NovelToon NovelToon
Five Magic'S Girl

Five Magic'S Girl

Status: sedang berlangsung
Genre:Akademi Sihir / Fantasi / Iblis
Popularitas:368
Nilai: 5
Nama Author: bsf10

5 perempuan dengan keturunan setengah Dewa Dewi yang sangat kuat dan darah mereka yang mengalir dengan kekuatan yang melumpuhkan dan petualangan yang akan mereka hadapi di negeri ajaib Euthopia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bsf10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. Jembatan Cahaya

Jembatan Cahaya itu membentang di antara dimensi, sebuah jalur transparan yang berpijar dengan ribuan warna nebula. Di titik pusatnya, kelima kerajaan bertemu dalam sebuah lingkaran energi yang agung. Satu per satu, mereka muncul dari gerbang masing-masing, namun penampilan mereka kini telah berubah sepenuhnya—tidak lagi seperti murid akademi, melainkan sebagai personifikasi dari dewa-dewi yang mereka wakili.

Azzura (Ignis-Aetheria)

Ia mengenakan zirah ringan dari emas putih yang terus menerus mengeluarkan percikan listrik biru. Jubahnya terbuat dari jalinan cahaya matahari yang menyilaukan, dan di dahinya melingkar mahkota petir yang ujungnya tajam bagai kilat. Matanya kini memiliki rona merah emas permanen.

Rachel (Aquamarine-Aeolus)

Gaunnya seolah terbuat dari sutra air yang mengalir, bergerak mengikuti angin yang tak terlihat. Di pundaknya terdapat pelindung perak berbentuk sisik naga laut. Ia membawa busur panah transparan yang senarnya terbuat dari hembusan angin badai, dan rambutnya yang biru laut terikat oleh mutiara purba.

Luna (Cryo-Olympus)

Penampilannya sangat dingin dan agung. Ia mengenakan gaun dari kristal es biru tua yang kaku namun indah. Di sekeliling lehernya terdapat kerah bulu putih dari serigala kutub mistis. Di tangannya, ia memegang tongkat pendek dari es abadi yang terus mengeluarkan uap dingin yang membekukan lantai jembatan setiap kali ia melangkah.

Olivia (Floris-Gaia)

Zirahnya terbuat dari kulit kayu jati purba yang dihiasi dengan ukiran daun zamrud. Tanaman merambat yang berbunga ungu melilit lengannya, bergerak hidup seolah memiliki kesadaran. Rambut hijaunya kini dihiasi oleh mahkota duri dan bunga bakung yang tidak akan pernah layu, memancarkan aroma hutan hujan yang segar.

Vera (Terra-Geos)

Penampilan Vera paling tangguh. Ia mengenakan zirah hitam dari obsidian yang sangat tebal dengan urat-urat lava merah yang berdenyut. Di punggungnya terikat perisai raksasa dengan simbol labirin, dan ia memegang palu godam perak yang memancarkan panas inti bumi. Wajahnya coret-coret debu emas, menambah kesan prajurit pandai besi.

Di Jembatan Cahaya

Vera adalah yang pertama sampai, ia menghentakkan palu godamnya ke lantai jembatan hingga suaranya bergema. "Gila! Lihat kalian semua! Azzura, kamu kelihatan seperti lampu jalan raksasa, tapi versi yang sangat keren!"

Azzura mendarat dengan sambaran kilat kecil dan tertawa. "Dan kamu, Vera, kelihatan seperti baru saja keluar dari tungku panggangan. Zirahmu... itu obsidian asli?"

"Iya, Papa bilang ini zirah para raja," jawab Vera sambil memamerkan perisainya. "Tapi jujur saja, memakai ini rasanya lebih berat daripada bawa tas sekolah penuh buku sejarah."

Rachel muncul dalam pusaran angin yang lembut, kakinya tidak menyentuh lantai. "Setidaknya kalian punya berat fisik. Aku merasa kalau aku bersin sedikit saja, aku bisa terbang sampai ke Bumi tanpa portal." ia memutar busur anginnya. "Tapi lihat busur ini, keren kan? Mama bilang ini bisa membelah lautan."

Luna berjalan mendekat, hawa dingin yang ia bawa membuat uap air di sekitar Rachel membeku menjadi butiran salju. "Keanggunan adalah kunci, Rachel. Tapi aku setuju, kekuatan ini... rasanya hampir terlalu besar untuk kita kendalikan."

Luna menatap tongkat esnya dengan serius. "Aku merasa bisa membekukan satu kerajaan hanya dengan sekali hentakan."

Olivia muncul dari balik dahan pohon yang tiba-tiba tumbuh di tepi jembatan. "Kekuatan ini bukan untuk pamer, Luna. Bumi dan Euthopia sedang bergetar. Aku bisa merasakannya melalui akar-akar dimensiku."

Olivia menyentuh lantai jembatan, dan bunga-bunga kecil mulai tumbuh di sela-sela cahaya. "Ada sesuatu yang salah di bawah sana."

