NovelToon NovelToon
My Dad So Handsome

My Dad So Handsome

Status: tamat
Genre:Romantis / Anak Genius / Tamat
Popularitas:9.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: riena

Follow Ig@rii.ena

Season.1

Tidak mendapatkan jawaban dari ibunya, saat menanyakan siapa ayah biologis dirinya.
Seorang anak laki-laki berusia lima tahun mencari ayahnya sendiri dengan menggunakan aplikasi kemiripan wajah, dari kalangan biasa, artis sampai kalangan pengusaha.

Hingga dia merasa yakin jika seseorang yang dilihatnya di suatu profil sebuah perusahaan memiliki wajah yang sangat mirip dengan dirinya, dan dia memiliki keyakinan kalau pria itulah ayahnya, lalu anak laki-laki itu datang sendiri untuk menemui pria yang di duga ayah biologisnya.

Apakah pria itu benar ayahnya atau hanya sekedar mirip saja ? Bukankah di dunia ini banyak yang namanya kebetulan ?

Season, 2

Biru, pria muda berusia dua puluh tujuh tahun, pria dengan ketampanan yang tidak diragukan lagi karena darah yang mengalir ditubuhnya lebih dominan wajah ayahnya daripada wajah ibunya.

Bertemu dengan dua gadis kecil yang rusuh, dan sayangnya tidak tahu siapa dirinya dengan menitipkan bekal makanan untuk karyawan di perusahaan milik keluarganya.

Bagaimana kisah seru kedua gadis centil yang bertemu dengan pria-pria dewasa yang salah satunya adalah Om-nya Biru sendiri?

Ikutin terus kisah mereka!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Tidak Percaya

Alard berjalan menuju ke kamar di mana Bella tadi di minta Alard untuk menunggu.

" Kita pulang ! "

Alard menggenggam telapak tangan Bella berjalan ke kamar Biru yang berada disebelah kamar yang ditempati Bella saat ini, Biru kelihatannya belum tidur.

" Ayo ! "

Alard langsung saja menggendong Biru dan melepaskan genggaman tangannya pada telapak tangan Bella.

" Apakah tidak terlalu malam untuk pulang ? "

Tegur tuan Ibrahim melihat Alard berjalan menuju pintu keluar.

" Tidak, Pa. Aku membawa dua pengawal "

" Oke hati-hati dijalan ! "

Alard hanya mengangguk kecil.

Ekor matanya melirik ke arah Daniel yang masih mengulas senyum godaan.

" Apa yang kau bisikkan padanya ? Kalian sudah lama tidak bertemu, terakhir ketika pemakaman almarhum Mama. Kau masih saja suka menggoda kakakmu "

" Dia cum sedang jatuh cinta "

Tuan Ibrahim menaikkan sebelah alisnya.

" Kau yakin ? Secepat itu ? "

" Hemm, begitulah "

Daniel menaikkan kedua bahunya.

Alard melepaskan pakaian Biru dengan lembut untuk menggantikan dengan piyama tidurnya.

Bocah laki-laki itu sudah tertidur ketika di dalam mobil saat menuju pulang ke Apartemen, sama sekali tidak terusik dengan gerakan Alard yang membuka seluruh pakaiannya.

Setelah selesai, Alard masuk ke dalam kamar.

Bella sudah bersiap-siap untuk tidur juga, buru-buru Alard membersihkan diri dan berganti pakaian.

" Apa Daniel yang membantu kelahiran Biru ? "

Alard sudah naik ke atas ranjang tanpa memasang pengait kancing piyamanya.

Bella tidak menjawab, hanya menatap Alard yang sedikit aneh sejak dari Mansion keluarga Raimond.

" Kenapa tidak mengatakannya ? "

" Kau tidak pernah bertanya "

Alard berdecak.

" Apakah ada jahitan ? Dan apakah Daniel juga yang melakukannya ? "

Bella merasa lucu, pertanyaan awal saja belum dijawab, sudah ada pertanyaan berikutnya.

" Bukankah kau sudah melihat semuanya ? Apakah ada jahitan ? Biru anak yang sangat baik sehingga tidak ada merubah apapun dari tubuhku "

Alard merasa dirinya sangat bodoh, benar kata Bella. Dirinya sudah melihat area pribadi Bella bahkan dirinya sendiri yang mengoleskan salepnya, tanpa tanda-tanda bekas jahitan.

