NovelToon NovelToon
CINTA PARA ANAK JURAGAN

CINTA PARA ANAK JURAGAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Poligami / Tamat
Popularitas:747.1k
Nilai: 4.2
Nama Author: Henny

Hai.....!
Ini adalah lanjutan dari kisah MENJADI ISTRI KETIGA JURAGAN. Ini kisah tentang anak-anak mereka yang tak jauh kehidupan cinta segi tiga, poligami dan juga cinta tak terbalas. Namun bisa juga dibaca tanpa membaca novel sebelumnya.

Erdana menjalin hubungan dengan Mentari. Sementara Prayuda sangat mencintai Mentari. Namun karena suatu peristiwa, Erdana harus bersama Yasmin. Bagaimana kisah ini akhirnya mencapai titik kebahagiaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Henny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apakah Aku Egois?

Mentari tersenyum sambil memejamkan matanya saat dirasakannya tangan Erdana membelai rambut panjangnya. Sesekali tangan pria itu membelai punggungnya yang polos.

"Aku suka rambutmu, Ri. Agak bergelombang dan warnanya juga nggak terlalu hitam." ujar Erdana yang sedang berbaring di belakangnya. Mereka baru saja selesai dengan aktifitas bercinta setelah 4 hari tak ketemu karena padatnya jadwal kerja masing-masing.

"Jangan pernah dipotong ya?" ujar Erdana lagi lalu mencium kepala Mentari dan menghirup harum rambut istrinya itu.

Mentari membalikan badannya. Kini keduanya saling berhadapan. "Mahasiswa cantik yang menggoda mu kemarin, aku perhatikan rambutnya juga bergelombang dan berwarna coklat mudah."

Erdana terkekeh. "Cemburu?"

"Nggak." Mentari menggeleng.

"Jadi boleh dong aku dekat dengan mereka saat memberikan seminar?"

"Silahkan!"

"Benar?" Erdana menatap mata Mentari.

"Coba saja kalau berani. Akan ku hajar kau sampai babak belur." kata Mentari dengan nada mengancam membuat Erdana tertawa dan langsung membawa Mentari ke dalam pelukannya.

"Aku tak akan berani melirik gadis lain, sayang. Aku sudah punya kamu yang cantik dan mencintaiku. Walaupun terkadang aku merasa menjadi nomor dua jika harus berhadapan dengan baju-baju rancangan mu."

Mentari mendongak lalu mengecup leher Erdana dengan lembut. "Sabar ya? Tahun depan, kita akan mewujudkan mimpi kita bersama. Aku akan tampil sebagai nyonya Furkan. Aku akan melahirkan anak-anak yang tampan dan cantik untukmu. Aku ingin menggendong dan mengurus mereka dengan tanganku sendiri. Dan aku akan selalu berdiri di pintu rumah kita untuk menyambut mu setiap pulang kerja. Ijinkan aku meraih mimpiku dulu ya? Lalu kita akan meraih mimpi kita bersama."

Erdana mengangguk. Mereka berdua memang masih muda. Meraih mimpi di masa muda itu adalah keinginan setiap orang.

"Aku mau lagi." bisik Erdana lalu mencium cuping telinga Mentari membuat gadis itu merasa geli.

"Aku siap, sayang." kata Mentari sambil melingkarkan tangannya di leher Erdana untuk kembali memulai aktifitas panas mereka.

************

Air mata Mentari mengalir saat mengenang masa-masa indahnya bersama Erdana. Di pegang nya kepalanya yang kini sudah botak.

Tak ada lagi rambut indahnya yang selalu dikagumi oleh banyak orang terlebih khusus Erdana

"Nyonya Furkan.....!"

Mentari menoleh ke arah sumber suara itu.

"Ada apa, suster?"

"Nyonya sudah diijinkan untuk menjenguk anak nyonya di ruang NICU."

Mentari menghapus air matanya. Inilah yang menjadi sumber kekuatannya untuk bertahan.

Ia kemudian mengambil sebuah kain untuk menutupi kepalanya. Lalu mengikuti suster itu menuju ke ruang NICU.