"Kalian merasakannya juga?" Azzura membuka percakapan, matanya yang keemasan menatap jauh ke arah cakrawala dimensi yang mulai tampak keruh. "Getaran ini... bukan berasal dari Euthopia, tapi dari celah di antara dunia."

Vera menghentakkan ujung palu godamnya ke lantai, menciptakan resonansi rendah yang merambat ke seluruh jembatan. "Inti Bumi di kerajaanku gelisah. Ada sesuatu yang mencoba mencakar fondasi dimensi kita. Rasanya seperti ribuan serangga raksasa yang mencoba menembus dinding realitas."

Olivia menyentuh salah satu tanaman yang melilit jembatan. Daun-daunnya layu seketika saat ia menyentuhnya. "Hutan abadi di Floris-Gaia mulai membisikkan peringatan. Akar-akar kuno merasakan racun yang tidak berasal dari alam kita. Ini adalah The Blight—sesuatu yang memakan kehidupan demi kekosongan."

Rachel berjalan ke tepi jembatan, melihat ke bawah ke arah pusaran awan yang mulai menghitam. "Samudera di kerajaanku biasanya pasang surut karena bulan, tapi sekarang... ombaknya bergerak karena ketakutan. Ada entitas purba yang terbangun di kedalaman kegelapan."

Luna mengatupkan kedua tangannya, menciptakan kabut es yang jernih untuk memproyeksikan sebuah penglihatan di tengah ruangan. "Cermin esku menunjukkan sesuatu yang jauh lebih buruk dari Valerius.

Para Titan yang dulu dikurung oleh leluhur Euthopia kita... mereka mulai mencium aroma Kunci Mageia yang baru saja kita aktifkan. Mereka menganggap kita sebagai ancaman, atau mungkin, sebagai santapan."

"Kita baru saja mendapatkan mahkota ini, dan sekarang kita harus berperang?" tanya Rachel, busur peraknya berpendar biru redup. "Jujur saja, aku merindukan momen saat masalah terbesar kita hanyalah ujian sejarah di akademi."

"Dunia tidak memberi kita waktu untuk beristirahat, Rachel," sahut Azzura tegas. "Orang tua kita memberikan kekuatan ini karena mereka tahu badai besar akan datang. Kita bukan lagi murid yang bersembunyi di menara jam. Kita adalah baris pertahanan terakhir."

Vera menyeringai, meskipun ada kekhawatiran di matanya. "Kalau mereka mau mencakar dinding duniaku, mereka harus berhadapan dengan perisai ini dulu. Aku sudah memperkuat gerbang Terra-Geos dengan baja langit. Tapi kita butuh lebih dari sekadar dinding batu."

"Kita butuh Resonansi Pentagram," ucap Olivia. "Jika satu kerajaan jatuh, keseimbangan elemen akan hancur. Kita harus menghubungkan energi lima dewa yunani dalam diri kita secara permanen ke jembatan ini."

Luna mengangguk. "Itu artinya kita tidak bisa lagi hanya tinggal di kerajaan masing-masing. Kita harus membangun markas Sentinel di sini, di titik nol ini. Tempat di mana cahaya Zeus, badai Poseidon, es Khione, kehidupan Demeter, dan kekayaan Hades bisa menyatu."

Tiba-tiba, langit di atas jembatan cahaya terbelah. Sebuah retakan berwarna ungu gelap muncul, mengeluarkan suara pekikan yang menyayat telinga. Dari retakan itu, muncul makhluk-makhluk bayangan bersayap yang bentuknya menyerupai gargoyle namun terbuat dari asap hitam pekat—para pelopor dari pasukan Kronos.

"Mereka sudah di sini!" seru Azzura.

"Mereka mencoba memutus jembatan ini sebelum kita bisa menyatukan kekuatan!"

Vera maju paling depan, mengangkat perisai Aegis-nya. "Ayo kita beri mereka sambutan ala Sentinel! Rachel, beri aku angin! Aku akan melempar perisai ini dengan kecepatan badai!"

Rachel menarik senar busurnya, menciptakan panah dari udara padat. "Dengan senang hati, Vera! Badai Aeolus menyertaimu!"

Luna dan Olivia berdiri di sisi kiri dan kanan, satu membekukan udara agar musuh menjadi rapuh, sementara yang lain menumbuhkan sulur-sulur berduri dari celah kristal jembatan untuk menangkap mereka yang lolos.

Azzura terbang ke udara, kilat biru menyambar di sekeliling tubuhnya. "Jangan biarkan satu pun dari mereka menyentuh paviliun inti! Hari ini, mereka akan tahu bahwa para putri Euthopia telah kembali!"

Pertempuran di Jembatan Cahaya meledak dengan dahsyat. Ini bukan lagi sekadar mempertahankan sekolah, melainkan mempertahankan gerbang surgawi yang menghubungkan seluruh realitas.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!