" Maaf ! "

Tanpa aba-aba, Alard membuka seluruh pakaian tidur yang Bella kenakan.

" Al, apa yang kau lakukan ? "

Bella memberontak tapi tenaga Alard lebih kuat, sebelah tangan Bella hendak meraih selimut, tetapi Alard lebih cepat melempar selimut jauh diatas sofa. Lalu Alard meneliti setiap inci kulit tubuh Bella terutama bagian bawahnya. Bella frustasi sekaligus rasa ingin marah, Bella betul-betul sangat malu di buat Alard.

" Aku mohon hentikan ! "

Bella sudah mau menangis, Alard terkesiap.

" Maaf ! "

Lirih Alard dengan rasa penyesalan.

Alard mengambil selimut yang dilemparkan tadi untuk menutupi tubuh Bella yang polos.

Alard menjadi bodoh karena provokasi yang Daniel ucapkan.

Alard tidak habis pikir, bagaimana dirinya bisa bertindak konyol seperti itu.

" Dokter Daniel hanya menyambut kelahiran Biru dan memotong tali pusar putramu, kau takut dia melihat area pribadiku ? "

Alard diam, hatinya mendadak terasa nyeri melihat kedua mata Bella yang sudah berembun.

" Kau cemburu, Al ? Pada adikmu sendiri ? "

Alard tetap diam hanya terus menatap kedalam mata Bella.

Alard tidak ingin mendengar tudingan dari Bella yang menampakkan dirinya semakin bodoh, dia mulai menciumi Bella dengan perasaan yang campur aduk.

Ada rasa marah, menyesal sekaligus tidak percaya jika ucapan Daniel tadi cuma godaan saja.

Sampai Bella yang sudah tertidur di pelukan Alard karena kelelahan setelah pergulatan panas tadi, Alard masih belum bisa memejamkan matanya.

Cerita Daniel tentang masa pelarian Bella dan tinggal bersama dengan Luke, membuat hati Alard kembali memanas.

Pantas saja dia tidak diketahui keberadaannya.

Alard kembali menatap wajah Bella yang terlelap, menciumi bibir Bella berkali-kali tanpa perduli jika tidur Bella akan terganggu.

...*****...

Bunyi Bel di depan pintu, membuat Alard dan Bella saling menatap.

Siapa pagi-pagi yang datang berkunjung ? Jika salah satu pengawal Alard, mereka tidak akan memiliki keberanian untuk menekan Bel sampai Alard keluar sendiri.

Tapi tidak denga Biru, pria kecil itu berlari ke depan dan hendak membuka pintu.

" Biru "

Alard mencegah, walaupun pengamanan di gedung apartemen cukup ketat dan sangat privasi, tapi bisa saja kecolongan. Tidak bisa sepenuhnya dipercaya dan lengah.

Alard mengontak atik ponsel yang ada ditangannya, menyambungkan camera pengintai yang sangat kecil yang ada tepat di depan pintu. Siapapun tidak akan ada yang menyadari jika ada camera pengintai kecuali Alard sendiri.

Dahi Alard berkerut mengetahui siapa yang ada di depan pintu.

Tatapan matanya diarahkan pada putranya yang tengah mengulas senyum tipis.

" Kau sudah membuat janji ? "

Biru mengangguk.

" Kapan ? "

" Malam tadi "

Alard menyipitkan kedua matanya menatap Biru yang memasang wajah tanpa dosanya.

" Bukankah kau sudah tertidur ? "

Bunyi bel kembali terdengar, kelihatan tamu yang ada di depan pintu sudah sangat tidak sabar.

" Bukalah ! "

Alard menatap Bella yang terlihat sedikit pucat.

" Kau baik-baik saja ? "

" Kepalaku sedikit pusing "

" Jangan ke butik ! Istirahat saja di kamar "

" Ya, biar aku yang mengantar keponakanku Kakak ipar "

Sela Daniel berjalan mendekat bersama Biru yang berjalan sambil berlari.

Daniel menggeser kursi, duduk di sebelah Alard sehingga tepat berada di depan Bella.

" Aku akan menemani dirimu disini "

Bella menggeleng.

