(Cerita Ini Hanya Fiktif Belaka. Nama Tokoh, Tempat Kejadian Ataupun Cerita, Itu Adalah inspirasi author semata)
******
Elf adalah makhluk mitologi yg dicintai oleh Mana.
Mana adalah bentuk energi yang ada di alam dan di dalam tubuh makhluk hidup. Energi Ini adalah sumber untuk menciptakan semua sihir.
Elf merupakan makhluk pelindung hutan, ras yang di junjung tinggi oleh banyak orang.
******
Elissa satu-satunya putri dari kerajaan elf tersebut harus menerima kenyataan pahit dimana klannya di bantai oleh sekelompok manusia tepat di depan matanya sendiri,dan elf tersisa termasuk dirinya harus di jual di pasar budak.
Dan di tengah keputusasaan ia bertemu duke everon ,seorang manusia yang membelinya sekaligus akan menjadi ayah baru baginya.
Bagaimana kehiduapan elissa selanjutnya?, bisa kah ia hidup bahagia dan melupakan dendamnya pada manusia yg sudah membunuh keluarganya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ahmad Chris Sevin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
...POV ELISSA...
Huh~...ibu akan percaya tidak ya?...atau ibu akan tambah membenciku?.ah~ kalau begitu apa lebih baik aku kabur dari sini ya,katanya duchesskan sangat mengerikan saat marah,aku tak bisa membayangkan seberapa mengerikannya ibu kalau nanti dia benar-benar membenciku...
''benar juga..aku harus pikir kan cara untuk ka...''
BRAK! ''ELI!''
''ya!..''seruku saking kagetnya. Ibu tiba-tiba masuk dengan mendobrak pintu dan langsung berjalan cepat kearahku
Aaah~...gawat sepertinya sudah terlambat untuk kabur..apa aku akan berakhir disini?!
Grep!.. ''berapa umurmu sekarang!?''tanya duchess sambil menepuk pundakku
''hah?'' apa?...
''kau bilang kejadian itu terjadi saat kau lahir kan?.kalau begitu berapa umurmu sekarang?!"tanya duchess
''eh?...eto...'' kukira ibu akan langsung menghabisiku ,ternyata beliau malah bertanya pertanyaan aneh seperti ini...
''ka..kalau dalam wujub sekarang,aku seperti anak berusia 10 tahun,ta..tapi kalau di hitung dari tanggal kelahiran ku dan disamakan dengan tahun manusia,mungkin sekitar ..........''
''HAH!!!?...''teriaknya saking syoknya.duchess pun langsung diam mematung saking syoknya
''e..eto...karena tak mungkin orang percaya umur asli ku jadi anggap saja aku baru berusia 10 tahun''kataku
''ukh.eli...'' grep!... ''ternyata purtiku sudah dewasa!''serunya sambil menarikku kepelukannya
''e...eh!?...''
.....''eli..maaf ya...'' gumam duchess lembut
''aku benar-benar seperti orang bodoh,bisa-bisanya aku menyimpulkan bahwa elf pelaku pembunuhan tanpa mencari tahu kebenarannya terlebih dulu'' ''dan lagi, hanya karena dibutakan akan amarah jadi jadi lupa hal paling mendasar''
''kalau pun dendam ku terbalaskan keluargaku tak akan pernah kembali''
Sambung duches yg membuatku tersentak.untuk sesaat aku jadi menyadari hal yg sama, meskipun aku ingin sekali membalaskan kematian keluarga ku, tapi kenyataan bahwa mereka telah tiada tak akan berubah,meskipun para manusia itu mati pun keluargaku tak akan kembali.
''tak akan...pernah...''batinku lalu memeluk duchess erat-erat sambil mencoba menahan tangisku
''loh!?...eli?..kau menangis sayang?''tanya duchess sambil melepaskan pelukannya
Air mataku tak terbendung lagi,meskipun aku tau kejadian itu sudah berbulan-bulan yg lalu,nyatanya rasa sakit dan luka pada hari itu masih berbekas dalam diriku,dan sampai kapanpun luka ini tak akan pernah bisa hilang
''ah~..maaf eli...'' ''ah~ benar juga..eli juga sangat menderita ya....,aku benar-benar minta maaf sayang''katanya lalu sekali lagi mendekapku dalam pelukannya
''papa...hiks..mama..mina....semuanya..mereka semua....hiks..tak akan kembali..''tangisku
''eli...''duchess pun mengusap lembut pundakku dan mencoba menenangkanku
Karena lelah menangis tanpa sadar aku tertidur pulas di pangkuan ibu,rasa hangat dan nyaman dari belaiannya mengingatkanku pada mama.
