NovelToon NovelToon
Love You Brother

Love You Brother

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:8M
Nilai: 4.9
Nama Author: cahaya_bintang

Sequel Wanita Simpanan CEO


"Aku menyayangimu, aku mencintaimu tapi bukan sebagai kakak melainkan perasaan seorang gadis yang mencintai lelaki, aku ingin menjadi kekasihmu, aku ingin menjadi pendampingmu, aku ingin jadi istrimu kak, tidak bisakah kau mencintaiku". - Abel


"Maaf selama iini aku hanya menganggapmu sebagai adikku".-Excel


Saat kecil Abel dan Excel mereka tumbuh bersama seperti kakak dan adik namun karena suatu hal Excel harus pergi karena ikut orang tua kandungnya dan meninggalkan Abel, saat mereka dewasa dan Excel kembali apakah perasaan mereka sebagai adik kakak masih sama ataukah berubah, dan apakah mereka masih ingat janji masa kecil mereka ?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cahaya_bintang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejutan Kecil

Papa Rey dan mama Dina menyiapkan kejutan kecil bagi Abel karena sudah berhasil menyelesaikan kuliahnya, dan kejutan itu juga di ketahui oleh Alvin walau Alvin masih belum tau apa kejutan yang kedua orang tuanya tengah persiapkan itu.

Saat ini mama Dina, papa Rey dan Alvin sedang berada di ruang tengah menunggu Abel pulang karena Abel sedang keluar bersama teman-temannya. Suara langkah kaki menginterupsi mereka untuk bersiap namun kala yang datang bukanlah Abel ada rasa sedikit kecewa dan juga senang.

"Kenapa mukanya kayak gitu nggak seneng ya aku datang ?". Tanya orang tersebut kepada keluarganya yang sudah lama tak ia kunjungi.

"Bukannya nggak seneng tapi kita lagi nunggu Abel, soalnya kita mau kasih kejutan buat dia". Mama Dina mencoba menjelaskan kepada anak sulungnya tersebut agar tak salah faham.

"Tumben-tumbenan lo bang main kesini biasa alasannya sibuk mulu". Tutur Alvin namun itu tak membuat Andre kesal ataupun sakit hati.

"Iya gue cuma mau ambil akta kelahiran sama surat penting lainnya". Jelasnya dan Alvin hanya ber o ria tanpa suara.

"Emang Abel ulang tahun sampai di kasih kejutan ?". Tanyanya bingung soalnya dia sendiri yang tidak tau rencana kejutan tersebut.

"Abel udah lulus kuliahnya dan bentar lagi wisuda, ini cuma kejutan kecil buat dia". Kini papa Rey yang ikut menjelaskan. Saat dirasa terdengar langkah kaki yang kian mendekat membuat mereka bersiap-siap akan kedatang Abel yang sejak tadi di tunggunya.

"Ma pa aku pul_"

"KEJUTAAAAN".

Papa Rey dan mama Dina memberikan kejutan kepada Abel namun bukan kata kejutannya yang membuat dirinya terkejut karena ia tak melihat kejutan yang ada dan hanya melihat kehadiran Andre saja yang melengkapi keluarganya. "Kejutannya mana ?".

Mama Dina menepuk dahinya, ia lupa mengatakan namun ia jadi terfikirkan suatu ide agar kejutannya jadi lebih spesial dan akan berkesan, "Bentar ya".

Mama Dina mengambil sebuah kain untuk menutupi mata Abel, ia jadi teringat akan papa Rey yang dulu juga melakukan seperti ini kala memberinya kejutan, "Eh ini diapain ma ?"

"Kamu diam pegang tangan mama aja ikuti mama". Abel mengikuti instruksi mama Dina karena ia memang tak bisa melihat. Mama Dina dan yang lainnya menggiring Abel ke belakang rumah guna memberikan kejutan karena hadiahnya memang berada di belakang.

"Ini kemana ma ? Masih jauh ya ?". Tanyanya.

"Nggak kok bentar lagi juga nyampai". Jawabnya.

Andre menatap alvin seolah bertanya apa kejutannya namun Alvin hanya menggendikkan bahu karena ia memang tak tah. Alvin dan Andre tak tau apa yang tengah berada di belakang sana, bahkan mereka juga penasaran apa hadiah untuk Abel. Dan kala mereka semua sudah berada di belakang rumah mama Dina melepaskan tangan Abel yang berada di lengannya.

"Udah sampai sekarang buka mata kamu". Abel melepaskan penutup matanya dan beberapa kali mengerjap berusaha menyesuaikan cahaya, dan saat sudah bisa melihat dengan jelas ia sangat terkejut.

"Mobil ma pa ?". Pertanyaan itu bukan berasal dari Alvin dan bukan Abel karena Abel saat ini masih terkejut, "ini bukannya Civic R ?". Imbuh Andre lagi.

"Kamu tau ternyata". Jawab papa Rey dengan santai namun tak taukah jika kedua anak lelakinya tak terima.

"Pa kita dulu lulus nggak di kasih mobil malah di kasih perusahaan". Protes Andre tak terima kalau Abel mendapatkan mobil, ia ingin sang papa bersikap adil dengan memberikan mobil juga padanya.

Alvin yang terpukau oleh mobil di depannya mendekat dan mengelus setiap jengkal dari mobil itu, "ini mah mobil impian gue". Alvin lalu menoleh ke belakang namun tak melepaskan pelukannya dari mobil. "Pa aku juga mau".

Papa Rey melepaskan tangan alvin dari mobil itu dan menatap kedua putranya bergantian, "nggak inget apa kalian papa kasih motor pas ulatah ke-17 nggak murah juga itu motor, terus waktu wisuda papa kasih perusahaan biar kalian kelola ntar uang kerja kalian tabung aja nggak lama juga cukup buat beli mobil ini".

Abel merasa tak enak hati dengan kedua kakaknya yang iri, sebenarnya ia juga tak ingin mobil baru dan sudah cukup dengan di antar jemput oleh supir papanya walaupun jadinya sang supir harus bolak balik menjemput papa Rey dan Abel.

"Pa nggak usah dibeliin nggak apa-apa kok". Mama Dina mendekat dan mengelus puncak kepala putrinya, "seenggaknya hargai pemberian papa ya bel, papa udah rencana beliin kamu mobil".

Mama Dina kemudian melihat kedua putranya yang telah dewasa tersebut dan salah satunya bahkan sudah punya keluarga sendiri. "Kan Andre papa kasih apartemen waktu nikah, kalau Alvin ntar hadiahnya kalau udah nikah".

Alvin mencebikkan bibir selalu saja di suruh menikah padahal ia sedang tak ingin menikah dan belum mempunyai pasangan yang tepat untuk diajak serius, "abel aja duluan aku nggak apa-apa dilangkahin".

"Ih mana ada aturannya tuh kak Alvin duluan, urutan lahirnya kan gitu". Jawabnya.

"Udahan debatnya, papa akan adil sama semua anak papa jadi kalian nggak usah khawatir". Papa Rey kemudian menoleh kepada andre, " Andre sudah papa kasih apartemen". Kemudian menoleh kepada anak keduanya, "kamu ntar kalau sudah mau nikah".

"Jangankan nikah pa, pacar aja nggak pernah dikenalin sama kita". Saut mama Dina dan memberikan tatapan curiga pada anak lelakinya itu, "Vin kamu masih normal kan ? Nggak belok kan?".

"Astaga ma ntar kalau udah nemu yang cocok juga aku kenalin". Alvin sebal selalu saja meminta untuk ia segera punya pasangan dan menikah, andaikan mencari pasangan semudah ia membeli pakaian pasti sudah dapat yang diinginkan.

"Ya kapan keburu ubannya mama nambah tuh, keriput mama juga nih nambah lagi". Alvin melihat ke arah yang lain, bosan ia mendengar hal ini terus jika bisa ia akan menutup telinga mendengar semua kata mama Dina, tapi pastinya akan di marahi jika menutup telinga.