" Aku berani dan tidak apa-apa ditinggal sendiri, kau ke kantor-lah ! Pasti banyak pekerjaan yang menunggu "

Kalau Alard juga ada di apartemen, Bella yakin dia tidak akan bisa beristirahat.

" Banyak orang yang bisa mengerjakan, jika ada hal yang penting, Gisel yang akan membawanya kemari "

Bella tidak lagi mau membantah.

Sembari mengunyah sarapannya, Daniel terus menatap ke arah Bella sehingga Alard menendang kaki Daniel di bawah meja.

Daniel cuma terkekeh.

" Ayo, keponakan Paman, Kita berangkat ! Biarkan Mommy dan Daddy-mu berbulan madu "

Daniel mengedipkan sebelah matanya ke arah Biru.

Biru mendekati Bella, mencium kedua pipinya.

" Mom, apa sudah ada adik perempuanku didalam sini ? "

Biru meletakkan tangan kecilnya di atas permukaan perut Bella yang dilapisi oleh stelan rok dan blouse warna pastel.

Ketiga orang dewasa itu saling berpandangan.

" Boleh aku mengecek nadi-mu ? "

Daniel hendak meraih pergelangan tangan Bella, tapi segera ditepis oleh Alard.

" Kau bukan dokter kandungan, pergilah sana ! Nanti Biru bisa terlambat "

Usir Alard tidak perduli walaupun itu dengan adiknya sendiri.

" Oh ya, nanti sore aku juga yang akan menjemput keponakanku, kakek masih merindukan cicitnya.

Tadi malam kalian tidak jadi menginap bukan ?

Nikmatilah waktu kalian ! "

Daniel segera menggandeng Biru membawanya keluar.

" Kau pantasnya menjadi murid sekolah taman kanak-kanak, bukan murid kelas lima sekolah dasar "

Daniel mencubit pelan pipi Biru.

" Karena aku pintar, kepintaran-ku diturunkan dari Daddy kan ? Aku bangga padanya "

Biru melipat kedua tangannya di atas dada dengan menyandarkan tubuhnya pada dinding lift.

" Siapa bilang ? Kepintaran yang kau miliki turunan dari aku, Pamanmu "

Daniel menaikkan kerah kemejanya dengan sombong.

Biru memiringkan kepalanya menatap wajah Pamannya.

" Benarkah ? "

" Tentu saja, makanya Paman jadi Dokter "

Daniel lalu terkekeh, Biru cuma tersenyum tipis.

Haish, kenapa dia betul-betul mewarisi gayanya Alard sih ? Sampai dengan senyum ejekannya juga, sungguh menyebalkan.

...****************...

1
Kinan Astry
di kisah ini biru kelihatan penyayang ya...tp ktika tua ada di cerita sebelah hanna-ibrahim kelihatan tegas nya mirip seperti tuan visco
Mini Amora
ouhhh om adipati... daebak😍
Syam
bagus kak riie seperti biasa selalu keren novelnya dan aku suka biru samudra 💗❤️🥰👍
Syam
terjawab sudah oppa biru 🤭 😍
Syam
wah tambah penasaran saja kak rie judul yg di sebutkan 🤭
Syam
mau dong kak riie kaya biru 1😍
Syam
anak pintar
Syam
mampir kak riie karna penasaran 🤭😄
Sriharyanti 80
karya kak Rie Bagus
kaneya lendiaswari
ceritanya Akbar ini yg nolong aufhar bisa pindah tugas itu ya kk riee
kaneya lendiaswari
baru melipir kesini karna penasaran sama asal usul keluarga Raymond.
zhalwaaa93
aku baca di seblah dulu baru melipir ksni soalnya penasaran dgn keluarga kafka😁
Sriharyanti 80: sama kakak
total 1 replies
zhalwaaa93
😆😆😆
zhalwaaa93
masih untung si rosa mau ngerawat bella klo aku mah ogah, mending pisah🫠
Mazree Gati
asu di entot sampai pingsan,
Mazree Gati
jijik sama kelakuan biru,, jinius tapi tolol
Mazree Gati
katanya jenuis tapi goblok bin tolol ga tahu perasaan mominya oon
Mazree Gati
luke pemaksa apa begitu ya orang kaya
Novi Anggraeni
sama , aku juga
udah candu sama karya nya mak riie 🤭
aagnes
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!