NovelToon NovelToon
Pendekar Elang Hitam

Pendekar Elang Hitam

Status: sedang berlangsung
Genre:Ilmu Kanuragan / Balas Dendam / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: bang deni

Keluarganya di rampok oleh pemdekar Aliran hitam, ayah dan ibunya terbunuh sedangkan ia terjatuh di lembah Bangkai, Seekor Elang hitam raksasa menyelamatkan nya, di bawah asuhan Elang Hitam Dia tumbuh menjadi pendekar sakti dan menumpas kejahatan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bang deni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berpisah

Jaka menatap Rarasati yang berhenti bercerita sejenak

"Lalu apa yang terjadi dengan mereka?" tanya Jaka penasaran akan cerita Rarasati

" keduanya saling tuduh, Suta mengira kepergian Dewi Mayang karena perbuatan Sembada, sedangkan Sembada mengira Dewi Mayang pergi karena Suta, karena saling tuduh keduanya dari adu omongan menjadi perkelahian, di puncak gunung Jaya, keduanya bertarung dengan sengit selama tiga hari tiga malam, Gemuruh benturan kedua pusaka milik mereka terdengar sampai desa yang ada di kaki gunung, namun tak ada yang berani mendekat karena pertarungan tingkat tinggi itu menciptakan medan tersendiri, jika ada yang mencoba mendekat mereka terpental dan luka dalam, di puncak pertarungan keduanya mengeluarkan ilmu pamungkas milik mereka masing masing, Malam itu penduduk yang ada di kaki gunung mendengar suara legakan keras seakan gunung itu akan meletus, dan cahaya api besar saat suara ledakan itu terdengar, warga tadinya akan mengungsi tetapi saat mereka melihat tak ada wedus gembel yang turun mereka baru tahu itu bukan gunung meletus tetapi sebuah ledakan yang keras entah dari apa "

" Lalu akhirnya bagaimana?" tanya jaka memotong cerita Rarasati

" setelah ledakan besar itu,suara gemuruh yang selama ini terdengar selama tiga hari tak terdengar, warga memberanikan diri melihat ke puncak saat merasa medan energi itu menghilang, saat sampai di atas puncak mereka tercengang, Puncak Gunung Jaya yang tadinya menjulang tinggi rata berubah menjadi kawah besar yag dalam, namun tak ada bau belerang dan magma di sana, tetapi tak ada siapapun disana, warga mengira itu pertarungan dewa, sedangkan kedua pendekar itu hilang . semenjak itu juga kabar keduanya di dunia persilatan tak terdengar lagi" Niken mengakhiri ceritanya sambil menatap Jaka

" Puncak Jaya jauh di utara, sedangkan Pedang ini aku temukan di lembah bangkai, bagian selatan, berarti mereka tak tewas dalam pertarungan itu, bisa jadi mereka terluka parah dan mengasingkan diri" gumam Jaka

" Sepertinya seperti itu, kini Pedang Elang Hitam milik Suta telah keluar, entah apa Cambuk Ular Besi akan keluar juga" ucap Niken

"terima kasih Rara, kau telah memberitahukan tentang Pedang ini" ucap Jaka sambil mengelus pedang itu ia tak menyangka jika pedang di tangannya milik seprang pendekar besar yang terjerat cinta

Keesoakan Harinya, setelah makan pagi, Bagus Wirama dan keluarganya bersiap untuk melanjutkan perjalanan mereka

" Nak Jaka , sekali lagi terima kasih, jika suatu saat kau melewati kerajaan Kencana Buana aku harap kau bisa mampir " Ucap Bagus Wirama sambil menggenggam tangan Jaka

" Sama sama paman,aku akan mempir jika lewat kerajaan Kencana Buana, semoga perjalanan paman kali ini tak ada halangan lagi dan selamat sampai tujuan" sahut Jaka

dari arah belakang Bagus Wirama, Rarasati mendekat, melihat itu Bagus Wirama segera menjauh

" Kang jaka, sampai bertemu lagi, ini untukmu" Ucap Rarasati sambil menggenggamkan kantung kecil yang di sulam indah

" Terima kasih Rara" ucap Jaka, ia sedikit canggung menghadapi wanita karena selama ini belum pernah dekat dengan wanita manapun

Jaka melambaikan tangan saat kereta kuda yang membawa Rarasati dan keluarganya mulai berjalan menjauh, setelah kereta kuda itu tak terlihat ia menatap kantung pemberian Rarasati dan tak sadar menciumnya

" harum sekali" gumamnya namun saat sadar mukanya memerah , saat ia memperhatikan ternyata sulaman itu sulaman seekor elang hitam, jaka mengantungi kantung pemberian Rarasati, ia memang suka pada Rarasati, namun sebelum ia berhasil membalaskan dendam kedua orang tuanya ia tak bisa berjanji

Jaka menatap lagi arah kereta kuda menghilang, lalu melesat pergi ke arah berlawanan, ia ingin menapaki bekas perjalanan Bagus Wirama yang katanya banyak Kadipaten yang bertindak semaunya dan menyengsarakan Rakyat

1
Dania
semangat tor
Lili Aksara
Wah, kok nggak ada yang heran sama elang itu ya, entah terkesima apa gimana gitu. Lanjutkan, unik ini novelnya, soalnya tokohnya dilatih sama burung elang.
pendekar angin barat
nah gitu donk .nhrs kejam ma penjahat..
Bagaskara Manjer Kawuryan
berasa baca kitab perndekar rajawali sakti 😁
Blue Angel: hampir mirip kak
total 1 replies
erick
hanya kena racun sdh keok... memalukan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!