Saat memasuki ruangan itu, hati Mentari bergetar. Ia menatap anak-anak yang terbaring di dalam inkubator dengan berbagai selang penopang kehidupan yang ditempelkan di tubuh mereka.

Mereka pun sampai di sebuah inkubator yang paling sudut.

Mentari tak dapat menahan rasa harunya saat melihat bayi kecilnya ada di dalam inkubator untuk bertahan hidup. Ia harus dilahirkan secara prematur karena Mentari harus menjalani operasi untuk menyembuhkan sakitnya yang lain. Anaknya yang lahir dengan berat badan hanya 1 kg, terpaksa harus dirawat di sini.

Tangan Mentari bergetar saat ia memasukan tangannya di lubang inkubator dan menyentuh bayinya untuk yang pertama kali. "Hallo baby As. Bunda di sini." Mentari memakan anak lelakinya itu Asfarisal yang berarti kekuatan. Lengkapnya anak ini diberi nama Asfarisal Priyatama Gading Furkan. Yang berarti kekuatan yang penuh kasih sayang.

Mentari pun mengingat saat pertama ia tahu kalau ia hamil.

Flash back

Malam itu Mentari menangis di apartemen Prayuda, sambil menceritakan kejadian antara Yasmin dan Erdana yang menyebabkan Yasmin hamil.

Mentari kemudian pingsan lagi sehingga Prayuda membawanya ke rumah sakit dan meminta agar Mentari langsung diperiksa secara lengkap dan dilakukan CT-scan karena Prayuda mulai curiga dengan apa yang terjadi dengan Mentari.

"Aku harus mengalah, Pra. Ini demi Yasmin. Kasihan Yasmin hamil. Dia.juga masih sangat muda. Keluarga Yasmin adalah keluarga yang terkenal. Ini bisa menjadi aib jika tak diselesaikan." Kata Mentari saat Prayuda memanggilnya keesokan harinya di rumah sakit.

"Tapi 7 tahun kebersamaan kalian haruskah menjadi sia-sia?"

"Mau bagaimana lagi?"

"Kamu istri Erdana, Ri."

Mentari menghapus air matanya dengan kasar. "Sudahlah. Toh kami hanya menikah secara agama. Kamu pikir memangnya keluarga dokter Satria mau menerima kalau anaknya di poligami? Oh ya, ada apa kau memanggilku ke sini?"

Prayuda terlihat ragu. Ia tahu ini akan menambah beban dari Mentari. Namun ia juga harus jujur mengatakannya.

"Ri, aku harap agar kamu bijak untuk menyingkapi ini. Jangan dulu tegang dan jangan stres."

"Aku sakit, ya?" tanya Mentari.

Prayuda mengangguk. "Di otakmu di temukan ada sebuah tumor." Prayuda menempelkan hasil st-scan di kaca yang berlampu. "Memang letaknya masih kecil tapi itu terjepit diantara otak syarat mu yang lain sehingga walaupun masih kecil tapi cukup mengganggu. Kamu nggak boleh terlalu capek, nggak boleh terlalu banyak berpikir karena itu akan memperparah keadaannya. Aku juga harus mengadakan pemeriksaan lanjut apakah tumor itu ganas atau tidak."

Tangis Mentari langsung pecah mendengar penjelasan Prayuda. Ia menangis sangat keras membuat Prayuda tak tahan melihatnya. Ia langsung berdiri dari kursi dan mendekati Mentari. Ia memeluk gadis yang sudah disukainya sejak kecil ini namun ia sudah membuang semua rasanya untuk Mentari ketika gadis itu akhirnya menikah dengan Erdana.

"Tari, jangan dulu berpikiran negatif. Semuanya masih ada jalan untuk pengobatan mu. Hanya saja kau jangan dulu stres. Itu nggak baik."

"Aku akan mati kan, Pra? Aku akan mati kan? Aku akan meninggalkan mamaku sendiri setelah papaku juga meninggalkannya?"

"Aku akan menemukan cara terbaik untuk menyembuhkan mu. Aku janji, Ri."

"Apakah bisa dioperasi?"

"Bisa. Memang sebaiknya di operasi sebelum menjadi semakin besar. Namun persoalannya, kau belum bisa melakukan operasinya sekarang."

"Kenapa?"

"Kau sedang hamil, Ri."

Mentari lebih terkejut lagi. Bagaimana ia bisa hamil? Bukankah selama ini ia selalu meminum pil anti hamil nya?

Mentari jadi ingat, saat ia dan Erdana ketemu bercinta sepuasnya malam itu, Ia memang lupa meminum pil itu karena ketinggalan di tasnya yang lain. Tapi bukankah esok makanya ia sudah meminumnya lagi?

"Kau sudah periksa dengan benar, Pra?"

"Kehamilan mu memasuki minggu ke-8."

"Jadi bagaimana ini?"

"Untuk bisa menjalani proses pengobatan tumor di otakmu, kau akan meminum banyak obat dan itu bisa menganggu proses pertumbuhan janin dalam perutmu. Karena itu kau harus menggugurkannya."

Mentari diam sejenak. Lalu ia menggeleng. "Aku ingin terus menjaga kandungan ini, Pra. Aku akan menunda proses pengobatan ku sampai aku melahirkan."

"Itu bisa saja akan membahayakan nyawamu. Masalahnya tumor ini....."

"Please....., biarkan aku menjadi seorang ibu. Aku akan memohon pada Allah untuk bisa melahirkannya dengan selamat. Aku akan berusaha gembira, aku akan sabar dan kuat. Namun aku mohon, jangan pernah mengatakan ini pada Erdana."

"Tapi...."

"Dia akan meninggalkan Yasmin dan terus berada di sampingku. Lalu bagaimana nasib Yasmin? Bagaimana nasib anak yang ada di kandungannya?"

"Tapi jika kamu tak mengatakannya pada Erdana, itu namanya Egois, Ri."

"Aku memang harus berpikir egois. Aku tahu bagaimana perasaan Er padaku. Aku tak bisa mengabaikan Yasmin dan seluruh keluarganya. Aku nggak mau juga keluarga Er kecewa dengannya. Semua ini terjadi karena kesalahanku juga. Andai aku tak menunda pernikahan kami. Andai aku tak egois memikirkan karirku. Pasti kejadiannya bersama Yasmin tak akan terjadi. Percayalah, Pra. Aku akan kuat menghadapi semua ini. Apalagi dengan adanya anak ini. Kalau Erdana tak menikahi Yasmin, hubungan keluarga mereka akan rusak dan Yasmin pasti tak akan sanggup menghadapi semua ini." Mentari memegang tangan Prayuda dan meletakan tangan itu di atas perutnya. "Bersumpah lah demi anakku ini, kau tak akan mengatakan semua ini pada Erdana."

"Tapi....."

"Aku akan kuat, Pra."

Prayuda pun pasrah sambil mengangguk.

Sebuah sentuhan di bahu Mentari mengembalikan kesadarannya kembali dari lamunannya.

"Maaf nyonya, waktu berkunjung nya sudah selesai."

"Oh, ya." Mentari melepaskan tangannya yang masih memegang tangan mungil bayinya. Ia meninggalkan ruang NICU dan kembali ke ruangan perawatannya.

Saat ia tiba di sana, Jeslin pun barui saja kembali dari rumah Mentari yang ada di Surabaya. Ia membawa baju ganti untuk anaknya itu.

"Kau sudah melihatnya?" tanya Jeslin.

"Iya, bun. Dia sangat tampan." jawab Mentari dengan wajah berseri.

"Nak, kau harus tahu berita ini. Anaknya Yasmin meninggal."

"Benarkah, bun? Innalilahi wa Ina ilaihi Raji'un."

"Bunda datang ke makam ayahmu dan melihat di sana ada Yasmin dan Erdana. Keduanya menangis bersama di depan makam anak mereka. Sepertinya hubungan Yasmin dan Erdana sudah menjadi baik. Makanya ibu

"Amin."

