Seorang gadis yang sudah memiliki kekasih harus rela dijodohkan dengan sahabat kekasihnya.
Bagaimana ia bisa menjalani pernikahannya dengan seseorang yang pernah ada didalam hatinya, namun pergi meninggalkannya.
Dan disaat ia telah menjalin kasih dengan seseorang, laki-laki itu kembali datang kedalam hidupnya dengan status suami, hasil dari perjodohan yang dipaksakan oleh orangtua mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahputriona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Kediaman Azkia..
Elvan masuk kedalam rumah dalam keadaan mabuk, ia pulang diantar oleh Radit karena ia tidak pernah mabuk seperti ini sebelumnya. Ia tidak masuk kedalam kamar yang biasa ia gunakan tapi malah masuk kedalam kamar Aileen dan langsung merebahkan tubuhnya dengan begitu keras kemudian memeluk istrinya yang sudah tertidur. Hal itu membuat Aileen jadi terbangun dan begitu kaget melihat suaminya sudah memeluknya dengan erat membuatnya jadi sulit bernapas
"El kamu ngapain disini ? Kamu jangan macam - macam ya el !! Ingat janji kamu untuk tidak menyentuhku". Kata Aileen sambil berusaha melepas pelukan suaminya itu
"Aku sulit bernapas el, kenapa kamu begitu berat pergilah el". Ucap Aileen dengan penuh kekuatan mendorong tubuh Elvan agar menjauh darinya
"Seperti bau alkohol". Mendekatkan hidungnya kearah Elvan
"El apa kamu mabuk? Astaga bangun el mandi dulu sana badan kamu bau banget tau". Ucap Aileen merasa pusing mencium bau alkohol yang begitu menyengat dari tubuh suaminya
"Hmm aku hanya ingin tidur disini Ay, aku tidak akan berbuat apa - apa padamu kumohon biarkan aku memelukmu malam ini saja". Gumam Elvan tak karuan namun Aileen masih bisa mengerti ucapaannya itu
"Mandi dulu el, aku gak tahan ini mau muntah rasanya". Ucap Aileen membuat Elvan akhirnya bangun dan mandi
Selesai mandi Elvan sudah sedikit segar walaupun kepalanya masih terlalu berat karena terlalu banyak minum. Ia mendapati istrinya duduk bersandar di atas ranjang
"Kenapa kamu mabuk?". Tanya Aileen saat melihat suaminya keluar dari kamar mandi
"Karena kamu, aku tidur sini ya Ay". Ucap Elvan langsung merebahkan tubuhnya disebelah istrinya dengan posisi berbaring telentang namun matanya sudah tertutup
"Memangnya aku kenapa ? Lagian kenapa gak tidur dikamar kamu ajasih". Kata Aileen
"Aku cemburu Ay, aku cemburu karena kamu bisa tertawa bahagia dengan pria lain. Aku hanya ingin tidur disini malam ini, kamu gak usah khawatir aku tidak akan melakukan apa - apa padamu. Tidurlah ini sudah malam". Ucap Elvan kemudian berbalik membelakangi Aileen
Aileen terdiam memikirkan perkataan Elvan yang cemburu padanya karena telah pergi bersama dengan Vano. Ia terus berbicara dalam hati dan bertanya - tanya pada dirinya sendiri
"Kenapa kamu cemburu el?"
"Bukankah kita tidak ada rasa cinta ?"
"Bukankah kita menikah hanya karena perjodohan ?"
"Ah aku lupa Elvan kan sudah tunangan sama Vira, aku bahkan mengira dia sudah menikah dengannya. Apa aku istri kedua ya?"
"Tapi dimana Vira ya aku tidak pernah bertemu dengannya lagi".
"Akan kutanyakan padanya besok saja"
"Hmm apa aku harus mengikuti kata Vano ya?"
"Apa aku harus ninggalin Elvan dan pergi bersama Vano?"