"Udah ah kan ini kejutan buat aku". Abel lalu melihat Alvin dengan tatapan tidak enak hati, wajar memang mengingat ia selalu lebih di sayang maklum anak perempuan satu-satunya, "kalau kak Alvin mau pinjem silahkan aku nggak bakal larang mau test drive juga boleh".

Raut wajah senang terpancar mendengar Abel mempersilahkannya untuk test drive, dan lebih dari itu ia sangat senang kabur dari pembahasan tuntutannya mama Dina tentang menikah. Ia merasa seperti diselamatkan dari kehancuran batin seakan jiwa jomblonya menjerit. "Selamatkan gue".

Andre yang tak mau mendengarkan perdebatan antara Alvin dan kedua orang tuanya memilih ke kamar lamanya dan mencari barang yang ia butuhkan, lalu kembali untuk berpamitan karena harus pulang.

"Ma pa aku pulang ya". Pamitnya.

"Kamu nggak nginep sini ?". Tanya mama, "iya kak sekalian aja nginep sini sama kakak ipar sama ponakan aku juga, kangen nih pengin nyubit pipi si embul". Imbuh abel.

"Enak aja anak gue lo cubit, nggak kapan-kapan aja aku nginep".

Alvin merasa jika sang kakak setelah menikah jadi tidak betah padahal itu masih rumahnya juga. "Ngapain sih bang buru-buru amat ?". Andre tersenyum ke arah alvin, ia jadi terfikir untuk mengejek lagipula sudah lama juga tak bertengkar dan membuat saudaranya itu kesal.

"Gue mau bantuin anak gue belajar sama bantuin istri gue buat anak". Tuturnya penuh kemenangan melihat Alvin kesal setengah mati dan hendak melangkah pergi namun ia kembali menoleh ke arah alvin. "Jomblo dilarang iri".

"Sialan lo bang".

1
Indri Lestari
tolak ja
Indri Lestari
ketipu.. hahaha
Indri Lestari
GK rela Excel nikah sama Abel krna terpaksa GK ada cinta. takut nya GK bhgia, mlh Abel di sia sia in Excel. trs keburukan jenny blum terbongkar Dimata Excel
Indri Lestari
kasihan abel.. q baca sampai ikut nangis, terbawa
Hana
masih gantengan Jungkook.
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
kado yang istimewa cuma dari mamih,semua kado ga ada yang bener😂😂😂
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
kasian Abel sama Excel punya kakak ga ada akhlak,matrenya minta ampun 😂😂😂
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
alvin dapat mobil mehong😂😂
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
good Alvin harusnya seperti itu Excel pergi dulu baru Abel akan mengejar😁
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
udah bel jangan lama" ngasih pelajarannya,kasian juga kalo kelamaan di judesin terus
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
good Abel balaskan sakit hatimu sampai puas,tindas terus si Excel sampai dia bertekuk lutut😂
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
bagus bel pertahankan sikapmu biar si Excel menderita dulu 👍
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
korban cinta si Excel mudik😂😂😂
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
aku baru komen setelah sekian banyak baca banyak yng minta Abel harus inilah harus itulah,aku sih ikut alurnya saja karna di sini kan peran utamanya Abel dan Exel yang pasti mereka berdua harus bahagia.karyamu sangat bagus Thor,karna ga mudah membuat cerita seperti ini smoga sukses selalu ya Thor🤲
Diah Kirana
bagus
J Arsyl Chr
pasti itu mantan pacar abel sama grace ya thor klo jenni ga mungkin krn dia lagi dipenjara
Rini Haryati
keren
sukses
semangat
mksh
Awhas Kasidatul Wahdina
cowok yg begini gue demennn... 😘😘
Awhas Kasidatul Wahdina
mereka yang bercinta, aku yg nahan nafas bacanya.. 😙😙
Awhas Kasidatul Wahdina
langsung down...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!