Kalau saja mama masih didunia ini, kira-kira apa yg akan dia katakan saat melihatku tidur di pangkuan wanita lain dan memanggilnya dengan sebutan ibu?...
******
Kesalahpahaman akan elf kini telah selesai dengan baik, ibu pun kini memperlakukanku dengan baik seperti tak pernah terjadi apa-apa sebelumnya
Oh! Benar juga beliau cukup terkejut saat aku memanggilnya duchess dan enggan memanggilnya ibu lagi,beliau sampai merengek meminta maaf dan memintakku untuk kembali memanggilnya ibu..
Ahaha..saat itu aku benar-benar kalang kabut di buatnya.tapi aku senang kini semua telah kembali normal..
''oh!,benar juga..lina..aku akan pergi dalam beberapa hari tolong jaga kediaman ini selama aku pergi''kata ayah
''eh?..ayah mau kemana?''tanyaku yg langsung menghentikan makanku
''ayah ada sedikit urusan keluar''balasnya sambil tersenyum
''untuk mengurus para bedabah itu?''tanya ibu yg masih melanjutkan makannya
''lina jaga bicaramu, ada elissa disini'' '' ya, kudengar mereka sedang berada di sekitar ibu kota. Aku akan kesana dan memeriksanya''
''ibu kota?..apa kota yg waktu itu kita datangi?''tanyaku
''bukan, ayah akan ke ibu kota kekaisaran ini, Albrecht''
Tak!... ''kalau begitu biar aku saja yg pergi toh kalau aku yg pergi maka urusannya akan lebih cepat selesai''kata ibu sambil meletakan sendoknya
Ayahpun hanya membalasnya dengan senyuman hangat lalu berkata
''kurasa elissa ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan ibunya''
Hanya dengan kata-kata itu ,ibupun langsung diam mematung lalu menatapku dengan mata berbinar-binar mirip anak kucing.
''kyaaa....kau benar!..kita kan belum menghabiskan waktu bersama ya~''kata ibu senang
''yosh...eli~...selama lean pergi mari kita jalan-jalan ~''
''ah~..jalan-jalan dengan eli~..bermain...belanja....hehe'' ibu pun langsung larut dalam imajinasinya
Eh~Aku jadi penasaran apa saja yg akan ibu lakukan selama ayah pergi...
Tapi..kurasa tak buruk juga menghabiskan waktu dengan ibu seperti itu..
***
Keesokan harinya ayah pergi ke ibu kota,pagi-pagi sekali,sampai aku tak sempat mengantarnya . padahal ku pikir ayah akan pergi setelah sarapan bersama , aku jadi kecewa karena tak bisa mengantarnya...
''nona,wajah anda terlihat muram , apa ada masalah?''tanya leon
''ah!..itu....aku hanya kecewa tak bisa mengantar ayah saat ayah pergi''
''tolong di maklumi nona, tuan sedang buru-buru, kalau tidak begitu orangnya akan kabur ''kata leon
''memang siapa orang yg sedang ayah cari?''tanyaku
''ah~ itu..hanya sekumpulan hama yg harus di berantas nona''balas leon sambil mengalihkan pandangannya
Um?...hama?...apa itu artinya orang-orang menyebalkan?..
''eli!~'' panggil ibu sambil berlari menghampiriku
''ibu?...ada apa?''
Grep!... ''kyaaa!..eli....ayo kita pergi jalan-jalan''kata ibu sambil memelukku
''jalan-jalan?,kemana?''tanyaku
''eli maunya kemana?..''
Um....kemana ya?..
''apa ada tempat yg ingin eli kunjungi?''tanya ibu sambil menekuk lututnya untuk menyamakan tinggi kami
''hutan..''gumamku .aku ingin sekali pergi kehutan.tapi,aku tak yakin apa ibu akan suka kalau ku ajak kesana
''hutan kah!..yosh!, ayo kita ke hutan!,eli kau pasti ingin berburukan?..atau, mendaki tebing,oh!..oh!,,atau kau ingin bergulat dengan hewan buas?''kata ibu semangat
''nyo..nyonya saya rasa bukan itu yg ingin nona lakukan di hutan''kata leon yg mengerti betul apa yg ku pikirkan
''hee~...lalu tapi di hutan kan memang cuman itu yg bisa dilakukan''
Ibu..apa ibu melakukan semua itu saat ke hutan?...