"Tapi aku tidak bisa mengecewakan papa, aku sudah berjanji pada papa"
"Tapi aku juga tidak bisa mencintai Elvan"
"Dia pernah meninggalkanku dulu, walau kami memang tidak pernah punya hubungan"
"Ah tapi tetap saja, dia pernah membuatku jatuh cinta kemudian menggoreskan luka dihatiku"
"Vano lah yang datang menyembuhkan luka itu"
"Apa aku harus menyakiti Vano saat dia sudah melakukan banyak hal untukku?
"Tidak, aku tidak bisa menyakiti Vano"
"Maafkan aku el, aku mencintai Vano dan aku tidak mencintaimu lagi"
Aileen terus memikirkan hubungannya dengan Elvan dan Vano hingga akhirnya ia tertidur dengan begitu banyak pertanyaan dikepalanya
***
Sudah pukul 07.00 namun pasangan suami istri itu belum bangun juga, mungkin karena Elvan terlalu banyak minum semalam, begitu juga dengan Aileen yang terlalu banyak berpikir dan tidur begitu larut
Elvan terbangun terlebih dulu, saat membuka mata ia menangkap wajah istrinya tepat dihadapannya sambil memeluk erat tubuhnya. Sejenak ia tersenyum memperhatikan wajah cantik istrinya itu, dalam keadaan tidur saja istrinya terlihat begitu cantik. Ia mencium puncak kepala istrinya begitu lembut agar tidak membangunkan istrinya. Namun ia salah, tetap saja istrinya itu terbangun
"El kau melakukan apa? Kenapa kau memeluk ku? Apa kau. kau.. ". Melihat pakaiannya masih lengkap membuatnya lega
"Aku tidak melakukan apa - apa, Lihatlah kau yang memelukku begitu erat. Apa kau sudah sadar kalau aku ini suamimu". Ucap Elvan sangat senang pagi ini bisa terbangun melihat wajah cantik istrinya
"Aku tidak sengaja, aku kan tidur. Kenapa kau masih disini ? Apa kau tidak pergi bekerja ?". Tanya Aileen
"Aku kan tidak punya pekerjaan disini, apa kau lupa perusahaanku itu ada di Amerika?". Kata Elvan membuat Aileen menyatukan alisnya
"Cih sombong sekali. Kau pikir siapa yang akan mengurus perusahaan papa saat ini? Aku memang sudah lulus kuliah dan bekerja di perusahaan papa, tapi aku tidak bisa mengurus perusahaan". Ucap Aileen
"Kau mau aku yang mengurus perusahaan papa? Kau ingin bermalas - malasan dirumah ya ? Enak saja, itukan perusahaan papamu, tentu saja kau juga yang harus mengurusnya". Ucap Elvan menahan senyumannya
"Bukankah kau selalu mengingatkanku kalau kita sudah menikah? Apa perlu kuingatkan padamu sekarang?" Ucap Aileen melototkan mata pada suaminya
"Kamu kan tau tidak ada yang tau kita sudah menikah. Ah sepertinya kamu mau semua orang tau ya tentang pernikahan kita?". Tanya Elvan
"Kalau kau tidak mau ya tidak usah, aku akan meminta Vano mengurusnya". Jawab Aileen
"Aku tidak pernah bilang tidak bisa. Aku hanya bertanya padamu, bagaimana kalau orang - orang bertanya siapa aku? Apa aku perlu memberitau mereka yang sebenarnya?". Tanya Elvan
"Tentu saja tidak, kamu kan bisa bilang kita saudara. Lagipula aku ini sekertaris papa dan sekarang aku sekertarismu, jadi aku bisa mengawasi mu setiap saat". Jawab Aileen
"Rupanya kau tidak ingin jauh - jauh dariku ya?" Tanya Elvan
"Sudahlah el aku mau mandi. Besok kau harus ke kantor, aku akan mengenalkanmu pada karyawan papa". Jawab Aileen kemudian masuk kedalam kamar mandi
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu