Nandita seorang gadis yang berusia 20thn.Ia tinggal bersama ibu dan seorang adik yg baru berusia 10thn sedangkan ayah Dita sudah tiada sejak ia duduk dibangku awal SMA.
Ia terpaksa bekerja disebuah kafe dan sebuah stasiun radio untuk membantu ibunya.sebenarnya Dita ingin sekali menjadi dokter namun cita-citanya terpaksa harus dikubur dalam-dalam karna ekonominya.
suatu hari saat Dita sedang bekerja tanpa sengaja dita bertemu dengan Daniel.
Ya Daniel adalah mantan kekesihnya.mereka putus satahun yang lalu.
Akankah Nandita dan Daniel kembali bersama?
Akankah semuanya berjalan dengan baik-baik saja lalu bagaimana usaha Daniel untuk mendapatkan Dita kembali?
Simak ceritanya y semoga kalian g kecewa happy reader y
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Maelani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
Malam itu Dhaniel tak bisa tidur dengan nyenyak pikirannya mengembara kemana-mana,berbagai pertanyaan hadir dalam benaknya " kemana kira-kira Dhita pergi"
" kenapa anak buahnya sampai bisa tidak melihatnya keluar darisana"
" kenapa juga ia tak memberitahu bunda Ipeh kemana dia pergi"
ada banyak pertanyaan yang masih menjadi teka-teki dibenaknya.
Haripun beranjak pagi dengan mata masih sedikit berat Dhaniel pun beranjak turun dari tempat tidurnya ia memasuki kamar mandi dan membasuh wajahnya setelah itu ia segera turun menemui semua orang yang sudah menunggunya di meja makan tak terkecuali ke tiga sahabatnya.
mereka makan dalam hening tanpa ada suara sama sekali.
setelah sarapan mereka berkumpul ditaman belakang untuk menghirup udara sejuk.
"Apa rencana kita selanjutnya Niel" tanya Andreas sambil meneguk kopi yang masih mengeluarkan asap lalu meletakannya kembali di meja
" loe Pian kan kuliah di bagian IT bisa tolong lacak g dimana keberada'annya" pinta Dhaniel
" kalo ponselnya aktif gw bs lacak tapi ..." belum sempat pian melanjutkan omongannya ponsel Dhaniel berbunyi tanpa menunggu terlalu lama Dhanil langsung mengangkatnya
"hallo Ken ada apa" tanya Dhaniel pada seseorang diseberang sana
entah dengan siapa Dhaniel sedang berbicara sekarang tapi nampak raut wajahnya sedikit berseri tak lama kemudian ia menutup telponnya
" dari siapa bro " tanya Andreas
" dari Niken adiknya Dhita " jawab Dhanil
" widihhh kayanya udah akrab banget ama keluarga do'i " ledek Pian ikut menimpali
yang dibalas dengan senyuman oleh Dhaniel
" kita g usah nyari Dhita gw udah tau dimana dia " ucap Dhaniel lalu meneguk kopi yang mulai agak dingin
" ya udah ayo siap-siap mau ikut g " ajaknya pada ketiga sahabatnya
" kemana "
" gw mau ngasih sedikit pelajaran buat si Dhita " Dhanil pun berdiri dan berjalan menuju kamarnya untuk bersiap-siap menjemput Dhita yang saat ini sedang menginap di rumah salah satu temannya bekerja .
tak butuh waktu lama Dhanil dan ktiga sahabatnya sampai di alamat yang diberikan Niken, ia tak langsung keluar dari mobil ia mengamati keadaan sekitarnya
" ayo kita samperin aja " ajak Pian tak sabaran
" kita tunggu sebentar lagi "
Tak butuh waktu lama nampak dua orang gadis keluar dari sebuah rumah kontrakan
ya.. gadis itu adalah Nandhita dan teman kerjanya dimini market
entah apa yang mereka bicarakan Dhita nampak begitu bahagia ia tidak memikirkan bagai mana Dhanil semalam begitu gelisah memikirkannya.
Dhita dan temannya melintasi mobil yang didalamnya terdapat Dhaniel dan ke tiga temannya.
Dhaniel yang melihat Dhita ceria menjadi sedikit gusar " bagaimana ia bisa begitu bahagia dan serasa tidak berbuat salah awas kau ya beib " guman Dhaniel pelan namun masih dapat didengar oleh Andreas yang duduk disebelahnya, ia pun hanya tersenyum melihat Dhaniel yang mengumpat sendiri .
setelah menunggu sekian lama Dhita dan temannya kembali kekontrakan sambil membawa bungkusan mungkin isinya makanan.
setelah menunggu beberapa menit berlalu Dhaniel dan teman-temannya turun.
Andreas mengetuk pintu kontrakan beberapa kali akhirnya pintu itu pun terbuka dan nampaklah gadis yang lumayan manis sedikit terkejut melihat ada pria tampan sedang berdiri didepan pintunya.
