NovelToon NovelToon
Karena Kamu, Jodohku

Karena Kamu, Jodohku

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintapertama / Patahhati / Perjodohan / Tamat
Popularitas:562.6k
Nilai: 5
Nama Author: ShasaVinta

"Terkadang kita harus merelakan sesuatu hal bukan karena kita menyerah tapi mengerti bahwa ada hal yg tidak bisa dipaksakan."

Itulah yang dipikirkan Devinta Dwi Suseno saat mengetahui pria yang sebentar lagi akan menjadi tunangannya ternyata kembali menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya .

Namun setelah 5 tahun menghindar , takdir berkata lain . Ia kembali di pertemukan dengan Arnold Prayoga , pria yang paling tidak ingin Ia temui .

Bagaimana kelanjutan lika liku hubungan Devi dan Arnold ? Bisakah Devi keluar dari bayang bayang penghianatan Arnold di masa lalu ? Apakah kisah mereka akan berakhir bahagia bersama ?

" Sebab sepanjang kita berjalan, menghindar, berpura-pura tidak mengetahui atau apapun itu, kita akan tetap akan bertemu apa yang ditakdirkan untuk bertemu . "

"Karena pada waktunya, tanpa kau rencanakan pun, jodoh tak akan pernah tertukar."

( Inilah karya pertamaku , Karena Kamu Jodohku )

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShasaVinta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26. Takdir memilih untuk bertemu

Devi POV

Tak terasa sudah seminggu aku kembali bekerja di rumah sakit.

Dan seminggu ini, tiada hari yang kulalui tanpa melangsungkan operasi.

Seperti hari ini, walaupun sudah pukul sembilan malam namun aku masih berada di ruang operasi saat ini .

Ini adalah operasi kedua ku hari ini.

Kali ini aku dibantu oleh Dokter Alda, salah satu dokter bedah dan juga bersama dokter Risa dan Wildan yang senantiasa mengikuti semua kegiatan yang kulakukan setiap hari .

Operasi yang kulakukan kali ini adalah operasi angioplasti yaitu pemasangan benda seperti sebuah balon kecil yang bertujuan untuk melebarkan pembuluh darah karena terjadinya penyumbatan pembuluh arteri .

Tak lama lagi prosedur operasi hampir selesai.

Namun tiba-tiba, seorang suster yang memegang ponselku memberitahukan bahwa ada telepon masuk dari Dokter Pras.

Segera ku minta dokter Wildan menerima panggilan itu,

Aku masih saja fokus pada operasi yang kulangsungkan saat ini.

" Permisi Dok ", ucap dokter wildan .

" Ya, ada apa dengan dokter Pras ? " tanyaku pada Wildan tanpa mengalihkan pandanganku dari pasien yang saat ini sedang ku operasi .

" Dokter Pras meminta anda untuk ke ruang IGD. Ada satu pasien VVIP yang terkena serangan jantung " , lanjut Wildan.

Aku sedikit menghela napas ku. Lalu kuhentikan sebentar gerakan tanganku dan berbalik kearah Wildan  ,

" Hanya itu ? Kamu sudah sampaikan kalau aku sedang melangsungkan operasi ? Harusnya kamu bertanya status medis pasien dengan lengkap sehingga aku tahu seberapa urgent pasien itu ", jawabku sedikit kesal karena tidak mendapat jawaban yang lengkap dari Wildan.

Aku kembali memfokuskan pandanganku pada pasien didepanku saat ini.

Kudengar sekilas Wildan kembali berbicara ditelepon .

" Permisi dokter ", ucap Wildan lagi namun kali ini sepertinya dia sedikit ragu menginterupsiku lagi.

" lanjutkan ", jawabku datar .

" Pasien lansia, diduga serangan jantung karena penyempitan pembuluh darah. Tadi sempat tidak sadarkan diri  namun setelah penanganan awal oleh dokter IGD kini pasien sudah sadar.  Salah satu pasien VVIP dokter Steven. Dokter Pras saat ini ada disana dan beliau meminta Anda yang menanganinya ", Wildan mencoba untuk memberiku informasi yang Ia dapatkan .

Aku berpikir sejenak. Operasi yang berlangsung saat ini sudah hampir selesai. Kalau ini permintaan dokter Pras langsung berarti dia adalah salah satu pasien penting di rumah sakit ini .

" Wildan katakan pada dokter Pras, aku kesana dalam 10 menit ", ucapku pada akhirnya.

" Risa, keluarlah . Pergilah ke IGD lakukan observasi pada pasien sebelum aku kesana.

Cek TTV pasien, lakukan pemeriksaan fisik juga pastikan apa-apa saja obat yang dikomsumsi pasien selama ini, dan jika memungkinkan lakukan pemeriksaan penunjang seperti rontgen dada , tes darah atau tes urine ", perintahku yang segera di angguki Risa .

Aku segera menyelesaikan prosedur operasi yang saat ini kulakukan. 8 menit setelah itu aku pastikan selesai, dan kini tinggal melakukan proses akhir yaitu pembersihan bekas tindakan .

" Dokter Alda bisakah kamu melanjutkannya ? Aku harus segera ke IGD " , tanyaku .

" Baik Dok. Pergilah. Sepertinya Anda dibutuhkan disana ", Dokter Alda menyanggupinya.

" dokter Wildan tolong bantu dokter Alda yah ", ucapku sebelum keluar meninggalkan ruang operasi .

Sebelum menuju IGD, kusempatkan untuk menemui keluarga pasien yang berada di ruang tunggu , ku sampaikan bahwa operasi berhasil dan sebentar lagi pasien akan dibawa ke ruang ICCU untuk pemantauan kondisi pasca operasi .

Jika tidak ada masalah lain yang timbul, pasien akan dipindahkan ke kamar rawat lagi .

Aku lalu berlalu menuju IGD .  Suster Eva terlihat sudah menungguku di pintu masuk ruang IGD.

" Ini snelli anda dok ", Ia memberikan snelli milikku .

Segera aku memakai snelli itu dan sedikit merapihkan kunciran rambutku .

" Dok kamu jangan terkejut melihat pasien ini yah, karena pasien ini adalah ... " ucapan suster Eva terputus karena ada interupsi dari Dokter Risa .

" Dokter Devi, anda sudah disini ", ucapnya.

" Ini hasil pemeriksaan TTV dan riwayat medis serta data obat-obat yang dikomsumsi pasien " Dokter Risa mulai menjelaskan informasi yang ku butuhkan.

Baru kali ini aku tidak membaca nama pasien yang tertera.

Aku langsung terfokus pada riwayat medis pasien .

" TTV pasien selebihnya baik kecuali untuk denyut jantung. Obat-obatan yang dikomsumsi semuanya berhubungan dengan perawatan penyakit Jantung, karena pasien saat ini telah memakai ring jantung untuk mengatasi peyumbatan yang pernah terjadi ", Dokter Risa terus saja menjelaskan kondisi pasien sambil kami berjalan .

Tak terasa kami sudah sampai di salah satu ruangan dalam IGD . Ruangan itu berdindingkan kaca yang ditutupi oleh tirai. Jadi jika tirai di tarik maka aktivitas di dalam ruangan dapat terlihat.

Suster Eva membukakan pintu untukku karena aku masih fokus membaca riwayat pasien.

Saat aku masuk dan mengalihkan pandanganku pada orang yang berada di ruangan itu aku sangat terkejut.

Kulihat Nanny Grace sedang terbaring lemah di bangkar dan ditemani oleh Mommy Sofi disisinya .

Sedang Daddy Yoga dan asistennya sedang terlihat Serius berbincang dengan Dokter Pras .

" Nanny.... Mommy .... " hanya dua kata itu yang bisa terucap dari mulutku .

Mendengar ucapanku, kini semua orang mengalihkan pandangannya padaku.

Mommy Sofi yang menyadari kehadiranku tiba-tiba saja berlari kearahku lalu memelukku erat .

" Devi... ini kamu kan Nak , Kamu Devi kan ? " tanyanya namun terus memelukku .

" Iya Mommy, ini aku Devi ", ucapku membalas pelukan Mommy .

Aku tersadar kalau ini bukan saatnya bagi kami melepas rindu.

Segera aku melepas pelukan Mommy dan berjalan mendekat ke bangkar pasien.

Kulihat Nanny menatapku dengan mata yang berkaca-kaca .

" Nanny, tenanglah.. aku akan memeriksa Nanny ", ucapku menenangkan sambil mengusap punggung tangannya.

Sedang kepada Daddy aku hanya menundukkan kepalaku memberi hormat, saat bertatapan dengan Daddy.

Kupikir saat ini yang terpenting adalah memeriksa kondisi Nanny dulu.

"  Dokter Devi ini adalah salah satu dokter toraks dan kardiovaskular terbaik di rumah sakit kami ", ucap Dokter Pras .

" Ia baru saja kembali dari London karena disana Ia melanjutkan pendidikan dan juga bekerja sebagai dokter di sana ", lanjutnya lagi .

" Mulai sekarang Dokter Devi yang akan merawat Ibu Grace. Karena dokter stevan saat ini sedang berada diluar kota ."

Daddy terlihat fokus mendengarkan ucapan dokter Pras, sedang Mommy yang berdiri di sisi lain bangkar terus saja menatapku dengan pandangan teduh.

Aku memulai pemeriksaanku. Awalnya aku menggunakan stetoskop untuk memeriksa Nanny.

Kemudian aku sendiri yang melakukan prosedur pengambilan darah untuk dilakukan pengecekan di laboratorium .

Setelah itu aku bersiap untuk melakukan proses Elektrokardiografi (EKG)  .

Namun sebelum melakukan tindakan itu, aku meminta agar keluarga pasien menunggu di luar.

Agar kami bisa fokus untuk melakukan tindakan .

Di ruangan itu kini tinggal Nanny , Aku , Risa, suster eva dan beberapa suster yang bertugas di IGD.

Aku memulai tindakan EKG dengan menempelkan elektrode pada dada , lengan, dan tungkai Nanny Grace.

Sebelum menyalakan mesin EKG , aku meminta Nanny untuk rileks.

Aku dengan setia berada di sisi bangkar yang kini ditempati Nanny .

Proses EKG ini tidak membutuhkan waktu lama. Hanya sekitar 8 menit saja.

Mesin EKG akan merekam aktivitas jantung .

Proses EKG Nanny berjalan lancar. Ku minta suster Eva berhati-hati saat melepas elektrode yang terpasang pada tubuh Nanny.

Aku mengamati hasil EKG Nanny mulai dari bagaimana denyut jantungnya, irama jantung, perubahan struktur otot jantung, juga suplai oksigen untuk jantung .

Setelah mengamati hasil EKG milik Nanny Grace aku sudah tahu langkah apa yang akan aku lakukan setelah ini .

Aku melangkahkan kakiku menuju luar ruangan ini untuk menemui keluarga yang menunggu, saat aku membuka pintu aku terkejut karena disambut oleh wajah pria yang sangat tidak ingin kutemui.

Yah.. dia adalah Arnold.

Tidak mengherankan Arnold berada disini.

" Devi .... " ucapnya saat melihatku membuka pintu ruangan.

Aku tidak menjawab sapaannya. Hanya memberikan senyumku sebagai balasan dari sapaannya.

Lalu kemudian beralih menatap Thomas yang berdiri disamping Arnold dan tersenyum padanya .

Aku berjalan menjauhi Arnold dan mendekat ke arah Daddy, Mommy, dan Dokter Pras yang sedang duduk menunggu di salah satu kursi yang berada didekat ruangan pemeriksaan Nanny  .

Arnold dan Thomas juga ikut bergabung dengan kami.

" Daddy, Mommy... aku baru saja selesai memeriksa Nanny dengan prosedur EKG dan mohon maaf tapi hasilnya kurang baik ", Aku mulai menjelaskan hasil pemeriksaanku .

" Dugaanku saat ini terjadi penyempitan atau penyumbatan di salah satu atau beberapa pembuluh darah jantung . Karenanya jantung tidak berkeja optimal memompa darah ke seluruh tubuh dan itulah yang menjadi penyebab  Nanny merasa nyeri di dada bahkan sampai terkena serangan jantung mendadak seperti tadi ", lanjutku memberi penjelasan .

