Note :
JANGAN PLAGIAT ATAU TAMBAL SULAM!
INGAT AZAB
Carilah Rezeki yang halal dengan mencari ide sendiri.
_
_
Drama percintaan beda usia ✅
Novel yang nggak ada konfliknya ✅ (Tapi Bohong)
Hidup Marsha dan Jeremy berubah seratus delapan puluh derajat. Gara-gara sebuah pakaian berbentuk mirip kacamata alias kutang, mereka terjebak dalam sebuah pernikahan konyol yang sejatinya sudah direncanakan oleh nenek-nenek mereka.
Bagaimana bisa Jeremy seorang CEO tampan nan tajir harus menikahi gadis berumur sembilan belas tahun yang lebih pantas menjadi keponakannya?
"Nahasnya aku harus mengambil alih beban keluarga Tyaga" ~ Jeremy
cover by Tiadesign_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adinasya mahila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27 : Mengganggu
Jeremy duduk menyandarkan punggung ke kursi empuknya. Ia melamun sampai tak melihat bahwa Peter sudah berada di depannya membawakan berkas yang dia minta. Sekretaris ganteng itu harus memanggil nama sang atasan beberapa kali agar kehadirannya disadari.
“Pak, apa Anda kurang enak badan?” tanya Peter setelah Jeremy menandatangani berkas yang dia bawa.
“Tidak, aku hanya sedang …. “ Jeremy menjeda kata, dia bingung haruskah dia menceritakan hal pribadi ke Peter. Meski pria itu sudah bertahun-tahun menjadi sekretarisnya, tapi tetap saja Jeremy sungkan jika harus membahas masalah pribadi.
“Katakan saja Pak! saya akan mendengarkan keluh kesah Anda dengan senang hati, bukankah biasanya juga begitu?” Meski bernada sindiran tapi ucapan Peter barusan memang fakta. Sikap Jeremy yang sok sungkan seperti ini malah aneh menurutnya. Tidak seperti biasanya yang suka berbicara seenaknya.
“Jika aku punya dua istri dan istri pertamaku lebih muda dari istri kedua, apa istri pertamaku tetap disebut istri tua?”
“Astaga Pak, nyebut!” Peter memegangi dada. Meski tidak diberitahu secara detail, dia juga sudah tahu apa maksud Jeremy. Atasannya itu ingin menikah lagi setelah menikahi Marsha.
“Pak, pikirkan lagi karena poligami itu harus adil, jika tidak adil Anda bisa dosa dunia akhirat. Kesialan Anda bisa menjadi tujuh kali lipat, jangan sampai Anda mempermainkan anak orang Pak, nyebut Pak! ayo saya tuntun , but … but … but."
Jeremy geram, dia mengambil satu lembar kertas yang memang tak terpakai di meja, mengepalnya dan melempar kertas itu ke arah Peter. Jika pria itu tidak ada saat dirinya terpuruk, mungkin Jeremy sudah memecatnya, tapi mau bagaimana lagi? baginya Peter sudah seperti sahabat, jika sudah selesai bekerja terkadang mereka pergi bermain golf dan ke klub malam bersama.
“Mohon urungkan niatan Anda Pak! saya berani taruhan Anda akan jatuh cinta ke gadis yang Anda sebut jimat hidup itu,” kata Peter.
“Sialan! lalu mau aku kemanakan Mia,” sembur Jeremy.
Peter memilih mengedikkan bahu, pria itu memilih kabur keluar ruangan sebelum papan nama akrilik dilempar Jeremy ke arahnya.
***
Malam harinya, Kimi terlihat sudah berpenampilan rapi, dia bahkan memanggil MUA ke rumah untuk merias wajahnya dan sang putri. Sementara sang MUA sibuk merias Marsha, Kimi membantu Richie bersiap. Ia merapikan bagian depan setelan sang suami lalu menggelayutinya manja.
“Kita sudah tua, padahal baru kemarin rasanya kamu sering mendatangiku ke klinik pabrik dengan alasan macam-macam,” kenang Kimi. Ia peluk mesra pinggang Richie.
“Ya, dan rasanya baru kemarin aku menimang Marsha tapi dia sudah mau menjadi istri orang,” jawab Richie, dibelainya pipi Kimi lantas mendaratkan satu kecupan di kening.
“Kamu memberiku segalanya Rich, bahkan cita-citaku memiliki sebuah rumah sakit bisa terwujud karenamu.”
“Bukan karenaku, itu karena kerja kerasmu,” elak Richie.
Pasangan suami istri itu malah saling ingkar, sama-sama tidak ingin terlihat lebih berjasa. Perlahan Richie mendekatkan wajah ke Kimi, dia ingin mencium bibir istrinya itu, tapi sayang si pengacau datang dan masuk ke dalam kamar mereka tanpa mengetuk pintu.
“Ow … ow , apa aku mengganggu adegan uwu Papi dan Mami?” seloroh Marsha.
Kimi seketika menjauhkan badan dan berpura-pura merapikan gaun malamnya. Sedangkan Richie menoleh putri semata wayangnya dengan mimik muka masam.
“Iya kamu mengganggu, makanya Papi kawinkan saja kamu.”
nanti tak pinjemin ke Orang tua ku....