelayan tadi itu adalah sebuah ruangan yang di penuhi barang dan setiap sisi di penuhi oleh debu.

Di sisi lain dua orang pelayan tadi tenga membicara kan masalah tadi di ruangan kerja mereka.

Dia Iren Dan Catrin.

"Ren aku kok merasa kasian yah dengan istri baru nya tuan Luiz baru sah jadi istri malah di perlakukan buruk oleh tuan Luiz" Kata Catrin merasa kasian.

"Di pikir aku gak kepikiran kesana, aku juga tau. Bukan kah di rumah sebesar ini ada puluhan kamar yang luas dan mewah tapi kenapa tuan Luis memilih kamar itu untuk istri nya”Timpal Iren.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Aleca merasa jika dua pelayan tadi salah membawa nya. Harus nya mereka membawa ALeca ke kamar yang layak bukan ke gudang. Aleca yang kebingungan memutuskan untuk mencari mereka berdua.

"Bukan kah kamu terlihat lelah, Kenapa tidak istirahat langsung, lihat lah bukan kah ruangan itu sangat cocok untuk wanita seperti kmu!" Luiz datang tiba tiba menyungging senyum jahat pada Alaca.

ALeca Membalikan badan.“Luiz, ap-apa yang kamu bicara kan,Seperti nya aku salah pendengaran, Luiz aku juga ingin bertanya sepertinya dua pelayan suruhan mu tadi salah mengantar kan aku ke kamar. ini bukan kamar, tapi ini gudang."

Luiz tersenyum miring, senyum itu terlihat mengerikan bagi ALeca."Dua pelayan tadi tidak salah. saya yang memerintahkan mereka untuk mengantar kan kamu ke kamar yang sangat pantas untuk kamu tinggalin, katakan Aleca apakah kejutan ku ini sangat istimewa untuk mu?"

Aleca yang tidak percaya hanya bisa menggelengkan kepala nya."kenapa! kenapa kamu melakukan ini?" Tanya Aleca dengan suara gemetar.

"Oh kayaknya kamu sudah lupa yah, kenapa saya melakukan semua ini, atau emang kamu pura-pura tidak tau.Huuuh rupanya capek juga yah pura-pura baik di depan semua orang terutama di depan tante Widya dan juga kamu. dan apa kamu tau alasan nya?"Luiz mendekatkan wajahnya lebih mendekat pada wajah Aleca. "satu kata tiga huruf Ema!!" Raut wajah Luiz seperti orang yang tenga menahan amarah.

tiba-tiba wajah wajah Aleca menghangat perlahan air mata nya mengalir dengan sendiri nya. Mulut nya semakin bergetar.

“Yah aku mengerti maksud mu Lu, lalu kenapa kamu melakukan itu seharus nya dari awal bilang saja kalau kamu akan menolak menikahi aku bukan nya malah berpura-pura baik seperti ini"

"Dan lalu kenapa pada saat itu kamu tidak menolak saja untuk menikah dengan saya, dan saya sudah menduga nya jika kau hanya tertarik menikah dengan saya karena harta kemewahan yang saya milikin, iya kan?"

"Harta kamu bilang? bahkan sedikit pun aku tidak berniat menginginkan kan harta mu Lu, aku menikah dengan mu karena amanah dari Ema. Amanah itu sama seperti janji yang harus di tepati Lu."

“Bukan kah kamu kelelahan ALeca, kalau begitu cepat istirahat. Yah saya tau gudang ini terlihat sangat berantakan dan berdebu. Tapi saya yakin kamu mampu melakukan nya seperti di kartun disney"

ALeca menatap nanar pada kamar yang Luiz berikan untuknya dan dengan berat hati ALeca pun menerima apa telah menjadi keputusan Luiz, Perlahan ia mengusap air mata nya dengan sekali usapan jari.

"Baiklah terimakasih atas ruangan yang telah kamu berikan untuk ku, kamu tenang saja dengan senang hati aku akan membersihkan ruangan ini hingga bersih" Ucap Aleca segera melangkahkan kakinya masuk kedalam gudang yang akan menjadi tempat ternyaman nya.

1
Uthie
Cerita genre transmigrasi yg selalu sukkaaa...
Uthie
Sy selalu berusaha menghargai penulis dengan meninggalkan jejak lohhh yaa Thor 😘🤩
Uthie
👍👍👍👍👍
Uthie
Sukkkkaaa tema genre transmigrasi 👍🤩🤩
Khairunisa Laras
h
Herlina Susanty
lanjut thor smgt 😍💪
Herlina Susanty
suka cerita ny thor
smgt nulisnya di tunggu selalu up ny
Herlina Susanty
lanjut thor smgt 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!