" Beruntunglah Nanny tadi karena cepat ditangani dengan baik dan hanya terkena serangan jantung ringan. Untuk mencegah hal ini terjadi lagi, aku akan memeriksa Nanny lagi dengan prosedur Rontgen dada dan angiografi jantung . Agar kita dapat mengetahui pembuluh darah mana saja yang mengalami penyumbatan dan apakah perlu untuk melakukan tindakan pembedahan ", ucapku .

Daddy dan Arnold tampak serius saat mendengar penjelasanku. Sementara Mommy masih duduk di kursi dengan menautkan kedua pergelangan tangannya.

Suster Eva memberitahu bahwa kamar VVIP di lantai 18 sudah siap dan Nanny akan segera dipindahkan ke ruang rawatnya.

Aku mengangguk dan membiarkan Risa dan Suster Eva melakukan tugas mereka.

Sebisa mungkin aku menghindari tatapan Arnold yang seperti melekat padaku.

Sesekali aku mendapati Arnold menatapku dengan tajam .

Tatapan Arnold kali ini tidak dapat ku artikan.

Untuk menghindari Arnold, aku terus saja mendekat dan memegang tangan Mommy untuk menenangkannya.

Saat kami semua berada dalam lift yang akan membawa kami ke lantai ruang perawatan Nanny , aku terus saja menggandeng tangan Mommy.

Walaupun ada rasa penasaran dalam hatiku karena sejak tadi aku tidak melihat kehadiran Angel.

Nanny kini sudah berbaring dengan nyaman di bangkar kamar VVIP. Aku kembali mengecek aliran infus juga alat pendeteksi denyut jantung Nanny .

Kuminta Nanny untuk tidur, karena besok masih ada pemeriksaan yang harus dilakukan.

Daddy , Mommy , dan Dokter Pras berbincang di sofa yang ada didalam kamar itu.

Aku menghampiri mereka, memberitahu bahwa saat ini Nanny sudah beristirahat.

Aku juga meminta Mommy untuk beristirahat karena sudah larut malam .

Dokter Pras berdiri dari duduknya dan akan berpamitan pada Daddy dan Mommy.

Akupun mengikuti dokter pras karena tugasku disini telah selesai.

" Daddy , Mommy ... aku pamit dulu yah. Malam ini aku akan pulang kerumah, tapi tenanglah ada Dokter Risa dan dokter lain yang akan stand by menjaga Nanny. Aku akan datang segera jika dihubungi oleh mereka ", pamitku .

" Besok aku akan datang pagi sekali dan aku yang akan melakukan proses angiografi Nanny sendiri . Jadi Mommy tenanglah. Istirahatlah. Aku pamit yah ... ", lanjutku kemudian memeluk Mommy dan mencium punggung tangan Daddy .

Aku melangkahkan kakiku keluar ruangan mengikuti dokter Pras.

Ternyata di luar ruangan ada Arnold dan Thomas .

Dokter Pras juga berpamitan pada mereka.

Saat aku hendak berjalan menjauh meninggalkan mereka, Arnold dengan sigap menarik pergelangan tangannku.

Ia meminta waktu untuk berbicara sebentar.

Karena tidak ingin membuat keributan, aku melepaskan tanganku dan mengangguk menyetujui permintaannya.

Aku beralih menatap pada dokter Risa dan suster Eva yang juga menatap kami dengan tatapan penuh tanda tanya.

" Kalian duluanlah. Aku ada urusan sebentar. Setelah ini Aku akan langsung pulang ", ucapku .

Setelah Dokter Risa dan Suster Eva pergi, Thomas juga masuk ke dalam ruang perawatan Nanny meninggalkan Aku berdua dengan Arnold di luar ruangan .

" Devi... bagaimana kabarmu ? Sudah lama kita tidak bertemu ", Arnold memulai perbincangan .

" Aku baik ", jawabku singkat .

" Aku minta maaf untuk kejadian dimasa lalu ", ucapnya kini .

Entah mengapa ucapannya memancing emosiku.

Harusnya aku mendengar kata itu lima tahun lalu sehingga aku tidak terlalu merasakan sakit dulu.