"Kau akan terus menyembunyikan keberadaan anakmu dari Erdana?"

Mentari yang baru saja akan naik ke atas tempat tidurnya segera berbalik dan menatap bundanya.

"Yasmin sudah kehilangan kakek dan neneknya. Kini ia kehilangan anaknya. Haruskah aku membuatnya lebih sedih lagi dengan membiarkan Erdana kembali ke sisiku? Biarkan mereka bahagia, bun. Aku akan menjalani hidupku bersama baby As. Walaupun aku tak tahu sampai kapan aku akan bertahan."

Jeslin memeluk anaknya. "Sayang, jangan seperti itu. Kalau kau saja bisa bangun saat dinyatakan koma, kau pasti bisa melewati semua ini. Kau harus kuat demi anakmu."

Mentari mengangguk. Walaupun sebenarnya ia tahu kalau sakitnya belumlah sembuh secara total tapi dia akan tetap optimis untuk menjalani hidupnya.

"Bun, jika anakku sudah sehat, aku ingin pindah ke Singapura. Akan lebih aman kalau aku dan Erdana tak tinggal di negara yang sama. Karena aku takut berjumpa lagi dengannya. Aku akan luluh dan langsung memeluknya."

Jeslin mengangguk. Semoga keputusanmu ini sudah benar, nak."

**********

Makasi sudah baca part ini

semangat di hari ini ya guys

jangan lupa dukung emak terus.

1
Hr sasuwe
👍
Misna Mii
kasihan mentariii
Misna Mii
kasihan juga mentari, melihat suaminya bersedih krna pr lain, kan mentari istri pertama
ayu cantik
bagus
pipi gemoy
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼
pipi gemoy
2x tamat ☕😁
pipi gemoy
gading🥀
pipi gemoy
visual ER suami mbak bulan
cakep Thor
pipi gemoy
baca ulang
barusan tamat baca para juragan
Wasista Mustika S.
waduuuuuhhh.. ini anak2 juragan wisnu koq serem pergaulannya? 😂😂😂
Wasista Mustika S.
kak Henny, koq aku ngerasa Erdana kurang memiliki rasa ke Mentari ya? Seharusnya waktu lihat mentari dan prayuda di lobi nampak berciuman, koq gk disamperin? Koq mlh ditinggal pergi? Khan Mentari sdh menjadi isterinya walau siri, dan prayuda juga menjadi saksi di pernikahan mereka... Knp gk diselesaikan? Erdana sah² aja lho kli seandainya mengajar prayuda.. Maaf itu pemikiranku, kak..🙏🏻😂😂
One Olaene: hal ini adalah
total 1 replies
Wasista Mustika S.
hadirrrr.. rumit.. rumit..🤣🤣
fitri
seru,.. walau kadang ikut mumet..
tapi konflik nggak trll berat, jd masih adem ikutin alurnya..
nggak emosi yg berlebihan 😁
Elis Aszhika
kok bisa y org membagi² cinta,,,org begitu apakah termasuk kelainan? /Gosh/
Elis Aszhika
dr awal kan memang hrsy yasmin lngsg prg dr kehidupan erdan setelah anaky meninggal
Elis Aszhika
awal baca nyesek trus,,,smpe mo ending agak mendingan,,,dr awal q tim erdan mentari,,,tiap baca scen erdan yasmin sll nyesek,,,g rela baca kemesraan mrk berdua,,,krn q org yg paling benci poligami,,,bersyukur bgt yasmin akhiry pergi dr kehidupan erdana
Ulil
waduh kejar kejaran,,lari estafet booss 😁😁
ready
good Story 👍
ready
kyaaaa😍😍😍(≧▽≦) untung nya saya sampai lompat bab karena bener2 gak setu kalo Yasmin sama si Erdan, terima kasih sangat Thorrrrrr 💞💐
Ran Aulia
👍👍👍👍
ceritanya bagus beda dari yg lain dgn tema sama
hanya bbrp kali ada nama tokoh yg tertukar 🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!