Awal kisah cinta yang tak terbalas, dan tetap berusaha mencari cinta sejati untuk mengobati luka cinta yang membekas di hati.
Tetap berdiri tegak, tetap menjadi diri sendiri untuk mencari hati yang bisa menerima segala kekurangan yang ada pada pasangan.
Belajar ikhlas menerima kenyataan walau sakit di hati, namun mempunyai tekad yang kuat untuk tetap bangkit lagi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Devon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.27.Persiapan Nikahan Sepupu
"Kamu tidak akan bisa kembali dan mengubah awal saat kamu memulainya, Tapi kamu bisa memulainya lagi dari di mana kamu berada kamu sekarang dan mengubah akhirnya."
Setelah pulsa Kayla habis dan sambungan telepon terputus, antara Kayla dan Raka pun hubungannya masih menggantung sampai saat ini karena Kayla belum mendapatkan jawaban dari Raka atas pernyataan cintanya dikarenakan telepon terputus karena pulsa Kayla habis.
***
Hari ini keluarga besar itu sedang berkumpul bersama di ruang tengah yang sangat luas dan ramai. Anisa, sepupu Kayla yang lima hari lagi akan menikah sedang mencoba baju kebayanya untuk akad nikahnya nanti.
Sementara yang lain juga sibuk mempersiapkan barang-barang antaran untuk acara seserahan. Nanti sore, semua barang-barang itu akan diantarkan ke rumah Toni, calon suami Anisa. Dan waktu akad nikah nanti barang-barang itu semua akan di kembalikan kepada pihak pengantin perempuan.
Kayla menguap di kursi sofa, dikarenakan Kayla sangat mengantuk setelah tadi malam begadang samapi pagi. Kayla baru bangun pukul 08.45 pagi ini.
Kayla memperhatikan Anisa yang kini tengah mencoba kebaya putihnya yang akan dia pakai di akad nikah nanti. Jatuhnya pas, karena memang badan Anisa yang sangat ideal layaknya seorang perempuan, tinggi dan juga langsing.
"Ribet ya, Mbak. pakai kebaya?" tanya Kayla kepada Anisa yang tengah mencoba kebayanya sambil mengucek matanya karena pedas sehabis begadang semalam.
Anisa yang kalem itu menjawab dengan tidak mengalihkan pandangannya dari kain batik yang sedang dia pakai sebagai bawahannya.
"Ribet iya, enggak juga iya. Biasa saja kali La, namanya juga orang mau nikah. Mesti kayak gini kan? Memangnya kalau kamu nanti nikah, kamu enggak akan pakai kebaya?" ucap Anisa berbalik nanya kepada Kayla.
Kayla hanya mengangkat bahunya.
Paling dia nanti kalau nikahan pakai tuxedo." ucap Cindy yang tengah lewat sambil membawa keranjang rotan yang numpuk sambil menutupi mukanya menyela obrolan Kayla dengan Anisa.
Kayla mencibir. Dia ingat, terakhir kali dia pakai kebaya waktu ikut karnaval di hari kartini waktu masih TK. Itu pun dikarenakan Bundanya yang memaksa untuk memakai kebaya. Padahal dulu Kayla sangat ngotot banget kalau Kayla lebih memilih untuk memakai baju karate atau baju pencak silat.
"La, tolong ambilkan kain itu, dong!" kata Anisa sambil menunjuk kain batik lain yang tergeletak di atas karpet.
"Susah banget nih mau bergerak." tambah Anisa yang memang kelihatan susah untuk bergerak mengambil sendiri kain batik itu.
"Oke, sebentar." ucap Kayla.
Kayla kemudian bangun dari duduknya dan segera mengambilkan kain batik yang dimaksud Anisa yang berada di atas karpet.
"Mbak kok bisa ketemu sama Mas Toni, memang bagaimana awal ceritanya Mbak?" tanya Kayla sambil memberikan kain batik yang diminta oleh Anisa tadi.