''banyak hal lain yg bisa di lakukan di hutan'' ''um..sebanarnya aku hanya rindu suasana hutan saja''sambungku
Syut... tiba-tiba ibu mengangkatku lalu mengandongku di pundaknya..
''e..eh?...i..ibu ini...''
''yosh ayo kita pergi kesana,kalau itu bisa membuat eli senang maka kita harus pergi''kata ibu lalu tersenyum gembira
''leon, siapkan semua yg di perlukan secepatnya''perintah ibu, leon pun langsung mengangguk dan pergi menyiapkan segalanya
''um..eli..apa kau suka piknik?''tanya ibu
''ya..aku suka''balasku sambil tersenyum
***
Setelah semua siap, kami langsung berangkat menuju hutan, tujuan kami adalah hutan rosemari,hutan yg paling dekat dari kerajaan ini dan berbatasan langsung dengan kerajaan diamond.
Selama perjalanan aku selalu gugup,dan tak sabar.
Hutan... suara kicauan burung,suara bising dari dedaunan yg tertiup angin, aroma bunga .binatang-binatang kecil yg mengemaskan..ah~ aku benar-benar tak sabar..
''kelihatannya eli bersemangat sekali''kata ibu
''eh!?..iya...'' ''habisnya...hutan adalah tempat yg sangat spesial bagiku, aku jadi tak sabar untuk kesana''kataku sambil tersipu malu
''aku mengerti, hutan adalah tempat yg di penuhi kejutan,serangan hewan buas yg memacu adrenalin , goa-goa yg bagaikan dungeon.ah~...memikirkannya saja sudah membuatku bersemangat''
Kelihatannya ibu juga sangat menyukai hutan,meski pandangannya berbeda denganku
''um?...panah?...apa ibu mau berburu?''tanyaku saat melihat sebuah busur di samping ibu
''oh..ini..yah..karena kita kehutan tentu saja harus berburu bukan?''kata ibu sambil mengambil busurnya
Senjata...jujur aku sedikit takut akan hal itu, tapi...
''bu..apa ibu bisa mengajariku memanah?''tanyaku
''eh?!..eli,tertarik?.tapi ku dengar kau takut dengan senjata''
''yah...bukan bearti sekarang sudah tak takut sih,hanya saja..ku pikir tak ada salahnya belajar untuk melindungi diri''kataku
''.....tidak boleh''balas ibu
''eh?..kenapa?''
Ibu pun tersenyum padaku , tangannya perlahan menghampiriku dan mengusap kepalaku dengan lembut.
''eli...kau tak perlu kan itu,keluarga everon pasti akan melindungimu,tak peduli siapapun lawannya, kalau dia berani macam-macam denganmu kami pasti akan memberinya pelajaran yg tak akan pernah dia lupakan''
''lalu,bukannya kau punya ksatria hebat di sisimu?.''
Grep..''dan lagi...apa kau siap mengambil sebuah nyawa ? '' tanya ibu sambil menggenggam tanganku
''menggambil..nyawa?..''
''saat kau memegang senjata maka kau harus siap akan hal itu, kalau hanya membuat musuhmu terluka,dia bisa saja menyerang lagi dan mungkin akan jadi lebih berbahaya, itu sebabnya kau harus langsung mengincar nyawanya''kata bu sambil menunjuk jantungnya.
''buat dia tak bisa bergerak lagi, dan kirim dia langsung ke akhirat''sambungnya
Mendengar perkataan ibu barusan membuatku sedikit gemetar, membayangkan aku yg mengambil nyawa makhluk hidup mengingatkanku akan rasa takut akan kematian.
''...tidak bisa...aku tidak bisa melakukannya''gumamku sambil tertunduk
''ya..aku tahu itu'' ''eli adalah malaikat, memegang senjata apa lagi membunuh sangat tak cocok untukmu''kata ibu sambil mengangkat tanganku dan menempelkannya di pipinya
''itu cocoknya untuk monster seperti ku.''gumam ibu dengan sangat pelan hingga tak begitu ku dengar.
...****************...
...Bersambung...
pen komen tpi lgi srius ama crta'nya 😌
tpi skrg dah komen hhhh
smngat yaa kak author 💪