" m..maaf cari siapa ya " tanya gadis itu lembut
" apa Dhita ada didalam " tanya Dhaniel pura-pura tak tahu.
gadis itu pun hanya terdiam dia masih tidak percaya kalau kontrakannya dihampiri oleh pria-pria tampan.
" hallo nona..." sapa'an Dhaniel seketika itu juga menyadarkan si gadis teman Dhita yang bernama Tia
" eh...ehh y dia ada didalam,sebentar y saya panggil dulu " ujar Tia
ia pun masuk kedalam dan menemui Dhita yang sedang asik menikmati bakso mercon yang tadi dibelinya
" tha ada yang nyari'in loe tuh "
"siapa"
"mana gw tau tp mereka ganteng-ganteng banget tha" ujar Tia sambil senyum-senyum g jelas
"cowo?" ulang Dhita
" heem" sambil menganggukan kepalanya
"udah sana temui" perintah Tia
aku pun segera berdiri dan berjalan menuju pintu untuk melihat siapa gerangan yang mencariku seingatku aku tidak memberi tahu Dhaniel atau Rivan kalau aku berada dirumah teman kerjaku.
aku terkejut begitu tahu kalau yang mencariku adalah Dhaniel cs.
aku pun hendak kembali masuk kedalam namun tangan kekar Dhaniel keburu menarikku
" mau kemana?" tanya Dhaniel sambil menggenggam tanganku erat
" masuk" jawabku sambil berjalan kembali keruang tengah dimana tempat semula aku berada
tanpa diminta Dhaniel dan mereka semua masuk kedalam dan duduk diruang depan
" apa yang kalian makan" tanya Dhaniel dari pintu tengah
" bakso " jawab ku dan Tia berbarengan
Dhaniel menatap kesal kearah Dhita nampaknya wanita itu sengaja memperlambat makannya agar ia menunggu
" cepat habiskan makanan mu setelah itu kita pulang " perintah Dhaniel
" aku pulangnya besok Niel"
" tidak, kamu ikut aku pulang sekarang" tegas Dhaniel
" g mau " tolakku
" aku tak menerima penolakan" tegasnya
" pokoknya aku g mau pulang " tolakku lagi
" apa aku perlu memaksamu beib" ucapnya sambil sedikit menyeringai
" ish...kamu tuh ya mau nya maksa melulu" sahutku kesal
Dhaniel hanya tersenyum lalu kembali bergabung bersama para sahabatnya diruang depan.
dengan rasa malas dhita pun bersiap-siap untuk ikut Dhaniel sebenarnya ia enggan untuk pulang bersama Dhaniel sambil berkemas ia berpikir bagaimana caranya agar ia bisa kabur dari dan genknya,namun untuk saat ini otaknya buntu tak mau berkerja sama akhirnya ia pun pasrah dan kembali bersama Dhaniel dan genknya.
Setelah pamit pada Tia merekapun masuk kedalam mobil kali ini Andreas yang mengemudi dan duduk dengan manis Pian sedang Dhaniel.dan Dhita dibangku tengah sedangkan Rangga dibangku paling belakang.
suasana dalam mobil begitu hening hanya suara dari radio mobil itu pun tidak terlalu kecang.
" kenapa kamu nginep dirumah temanmu tidak bilang dulu padaku" tanya Dhaniel memecah kesunyian
Dhita menatap heran ke arah Dhaniel
" kenapa harus ijin padamu" tanya Dhita sinis
" apa kamu sadar dengan apa yang kamu tanya barusan" tanya Dhaniel sambil mengerutkan keningnya
" aku g ngerti niel sungguh"
" kenapa juga harus minta ijin sama kamu" tanyaku dengan nada sedikit kesal
" baiklah waktu itu kamu kan bilang akan menuruti aturanku"
" apa lebih baik aku kurung kamu saja dirumah bagaimana" lanjutnya
" aku g mau semuanya,aku mau bebas niel kaya dulu tanpa harus ada aturan yang aneh".protesku kesal
" kalau kamu mau bebas seperti dulu maka jadilah gadis penurut" ucapnya sambil mengelus rambutku
" ish..jangan megang-magang" ucapku sambil menepis tangan Dhaiel dari kepalaku.
" kenapa? marah?" tanya nya
" g cuma kesel" jawabku sambil memajukan sedikit bibirku
" itu bibir jangan begitu,apa itu kode buatnku" tanyanya sambil tersenyum menggoda
" kode? kode apa" tanyaku tak mengerti
" masa g ngerti tha" timpal Andreas sambil tersenyum
saat itulah aku baru tersadar kalau aku ibarat perawan disarang penyamun
aku pun menepuk jidatku sedikit menyesali kebodohanku saat ini namun apa daya semua sudah terlanjur aku hanya bisa pasrah berharap ada keajaiban yang bisa membuatku terbebas dari situasi ini.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai para reader aúthor mohon maaf y kalo masih banyak typo bertebaran
jika kalian suka cerita ini mohon dukungannya buat author dengan cara
Like
Vote n
Komennya
terima kasih buat yang sudah membaca cerita ini
by love
Author/amel