Anisa kemudian mencoba mencocokkan kain batik yang baru saja diambilkan oleh Kayla dengan kebaya yang kini tengah ia pakai. Dia (Anisa) menggeleng, tanda kain batiknya tidak bagus atau tidak cocok dengan kebaya yang tengah dicobanya.
"Kita dulu satu kampus, La. Cuma Toni beda jurusan sama Mbak. Dia (Toni) jurusan teknik, sedangkan Mbak di jurusan akuntansi." kata Anisa menjawab pertanyaan Kayla tadi setelah mencoba mencocokkan kain yang diambil Kayla dengan kebaya yang dipakainya.
"Dulu awalnya, Mbak dikenalin teman Mbak. Terus, dia sering kirim-kirim salam gitu ke Mbak lewat teman Mbak yang ngenalin dia ke Mbak. Enggak langsung dekat memang, tapi dari seringnya dia kirim-kirim salam ke Mbak kita semakin lama jadi semakin dekat, hingga akhirnya jadian deh." tambah Anisa menjelaskan kepada Kayla awalnya dia kenal sampai akhirnya dia jadian.
"Mbak pacarannya lama ya, sama Mas Toni?" tanya Kayla lagi kepada Mbak Anisa.
"Dari semester dua sampai sekarang." kata Anisa memberitahu hubungannya kepada Kayla.
"Wah..lama dong Mbak!! Memangnya enggak bosan ya Mbak?" tanya Kayla lagi kepada Anisa
"Bosan, ada lah. Bosan sama rutinitas pacaran kita yang cuma gitu-gitu aja. Bosen juga sama situasi yang juga cuma gitu-gitu aja." jawab Anisa.
"Tapi, pintar-pintar kitanya aja nyari solusi biar enggak cepat bosan. Tapi tetap saja enggak pernah bosan tuh sama orang. Habis ngangenin banget sih orangnya." tambah Anisa sambil sedikit berkata centil.
Kayla hanya bisa mesem menanggapi penjelasan dari Anisa.
"Tapi pernah juga sih berantem-berantem, itu kan juga hal yang wajar. Bumbu-bumbu dalam sebuah hubungan, ada manis pahitnya juga. Enggak mungkin juga kan selalu akur terus."kata Anisa kepada Kayla.
"Tapi kalau putus, pernah enggak Mbak?" tanya Kayla lagi.
"Ya pernah juga lah. Putus nyambung, putus nyambung sampai beberapa kali gitu. Tapi enggak berlangsung lama, paling dua hari atau tiga hari saja, habis itu kita sudah balikkan lagi." balas Anisa atas pertanyaan Kayla.
"Habis mau bagaimana lagi, kita enggak kuat pisah lama-lama. Apalagi mau nyari cowok yang baik dan pengertian seperti dia, susah. Tau sendiri kalau Mbak orangnya sangat keras kepala." ucap Anisa menambahkan.
Kayla mengangguk-angguk mengerti.
Kayla menguap lagi karena masih merasa sangat mengantuk sekali, tidur sangat-sangat kurang sehabis begadang.
"Enak dong, Mbak. Pas wisuda enggak usah susah-susah nyari pendamping." ucap Kayla sambil menahan rasa ngantuk yang masih dirasakannya.
"Ngapain harus pakai pendamping, orang kita juga wisudanya barengan." balas Anisa memberitahu Kayla.
"Oya?" Kayla mencoba mengingat-ingat waktu wisuda Anisa, yang kira-kira tiga tahun yang lalu.
"Kenapa memangnya nanya-nanya? Apa sudah mulia kepikiran mau menikah? Sudah sadar ya, kalau pacaran itu enak?" kata Anisa bercanda sekaligus menangkap basah Kayla.
"Apaan sih Mbak? Enggak juga ah." Kayla mengelak.
Jangan lupa dukungannya ya sobat.
Berikan like, komentar dan juga votenya.
Terima kasih.
mampir juga yuk di karyaku.
jangan lupa beri dukungan😊😊😊