" Sudahlah. Tidak ada yang perlu dimaafkan. Aku memaklumi dirimu, semua orang ingin bahagia ", ucapku lalu kemudian langsung pergi meninggalkan Arnold.

Aku tak peduli pada Arnold yang kini mengikuti langkahku sambil sesekali menahanku,

" Dev... aku minta waktu sebentar. Kita harus bicara ", ucapnya.

Aku terus saja berjalan sampai di depan lift Arnold terus saja mengikutiku.

" Arnold aku mohon. Aku sangat lelah hari ini, aku ingin istirahat. Jika masih ada yang perlu dibicarakan, kita bicara lain kali saja  ", ucapku tegas.

Aku sudah cukup risih karena saat ini beberapa perawat melihat adegan Arnold yang terus saja mengikutiku dan memohon agar aku mau berbicara dengannya .

Pintu Lift terbuka, aku masuk kedalammnya.

Kini Arnold sudah tidak mengikutiku lagi.

Sebelum pintu lift tertutup sempurna kulihat Arnold masih terus saja memandangiku.

Didalam lift kini hanya tinggal aku sendiri.

Sungguh permainan takdir yang tidak ada seorangpun yang mengetahuinya.

Belum lama aku kembali ke Indonesia, dan aku sudah dipertemukan dengannya.

Salah satu hal yang sangat tidak ku inginkan.

Namun kini aku tidak bisa menghindar karena aku adalah dokter Nanny dan tentu saja kemungkinannya sangat besar untuk bertemu Arnold. Bahkan bisa saja aku bertemu Angel .

Kini aku sedang mengemudikan mobilku menuju rumah.

Setelah tadi aku berganti pakaian dulu diruanganku.

Didalam perjalanan , aku memikirkan kejadian tadi.

Lima tahun lalu , pertama kali aku bertemu Arnold juga saat aku mejadi dokter yang merawat Nanny .

Kini takdir mempertemukan kami lagi dengan keadaan yang sama .

" Sungguh takdir mengatur pertemuan kami kembali dengan jalan yang sama ",  batinku .

.

.

.

.

.

.

.

.

" Sebab sepanjang kita berjalan, menghindar, berpura-pura tidak mengetahui atau apapun itu, kita akan tetap akan bertemu apa yang ditakdirkan untuk bertemu . "

.

.

.

.

.

.

. To  be continue

1
Nadia
aku setop baca, terlalu mudah sidevi, bego, cuman buat cadangan, atau mungkin otornya jg begitu 🤭
Rubi Azmi
ya ampun nyesekkk
Hearty💕💕
Mau
Hearty 💕
Kalau sultan mah bebas yaaa.

Semoga Willi dapat rumah ya
Hearty 💕
Melayang rasanya
Hearty 💕
❤🌸💕🌸❤🌸💕🌸❤🌸💕🌸❤🌸💕🌸❤🌸💕🌸❤🙄💕🌸❤🌸💕🙄❤🙄💕🌸
Hearty💕💕
Arnold kena deh dikerjain Bumik
Hearty 💕
Suka dengan quote²nya thor
Hearty 💕
Duh udah kacau nih dunianya Arnold dan Devi.... emang harus disegerakan
Hearty 💕
Jangan² udah hamil nih
Hearty 💕
Berharap ada kesempatan untuk Thomas
Hearty 💕
Cintia lapor ke Dasha????
Hearty💕💕
Puas ya Dev ngerjain Arnold
Hearty💕💕
😂🤣😂🤣😂🤣😂🤣😂🤣😂🤣😂🤣
Hearty💕💕
Hampir.... udah ngapa²in kok
Hearty💕💕
Duh padahal sebenar benarnya apa yang kaliam lakukan selama ini harus dilakukan setelah sah menikah 😭😭😭😭😭😭
Hearty💕💕
Masih kesel kr Arnold
Hearty💕💕
Terharu selamat berjuang Devi Arnold
Hearty💕💕
Kalau jujur apa yg dilakukan atas dasar kemanusiaan pasti Devi ngerti. Tapi nggak harus kamu yg jenguk kasih org lain ajaa u peehatikan kondisinya
Hearty💕💕
Ya nggak gitu juga sih... kalau suami or istri berbuat zina dgn yg bkn pasangannya dipastikan bubar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!